NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Galak

Istri Tersembunyi Dokter Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dokter Genius / Kaya Raya
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terlintas di benak Casey Cloud bahwa hidupnya akan berbelok drastis. Menikah dengan Jayden Spencer, dokter senior yang terkenal galak, sinis, dan perfeksionis setengah mati. Semua gara-gara wasiat sang nenek yang tak bisa dia tolak.

"Jangan harap malam ini kita akan bersentuhan, melihatmu saja aku butuh usaha menahan mual, bahkan aku tidak mau satu ruangan denganmu." Jayden Spencer

"Apa kau pikir aku mau? Tenang saja, aku lebih bernafsu lihat satpam komplek joging tiap pagi dibanding lihat kau mandi." Casey Cloud.

Di balik janji pernikahan yang hambar, rumah sakit tempat keduanya bekerja diam-diam menjadi tempat panggung rahasia, di mana kompetisi sengit, dan kemungkinan tumbuhnya cinta yang tidak mereka duga.

Mampukah dua dokter dengan kepribadian bertolak belakang ini bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Harap

Casey semakin menegang, lidahnya mendadak kaku.

Hannah ada di rumah Jayden sekarang.

"Dokter Hannah ngomong sama siapa?" Tiba-tiba Bobby keluar dari pintu rumah bersama Jayden.

Bobby juga ikut terkejut dengan kedatangan Casey. Berbeda dengan pria  di sampingnya itu tampak biasa-biasa saja.

"Loh, kok Dokter Casey ada di sini?" tanya Bobby melirik ke arah Jayden sejenak. "Kalian saling kenal?"

"Aku sepupu Jayden." Casey segera menjawab sambil melempar senyum kaku. Dia baru saja teringat dengan perkataan Jayden semalam jika teman-temannya datang ke rumah, katakan saja mereka sepupu.

"Sepupu?" Bobby dan Hannah kembali dibuat terkejut bersamaan kemudian saling tukar pandang sesaat.

Casey hanya melempar senyum hambar dan mengumpat di dalam hati.

'Dasar Jayden! Kenapa nggak bilang ada dokter Hannah dan dokter Bobby ke sini sih tadi! Hampir saja aku mati muda gara-gara kena serangan jantung!'

"Iya, Casey sepupu jauhku, nanti malam kami ada acara keluarga, aku sengaja menyuruhnya datang kemari karena ada yang harus kami bicarakan." Sebagai pemilik rumah, Jayden mulai menjelaskan. Lelaki itu tampak amat tenang, tak seperti Casey panik luar biasa.

Bobby dan Hannah tampak mangut-mangut.

"Ayo kita lanjutkan yang tadi Bob, biarkan Casey masuk."

Bobby mengangguk perlahan.

Lalu Jayden mengajak Bobby masuk ke rumah kembali, meninggalkan Hannah dan Casey saling tukar pandang.

"Kenapa nggak bilang kalau kau sepupu Jayden tadi, kalau tahu begitu kan gosip di rumah sakit nggak nyebar tadi," ujar Hannah.

Casey malah tersenyum kaku. Tadi sebelum pulang dia sempat bertemu Indra dan meluruskan kesalahpahaman, tapi yang namanya gosip kadang kala tidak bisa langsung diredam.

"Nggak enak, dok–"

"Eh kalau di luar gini panggil nama saja, walaupun kita sekarang masih pakai jas dokter," sela Hannah cepat.

Casey tersenyum kaku kemudian kembali  membuka mulut. "Iya Han, aku nggak enak saja kalau nanti dikira masuk ke rumah sakit karena masih ada keluarga sama Jayden."

'Lebih tepatnya aku nggak mau orang tahu kalau kami pasangan suami istri, Hannah!' jerit Casey juga di dalam hatinya.

Hannah tak segera membalas, justru matanya menoleh ke atas sekarang, tengah mencoba memahami alasan Casey. "Iya juga sih, tapi kedekatan kalian disalah artikan sama orang loh."

"Nggak apa-apa aku suka eh!" Casey tiba-tiba membekap mulutnya sendiri sambil melebarkan mata, seharusnya dia mengucapkan penggalan kalimat itu hanya di dalam hatinya. Namun, sepertinya otaknya sore ini sedikit error.

'Astaga Casey! Apa kau sudah gila!? Semoga saja dokter Hannah nggak anggap kau gila.'

Hannah tampak sangat terkejut dengan balasan Casey. Kini keduanya saling memandang satu sama lain, dengan ekspresi yang berbeda.

Hawa di sekitar mendadak aneh, sebab Hannah tiba-tiba tertawa cukup keras hingga membuat dua orang lelaki, yang sejak tadi berbicara sambil mengotak-atik laptop, melirik ke arah mereka dari kejauhan.

Sekarang Casey yang terlihat kebingungan.

"Astaga kau lucu sekali seperti adikku saja, nggak usah jaga image depan aku Casey, anggap saja aku kakakmu, lagipula sepertinya kau dan adikku sepantaran," ujar Hannah sambil menabok lengan Casey tanpa sadar.

Casey menarik lega sekaligus tersenyum kaku. "Iya, kalau di luar aku boleh panggil Kakak?"

"Boleh, dengan senang hati," balas Hannah sambil mengulum senyum hangat. "Jadi kau suka digosipin gitu?"

Masih dengan senyum kaku terlukis di bibir, Casey mulai menjelaskan. "Bukan begitu maksudku Kak, aku suka karena jadi tahu mana orang yang baik dan bermuka dua. Lagipula kalau digosipin pahala aku nambah juga kan." 

Hannah mengangguk angguk kecil, menyetujui juga alasan Casey. "Benar juga sih, ya udah yuk kita gabung sama mereka."

Hannah hendak mengayunkan kaki tapi tangannya tiba-tiba ditahan.

Hannah melirik lagi ke arah Casey.

"Ada apa?" tanya Hannah, keningnya berkerut sangat kuat sekarang.

"Kak, sebelum pergi ke sana, aku minta tolong sama kakak, jangan sampai karyawan-karyawan di rumah sakit tahu kalau aku sama Jayden masih sepupuan," kata Casey menatap dalam mata Hannah.

Hannah mendadak terdiam selama beberapa detik lalu mengangguk pelan. Setelah itu, Hannah dan Casey pun bergabung dengan kedua lelaki berkepribadian beda itu.

Casey memilih mendengarkan perbincangan Jayden, Bobby dan Hannah. Kadang kala Hannah melempar ucapan pada Casey agar Casey juga mau berbicara. Meskipun Casey merasa sangat canggung tapi berkat Hannah dan Bobby. Casey terkadang menimpali obrolan.

Sampai pada akhirnya sekitar pukul tujuh malam, Hannah dan Bobby akhirnya pulang dari rumah Jayden.

Dan sekarang Casey sedang melambaikan tangan sambil memandang kepergian Hannah dan Bobby. Sementara Jayden sudah masuk ke dalam rumah lagi.

"Ish, mau pergi mana dia? Gara-gara dia aku hampir mati muda," ujar Casey sambil membalikkan badan, melihat punggung Jayden bergerak menuju tangga.

Secepat kilat Casey berjalan masuk dan mengikuti langkah kaki Jayden.

"Jayden, kita perlu bicara," ucap Casey dengan jarak dua meter dari Jayden.

Jayden tak menanggapi, lelaki yang sudah memakai pakaian casual, dengan kaos putih dan celana pendek putih, sibuk menapaki tangga demi tangga sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana.

Casey mulai geram.

"Jayden," panggil Casey.

Tak ada sahutan, Casey makin geram. "Jayden!" serunya tanpa sadar.

Masih tak ada respon. Pria berbadan tegap itu seolah-olah tuli atau lebih tepatnya memilih untuk mengabaikan Casey.

'Oh ya Tuhan, bagaimana nasib pernikahan aku ke depannya!' Casey rasanya ingin menangis tapi dia tidak boleh terlihat lemah di depan Jayden.

Casey menarik napas panjang. Lalu berkata lagi,"Jayden, kau dengar aku nggak?"

"Dengar." Akhirnya suara berat dan tegas itu dapat Casey dengar, tapi nadanya terdengar menyebalkan di telinga Casey.

"Hm, aku pikir indera pendengaranmu rusak."

Sesampainya di atas, Jayden seketika membalikan badan, wajahnya datar. Casey mendadak menghentikan langkah, hanya berjarak satu jengkal, aroma parfum Jayden membuat Casey mematung sejenak.

"Aku dengar kok, kau berisik sekali, langsung saja bicara, nggak ada yang mendengarkanmu selain aku dan benda mati di sekitar kita," katanya, lalu kembali memutar badan dan melanjutkan lagi langkahnya.

Casey terperangah. Kesal iya, marah juga iya. Secepat kilat dia menghampiri Jayden. Begitu dekat, Casey langsung menarik tangan Jayden.

Jayden tersentak.

"Lama lama aku muak dengan sikapmu, aku cuma mau bilang lain kali kalau ada temanmu datang ke sini katakan padaku, biar aku nggak mati mendadak seperti tadi dan satu hal lagi, kau pikir kau saja yang merasa rugi dengan pernikahan ini, aku juga sangat dirugikan, seandainya waktu dapat diputar aku nggak mau nikah sama kau," kata Casey dengan dada bergemuruh kuat.

Jayden malah menyeringai tipis. "Bagaimana aku mau mengabarimu, nomormu saja aku nggak punya, dan soal pernikahan ini, ya aku juga ingin sekali memutar waktu tapi ...."

Casey seketika panik kala Jayden menarik kedua tangannya dan mendorongnya ke dinding. Saat kulitnya disentuh, detik itu pula jantung Casey berdetak dua kali lipat.

Casey cepat-cepat memalingkan muka ke samping, sebab bibir Jayden berada tepat di samping telinganya sekarang, hembusan hangat Jayden membuat hatinya kembali berdesir aneh.

"Sayangnya aku terjebak dengan wanita sepertimu, wanita yang sama sekali bukanlah wanita idamanku, kau pasti sudah tahu kalau aku punya pacar kan, Dea lah wanita idamanku, jadi jangan harap adanya kebahagiaan di dalam rumah tangga ini."

1
Dian Rahmawati
Indra jahat banget
Ariany Sudjana
iya betul, cuma dirahasiakan, jadi ga ada yang tahu kan kalau Casey itu istri sah Jayden 🤭😄
Ariany Sudjana
semoga bisa tertangkap Dea dan indra
Dian Rahmawati
indra jahat nih sama si dea
Ariany Sudjana
bukannya kamu yang jalang yah Dea? 🤣🤣🤭🤭
Nnar Ahza Saputra
lanjut kak... 🤭
Mak Lyly
sebel deh sama para dokter yg suka gosip apa lg dr indra laki2 kok lambe.. ini ya bukan gaya dokter ada waktu langsung gosip ini gaya orang penganguran yg tiap pagi ngeriung lihatin orang berangkat kerja 👊
Inah Ilham
wong wedok aneh... harusnya bangga dong punya cowok yg menjaga kehormatan seorang wanita, lah iki kok malah pingin.... ah sudahlah
O: Dea agak2 kak 🤭🙏 jelas beda sama Casey makanya hubungannya dengan Jayden nggak direstui sama ortu Jayden
total 1 replies
Ariany Sudjana
Dea kamu bilang Casey jalang, lho bukannya kamu yang jalang murahan yah?
muna aprilia
lanjutkan
Mak Lyly
apaan si dea tuh gk ada ahlak sama sekali main siram saja..
MomRea
Casey baru di gempur Jayden Lo Hannah, pake nanya lagi 😄😄😄
hansen
Jayden mahu modus 15menit🤣
hansen
baru ini novel yg nga ada malu2 nya pengen berhubungan suami isteri🤭
O: Jayden kaku harap maklum ya 🙏🤭
total 1 replies
Mak Lyly
mau buka paket ya🤣
Mak Lyly
ayaaaah kenapa nenek masuk nya cepat siih padahal biarkan mereka bertarung dulu biar jayden di kasih pelajaran 🤭
Ariany Sudjana
Jayden kamu dokter, tapi ga tegas. kamu menikah dengan Casey, tapi kamu pacaran sama Dea, yang hanya mengincar harta keluarga kamu saja. tapi kamu tidak ijinkan Casey dekat sama orang lain, suami macam apa kamu?
Ariany Sudjana
Casey kamu dokter, kalau Jayden ga menganggap kamu sebagai istrinya, tinggalkan saja Jayden, daripada kamu makan hati, karena kamu hanya dianggap pelakor dalam kehidupan Jayden dan Dea
hansen
jujur aja la pada keluarga mu Casey, untuk apa bertahan pada akhirnya kamu akan di anggap orang ketiga perosak hubungan,
hansen
pisah aja Casey,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!