NovelToon NovelToon
Story Of Hazel Lyra Raven

Story Of Hazel Lyra Raven

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Dark Romance / Mafia / Time Travel / Reinkarnasi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:944
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

Kisah seorang gadis muda bernama hazel lyra raven, anak konglomerat dari seorang kepala rumah sakit ternama. Rumah sakit swasta raven medika. pada awalnya dia di jodoh kan oleh seorang dokter bedah terkenal.

Pharma Andrian, justru perjodohan itu malah membawa petaka??, seorang wanita asing yang mengaku dirinya adalah istri sang dokter pharma pada pernikahan mereka??

kedatangan wanita misterius itu membawa petaka. konflik di mulai, tapi sayangnya wanita itu memiliki ide busuk!!..ia mendorong lyra dari lantai 20??. tapi saat terbangun. lyra malah bangun di di 3 tahun sebelum kejadian??, Dan malah bertemu laki laki lain yang dapat membantu nya!!


Tapi terbangun nya lyra ke 3 tahun sebelumnya bukan hanya untuk mengubah takdir nya, tanpa ia sadari..masalah ternyata yang datang lebih besar

Organisasi misterius yang melakukan perdagangan barang gelap mengintai rumah sakit megah, mereka telah menanam bom besar yang terpasang tepat di bawah rumah sakit itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27

Lyra mengabaikan peringatan Magnus yang semakin menjauh di balik reruntuhan. Di pikirannya hanya ada satu nama Paul. Dengan langkah yang goyah, ia mulai berjalan memasuki lorong yang lebih dalam menuju pusat ledakan.

​Suasananya jauh lebih mengerikan di sini. Dinding-dinding beton retak dan hangus menghitam. Kabel-kabel dari langit-langit menjuntai ke bawah, memercikkan bunga api listrik yang sesekali menerangi kegelapan lorong. Air dari pipa yang pecah mulai menggenang setinggi mata kaki, bercampur dengan cairan kimia berwarna aneh yang mengeluarkan bau menyengat.

​"Paul? Kak..." panggil Lyra pelan, suaranya teredam oleh masker oksigen.

​Tidak ada jawaban. Hanya ada suara tetesan air dan bunyi logam yang memuai karena panas.

​Lyra terus berjalan melewati ruang-ruang laboratorium yang pintunya sudah terlepas dari engselnya. Ia melihat deretan tabung spesimen yang pecah, isinya tumpah ke lantai. Semakin jauh ia melangkah, suhu udara semakin panas dan asap semakin pekat, membuat jarak pandangnya hanya tinggal satu meter ke depan.

​Tiba-tiba, kaki Lyra menendang sesuatu yang keras di bawah genangan air yang keruh.

​Ia menunduk dan menggunakan senter kecil yang tergantung di jaketnya. Jantungnya nyaris berhenti saat melihat itu adalah sepatu pantofel hitam yang sangat bersih, kontras dengan sekelilingnya yang hancur. Namun, saat ia mengarahkan cahaya lebih ke depan, ia hanya menemukan sepatu itu tergeletak sendirian seperti sengaja ditinggalkan.

​Di depannya kini berdiri pintu baja besar menuju Laboratorium Utama, tempat ledakan pertama terjadi. Pintu itu sudah tidak tertutup rapat; salah satu daun pintunya bengkok besar, menyisakan celah yang cukup untuk dimasuki manusia.

​Dari balik celah itu, Lyra bisa melihat kobaran api kecil masih menyala di beberapa meja lab yang hancur. Ruangan itu luas, gelap, dan penuh dengan bayangan-bayangan yang menakutkan akibat cahaya api yang menari-nari.

Lyra memberanikan diri melewati celah pintu baja yang bengkok itu. Bau tajam bahan kimia yang terbakar dan daging yang hangus menusuk hidungnya meski sudah memakai masker. Di tengah laboratorium yang hancur, cahaya api yang berkelip menyoroti genangan darah yang sangat luas.

​Di sana, di tengah ruangan yang porak-poranda, Lyra melihat seseorang tergeletak.

​"Loen!" pekik Lyra tertahan.

​Ia berlari menghampiri tubuh asisten bedah itu. Loen Watson terbaring dengan posisi mengenaskan; jas lab putihnya sudah berubah menjadi merah pekat. Matanya setengah tertutup, dan napasnya terdengar seperti suara kertas yang diremas pendek dan penuh penderitaan.

​Lyra berlutut di sampingnya, tangan gemetarnya mencoba menekan luka tusuk di perut Loen. "Loen! Tahan, tolong tahan! Magnus sedang mencari jalan masuk, bantuan akan datang!"

​Loen terbatuk, darah segar keluar dari sudut bibirnya. Ia mengenali suara Lyra. Dengan sisa tenaga yang hampir habis, tangan Loen yang dingin dan licin karena darah mencengkeram pergelangan tangan Lyra.

​"Lyra... lari..." bisik Loen, suaranya nyaris hilang. "Dia... dia masih di sini..."

​"Di mana Paul?! Di mana kakakku?!" tanya Lyra dengan tangis yang mulai pecah.

​Loen menggerakkan jarinya dengan lemah, menunjuk ke arah tembok sisi kiri laboratorium yang runtuh total. "Di balik... dinding itu. Paul... dia terjebak di ruang server... ledakan itu... memutus jalur kami."

​Lyra menoleh ke arah yang ditunjuk Loen. Itu adalah jalur yang sama yang coba ditembus oleh Magnus dari sisi luar, namun tertimbun reruntuhan yang sangat tebal. Paul ada di sana, sangat dekat namun mustahil dijangkau dengan tangan kosong.

​"Kau harus selamat, Loen! Jangan bicara dulu!" Lyra berusaha mencari alat medis di sekitar sana, namun matanya justru menangkap sesuatu yang mengerikan.

​Di lantai, tepat di samping tubuh Loen, terdapat jejak darah yang membentuk garis panjang seperti seseorang baru saja menyeret pisau atau alat medis sambil berjalan dengan santai menjauh dari mereka. Jejak itu menuju ke kegelapan di sudut ruangan, ke arah lemari penyimpanan bahan kimia yang masih utuh.

​Tiba-tiba, suara denting logam terdengar dari kegelapan itu. "Kling... kling..." seperti suara pisau bedah yang diketukkan ke meja besi.

​Loen masih hidup, tapi kondisinya sangat kritis. Sementara itu, Paul berada di ruang sebelah yang tertimbun, dan "monster" yang menyerang mereka masih ada di dalam ruangan yang sama dengan Lyra.

1
AEERA♤
bacaa woee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!