# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan
Bab 28 Jebakan
Xiao Chen sungguh tidak menduga bahwa tinju Prajna Gong mengeluarkan kekuatan yang cemerlang dan menakutkan.
Xiao Chen khawatir jika tinju tersebut ini, walaupun masih memiliki lapisan Manusia jika di praktekkan dunia Bumi mungkin bisa memukul preman sekali hajar dan meninggal.
“Dengan otak jenius ku, maka aku harus perlahan menguasai sepenuhnya cara-cara yang di terapkan di gulung tersebut, perbanyak pengalaman.” Xiao Chen bersungguh-sungguh dia harus menguasai secepatnya sehingga semakin jurus tersebut di hilangkan kecacatannya semakin bagus juga tingkat daya serang.
Kemudian satu batang dupa berlalu, Xiao Chen beristirahat untuk memasuki gubuk yang tidak terlalu besar dan kecil, mungkin saja perbandingan seperti rumah kontrak kelas bawah.
Setelah masuk kedalam, Xiao Chen merasakan bahwa tempat ini sungguh nyaman. Disamping itu, dia juga telah melihat sekeliling bahwa masih ada pelataran yang cukup luas sehingga untuk berlatih semakin leluasa.
“Baiklah sekarang aku akan mengeluarkan beberapa semut kesayangan ku untuk diberikan beberapa potong daging dan darah.” Tiba-tiba cincin penyimpanan milik Gu Qinseng bercahaya merah langsung ada lusinan semut yang berjatuhan langsung mengeroyokki beberapa potong daging yang gemuk.
Tidak membutuhkan beberapa saat semut itu seperti penjelmaan dari Ikan piranha yang di hutan Amazon, walaupun semut ini sedikit kuat karena di lengkapi beberapa racun.
“Hehehe jika aku di Bumi bisa adu mekanik dengan ikan piranha, hahah!” Xiao Chen tertawa terbahak-bahak.
Kini setelah memberikan pakan, Xiao Chen langsung memasukan semut rangrang kedalam cincin penyimpanan Gu.
Pada waktu itu, Xiao Chen sudah memberikan cara-cara kepada ayahnya, semut yang dia pelihara di rumah, bisa membantu menahan penyusup penjahat, agar semut itu tunduk kepada Ayah, dia juga memberikan cara-cara sehingga setelah sekarang sedang di Sekte, Xiao Chen tidak perlu khawatir jika semut itu akan mati.
Sekarang karena masih memiliki beberapa koloni semut di dalam cincin penyimpanan Gu, untuk memperbanyak tidak masalah di masa depan.
Bahkan cincin penyimpanan Gu digunakan untuk penelitian Gu Qinseng pada masa lalu, bagai manapun Gu Qinseng sudah mati dan hanya tinggal nama.
Akhirnya mewariskan beberapa teknik kepada dirinya tentu saja dengan warisan ini Xiao Chen ingin berlatih chat dan mengungguli dari Gu Qinseng.
Di pelataran yang Xiao Chen tinggal sekarang, banyak rumput liar yang tergolong berguna bagi dirinya untuk membuat jemaat atau teknik racun.
Akhirnya karena tidak ingin melewati kesempatan ini Xiao Chen tidak berlatih tinju melainkan memanfaatkan beberapa waktu untuk mengambil beberapa rumput liar yang mengandung racun.
Ketika Xiao Chen sedang mencari rumput, tiba-tiba ada beberapa murid yang datang untuk menghampirinya. Ketika murid tersebut melihat Xiao Chen sedang mengumpulkan beberapa rumput liar yang hanya mengandung beberapa racun dan kegunaan lainnya, mereka semua akhirnya hanya mengerutkan keningnya bagaimanapun rumput itu adalah rumput biasa jika digunakan untuk menyerang musuh tidak memiliki efek yang signifikan, namun murid yang dikadang-kadangkan menjadi pertama dalam sejarah karena dia adalah murid pertama dari guru Su Xing, sepertinya memiliki otak yang terbelakang.
Mengumpulkan rumput liar yang berada di pelataran hanya membuang-buang waktu. Jika Anda ingin rumput yang berharga masih banyak di luar sana bahkan tetua Sekte dibagian guru Alkamis memiliki beberapa rumput dan tumbuhan lainnya untuk dijadikan obat yang banyak.
Walaupun begitu mereka semua tidak memperdulikan bagaimana Xiao Chen memperilakukan semestinya. Karena mereka datang hanya untuk memberikan pelajaran bagi Xiao Chen, bagaimanapun mereka semua adalah laki-laki tentu saja memilih kecemburuan yang besar terhadap Xiao Chen.
Bukan hanya itu saja, mereka semua juga tahu identitas dari Xiao Chen tersebut, identitas sebagai sampah sungguh menggema di Sekte Tanah Hitam.
Akan tetapi tiba-tiba status yang disebut-sebut sampah tanpa diduga sekarang menjadi murid pribadi dari guru Su Xing, semua murid dari kalangan laki-laki tentu saja tidak mempercayainya.
Sungguh ironis bukan, Anda datang ke Sekte tersebut hanya untuk memuja guru Su Xing, akan tetapi Anda mendengar bahwa guru yang telah dibanggakan sejak dari dulu, tiba-tiba merekrut murid yang sudah tahu bagaimana julukannya sampah terkenal.
Ini tidak bisa dipercaya!
Maka dari itu, mereka beberapa murid yang memiliki 5 kelompok langsung ingin menghampiri Xiao Chen dan memberikan hadiah beberapa makanan dan obat-obatan untuk peningkatan jiwa pendekar.
Akan tetapi di dalam hadiah tersebut ada satu bom racun yang bisa menurunkan motorik tubuh sehingga setelah Xiao Chen terkena racun tersebut langsung lumpuh sehingga mereka semua bisa menghadiri habis-habisan kepada Xiao Chen.
Mereka berempat yang sedang berjalan sudah tiba di samping Xiao Chen.
“Hallo saudara laki-laki, kami datang kesini untuk memberikan satu kotak ramuan berharga atas keberhasilanmu menjadi murid pribadi dari guru Su Xing,” Satu orang yang memiliki rambut panjang berwarna kuning dengan tatapan menyeringai sedang berkata kepada Xiao Chen. Orang yang memiliki rambut kuning bernama Bai Xialong.
Xiao Chen sedikit terkejut langsung menoleh ke arah beberapa kelompok yang sedang menetap ke arah dirinya.
Xiao Chen juga menatap ke arah Bai Xialong, dan berkata, “Ahh Junior ini berterima kasih kepada senior, karena telah memberikan hadiah yang berharga seperti obat dan ramuan.”
“Hehehe tidak apa-apa ini adalah ucapan selamat karena kamu telah menjadi murid pribadi guru Su Xing, banyak kaum laki-laki sungguh iri dengan mu," ucap Bai Xialong.
Di samping Bai Xialong ada Satu pemuda lagi yang memiliki rambut pendek dia bernama Yang Ma.
Yang Ma tidak sabar ingin melihat Xiao Chen menjadi lumpuh akibat racun yang telah dipasang akhirnya berkata berpura-pura mendesak.
“Mari coba kamu buka kotak hadiah tersebut kami sudah menyiapkan beberapa obat-obatan yang sangat berharga untukmu apalagi katanya kamu memiliki jiwa pendekar level enam.” Yang Ma mendesak agar Xiao Chen membuka kotak hadiah tersebut.
Xiao Chen yang tidak menahu bahwa di dalam kota tersebut mengandung racun yang berbahaya akhirnya dengan proses langsung membuka isi dari kotak tersebut karena ingin tahu.
Akhirnya Xiao Chen langsung membuka kotak hadiah tersebut seketika langsung meledak seperti bom asap mata yang dilakukan oleh polisi di Bumi.
"Bam!"
“Perangkap racun di dalam ini adalah perangkap racun!”
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"
Xiao Chen langsung batuk sangat keras seketika tubuhnya langsung mati rasa dan tidak bisa digerakkan langsung terjatuh di tanah sambil menatap keempat kelompok tersebut dengan tetapan dingin.
“Apa yang kamu lakukan!” Xiao Chen berkata serius.
“Hahaha! Apa yang ingin kita lakukan? tentu kami di sini hanya untuk membunuhmu heheh.” jawab Bai Xialong seketika langsung mengeluarkan pedang yang sangat tajam dan menusuk ke perut Xiao Chen.
"Sring!"
"Puf!"
Darah langsung keluar sangat banyak sehingga usus-ususnya keluar seperti memuntahkan.
“Hahah! Mati kamu!” Keempat kelompok tersebut tertawa bahagia.
Xiao Chen hanya menatap dengan dingin kepada mereka semua dan berkata: “Berpuaslah kalian tertawa karena tidak akan lama lagi, kalian akan mati hahaha!”
semangat terus thorrrr💪💪💪💪
semangat terus thorrrr💪💪💪💪💪
semangat terus thorrrrr💪💪💪💪