Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.
Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.
Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!
Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.
Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi
Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!
"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjaga Malam di Ambang Batas, Ritual Kontak Jiwa
Malam kian merayap di atas atap-atap megah Istana Phoenix. Dinginnya udara malam berpadu dengan aroma lampion minyak wangi yang digantung di sepanjang koridor, menciptakan suasana sunyi yang justru terasa menekan. Formasi rahasia yang tertanam di dinding batu koridor dalam terus memancarkan fluktuasi Kesadaran Ilahi yang samar, mengawasi setiap pergerakan makhluk hidup.
Di depan pintu gerbang kayu cendana berukir burung phoenix emas—kamar tidur utama Putri Zhao Linger—Lin Huang berdiri tegak dengan jubah pengawal barunya yang berwarna hitam bersulam benang perak. Dia telah resmi mengemban tugas sebagai pengawal pribadi dalam, benteng terakhir sebelum siapa pun bisa menyentuh Sang Putri.
Namun, di dalam kesadarannya, tato jam pasir hitam di pergelangan tangan kirinya tidak berhenti memancarkan sensasi panas yang berdenyut tidak stabil.
BZZZZT!
[Peringatan Sistem! Proses asimilasi 'Cermin Giok Batil' saat ini tertahan di angka 50%.]
[Dualitas energi ungu pusaka dan darah emas Fisik Dewa Kuno Anda belum selaras sepenuhnya. Jika tidak diseimbangkan dalam waktu 15 menit, energi pusaka akan meledak, menghancurkan meridian Fondasi Jiwa Anda!]
[Solusi: Diperlukan pasokan energi es murni dari mitra Simbiosis Jiwa (Dewi Ye Qingyue) untuk meredam gejolak panas pusaka.]
Lin Huang menyipitkan matanya yang menyala merah keemasan di balik ilusi wajah flamboyannya. "Tato sialan ini selalu tahu bagaimana cara memaksaku mencari masalah dengan Dewi es itu," gumamnya pelan.
Melalui ikatan Kesadaran Ilahi yang baru terbentuk, Lin Huang mengirimkan sinyal darurat khusus ke paviliun pelayan di sayap barat. Tidak sampai tiga puluh detik, sesosok bayangan anggun bergaun pelayan dengan cadar sutra putih melesat tanpa suara dari balik kegelapan koridor, mendarat tepat di titik buta formasi pengawasan di samping Lin Huang.
Ye Qingyue melepaskan cadarnya sedikit, menampilkan wajah porselennya yang kini berkerut menahan amarah yang dingin. Mata periknya menatap tajam ke arah pintu kamar tidur Zhao Linger sebelum beralih ke wajah Lin Huang.
"Baru beberapa jam menjabat sebagai anjing penjaga pintu kamar tidur putri rubah itu, kau sudah memanggilku, Lin Huang? Apakah kau ingin aku menyusupkanmu ke dalam ranjangnya?" suara transmisi jiwa Ye Qingyue terdengar sangat menusuk, membawa hawa dingin yang membuat uap napas Lin Huang membeku.
Lin Huang tidak membalas dengan kemarahan. Dia justru tersenyum tebal, meraih kedua tangan indah Ye Qingyue yang sedingin es tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Yue'er manis, jika aku ingin masuk ke dalam ranjang, ranjangmu adalah satu-satunya tempat yang kupilih," Lin Huang terkekeh parau, mengabaikan tatapan membunuh dari sang Dewi saat dia menarik tubuh anggun itu masuk ke dalam ceruk dinding koridor yang gelap. "Tato ini mengamuk lagi. Energi cermin ungu itu terlalu panas. Aku butuh bantuanmu."
BZZZZT!
[Misi Penyelarasan Jiwa Diaktifkan!]
[Tugas: Lakukan Meditasi Ganda Kontak Telapak Tangan (Palm-to-Palm) dengan Dewi Ye Qingyue selama 15 menit untuk menstabilkan struktur Cermin Giok Batil!]
Ye Qingyue merasakan getaran hebat dari pergelangan tangan Lin Huang yang merembet ke telapak tangannya sendiri. Jiwanya yang terikat lewat Simbiosis Jiwa ikut bergetar perih, menandakan bahwa pemuda bermuka tebal di depannya ini tidak sedang berbohong demi mengambil keuntungan semata.
"Kau benar-benar pembawa sial, manusia fana," Ye Qingyue menggertakkan giginya yang rapi. Meskipun hatinya dipenuhi kekesalan yang tidak dapat dia jelaskan—terutama setelah melihat bagaimana Zhao Linger menggoda Lin Huang siang tadi—dia terpaksa mengangkat kedua telapak tangannya, menempelkannya secara presisi ke atas telapak tangan Lin Huang.
Huuuung—!
Begitu kedua telapak tangan mereka menyatu, pusaran energi es biru yang sangat murni meledak dari tubuh Ye Qingyue, mengalir masuk menembus meridian lengan Lin Huang. Di saat yang sama, Qi emas murni dari Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 1 milik Lin Huang bangkit untuk menyambutnya.
Pertemuan dua energi ekstrem itu menciptakan sirkulasi yin dan yang yang teramat sempurna di dalam tubuh Lin Huang. Gejolak panas ungu dari Cermin Giok Batil yang semula memberontak di dalam Dantian-nya perlahan-lahan jinak, terbungkus oleh lapisan es suci Ye Qingyue sebelum berasimilasi ke dalam struktur tulangnya.
Di dalam ceruk dinding yang sempit dan gelap itu, wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa sentimen. Lin Huang bisa merasakan embusan napas Ye Qingyue yang harum salju menerpa bibirnya. Pendaran cahaya biru dan emas yang saling melilit di antara telapak tangan mereka memantulkan siluet wajah surgawi Ye Qingyue dengan sangat indah.
Melihat mata perak sang Dewi yang terpejam rapat dengan bulu mata yang bergetar pelan karena menahan fluktuasi energi, keisengan seorang anti-hero di dalam diri Lin Huang kembali bergejolak. Dia sengaja mendekatkan wajahnya sedikit lagi, meniup rambut hitam ilusi Ye Qingyue dengan lembut.
"Fokus, Lin Huang! Jangan berbuat lancang di tengah ritual!" Ye Qingyue membuka matanya seketika. Rona merah muda yang sangat pekat langsung menjalar dari pipi hingga ke telinga indahnya. Dia ingin menarik tangannya, namun sistem penguncian ritual memaksa telapak tangan mereka untuk tetap melekat erat.
"Aku sangat fokus, Yue'er. Menatap kecantikanmu adalah cara terbaik untuk menstabilkan jiwaku," Lin Huang menyeringai tebal tanpa rasa bersalah sedikit pun.
[00:15:00]
[Ritual Penyelarasan Selesai Sempurna! Progres Asimilasi Cermin Giok Batil meningkat secara stabil ke angka 60%.]
Ikatan energi terputus. Ye Qingyue dengan cepat menarik tangannya kembali, melangkah mundur satu blok ke dalam bayangan dengan napas yang sedikit terengah-engah. Wajah cantiknya yang memerah terlihat sangat kontras dengan pembawaannya yang sedingin es abadi.
"Tugasmu malam ini adalah menjaga pintu, bukan bermain api dengan putri kekaisaran itu. Jika aku mendengarmu melakukan hal memalukan di dalam sana... aku sendiri yang akan menghancurkan kultivasimu," ancam Ye Qingyue dengan nada yang dipaksakan sedingin mungkin, sebelum akhirnya dia mengenakan kembali cadar sutranya dan melesat lenyap ke dalam kegelapan malam bagai bayangan angin.
Lin Huang mengusap hidungnya, sisa kehangatan dari tangan sang Dewi masih terasa di telapak tangannya. "Sifat cemburunya benar-benar semakin menggemaskan," kekehnya pelan seraya melangkah kembali ke depan pintu jati emas.
Krieeek...
Tepat saat Lin Huang kembali mengambil posisi tegak sebagai pengawal, pintu kayu cendana di belakangnya perlahan terbuka dari dalam. Keheningan malam seketika pecah oleh embusan angin hangat yang membawa aroma mawar yang teramat sensual dan memabukkan—aroma khas dari kamar tidur Putri Zhao Linger.
Lin Huang berbalik setengah badan. Di balik celah pintu yang remang-remang oleh cahaya lilin merah, Putri Zhao Linger berdiri dengan menyandarkan tubuh moleknya di daun pintu.
Dia tidak lagi mengenakan gaun tidur sutra putih transparan yang digunakannya saat jebakan tadi. Kali ini, Sang Putri mengenakan jubah sutra malam berwarna hitam longgar yang sengaja dibiarkan melorot di satu sisi bahunya, memamerkan kulit pundaknya yang seputih susu dan sehalus porselen. Mata rubahnya menatap Lin Huang dengan binar tatapan yang sarat akan godaan berbahaya, sekaligus menyimpan selapis tipis kabut misteri.
"Tuan Muda Lin... malam ini sangat dingin di luar sini," Zhao Linger berbisik, suaranya yang serak-serak basah terdengar bagai bisikan iblis asmara yang sanggup meruntuhkan keteguhan hati biksu suci sekalipun. "Mengapa kau berdiri begitu jauh di luar? Masuklah... ada beberapa tugas malam rahasia yang membutuhkan kekuatan fisik mentah milikmu untuk menyelesaikannya."
Lin Huang menyipitkan matanya, menatap senyuman manipulatif Putri Rubah tersebut. Di dalam batinnya, dia tahu bahwa babak baru permainan otak dan fisik di atas ranjang istana ini baru saja dimulai, dan dia tidak akan mundur satu langkah pun.