NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Dua minggu telah berlalu sejak badai ghaib yang nyaris merenggut nyawa Arash mereda.

Kehidupan di sekolah pun perlahan-lahan kembali berjalan normal.

Kasus tertangkapnya Pak Bakti atas dugaan penggelapan dana sekolah sempat menjadi buah bibir yang sangat panas di kalangan guru dan murid, namun seiring berjalannya waktu, gosip itu mulai tergantikan oleh hiruk-pikuk kedatangan tahun ajaran baru dan berbagai agenda kegiatan OSIS yang padat.

Siang itu, suasana kantin sekolah sedang berada di puncak keramaiannya. Bau aroma bakso yang gurih bercampur dengan es jeruk yang segar memenuhi udara, bersahut-sahutan dengan riuh rendah suara obrolan ratusan murid yang sedang menikmati jam istirahat kedua.

Di salah satu meja pojok yang agak teduh, Arash sedang duduk santai bersama tiga sahabat karibnya, Alvaro, Mike, dan Reno.

Kondisi fisik Arash sudah pulih total seratus persen; wajahnya tidak lagi pucat, dan binar mata indigonya yang tenang kini telah kembali.

Di atas meja mereka, tampak mangkok soto yang sudah kandas dan es teh manis yang tinggal menyisakan es batu.

"Arash..."

Sebuah suara selembut sutra tiba-tiba mengalun di dekat meja mereka.

Arash yang sedang memainkan ponselnya spontan mendongak, sementara ketiga sahabatnya yang sedang asyik mengobrol langsung menghentikan kalimat mereka secara serentak.

"Cieeee!" seru ketiga sahabat Arash kompak,

dengan nada yang sengaja diseret panjang dan kompak bagai paduan suara terlatih, begitu melihat sosok seorang gadis cantik berambut sebahu mengenakan bando putih sedang berdiri canggung di dekat meja kantin mereka.

Arash menghela napas pendek, sudah sangat hafal dengan kelakuan ajaib para sahabatnya yang hobi sekali menggoda jika ada lawan jenis yang mendekat.

"Vella. Ada apa?" tanya Arash dengan nada suara yang tenang, sopan, dan terdengar sangat dewasa seperti biasa.

Vella meremas pelan buku catatan kecil berlogo OSIS yang dipegangnya, matanya melirik sekilas ke arah kursi kosong di sebelah Arash sebelum kembali menatap cowok di depannya.

"Boleh duduk gak?"

"Boleh, duduk aja. Kosong kok," jawab Arash ramah, sembari sedikit menggeser tas sekolahnya agar Vella bisa duduk dengan nyaman.

"Ehemmm... ehemmm! Uhuk!"

Alvaro tiba-tiba mengeluarkan suara batuk yang dibuat-buat dengan volume yang sengaja dikeraskan, sembari menyenggol lengan Mike yang duduk di sebelahnya.

Wajah cowok berambut ikal itu tampak menahan tawa gembira.

"Haduhh, batuk Pak Eko!" sahut Mike dengan cepat, langsung menyambar umpan dari Alvaro.

"Kondisikan dulu dong tenggorokannya, hahahaha!" timpal Reno tak mau kalah ikut menyenggol pundak Alvaro.

Ketiganya tertawa terbahak-bahak, saling bertos ria menikmati keberhasilan mereka menggoda suasana.

Sementara itu, Arash hanya bisa menarik napas dalam-dalam, lalu melemparkan tatapan mata yang sangat tajam, dingin, dan sarat akan ancaman tanpa suara ke arah tiga sahabatnya. Tatapan Arash seolah berkata,

'Awas kalian ya, habis ini aku suruh Lala nangkring di pundak kalian pas pulang sekolah! biar pada encok berjamaah!'

Mendengar godaan bertubi-tubi itu, wajah Vella seketika merona merah.

Dia menundukkan kepalanya sedikit, merasa tidak enak hati karena kedatangannya memicu kehebohan di pojok kantin.

"Maaf ya kalau aku ganggu kalian," kata Vella pelan dengan nada suara yang sungkan.

Dia merapikan letak duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Arash.

"Begini, minggu depan kan sekolah kita ada acara camping besar di kaki Gunung Salak. Kebetulan aku sebagai pengurus disuruh mencatat siapa saja yang mau ikut berpartisipasi."

Vella menjeda kalimatnya sejenak. Dia mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata Arash dengan pandangan yang sarat akan harap-harap cemas.

"Arash... kamu juga ikut, kan?"

"Ikut Vel, ikutt! Pokoknya Arash wajib ikut!" jawab Reno dengan sangat cepat, memotong jalur sebelum Arash sempat membuka mulut untuk menjawab.

"Anjirr! Yang ditanya itu Arash, bukan kamu, Ren!" sahut Mike sembari menggeplak pelan pundak Reno dengan buku menu kantin yang terbuat dari plastik tebal. "Ngapain kamu yang sewot menjawab paling depan kayak calo angkot?"

"Yee, aku kan mewakili suara hati anak emas kita ini," bela Reno tidak mau kalah, menepuk dadanya dengan bangga.

Dia kemudian kembali menatap Vella dengan senyuman jahilnya.

"Pokoknya kita berempat ikut, Vel. Catat aja sekarang, gak usah pakai ragu. Dan khusus nama Arash, tolong ditaruh di urutan paling depan, paling atas, pakai tinta emas kalau bisa!"

"Huuuuu!"

ketiganya kembali kompak tertawa, membuat beberapa murid di meja sebelah sempat menoleh ke arah mereka karena penasaran.

Vella yang mendengar jawaban antusias dari teman-teman Arash tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Meskipun bukan Arash sendiri yang menjawab secara langsung, jaminan dari para sahabatnya sudah lebih dari cukup untuk membuat hatinya lega.

"Ya udah kalau begitu, aku catat nama kalian berempat ya. Aku... aku pergi dulu ke meja sebelah buat mendata yang lain," kata Vella terbata-bata karena malu.

Wajah cantiknya kini sudah memerah sempurna seperti buah tomat yang matang akibat godaan yang tak kunjung henti dari trio rusuh di depan meja tersebut.

Dengan gerakan terburu-buru, Vella bangkit berdiri dan segera melangkah pergi meninggalkan area kantin pojok dengan langkah yang sedikit cepat.

Sementara itu, sepanjang drama kecil itu berlangsung, Arash nampak biasa saja.

Wajah tampannya tidak menunjukkan ekspresi gugup, baper, ataupun salah tingkah sama sekali.

Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat punggung Vella yang kian menjauh, lalu kembali meraih es teh manisnya yang tinggal menyisakan es batu mencair.

"Kalian ini benar-benar ya," gumam Arash berdecak pelan, menatap Alvaro, Mike, dan Reno bergantian dengan ekspresi datar yang justru terlihat mengintimidasi.

"Hobi banget bikin anak orang jantungan di tempat umum."

"Halah, Rash, jangan munafik deh! Vella itu kembang sekolah kita, pinter, baik, dan kelihatan banget kalau dia menaruh perhatian lebih sama kamu," ujar Alvaro sembari menopang dagunya di atas meja, menatap Arash dengan pandangan sok bijak.

"Masa kamu datar-datar aja kayak triplek pos ronda?"

1
🍎billaacha90🍎
banyak godaan yang menghantuinya, semoga Arash bisa lulus menghadapi ujian ini😁😁🤭
🍎billaacha90🍎
kamu harus bertahan Arash kamu pasti bisa. buktikan kepada orang tua mu kamu mampu
🍎billaacha90🍎
iyaaaaaa, jadi kamu harus berani dan kuat menjalaninya Arash😁😁🤭
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
heh Lala,,knp kamu ngagetin Arash🫵🫵🫵

bisa kan,,,sapa,,

Assalamualaikum dlu😅😅😅
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
ayooohh Arash,,,banguuunnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!