NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 : Perasaan Revan

Satu minggu kemudian...

Kehidupan Queen berubah jauh lebih cepat daripada yang pernah ia bayangkan. Statusnya berubah bahkan alamatnya juga ikut berubah.

Kini Queen tinggal di rumah Revan. Rumah dua lantai yang berada tidak jauh dari kampus. Lokasinya cukup strategis, tenang, dan jauh lebih besar.

Pagi itu, Queen keluar dari kamarnya sambil membawa tas kuliah. Ya, kamarnya. Bukan kamar mereka. Karena sejak hari pertama pindah ke rumah Revan, Queen langsung membuat satu peraturan.

Dia ingin memiliki kamar sendiri, tanpa banya debat Revan menyetujuinya. Karena selama satu minggu terakhir mereka hidup lebih mirip teman serumah daripada pasangan suami istri.

Queen menempati kamar tamu yang berada di lantai atas. Sedangkan Revan tetap menggunakan kamar utamanya. Mereka sarapan bersama, berangkat bersama, dan pulang bersama.

Tetapi setelah itu kembali ke kamar masing-masing. Dan anehnya. Revan tidak pernah sekalipun mempermasalahkan hal tersebut.

Pagi itu Revan sudah duduk di meja makan dengan laptop terbuka di depannya. "Kamu telat."

Queen langsung duduk. "Ini masih jam tujuh."

"Kelas kamu mulai tujuh tiga puluh."

Queen mendengus. "Tetap aja belum telat."

Revan menggeser segelas susu ke arahnya. "Minum."

Queen menatap gelas itu. "Mas."

"Hm?"

"Aku bukan anak TK."

"Minum."

Queen mendesah pasrah. Kadang-kadang Revan masih terasa seperti dosen pembimbingnya. Dan itu membuatnya kesal. Setelah sarapan selesai, mereka berangkat ke kampus bersama.

Di kampus...

Tidak ada orang yang tahu kalau mereka sudah menikah. Hanya keluarga dan Anggi sahabat Queen, itu semua atas permintaan Queen sendiri. Karena ia belum siap menghadapi gosip satu kampus.

Saat jam istirahat siang tiba, Queen duduk sendirian di taman belakang fakultas. Ponselnya bergetar, satu pesan masuk... Nathan.

Queen langsung menatap layar beberapa detik.

Nathan: "Kamu masih marah sama aku?"

Queen menghela napas panjang.

Selama seminggu terakhir Nathan memang beberapa kali menghubunginya. Mengirim pesan, menelepon. Bahkan pernah datang ke kampus mencarinya.

Namun Queen selalu menghindar, meski begitu. Ia juga belum benar-benar memutus komunikasi.

Jarinya pun bergerak.

Queen: "Nggak."

Balasan datang hampir seketika.

Nathan: "Bohong."

Queen memijat pelipis.

Nathan: "Aku cuma pengen ngobrol."

Nathan: "Sekali aja. Please."

Queen terdiam cukup lama. Lalu akhirnya mengetik.

Queen: "Nanti aja."

Tak lama kemudian balasan masuk lagi.

Nathan: "Hari ini?"

Queen kembali terdiam. Entah kenapa hatinya terasa tidak nyaman. Karena sekarang semuanya berbeda. Ia sudah menikah. Meski sampai hari ini ia sendiri masih berusaha menerima kenyataan itu.

Sore hari...

Queen pulang lebih dulu dibanding Revan. Begitu masuk rumah, ia langsung merebahkan diri di sofa ruang tamu. Hari yang melelahkan, ponselnya kembali bergetar.

Nathan menelepon.

Queen menatap layar cukup lama. Lalu, Queen mengangkatnya. "Halo."

Suara Nathan langsung terdengar. "Akhirnya."

Queen memejamkan mata. "Ada apa?"

"Kamu baik-baik aja?"

Pertanyaan sederhana itu membuat Queen terdiam.

Nathan kembali berbicara. "Queen."

"Hm."

"Jalan yuk?"

DEG.

Pertanyaan itu membuat Queen membeku. Karena ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia bahkan masih berusaha memahami kehidupan barunya sendiri.

Di saat yang sama...

Pintu rumah terbuka, Revan baru pulang. Pria itu melepas jasnya sambil melangkah masuk ke ruang tamu. Kemudian langkahnya terhenti. Karena ia melihat Queen sedang berbicara di telepon. Dan dari ekspresi wajah Queen, ia tahu siapa orang di seberang sana, pasti Nathan.

Untuk beberapa detik, Revan hanya berdiri diam. Tatapannya tenang, namun entah kenapa suasana mendadak terasa berbeda. Queen yang menyadari keberadaan Revan perlahan menoleh.

Mata mereka bertemu, dan kini Queen melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya di mata Revan. Bukan kemarahan atau kekesalan. Melainkan rasa sakit yang berusaha disembunyikan dengan sangat baik.

Sementara di ujung telepon, suara Nathan kembali terdengar.

"Queen? Kamu masih di sana?"

Queen masih menatap ponselnya. Di layar, panggilan dengan Nathan masih berlangsung.

"Queen?" suara Nathan kembali terdengar.

Namun kali ini Queen tidak menjawab. Tatapannya justru tertuju pada sosok Revan yang baru saja berjalan melewatinya dengan wajah tenang yang terasa jauh lebih menyakitkan daripada kemarahan.

Dadanya mendadak terasa sesak.

"Queen?"

Klik.

Tanpa berpikir panjang, Queen langsung mematikan panggilan itu. Nathan bahkan tidak sempat menyelesaikan kalimatnya. Ponsel itu dilempar begitu saja ke sofa.

"Tunggu!"

Queen langsung berdiri dan berlari mengejar Revan. Di lantai atas, Revan baru saja masuk ke kamarnya. Pikirannya sedang kacau. Sejak menikah, ia berusaha memberikan ruang untuk Queen.

Ia menerima kamar terpisah, menerima sikap canggung Queen dan ia juga menerima kenyataan bahwa istrinya belum siap menjalani kehidupan rumah tangga sepenuhnya.

Namun melihat nama Nathan masih hadir di antara mereka, tetap saja terasa tidak nyaman. Pria itu menghela napas panjang. Kemudian mulai membuka kemeja kerjanya untuk berganti pakaian. Saat itulah...

BRAK!

Pintu kamar terbuka begitu saja. Revan langsung menoleh, dan di sana berdiri Queen. Mata mereka bertemu beberapa detik, baru kemudian Queen menyadari situasinya.

Pria itu sedang berganti baju.

"Aaaaaa!" Queen langsung berteriak.

Kedua tangannya refleks menutupi wajah. "Astaga!"

Revan sampai terdiam.

"Kenapa nggak kunci pintu sih!"

"Kamu yang masuk tanpa mengetuk."

Queen membeku. "Iya juga." Wajahnya langsung memerah sampai ke telinga. "Maaf!"

Revan menghela napas kecil sambil mengambil kaus yang berada di kursi. Kemudian memakainya dengan tenang. Setelah itu ia menatap Queen yang masih menutupi wajahnya.

"Sudah."

Queen mengintip sedikit dari sela jarinya. "Sudah?"

"Iya."

Barulah ia menurunkan kedua tangannya perlahan. Malu sekali rasanya.

Revan bersandar pada meja kerja. "Kamu mau apa?"

Queen langsung gugup. "Nggak..."

"Kamu masuk kamar saya sampai mendobrak pintu. Lalu sekarang bilang nggak?"

Queen menggigit bibir bawahnya. Benar juga, tadi ia terlalu panik sampai tidak sempat memikirkan apa yang akan dikatakan. Revan menunggu dengan sabar.

Akhirnya Queen mengumpulkan keberanian. "Tadi..."

"Hm?"

"Tadi yang telepon itu Nathan."

Tatapan Revan sedikit berubah, namun ia tetap diam.

Queen menunduk. "Dia yang menghubungi saya duluan."

Masih tidak ada jawaban, dan itu justru membuat Queen semakin gelisah. "Mas."

"Iya."

"Kok diam?"

Revan menghela napas pelan. Kemudian menjawab dengan jujur. "Karena saya tidak tahu harus bilang apa."

Queen perlahan mengangkat kepala. "Tapi Mas marah?"

"Tidak."

"Kesal?"

Revan berpikir beberapa detik. "Lumayan."

Queen langsung menunduk lagi. "Saya minta maaf."

Ruangan kembali hening. Beberapa saat kemudian, Revan berjalan mendekat. Tidak terlalu dekat, tetap menjaga jarak yang selama ini selalu mereka sepakati.

"Queen."

"Hm?"

"Kamu tidak perlu meminta izin kepada saya untuk setiap hal."

Queen menatapnya bingung. "Tapi..."

"Kita menikah bukan berarti saya ingin mengatur seluruh hidup kamu."

Queen terdiam.

"Tapi saya juga manusia."Kalimat itu keluar pelan. "Saya mungkin bisa mengerti. Tapi bukan berarti saya tidak merasa apa-apa."

DEG.

Jantung Queen langsung berdebar. Karena kali ini Revan mengakuinya secara terbuka. Ia terluka dan entah kenapa hal itu membuat Queen merasa jauh lebih bersalah daripada yang ia kira.

Revan tersenyum tipis. "Sudah. Kamu masuk ke kamar saya cuma untuk mengatakan itu?"

Queen membuka mulut.Lalu menutupnya lagi, kemudian mengangguk kecil. "Iya."

Revan langsung menggeleng pelan.

Sementara Queen menatap lantai dengan wajah merah karena malu. Karena setelah mendobrak kamar orang, berteriak histeris, dan salah tingkah setengah mati. Ternyata ia memang hanya ingin memastikan satu hal. Bahwa Revan tidak salah paham padanya.

1
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!