NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Noda di gaun sutra

Jarum jam dinding kuno di sudut kamar berdentang samar menunjukkan pukul tiga pagi. Keheningan malam yang pekat kembali merayap, menyelimuti kamar tidur setelah badai gairah yang merusak itu akhirnya mereda.

Arkan terengah-engah, duduk di tepi ranjang dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhnya. Efek obat perangsang dosis tinggi yang membakar kesadarannya selama berjam-jam kini perlahan-lahan mulai surut, menyisakan rasa sakit kepala yang menghantam dan kendali penuh atas tubuhnya yang baru saja kembali.

​Berkali-kali ia menggempur tubuh di bawahnya tanpa ampun, didorong oleh insting hewani yang dipicu oleh kelicikan selembar obat.

Di sampingnya, Salsa terbaring telentang di atas sprei yang kusut masai. Tubuh wanita itu tampak teramat lelah dan kewalahan, napasnya masih tersengal-sengal pendek memburu oksigen.

Kulitnya yang putih dihiasi memar-memar kemerahan akibat cengkeraman kasar Arkan sepanjang malam. Namun, di balik rasa sakit fisik yang mendera tubuhnya yang lemas, sebuah senyuman miring yang penuh kemenangan dan kebahagiaan tak dapat disembunyikan dari wajah cantiknya.

​Salsa bersorak dalam hati. Obsesinya selama satu tahun ini akhirnya terwujud. Ia telah menyerahkan kesuciannya, menanamkan bukti abadi yang ia yakini akan mengunci Arkan di sisinya selamanya.

Ia masih mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan, menikmati sisa-sisa kehangatan palsu di atas ranjang itu, sampai tiba-tiba sebuah sentakan brutal meremukkan seluruh fantasinya.

​Sret...

​"Bangun kau!"

​Sebuah teriakan menggelegar memecah kesunyian kamar. Arkan, dengan mata yang merah menyala oleh kombinasi sisa obat dan kemurkaan yang meledak, menarik pergelangan tangan Salsa dengan sangat kasar. Kekuatan sentakan itu begitu besar hingga tubuh Salsa yang masih lemas tak bertenaga terlempar dari atas ranjang, jatuh berdebum di atas lantai marmer yang sedingin es.

​"Akh! Apa yang kamu lakukan Mas?!" Pekik Salsa, suaranya parau dan bergetar hebat karena syok yang luar biasa.

​Rasa sakit menjalar di pinggul dan sikutnya yang membentur lantai keras. Dengan kepanikan yang mulai merayap, Salsa menoleh ke sekeliling, mencoba meraih gaun tidur satin putih miliknya yang telah robek di beberapa bagian.

Lembaran kain tipis itu kini ternoda oleh bercak darah merah segar, bukti otentik dari robeknya selaput daranya malam ini. Dengan tangan yang gemetar, ia mencoba menutup tubuh polosnya dengan cepat dari tatapan suaminya yang menghunjam bagai belati.

​"Aku tidak sudi kau ada di atas ranjangku, apalagi di dalam rumah ini!" Amarah Arkan meledak seutuhnya, suaranya bergetar hebat menahan badai kebencian yang telah mencapai puncaknya.

​Pria itu rupanya sudah memakai kembali celana panjang dan kemejanya yang berantakan. Ia berdiri menjulang di depan Salsa bagai monster yang siap mencabik mangsanya.

​Salsa mendongak, matanya mendelik tajam mencoba mengumpulkan kembali sisa keangkuhannya yang runtuh.

"Maksud kamu apa, Mas?! Kita baru saja melakukannya! Kita sudah menjadi suami istri yang seutuhnya malam ini! Apa kau tidak ingat kalau kamu sendiri yang...."

​"Tutup mulut busukmu, Salsa!" Potong Arkan dengan raungan murka.

​Pria itu merangsek maju, berlutut dengan satu kaki di lantai lalu mencengkeram dagu Salsa dengan jemarinya yang kokoh, menekan tulang rahang wanita itu hingga Salsa terpaksa mendongak menatap wajah Arkan yang dipenuhi kilat kejijikan yang teramat sangat.

​"Kau benar-benar iblis wujud wanita! Kau menjebakku dengan cara sebuas ini! Aku membencimu, Salsa... aku sangat membencimu melebihi apa pun di dunia ini!"

​"S-sakit Masz lepaskan!" Salsa meringis kesakitan, air matanya mulai menggenang di pelupuk mata bukan karena sedih, melainkan karena tekanan fisik di dagunya yang terasa ingin remuk.

Ia mencoba memukul-mukul lengan kokoh Arkan dengan tangan kirinya yang bebas, namun tenaganya yang tersisa tidak lebih dari kepakan sayap burung yang patah di hadapan kekuatan Arkan.

​"Sakit ini belum seberapa dari apa yang sudah kau lakukan pada hidupku Salsa!" Desis Arkan tepat di depan wajah istrinya, napasnya yang memburu terasa panas membakar kulit Salsa.

"Kau membuatku mengingkari janjiku pada Nabila! Kau merusak batasan yang selama setahun ini kupertahankan! Kau memaksaku untuk menyentuh tubuhmu yang menjijikkan ini dengan obat sialanmu itu!"

​"Aku tidak menjijikkan Mas!" Di saat yang genting dan menyakitkan seperti ini, sifat sombong dan keras kepala Salsa masih mencoba membela dirinya. Ia menunjuk ke arah gaun satin putih yang tergeletak di dekat kaki mereka dengan dagunya.

"Kamu lihat sendiri noda di gaunku itu! Lihat, Arkan! Itu bukti kalau aku masih suci! Aku menjaga kehormatanku hanya untukmu selama setahun ini! Aku tidak kotor!"

​"Bagi wanita sepertimu, kesucian itu tidak ada harganya! Bagiku, kau adalah wanita paling kotor dan menjijikkan sejak pertama kali kau menjeratku ke dalam pernikahan ini!" Arkan melepaskan cengkeramannya di dagu Salsa dengan sentakan yang membuat kepala wanita itu terantuk ke samping.

​Tanpa memberikan waktu bagi Salsa untuk bernapas, Arkan meraih pergelangan tangan wanita itu kembali, mencengkeramnya seperti borgol besi, lalu menarik tubuh Salsa berdiri dengan paksa.

"Sekarang, aku tidak akan memberikan ruang atau sejengkal lantai pun untukmu di rumah ini!"

​Arkan menarik tangan Salsa dengan kasar, menyeret tubuh wanita yang hanya berbalut kain satin tipis robek itu keluar dari dalam kamarnya.

​"Apa yang akan kamu lakukan, Mas?! Lepas! Kamu mau bawa aku ke mana?!" Tanya Salsa dengan nada suara yang mulai berubah menjadi kepanikan masif.

​Arkan tidak menjawab. Wajahnya mengeras bagai batu karang. Ia terus menarik Salsa menuruni tangga rumah dengan langkah-langkah lebar yang cepat.

Tubuh Salsa yang lemas dan tanpa alas kaki terpaksa mengikuti ritme kasar tersebut; langkahnya terseok-seok, beberapa kali lututnya membentur ranjang anak tangga hingga meninggalkan memar baru, namun Arkan sama sekali tidak memiliki belas kasihan. Pria itu telah dibutakan oleh rasa muak dan murka yang mendalam.

​Mereka melewati lobi, menembus pintu depan yang dibuka paksa oleh Arkan, lalu melintasi pelataran halaman rumah yang luas di bawah langit malam yang pekat. Dinginnya angin malam pukul tiga langsung menusuk pori-pori kulit Salsa yang terbuka, membuatnya menggigil hebat. Namun, siksaan itu belum berakhir.

Arkan menariknya hingga mencapai gerbang besi tinggi rumah mereka. Dengan satu tangan membuka selot gerbang, Arkan menyentak tubuh Salsa keluar ke jalanan sepi, lalu mendorongnya dengan kekuatan penuh.

​Bugh!

​"Akhhhh!"

​Salsa menjerit kesakitan saat tubuhnya terlempar dan tersungkur di atas permukaan aspal jalanan yang kasar dan tajam. Sikut dan lututnya seketika lecet, mengeluarkan tetesan darah hangat yang berpadu dengan dinginnya permukaan aspal pagi itu. Gaun tidur satinnya kotor terkena debu jalanan.

​Arkan berdiri di balik gerbang besi, menatap Salsa dari balik jeruji dengan pandangan mata yang paling mati yang pernah Salsa lihat.

"Pergi dari sini, Salsa Brahmantyo! Jangan pernah berani memunculkan wajah busukmu di hadapanku lagi seumur hidupku! Hubungan kita selesai malam ini!"

​Brak!

​Pintu gerbang besi yang tebal itu ditutup dengan bantingan keras yang memekakkan telinga, disusul oleh suara gemerincing rantai dan gembok yang dikunci rapat dari dalam oleh Arkan.

​Salsa tertegun di atas aspal, dunianya seolah berhenti berputar. Sifat manjanya runtuh, digantikan oleh ketakutan primitif yang luar biasa.

"Apa Mas, tidak! Jangan buang aku!"

​Dengan sisa kekuatan yang didorong oleh keputusasaan yang mendalam, Salsa bangkit berdiri. Ia berlari mengejar bayangan Arkan yang mulai melangkah kembali menuju rumah. Ia mencengkeram jeruji besi gerbang yang dingin, mengguncang-guncangnya dengan histeris.

​"Mas! Buka pintunya, Mas! Kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini! Tolong, Arkan! Ini juga rumahku! Aku istrimu! Buka pintunya, Mas!"

​Brak..Brak...Brak...

​Salsa memukul-mukul permukaan pintu gerbang besi itu dengan kedua telapak tangannya. Ia memukul begitu keras, mengabaikan rasa perih hingga kulit jari-jarinya mulai terkelupas dan meninggalkan bekas darah di besi hitam gerbang, namun Arkan terus berjalan tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Sosok suaminya menghilang di balik pintu utama rumah yang kemudian tertutup rapat.

​Suara tangisan dan teriakan histeris Salsa terus menggema di luar pagar rumah mewah yang sunyi itu.

Hari masih teramat gelap, kabut malam mulai turun berbaur dengan rintik air hujan yang perlahan mulai jatuh dari langit, seolah sengaja datang untuk menyamarkan suara tangisan dan air mata Salsa yang luruh deras membasahi pipinya.

Tubuhnya yang hanya berbalut satin tipis kini basah kuyup, melekat ketat pada kulitnya yang menggigil kedinginan.

​"Masss!!! Buka..." Lirih Salsa akhirnya, suaranya sudah habis, tenggelam menjadi bisikan parau yang ditelan oleh ketakutan dan keputusasaan yang teramat dalam. Kedua lututnya kembali lemas, membuatnya terduduk bersimpuh di depan gerbang besi yang terkunci.

​Cukup lama Salsa bertahan di sana, di bawah guyuran rintik hujan malam, berharap ada setitik keajaiban di mana Arkan akan berubah pikiran karena iba dan membukakan pintu untuknya. Namun, tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali dari dalam rumah besar itu. Lampu lobi depan bahkan dimatikan, meninggalkan Salsa dalam kegelapan.

​Di tengah keputusasaan yang melumpuhkan kesadarannya, Salsa sama sekali tidak menyadari bahwa sejak beberapa menit yang lalu, sebuah mobil sedan hitam tanpa pelat nomor resmi telah berhenti dan terparkir agak jauh di bawah bayangan pohon besar di seberang jalan.

​Pintu mobil itu terbuka perlahan tanpa menimbulkan suara. Dari dalam mobil, muncul dua orang pria bertubuh tegap yang mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan masker yang menutupi wajah mereka.

Dengan gerakan yang teramat senyap dan terlatih bagai bayangan, kedua orang tak dikenal itu melangkah cepat mendekati tubuh Salsa yang sedang terduduk lemah menghadap gerbang.

​Sebelum Salsa sempat menyadari perubahan atmosfer di sekitarnya, sebuah tangan besar berbalut sarung tangan kulit hitam kasar langsung maju dari belakang, membekap mulut dan hidungnya dengan selembar kain yang telah dibasahi cairan kimia beraroma menyengat.

​"Mmphhh....!"

​Mata Salsa melebar sempurna dalam keterkejutan. Ia mencoba memberontak, mencoba menggerakkan kakinya untuk menendang atau berteriak memanggil nama Arkan sekali lagi.

Namun, tenaganya yang sudah terkuras habis dikombinasikan dengan efek obat bius yang kuat membuat seluruh sistem sarafnya lumpuh dalam hitungan detik.

​Pandangan mata indahnya yang dipenuhi air mata perlahan-lahan mulai mengabur, menggelap, hingga akhirnya tubuh lemas Salsa ambruk sepenuhnya, tak sadarkan diri di dalam dekapan kedua pria misterius tersebut.

Tubuh cantiknya yang malang diangkat dengan cepat, dimasukkan ke dalam kursi belakang mobil hitam, sebelum kendaraan itu melaju pergi membelah rintik hujan malam, meninggalkan pelataran rumah Arkan yang kembali sunyi senyap seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

1
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
Hanima
Hikssss
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
SasSya
🥺🥺🥺🥺😥😢😓
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya
SasSya: miris Za kaaakkkk
mereka kehilangan masa kecilnya
total 2 replies
Agnezz
di bab Neraka, Ayu mengatakan ayahnya adalah bintang dilangit yg tidak bisa mereka jangkau. tapi disini dibilang Ayahnya hanya mau dengan wanita baik 🤔🤔 mana yg bener, mungkin Salsa suka berubah2 juga cara menerangkan pada Ayu ttg keberadaan ayahnya. 🤔🤔
santi.santi: nah betul, Iki kan ayahnya sama wanita baik dan nggak bisa dijangkau 🫣
intinya itu pikirannya nggak selalu tentang kejahatan Arkan, kadang juga tentang salsa yang percaya bahwa Arkan akan menjemputnya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!