NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Rumah Yang Tidak Pernah Hangat

warning ada unsur s@ks.. Hanya untuk yang sudah berpengalaman!!!!! 

Veliora Azzene berdiri di ambang pintu rumah barunya, sebuah mansion megah yang terlalu besar untuk disebut rumah, terlalu dingin untuk disebut tempat pulang.

Di hari itu, ibunya menikah lagi dengan seseorang yang bernama Kaelric Vorn. Seorang pria, yang belum pernah ia kenal, namun dia harus memanggilnya dengan sebutan Ayah.

Veliora masuk dengan langkah berat. Seolah ada batu besar yang menghambat langkah kakinya.

Dia pun duduk di sofa besar dengan malas.

"Idiiih, Mami. Kenapa, Mami mesti menikah lagi?. Bukankah, lebih menyenangkan kalau Mami sendirian saja tanpa suami?. Setiap hari bisa enjoy,  bebas mau apapun juga. Nah, sekarang??? "

Dia menggerutu sendirian di ruang tamu.

Sementara, Maminya yang terlebih dahulu masuk, sudah berada di kamar tidurnya. Istirahat, karena memang seharian Maminya sibuk dengan acara pernikahan hingga acara selesai sore ini.

Jadi, ya wajarlah kalau Maminya tadi mengeluh. Dan dia hanya mendengarkan saja keluhan Maminya. Tanpa bisa berbuat apapun.

Tak lama, suara derap langkah kaki terdengar mendekat. Namun, ia tak menghiraukannya.  Ia mengangkat kedua kakinya ke atas sofa. Lalu memeluknya erat.

Kaelric Vorn, ayah tirinya hanya menggelengkan kepala melihat putri tirinya.

"Eheem... Kenapa putri tiriku masih disini?. Bukankah kemarin siang aku sudah menunjukkan dimana kamar tidurmu? "

Veliora tak menyahut. Dia masih diam.

"Putri Seraphina ini manja sekali ya??.. Apa mungkin, minta dimanja sama Papi Tirinya? "

Kaelric menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah Veliora. Dia menyentuh bahu gadis itu. Namun, Veliora tak bergeming sama sekali. Mmm... Ternyata, gadis manis itu tertidur di sofa.

Tanpa persetujuan Veliora, dia menggendong gadis itu ke kamar tidurnya.

Dia memandangi wajah Veliora yang tertidur pulas di gendongannya. Berjalan menyusuri koridor lantai dua di rumahnya.

Cantik sekali putri tiriku ini. Bibirnya yang merah ranum, bulu mata yang lentik dan hidungnya yang mancung. Membuat hasratnya sebagai laki-laki normal, tentu saja terguncang. Shit!  Dia menepis pikiran kotornya, ah bukan!. Bukan pikiran kotor. Dia memang masih normal.

Hanya karena ia menikah dengan janda yang usianya lebih tua darinya, bukan berarti dia tidak punya rasa tertarik dengan seorang gadis yang lebih muda.

Ah, shit! . Apa-apaan ini!.

Setelah, meletakkan tubuh Veliora di ranjang. Dia bergegas keluar lalu masuk ke kamarnya sendiri. Posisi kamar Kaelric berhadapan dengan kamar Veliora.

Kaelric dan Seraphina tidak tidur satu kamar. Itu atas permintaan Seraphina sendiri. Kalau Kaelric, sebagai sepasang suami-istri, dia ingin tidur satu kamar dengan istrinya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tapi, semua tergantung Seraphina. Dia pikir, Seraphina susah melupakan mendiang suaminya. Sedangkan Seraphina, tidur di kamar paling ujung. Itupun, sesuai permintaannya sendiri.

Sesampai di kamarnya, Kaelric segera mengganti pakaiannya. Ia hanya mengenakan celana panjang tanpa memakai atasan. Lalu membaringkan tubuhnya ke ranjang.

Baru saja, ia merebahkan diri. Terdengar ketukan di pintu kamarnya. Ia pun beranjak bangun dan membuka pintu.

Aaaaahh!!!. Veliora menjerit sekencang-kencangnya hingga semua penghuni mansion terbangun.  Seraphina pun tak kalah kagetnya, ia tergopoh datang.

"Apa sih, Veli. Ini udah malam, sayang. Kenapa teriak-teriak kayak orang gak waras? ".

Bagaimana Veliora tidak terkejut, dia pikir Maminya tidur di kamar yang berhadapan dengannya. Ternyata tidak!. Dan, sekarang dia berdiri tepat di hadapan Kaelric yang saat ini bertelanjang dada.

Memperlihatkan roti sobek yang terbelah garis-garisnya. Dan, Veliora sempat tergoda pandangannya.

"Mi, kenapa Mami sama.... Mmm.... Eemmm Daddy Kael tidur terpisah? "

"Lha, suka-suka Mami, dong!. Kenapa kamu yang sewot?. "

"Lagian, enak tidur sendirian. Gak ada yang ganggu. Lebih asyik! "

Kata Seraphina. Sedang Kaelric hanya diam mendengar suara mereka berdua.

"Daddy Kael juga. Kenapa gak mau nyamperin Mami??? "

Kaelric bingung, mau menjawab apa.  Dalam hati dia berkata, nah ini rumah punya gua. Kenapa mereka berdua yang ribut?.

"Mmm... Kayaknya, aku juga senang tidur sendirian, Veli. Lebih nyaman. Karena, Daddy terbiasa sendirian. "

"Lalu, gunanya kalian menikah itu apa? "

Seraphina bingung, tidak bisa menjawab. Tapi, sejurus kemudian Kaelric menghampiri Seraphina.  Meski agak kaku juga. Karena, ia tak pernah bersentuhan dengan wanita.

"Sayang, sudahlah. Ini sudah malam. Ayo, kita tidur. "

"Oke, Veli. Kami lanjutkan tidur ya?. Good night. "

Kaelric terpaksa bersandiwara di depan Veliora. Ya, karena pernikahannya dengan Seraphina bukan berdasarkan cinta. Tapi, pernikahan karena tanggung jawab besar yang  melela di depan mata.

Veliora hanya memandangi punggung mereka berdua. Meski dalam hatinya berkata, bahwa pernikahan Mami dan Kaelric terasa hambar di sudut matanya.

"Good night juga Daddy dan Mami. Semoga, kalian berdua bahagia"

Ucap Veliora lirih. Dia pun beranjak masuk ke kamarnya lagi. Padahal, sebenarnya dia tadi akan menanyakan ponselnya yang seharian ini dibawa Maminya.

Veliora pun tertidur. Suara dengkuran halus terdengar dari sudut bibirnya.

Sementara itu, Kaelric tak bisa tidur. Dia masih terbayang wajah Veliora yang tadi terkejut melihat dirinya bertelanjang dada. Namun, suara dengkuran Seraphina membuyarkan lamunannya. Akhirnya, dia beranjak dari tempat tidur. Lalu, pergi melangkah keluar ke kamarnya sendiri.

Rasanya, dia seperti frustasi dengan situasi ini.

Dengan langkah terburu, dia berjalan ke kamarnya. Veliora pun keluar kamar lagi untuk mencari air minum di bawah. Veliora nampak terkejut melihat Kaelric yang akan masuk ke kamar di depannya.

"Mau apalagi, Veli? ".

Tanya Kaelric pada Veliora. Dia menatap Veliora dalam. Veliora tercekat, bingung dan tak bisa berkata apa-apa.

" Mmmm aaa mmmm aaa. Aku mau minum, Dad! "

"Mau Daddy antar ke bawah?. Kamu kan masih baru disini."

Tawar Kaelric. Dia mengulurkan tangan ke arah Veliora. Refleks, meski ragu sesaat. Veliora menyambut uluran tangan Sang Daddy. Tubuhnya menghangat setelah merasakan telapak tangan kaelric.

Ada aliran listrik yang mengalir ke tubuhnya. Udara yang tadi terasa sejuk, kini menghangat.

"Ayo kita ke bawah. Daddy akan tunjukkan lemari es, kalau kamu suka air dingin. Atau di bawah juga ada dispenser kalau kamu tidak suka air dingin. "

Kata Kaelric dengan nada yang agak terpaksa. Mereka berjalan ke arah dapur. Tampak sepi di dapur. Cahaya lampu pun tak ada. Jika malam memang dimatikan lampu dapur karena tidak dipakai.

Veliora masih mengikuti Kaelric dari belakang. Tangannya pun masih berpegangan dengan tangan Kaelric. Lampu dapur dinyalakan. Tapi memakai lampu kecil. Terciptalah, cahaya remang yang membuat kuduk Veliora agak meremang. Bagaimana tidak???. Ia berada di bawah kuasa seorang Kaelric Vorn saat ini.

"Daaad.... "

"Ya... "

"Tanganku, tolong lepaskan! . Aku mau minum sekarang. "

Kaelric pun segera meraih gelas dan mengisinya dengan air. Veliora, dibawanya ke meja dapur. Lalu disuruhnya duduk di kursi di depan meja.

"Minumlah, Veliora! ".

Dia menyodorkan gelas air ke bibir Veliora. Veliora hanya terdiam, tapi dia menurut saja dengan kata Kaelric.

Dia membuka mulutnya. Tapi, dalam sekejap bibir Kaelric segera menutupnya dengan perlahan.

Veliora gelagapan dengan ulah Kaelric.

"Apa yang Daddy lakukan? "

Dia menundukkan kepala. " Kamu  menggodaku, Veliora! ".

" Ah, mana bisa Daddy? ".

"Aku baru saja masuk ke Mansion milik Daddy."

Kaelric tertawa kecil

"Ohhh.. Begitu?. Atau hemm milikku saja yang masuk ke milikmu?. My baby? ? "

Veliora diam. Kaelric tak tinggal diam. Tangannya segera terulur ke kancing baju Veliora. Dia membukanya satu persatu. Hingga terpampang disana dua buah bongkahan di dada Veliora.

Jari-jari Kaelric pun menari disana dengan indahnya. Bibirnya bergerak ke arah bibir Veliora. Tangan Kaelric sekarang bergerak perlahan ke bawah. Menyusuri lekuk tubuh Veliora.

Veliora yang kebingungan, hanya diam. Menikmati setiap rangsangan yang diberikan Kaelric sambil mendesah tidak karuan. Veliora sama sekali tidak ingat, jika sekarang tengah bercinta dengan suami ibunya.

"Veliora... Aku suka desahan kamu. Lagi ya?"

Tangan Kaelric yang tadi hanya menyusuri perut Veliora, kini bergerak lagi ke bawah. Dan ke bawah. Hingga sampai ke area sensitif Veliora.

"Aaah Daaaddyyy. Kenapa jadi enak begini? "

Kaelric berbisik ke telinga Veliora.

"Bagian ini yang paling enak, Veli. Sekali kau merasakan, nanti kau ingin lagi dan lagi. "

Sambil tangannya meraba-raba bagian depan area sensitif milik Veliora. Tak urung juga suara erangan lirih meluncur dari bibir Veliora.

Tangan Kaelric pun masuk ke dalam panty pink milik gadis itu. Bukan hanya tangan. Kini, ia pun membuka kaki Veliora agak lebar. Dia membenamkan muka di selangkangan gadis itu.

Lidah Kaelric menari-nari. Veliora tidak berani bersuara keras. Takut seisi rumah akan terbangun lagi seperti tadi.

"Daddyyy.. Aah Daddy. Geli, Daddy. Aaahh.. ! "

Kaelric pun mengarahkan tangan Veliora ke balik celananya. Veliora nampak terkejut setelah meraba sesuatu di balik celana Kaelric.

"Apa ini, Dad???? '

"Gerakkan tanganmu maju-mundur,  Veli! "

"Sampai aku merasakan sensasi nikmat yang luar biasa. Ya terus.. Begituuuu... Aahhh.. Sshhh... Aaaahhh! "

Akhirnya cairan kental berwarna putih keluar dari milik Kaelric. Dia segera menyambar tisu di kotak tisu.

Setelah semua selesai, mereka berdua pun kembali ke kamar masing-masing. Kaelric masih menggandeng tangan Veliora seperti tadi.

Sesampainya di depan pintu kamar, Kaelric mencium Veliora bertubi-tubi. Kedua tangan gadis itu bergerak ke dada Kaelric. Dan bicara dengan berbisik.

"Stop it,  Dad!. Sudah... Nanti, Mami melihat kita. "

“Mulai malam ini, jaga jarakmu dariku,” ucap Kaelric dingin.

Namun tangannya justru menahan pergelangan Veliora lebih lama dari yang seharusnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!