NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:169.8k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melihat Cassia Yang Berbeda

Max beranjak sambil melihat ponselnya.

“Sudah selesai, Tuan?” tanya Cassia.

“Ya,” jawab Max dan berjalan ke arah jendela raksasa di ruangan itu. Dia kemudian menyandarkan tubuhnya sambil membuka pesan dari anak buahnya yang di dalamnya juga terdapat video.

Cassia akhirnya membereskan piring kotor dan sisa makanan dia taruh di kulkas agar bisa dia makan lagi besok.

Sedangkan Max masih fokus membaca pesan dari anak buahnya.

[Mereka bersama semalam dan Tuan Bryan mengantarnya pulang. Bahkan Tuan Bryan mengajak Nona Cassia bertemu dengan para pembisnis dan menemaninya semalaman di pesta …]

Max tak selesai membaca pesannya, karena dia tak sabar melihat video CCTV di pesta itu. Max mengernyit dan memperbesar gambar video itu.

Max menatap tajam ke arah Bryan yang memegang lengan Cassia begitu akrab. Mereka bahkan tertawa bersama—tawa yang tak pernah Max lihat selama Cassia bekerja dengannya.

Wanita itu—Cassia—penampilannya begitu berbeda. Max melihat Cassia memakai gaun yang dia lihat tadi. Begitu terbuka, seperti bukan Cassia. Seperti sisi lain dari Cassia. Seperti dua mata koin yang berbeda.

Bahkan setiap Cassia berjalan, paha dan kaki jenjangnya terlihat karena belahan gaunnya begitu tinggi.

Max mengangkat kepalanya, melihat Cassia sedang mencuci piring dan gelas di wastafel. Wanita itu begitu sederhana, sangat berbeda jauh dengan video yang Max lihat sekarang.

Lalu Max melihat lagi ke arah ponselnya. Bryan tak pernah melepaskan tangan dan matanya dari Cassia. Tanpa sadar Max menggeggam erat ponselnya.

‘Brengsek sekali dia. Berani-beraninya mencari kesempatan dengan sekretaris suci-ku,’ batinnya kesal.

*

*

Lalu Max beranjak dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia menghampiri Cassia.

Max beranjak dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia menghampiri Cassia.

Langkahnya yang pelan dan terserap oleh karpet tebal di apartemen itu, membuat Cassia tidak menyadari kehadirannya sampai Max sudah berdiri tepat di belakangnya.

“Kau tidak harus melakukan itu,” kata Max, suaranya pelan tapi tetap membuat Cassia terkejut.

Cassia tersentak kaget. Tangannya yang sedang memegang spons terangkat cepat, menyebabkan percikan air mengenai lengan kemeja Max. “Maaf, Tuan! Aku tidak mendengar—“

“Piring-piring itu,” Max memotong dengan tenang. “Tinggalkan saja. Ada cleaning service yang akan membersihkan besok.”

Cassia menoleh ke belakang, wajahnya sedikit merah karena malu. “Aku tidak biasa merepotkan orang lain, Tuan. Lagipula ini hanya beberapa piring.”

Max menatap punggung Cassia yang kembali menghadap wastafel. Wanita itu dengan tekun menyabun piring-piring mahal milik apartemen itu—piring yang mungkin harganya sama dengan sebulan biaya hidup Cassia di rumah petaknya dulu.

“Di pesta itu,” Max memulai lagi, suaranya datar namun ada getar aneh di dalamnya, “mengapa kau bersedia memakai gaun seperti itu?”

Tangan Cassia berhenti bergerak. Sepanjang bahunya terlihat menegang. “Tuan melihatku di pesta?”

“Aku melihat gaunmu, ketika di rumah lamamu tadi. Setelah kubayangkan, sepertinya itu cukup terbuka. Dan itu jelas bukan seperti dirimu.” Max tak mengatakan tentang CCTV yang dikirimkan oleh anak buahnya tadi.

Cassia menutup keran air. Dia mengeringkan tangannya dengan handuk kecil, lalu berbalik. Wajahnya pucat, tapi matanya menatap Max.

“Manajer butik yang memilihkannya untukku. Dia bilang … dia tahu selera Tuan Kingsford dan aku harus berpenampilan sempurna karena aku juga membawa namamu dan perusahaan di pesta itu.”

“Apakah karena itu Bryan menyukaimu? Dia tertarik padamu karena penampilanmu kemarin, bukan kau yang asli. Jadi, pikirkan lagi tentang pertemananmu dengannya. Dia tidak tulus. Dan jelas dia punya niat terpendam yang tak kau tahu.”

Cassia menggigit bibir bawahnya. Jari-jarinya meremas handuk kecil itu hingga kusut. Perkataan Max memang ada benarnya, tapi entah kenapa itu menyakitinya seolah dia tak layak untuk disukai.

“Aku tahu. Ini … sudah larut, Tuan. Apakah kau tidak pulang?” Kata Cassia. Dia terdengar seperti mengusir Max, tapi sebenarnya, Cassia takut mendengar perkataan menyakitkan dari Max mengenai Bryan.

“Aku hanya ingin memastikan kau aman. Kau bilang sendiri Bryan menyatakan suka padamu. Aku harus tahu apakah dia benar-benar serius atau hanya bermain-main dengan perasaanmu. Dan ingat, aku tak ingin ada desas desus yang—“

“Tuan, aku menghargai perhatian Tuan. Tapi ini terlalu berlebihan. Aku bukan anak kecil yang tidak bisa menjaga diri sendiri. Dan aku juga tak berniat menerima perasaan Bryan. Aku … tidak tertarik padanya.”

“Aku tahu. Tapi kau harus mengerti, dunia itu kejam. Aku hanya tidak ingin kau terluka.”

“Bryan tidak melukaiku.” Cassia menunduk, suaranya kembali pelan. “Dia baik. Dia teman yang baik. Dan aku bisa memilah mana orang baik dan tidak.”

1
Dew666
💜💜💜💜
azelia
😢
Farda Nurjannah
semakin max menyangkal tidak memiliki rasa ke cassia tapi actionya menjawab kebalikan semuanya!
yuk semangatt cassia bentengi hati km yaa!
suka boleh, tapi dalam batas wajar.
biar kedepannya km tidak merasakan sakit mendalam.

ehh aku yakin cassia bukan type cwe yg bakal terpuruk oleh percintaan sii hihi
Kar Genjreng
setuju' Max memang sebenarnya ga boleh tetapi loe harus bisa mengambil hati Cassia karena Cassia merasa cintanya tidak berbalas,,, Cassia merasa ga pantas jadi loe yang harus meyakinkan bahwa loe akan bertanggung jawab bukan hanya anaknya bila nanti Cassia hamil,,, tetapi Cassia loe sayang jadi biar Cassia tidak bimbang,,siap Max Cassia terlalu malu atau merasa ga pantas buat loe,,
Chloe Bebe
Kaaa lanjutttt
happy oktavia
kak othor... tlg lah reader yg sdh penasaran gabut ini.. pliiisss up lg yaaa..😘😘
Daneen
Uhuy mulai cemburu
Lina Cuang
lanjut kak
Rinduin
Wih max telah tersihir dengan mantra perawan polos nan naif wkwk
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
manti
aku suka karya mbak nya ceritanya bagus bagus dan terlihat nyata. dan yg membaca terasa seperti berlakon dalam novel yang ditulis. secara tidak langsung seperti pemeran utamanya
Nonie Hlm
😕😕😕😕😕blm up hiks😕😏
Bela Viona
aw.aw..aw
Bela Viona
biasa nya aku no komen untuk visual novel mana pun.
tpi untuk visual max disini bikin aku sedikit 🤏 salting 🤭
Nonie Hlm
ayooooo uuuuppppp lagi
Shee_👚
cie max takut cia di ambil cowo lain🤣🤣
Shee_👚
karena cinta itu suka bikin buta mata dan hati max, nah contohnya cia buta mata hati ya🤣🤣
Zee²
tanpa sadar km kesel iabkalo cass sama cowo lain🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!