NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 Mulai Perhatian.

Setelah Shafiya meminum jus tersebut bahkan sampai separuh, kemudian Arash melanjutkan dengan memberikan makanan berupa soup yang baru saja dibuatkan oleh Bibi.

Arash juga berniat ingin menyuapi Shafiya dengan terlebih dahulu meniup soup tersebut dengan posisi Arash duduk bersila di depan Shafiya.

Setelah memastikan bahwa soup itu sudah dingin, kemudian Arash menyuapi Shafiya. Shafiya perlahan membuka mulut, menerima suapan itu dengan tenang dan tanpa ada rasa takut sama sekali.

Entah mengapa Arash merasa lega dengan respon baik yang diberikan Shafiya, istrinya itu terlihat nyaman.

"Aku boleh makan sendiri?" suara Shafiya akhirnya keluar untuk pertama kali setelah cukup lama dia sakit.

"Baiklah," jawab Arash menganggukkan kepala, tampak senyum tipis di wajah tampannya, sepertinya dia sangat menyukai suara Shafiya yang sudah cukup lama tidak diperdengarkan di telinganya.

Shafiya akhirnya mengambil alih untuk menikmati makanan itu sendirian, Arash melihat istrinya sedikit mengalami kesulitan karena rambutnya yang dibiarkan di gerai sehingga disaat kepala Shafiya tertunduk saat makan sudah pasti sangat mengganggu.

Arash tiba-tiba saja berpindah ke belakang Shafiya dengan mengikat rambut tersebut sembarangan. Shafiya sampai menoleh kearah Arash.

"Begini jauh lebih baik agar makan kamu tidak terganggu," ucap Arash.

Shafiya mengangguk dan melanjutkan makannya.

Arash ternyata memperhatikan istrinya itu saat menikmati makanan tersebut, sepertinya perkembangan kesehatan Shafiya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya dan juga sepertinya sudah kembali menyesuaikan dirinya dengan Arash, pria yang selama ini dia takuti.

"Apa mungkin selama ini aku keterlaluan kepadanya?" batin Arash tiba-tiba saja ada bisikan malaikat untuk menyadarkan dirinya atas tindakan kepada istrinya.

Tetapi kembali lagi, hati dan mulut Arash adalah dua hal yang berbeda. Dendam yang masih tersimpan di dalam hatinya tidak mudah untuk meluluhkannya, tapi terkadang rasa simpatik yang dia torehkan justru mampu menegaskan dendam yang dilakukan sudah tidak berarti lagi.

*****

Shafiya duduk di pinggir ranjang. Arash terlihat berjalan menuju lemari dan membawa satu stel pakaian yang lengkap dengan hangernya dan kemudian melangkah menghampiri Shafiya dengan berdiri di hadapan Shafiya.

"Gantilah pakaian kamu! saya akan membawa kamu ke Dokter," ucap Arash menyodorkan pakaian tersebut yang hanya dilihat terus oleh Shafiya.

"Ada apa?" kamu tidak berniat untuk memakainya?" tanya Arash tidak melihat respon dari Shafiya.

Shafiya perlahan mengambil pakaian itu dan kemudian langsung berdiri. Shafiya terlihat begitu santai ingin melepas pakaian sebelumnya. Arash mendadak kaget dan menghentikan Shafiya.

"Kamu mau apa?" tanya Arash.

"Mana mungkin memakai pakaian sekali dua," jawab Shafiya.

Arash mencoba untuk tenang dengan menghela nafas.

"Saya tahu itu, tetapi tidak harus dilepas di depan saya!" tegas Arash.

"Kata Nenek, kamu adalah suami saya," ucap Shafiya.

Arash memejamkan mata, ternyata cukup berat menghadapi istrinya yang kesadarannya tidak sepenuhnya membaik.

"Gantilah di kamar mandi," ucap Arash dengan tersenyum terpaksa.

Percuma menjelaskan ini dan itu Shafiya sudah pasti tidak muda mudah mengerti. Lagi pula apa yang harus dijelaskan Arash tentang pernikahan mereka yang begitu rumit.

Shafiya menurutmu apa yang dikatakan Arash membuat gadis linglung itu berjalan menuju kamar mandi dan untunglah dia mengetahui di mana letak kamar mandi.

"Hah!" Arash seketika keringat dingin mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya. Padahal itu memang istrinya dan tidak ada salahnya jika mengganti pakaian di depannya, mungkin saja Arash takut tidak mampu mengendalikan diri.

Tetapi untunglah dalam kondisi seperti itu dia tidak mengambil keuntungan, padahal dulu dia pernah sempat memaksa istrinya untuk melayaninya.

****

Shafiya dan Arash sama-sama keluar dari rumah, Shafiya juga menggunakan hijabnya, terlihat cantik dan anggun menggunakan atasan pink dengan rok berwarna putih dan hijab putih. Arash membuka pintu mobil untuknya terlebih dahulu.

Shafiya duduk dengan santai. Arash memakaikan sabuk pengaman pada Shafiya yang hanya diam saja, kedekatan semakin percaya dengan posisi mereka yang semakin dekat membuat Arash melihat wajah istrinya hanya berjarak beberapa cm saja dari wajahnya.

Shafiya awalnya hanya melihat lurus ke depan, tetapi perlahan mata itu melihat ke arah Arash yang menatapnya sehingga mereka saling beradu pandang dengan jarak yang berdekatan dan nafas saling menerpa.

Arash sendiri yang tersadar terlebih dahulu dan mengalihkan pandangannya. Arash menyelesaikan pekerjaannya dan kemudian langsung berlalu mengeluarkan kepalanya dari mobil tersebut dan menutup pintu mobil, kemudian Arash menyusul dengan duduk di kursi pengemudi.

Arash mulai gelisah, tidak tenang dan berkali-kali menarik nafas dengan membuang perlahan sampai akhirnya Arash mengemudikan mobil tersebut.

Amelia baru saja keluar dari rumah dan melihat kepergian pasangan suami istri itu.

"Jika seperti ini terus. Arash akan mulai jatuh hati pada Shafiya. Rasa simpatik kasihan penyesalan adalah awal dari jatuh cinta. Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi, Arash tidak boleh melupakan Chantika. Arash tidak akan jatuh cinta pada Shafiya yang akhirnya meluluhkan hatinya dan membuat dendam Arash hilang," ucap Amelia terlihat sudah mulai panik.

"Lalu kenapa jika semua itu terjadi?" Amelia menoleh ke belakang, melihat Nenek melangkah menghampirinya.

"Kenapa jika pada akhirnya Arash akan menyesali semua perbuatannya dan perlahan jatuh hati pada istrinya? Bukankah dunia nyata juga hampir sama dengan dunia dalam film, novel dan drama?" tanya Nenek dengan tersenyum.

"Saya sangat mengenal bagaimana Arash yang begitu sangat mencintai Chantika, sudah pasti tidak mudah bagi Arash untuk melupakan Chantika wanita yang paling dia cintai!" tegas Amelia.

"Tetapi semua kejadiannya terjadi di depan mata kamu? Kamu melihat sendiri bagaimana Arash sudah mulai memperlakukan Shafiya dengan baik? Memperlakukan dengan sangat baik dan bahkan memberikan perhatian, oh iya saya juga mendengar kemarin keributan yang terjadi di ruang tamu dan melihat bagaimana cucu saya sampai membuang minuman yang sudah kamu campurkan sesuatu, sudah pasti dia tidak terima jika ada yang menyakiti istrinya," ucap Amelia.

"Saya kasihan dengan Shafiya atas apa yang terjadi selama ini, saya kasihan melihat gadis tidak tahu apa-apa itu berubah menjadi wanita kehilangan arah, diam dan seperti wanita mengalami gangguan jiwa, tetapi siapa sangka yang terjadi padanya adalah awal dari semuanya dan pada akhirnya saya mendapatkan hikmah. Shafiya akan berakhir berakhir bahagia dicintai secara ugal-ugalan oleh Arash," ucap Nenek menekankan dan penuh keyakinan.

"Selama Shafiya sakit, saya selalu berada di sisinya dan hanya terus mengingatkannya bahwa dia sudah menikah, dia memiliki suami dan tidak perlu takut pada suaminya, usaha yang saya lakukan tidak akan sia-sia meski kamu terus mencampurkan obat-obatan ke dalam minuman Shafiya untuk memperburuk keadaannya, karena lihatlah perlahan dia sembuh," ucap Nenek.

"Amelia, jika kamu memiliki dendam dengan masa lalu kamu tidak selesai dengan Abi Shafiya. Kamu jangan melibatkan Chantika yang sudah tenang di alam sana dan juga menambah dengan melibatkan gadis yang tidak berdosa!" tegas Nenek.

"Kamu juga harus berdamai dengan masa lalu kamu, berdamai dengan kehidupan kamu agar kondisi kamu tidak seperti ini, ketika orang sudah berdamai dengan masa lalunya, maka dia akan mendapatkan kehidupan yang sangat baik. Jadi mulai sekarang terima semua dan berdamailah!" tegas Nenek tersenyum kemudian berlalu dari hadapan Amelia.

"Tidak akan! kalian tidak memiliki hak apapun untuk mengaturku, kehidupanku dan semua rencanaku tidak akan pernah berubah, orang-orang yang menyakitiku akan mendapatkan balasan dari perbuatan mereka!" tegas Amelia tetap pada pendiriannya dan terus-keras kepala.

Bersambung.....

1
Oma Gavin
makanya jgn goblok dan oon shafiya perempuan bodoh sedunia udah cerai saja arash percuma kamu mengejar dan minta maaf sama manusia baru seperti shafiya ceraikan dan pergi jauh jgn mau lagi berhubungan dgn kanaya dan shafiya beserta kroni semua iblis
Pipit Fitriani
bagus banget
vitrienoor99
heran dah mah Arash masa belum bisa membuktikan juga kalau Kanaya hamil bukan sama Arash, sewa detektif kek Arash, masa kamu juga ga punya asisten untuk menyelidiki kasus kamu itu
vitrienoor99
Arash belum dapat juga bukti kalau Kanaya hamil bukan sama arash
vitrienoor99
hah ternyata Kanaya licik banget, esmosi banget bacanya
Emi Sudiarni
kok tambah rumit aja ni. apa aras ngah punya asisten ya kyak di crita novel lain yg membantu pekerjaan bosnya
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
gemes dech, Arash kamu kan punya kekuasaan dan power, gunakan itu untuk menyelidiki kehamilan Kanaya. Shafiyah juga jangan langsung percaya begitu saja sama Kanaya.... esmosi bacanya
Emi Sudiarni: benar emosi bngat bacanya. bnyak bangat yg musuhi a🙏ras. dan kecela🙏kaa🙏n itu aku ygakin kanaya yg bersalah. tpi wili yg ambil alih kesalahan kanaya
total 1 replies
Oma Gavin
sudah episode 57 tapi cerita hanya berkutat dgn kesalah pahaman melulu kemaren arash dan shafiya sekarang arash dan kanaya melibatkan shafiya membosankan
Oma Gavin
kanaya terlalu banyak drama dan cerita nya juga cuma muter" terkait kebohongan Kanaya kenapa ngga ada solusi buat arash membongkar semua kebohongan kanaya dan kenapa juga tokoh asyifa yg bodoh terlalu oon dan goblok mudah percaya hasutan sudah tau tabiat kanaya kok ya termakan dramanya
vitrienoor99
nenek jangan langsung percaya pada omongan Kanaya nek, dia itu ular, Arash kamu harus bisa membuktikan kalau yang dikandung Kanaya bukan anakmu
Oma Gavin
shafiya ternyata oon bin goblok gampang banget percaya sama drama kanaya udah biarkan saja arash istri mu pulang biarkan dia nyesel intinya meskipun syafiya pulang ke rumah jgn sampai kamu tergoda sama Kanaya bongkar semua kelicikan nya dan permalukan dia biar tau rasa, muka tembok urat malunya udah putus ngarep banget menggatal
vitrienoor99
Shafiyah harusnya kamu jangan langsung percaya begitu saja dengan Kanaya, sepertinya Kanaya masih terobsesi sama Arash makanya berani memfitnah Arash, Kanaya hati hati pasti Arash akan menyelidiki dan membalas perbuatan kamu
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
👑👑👑
vitrienoor99
dasar Kanaya ga tahu malu dah, masih aja nekat datang ke rumah Shafiya bawa bawa umi ma abinya Shafiya lagi, ada apa kita kira ya
Oma Gavin
kamu harus tegas arash apapun omongan mertua dan ipar maut mu jgn digubris ingat janjimu sama syafiya jgn ngulang kesalahan yg sama semoga kalian berdua bisa menyingkirkan rubah betina ngga punya malu yg mau menggatal menggoda kamu
vitrienoor99
rasain si Kanaya, lagian jadi perempuan kegatelan
Dew666
🍎🍎🍎
Dew666
💝💝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!