NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh!!

Menikah Dengan Musuh!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: NaNa/ji-eun

not allowed to copy , cerita ini 100% hasil dari pikiran ku sendiri, jadi jangan copy cerita ini,

cerita ini berjudul *menikah dengan musuh!! *
pemeran perempuan dalam cerita ini sangat membenci seorang lelaki yang sangat nakal dan sering bolos waktu sma, dan nama nya adalah ALRESCHA dan kerap di panggil al/reska

ayana/ pemeran utama dari cerita ini sangat membenci al,namun al menyukai nya dari zaman sma hingga kuliah, namun al sama sekali tidak pernah mengungkapkan cinta nya kepada ayana, dan sekarang dia di pertemukan lagi, dan di paksa oleh kedua orang tua mereka untuk menikah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaNa/ji-eun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Kini Reva telah genap berusia 20 tahun. Keanehan kecil mulai dirasakan oleh Ayana dan Al; putri mereka itu tidak pernah terlihat menyukai siapa pun.

"Mah!" panggil Al pada Ayana yang sedang sibuk merajut baju untuk kedua putri mereka. Rajutan itu ia siapkan sebagai kenang-kenangan, berjaga-jaga jika suatu saat ia tak lagi bisa mendampingi mereka.

"Ya, kenapa Pah?" sahut Ayana tanpa menoleh. Fokusnya tertuju sepenuhnya pada jarum rajut di tangannya.

"Reva sampai sekarang kok nggak pernah cerita soal orang yang dia suka, ya? Beda banget sama si Adek. Dia mah sering banget cerita, mana tiap hari cowok yang ditaksir ganti-ganti terus," keluh Al.

Ayana tertawa renyah. Memang benar, Reva sangat tertutup soal asmara, berbanding terbalik dengan Alana yang selalu punya cerita baru tentang cowok yang berbeda setiap harinya. Padahal, Reva sebenarnya anak yang terbuka; sepulang kuliah, ia selalu antusias menceritakan kejadian di kampus. Namun anehnya, tak sekalipun terselip nama seseorang yang spesial.

"Nanti kita berdua ajak Reva bicara saja. Siapa tahu dia cuma menyembunyikan crush-nya," usul Ayana.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Begitu Reva sampai di rumah, ia langsung disambut hangat oleh kedua orang tuanya.

"Eh Kak, duduk sini yuk. Kalau haus, itu ada teh Papa," ujar Ayana.

Al yang mendengar itu langsung mengernyitkan kening. "Loh, kok teh Papa sih, Mah? Suruh Bibi buatkan saja yang baru untuk Kakak," protes Al, yang hanya dibalas tawa kecil oleh Reva melihat tingkah keduanya.

"Kak, kamu kan sudah 20 tahun. Apa nggak ada niatan untuk menikah?" Pertanyaan Ayana yang tiba-tiba itu sukses membuat Reva tersentak.

"Kenapa Mama tanya begitu?" tanya Reva bingung. Ayana melirik Al, memberi kode agar suaminya yang menjelaskan karena ia takut Reva akan marah.

"Begini Kak, di usiamu sekarang, sebenarnya sudah waktunya kamu mencari pasangan," sambung Al lembut.

"Iya Kak, kamu juga jarang sekali cerita ke Mama punya pacar atau tidak," tambah Ayana.

Reva menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Reva nggak pernah suka siapa pun, Mah. Reva takut... kalau laki-laki yang mendekati Reva nanti sifatnya mirip dengan papa kandung Reva."

Mendengar kejujuran itu, Ayana segera menghampiri Reva dan memeluknya erat. "Sayang, nggak semua laki-laki di dunia ini sama. Contohnya Papa Al. Dia setia, kan? Dia selalu menjaga kita dan menjadi pelindung yang kokoh buat kita semua."

Al tersenyum tipis melihat kedua wanita yang dicintainya itu mulai berkaca-kaca. Tak ingin suasana menjadi terlalu sedih, ia segera menceletuk, "Aduh Mah, Papa tahu kok kalau Papa itu baik, ganteng, dan setia. Nggak usah dipuji-puji begitu, Papa sudah tahu."

Air mata Ayana seketika surut karena saking gemasnya dengan kepedean suaminya. "Nyesel Mama, Kak. Ngapain tadi puji dia? Seharusnya Mama puji Jin Zhao saja tadi," canda Ayana yang mulai membuat Reva tersenyum.

"Reva, Papa punya kenalan. Kamu mau tidak kalau Papa jodohkan dengan dia?" tanya Al kemudian.

Reva langsung menoleh cepat. "Dia sudah tua, ya?"

Pertanyaan polos itu membuat Al dan Ayana tertawa terbahak-bahak. "Mana mungkin Papa menjodohkanmu dengan orang tua. Kami carikan yang umurnya hanya beda 2-3 tahun darimu," ucap Ayana masih terkekeh.

"Kami nggak memaksa kok, Kak. Kalau kamu nggak mau atau mau cari sendiri, Papa perbolehkan," tambah Al.

Namun, Reva justru menggelengkan kepalanya pelan. "Kenapa, Kak?" tanya Ayana heran.

Reva menatap mata kedua orang tuanya bergantian. "Reva mau mengikuti pilihan Mama dan Papa. Kalau Reva cari sendiri, kemungkinan besar nggak akan dapat. Reva memang nggak ada niatan mencari pasangan dan rasanya sangat susah untuk jatuh cinta pada seseorang."

Al seketika menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aduh, kalau dia susah jatuh cinta, bagaimana nasib suaminya nanti?" batin Al cemas.

"Ya sudah, nanti malam Mama dan Papa akan panggil dia ke sini untuk bertemu kamu. Kamu tidak ada acara, kan?" Reva mengangguk. Ia berdiri untuk kembali ke kamar, namun baru berjalan tiga langkah, ia berbalik dan meminum habis teh Al di meja.

"Eh, teh Papa! Jangan dihabiskan!" seru Al, sementara Reva sudah berlari masuk ke kamarnya sambil tertawa.

Malam pun tiba. Reva duduk mematung di depan cermin. "Gimana kalau aku tetap nggak bisa jatuh cinta sama laki-laki pilihan Papa dan Mama? Aku takut dia marah karena aku nggak punya rasa," gumamnya cemas.

Ceklek...

"Kak, kenapa bengong? Ayo cerita sama Mama," Ayana masuk dan menghampirinya. Ia selalu siap menjadi pendengar setia bagi Reva dan Alana.

"Reva takut, Mah. Reva takut dia marah kalau Reva nggak bisa mencintainya."

Ayana membelai rambut putrinya untuk menenangkan. "Tenang saja, Kak. Mama yakin kamu pasti bisa. Mama juga yakin laki-laki yang kami pilihkan ini orangnya sangat sabar."

Meski masih ragu, Reva memantapkan hati. Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membuka hati.

Di ruang keluarga, dua keluarga besar telah berkumpul. Reva duduk tertunduk, sama sekali tidak berani menatap pria yang akan dijodohkan dengannya.

"Bagusnya kita nikahkan mereka kapan, ya?" tanya Leon, ayah Arzel, sambil menyeruput minumannya.

"Lebih cepat lebih baik sepertinya," usul Ayana.

Reva sebenarnya sangat tidak setuju, namun lidahnya terasa kelu untuk protes. Ia hanya bisa menahan napas saat mendengar rencana pernikahan yang terkesan terburu-buru itu demi agar mereka bisa "saling mengenal" setelah menikah. Ia menahan air matanya sekuat mungkin, mencoba terlihat baik-baik saja di depan semua orang.

Tiba-tiba, suara Starla memecah suasana. "Ayana, kamu hamil? Perut kamu kelihatan agak besar begitu."

Ayana tersentak kaget. "Kayaknya nggak, deh. Ini mungkin karena berat badanku lagi naik-naiknya saja," jawabnya canggung.

Starla hanya mengangguk, namun rasa penasarannya tidak hilang begitu saja. "Na, kita ke rumah sakit yuk? Penasaran banget, sumpah. Kamu kayak beneran lagi hamil," bisik Starla antusias.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!