NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sandri Ratuloly

Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.

Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.

Namun kini, wanita yang sama memilih diam.

Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.

Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

...******...

Kini sudah dua hari kedua suami Calista tidak pulang ke mansion. Rumah besar yang biasanya terasa ramai kini terasa begitu sunyi.

Calista mencoba menyibukkan dirinya dengan berbagai hal, namun tetap saja rasa sepi itu datang tanpa permisi. Ia beberapa kali membuka ponselnya, melihat pesan-pesan yang ia kirimkan kepada kedua suaminya.

Pesan untuk Damar hanya dibalas singkat beberapa jam kemudian.

Sedangkan pesan untuk Arkana bahkan belum juga terbaca.

Ia tidak marah. Tidak juga kesal.

Hanya saja… ada rasa hampa yang perlahan memenuhi dadanya.

Calista menghela napas pelan. Ia menatap layar ponselnya cukup lama sebelum akhirnya mematikannya dan meletakkannya di atas meja kecil di samping sofa.

Ia ingin kedua suaminya itu pulang.

Ia ingin melihat mereka.

Sekadar makan malam bersama, atau bahkan hanya duduk di ruang tamu tanpa banyak bicara.

Namun Calista tahu dirinya tidak boleh egois.

Ia sangat memahami situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.

Arkana sedang sibuk memperbaiki perusahaan keluarganya yang berada di ambang kebangkrutan. Belum lagi kini ia harus mengambil alih posisi penting di perusahaan itu, menggantikan kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Atharva—yang terbukti sangat ceroboh dalam mengurus bisnis keluarga mereka.

Setiap hari Arkana hampir tidak memiliki waktu istirahat. Rapat demi rapat harus ia jalani demi menstabilkan kondisi perusahaan.

Sementara itu, Damar juga tidak berada dalam situasi yang lebih baik.

Pria itu sedang berusaha keras menemukan dalang yang telah menggelapkan dana perusahaan dalam jumlah besar. Masalah tersebut sempat membuat kondisi perusahaan mereka berada di ambang kehancuran.

Damar harus menelusuri banyak hal, memeriksa laporan keuangan, serta menghadapi berbagai tekanan dari pihak internal maupun eksternal perusahaan.

Memikirkan semua itu membuat Calista hanya bisa menghela napas pelan.

"Aku tidak boleh menambah beban mereka..." gumamnya lirih.

Ia bangkit dari sofa dan berjalan menuju jendela besar ruang tamu. Dari sana ia bisa melihat halaman mansion yang luas dan gerbang besar di kejauhan.

Hembusan napas panjang kembali keluar dari bibirnya. Sosoknya tampak begitu menyedihkan dengan keadaan yang ia rasakan saat ini.

“Sepertinya… aku benar-benar sudah mencintai dan menerima mereka dalam hidupku,” gumam Calista lirih.

Ia menundukkan kepalanya, jemarinya tanpa sadar saling menggenggam. “Dulu, saat aku masih menjadi Aruna… aku bahkan tidak pernah merasa menyedihkan seperti ini hanya karena merindukan seorang pria.”

Kalimat itu terdengar seperti pengakuan yang sangat jujur dari dalam hatinya sendiri.

Sebagai Aruna di kehidupan sebelumnya, ia adalah wanita yang sangat mandiri. Hidupnya selalu diisi dengan pekerjaan, ambisi, dan tujuan-tujuan pribadi. Ia tidak pernah benar-benar bergantung pada siapa pun, terlebih lagi pada seorang pria.

Perasaan rindu seperti ini… terasa asing baginya saat itu.

Namun sekarang semuanya berbeda.

Sejak menjadi Calista dan menjalani kehidupan barunya, perlahan-lahan hatinya berubah. Tanpa ia sadari, dua pria yang awalnya hanya bagian dari takdir yang membingungkan itu kini telah mengambil tempat yang sangat dalam di hatinya.

Damar… dengan sikapnya yang tegas namun diam-diam selalu memperhatikan.

Arkana… dengan sifatnya yang santai namun selalu berusaha membuat suasana menjadi lebih ringan.

Keduanya begitu berbeda, tetapi justru karena perbedaan itulah hidup Calista terasa penuh warna.

Ia mengangkat kepalanya dan menatap pintu depan mansion yang masih tertutup rapat.

Rumah besar itu terasa terlalu luas jika hanya ia seorang yang menempatinya.

Calista kembali menghela napas pelan.

“Menyedihkan sekali aku ini…” bisiknya sambil tertawa kecil, meski terdengar sedikit pahit.

Baru saja ia hendak berbalik untuk kembali ke kamarnya, tiba-tiba suara mesin mobil terdengar jelas dari arah halaman depan.

Calista langsung terdiam.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Ia melangkah mendekati jendela besar di ruang tamu dan menyingkap tirainya perlahan.

Lampu mobil terlihat menyala di depan gerbang mansion.

Gerbang itu perlahan terbuka.

Mobil hitam yang sangat familiar bagi Calista perlahan masuk ke halaman.

Mata Calista yang tadi sempat berbinar penuh harap kini langsung redup saat tau bahwa mobil itu adalah milik ayahnya.

Walau begitu Calista keluar untuk menyambut kepulangan ayahnya yang sudah lelah bekerja seharian di perusahaan, walau wajahnya kini terlihat tengah di tekuk tidak bersemangat.

"Kenapa dengan wajahmu itu, putri kesayangan ayah. Apa ada sesuatu yang membuat mood mu tidak bagus hari ini? " Tuan Hendra keluar dari dalam mobil dan menghampiri Calista yang berdiri di depan teras monsion.

Pria bayah itu merangkul bahu Calista dan mengecup sayang pucuk kepalanya lalu melangkah masuk ke dalam.

Calista menggeleng kepalanya, wajahnya tetap terlihat manyun. "Tidak ada, aku hanya merindukan Damar dan Arkana. Mereka lama sekali menyelesaikan pekerjaan dan pulang ke mansion, " ujar Calista jujur, ia membalas memeluk pinggang Tuan Hendra dengan manja.

"Bersabarlah, kedua suamimu itu tengah sibuk sekali sekarang, akan ada saatnya mereka akan pulang dan menemuimu."

Calista hanya mengangguk sebagai jawaban, ia melepaskan pelukannya di pinggang sang ayah. "Ayah pergilah membersihkan diri dan turun ke ruang makan untuk makan malam, aku menunggu di sana. "

Tuan Hendra menatap putrinya sejenak. Tatapannya lembut, penuh pengertian. Ia tentu bisa melihat jelas bahwa Calista sedang berusaha terlihat baik-baik saja.

Namun sebagai seorang ayah, ia tahu betul kapan anaknya sedang menyembunyikan perasaan.

Pria paruh baya itu tersenyum tipis lalu mengusap lembut puncak kepala Calista. “Baiklah. Tunggu ayah sebentar, ya. Jangan mulai makan dulu,” ucapnya hangat.

Calista mengangguk kecil.

Tuan Hendra pun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

Sementara itu Calista berjalan menuju ruang makan. Meja makan panjang di ruangan besar itu sudah dipenuhi beberapa hidangan yang ia masak sendiri sebelumnya.

Ya, semua makanan di atas meja ini adalah hasil masakannya sendiri. Selama dua hari suaminya tidak pulang, Calista mengalihkan rasa rindunya ke memasak.

Walau dulu kesibukannya selalu mengurus pekerjaan di perusahaan, Calista dulu saat masih sebagai Aruna selalu memasak sendiri menu makannya.

Diatas meja makan ada sup hangat masih mengepulkan uap tipis. Tumisan sayur dan beberapa lauk sederhana tertata rapi di atas meja.

Calista menarik kursi lalu duduk perlahan.

Namun seperti sebelumnya, ruangan itu terasa terlalu sepi.

Ia menatap kursi-kursi kosong di sekeliling meja makan.

Biasanya kursi di sebelah kirinya akan ditempati oleh Arkana yang sering kali datang dengan wajah santai sambil bercanda.

Sedangkan kursi di sebelah kanannya biasanya menjadi tempat duduk Damar yang selalu terlihat serius, meski sesekali diam-diam memperhatikan dirinya.

Calista tanpa sadar menghela napas lagi.

“Aku benar-benar sudah terbiasa dengan mereka…” gumamnya pelan.

Tak lama kemudian langkah kaki terdengar dari arah tangga.

Tuan Hendra sudah turun dengan pakaian rumah yang lebih santai. Rambutnya yang tadi sedikit berantakan kini sudah rapi setelah mandi.

“Wah, sepertinya malam ini makanannya spesial,” ucapnya sambil menarik kursi di hadapan Calista.

Calista tersenyum kecil.

“Aku hanya memasak beberapa hal sederhana, aku baru belajar memasak beberapa menu ini hari ini ayah. Mungkin rasanya tak begitu nikmat seperti buatan koki di mansion,” alibi Calista, ia harus membohongi Tuan Hendra bahwa ia dua hari ini baru belajar memasak. Mengingat Sekar dulu tidak pernah sedikitpun memegang wajan di dapur, bahkan untuk menggoreng telur atau merebus air.

“Masakan putri ayah tidak pernah sederhana, kamu baru belajar memasak dua hari ini tapi semuanya selalu terasa begitu nikmat, bahkan ayah sampai mengira bahwa kamu membohongi ayah kalau kamu yang masak. ” balas Tuan Hendra ringan.

Pria itu mulai mengambil nasi dan lauk di depannya.

Beberapa menit pertama mereka makan dalam suasana yang cukup tenang.

Di sela kegiatan makan, Calista beberapa kali melirik ayahnya. Di benaknya ada satu pertanyaan yang ingin sekali ia tanyakan, bahkan ini sudah ia uring-uringkan dari pagi tadi.

"Ayah..... " panggil Calista akhirnya bergelut dengan pikirannya sendiri.

"Hm, kenapa putriku? " sahut Tuan Hendra, ia tetap sibuk dengan makan malamnya, hanya matanya beralih menatap Calista.

"Apa ayah tau soal kenapa sifat mama dan papa Arkana terlihat begitu pilih kasih? Mereka bahkan seperti tak peduli pada Arkana dan lebih menyayangi Atharva yang jelas-jelas laki-laki pembuat onar. "

Tuan Hendra sontak memelankan kuyahan makanannya, ia terlihat termenung sejenak— berpikir apakah ini ia akan menceritakan pada Calista apa tidak.

Melihat keraguan pada Tuan Hendra, Hendra kembali berucap. "Katakanlah ayah, aku istri sah Arkana. Aku ingin mengetahui masalah apa yang pernah menimpa Arkana di masa lalu. "

Tuan Hendra menghembuskan napas, meneguk sebentar air minum sebelum akhirnya berucap. "Dulu saat usia pernikahan mu dengan Arkana baru menginjak usia dua bulan, ayah pernah menyelidiki masa lalu Arkana dengan orangtuanya— melihat bagaimana acuhnya mereka memperlakukan Arkana, terbanding terbalik dengan perlakuan mereka dengan Atharva yang penuh kasih sayang. "

"Apa yang ayah temukan? " Calista sampai menghentikan makannya, jantungnya tiba-tiba saja berdebar begitu kencang.

"Arkana adalah anak hasil dari perselingkuhan papanya dulu dengan wanita lain. "

...******...

1
CaH KangKung,
hukum Arkan ma damar....jgn biarkan mereka cepet ktemu ma Calista,biar mereka yg ngerasain ngidam...pokoknya jgn lngsung ketemu dan d maafin....
Muft Smoker
kelimpungan kn anda berdua ,, biarin aj dlu mereka gx bertemu calista ,, biar tau rasa ,,
😒😒😒😒


lanjuut kak ,,
Nurhayati Nurhayati
pas tau hamil Aruna nya, keguguran biar pada nyesel
Muft Smoker
sad ending gpp kak ,, buat suami calista merasa bersalah ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
kucing kawai
buat arkan dan damar menyesal thor 🤧
kucing kawai: thorrr apdet yang banyak donggg thorrr
total 1 replies
Susilowati Jais
nasibnya Aruna, g pernah buka hati sekalinya buka hati lngsung hncur. Up lg thor...
Muft Smoker
waaaah ad apa niih sama damar???
apa kah arkana juga terlibat???

krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
E H Mukti
Lanjut thorrr🥰👌
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny kak,,
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dasar bayiii gedeee ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak
Muft Smoker
waah apa niiih yg lgi di lakuin damar ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
next kak ,,

terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
Muft Smoker
duuh damar lgi ngerencanain ap niich🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
Titah Ibrahim
semangat thor 💪
Muft Smoker
mantap arkana ,, biar tau rasa tu mokondo Atharva 😒😒😒😒😒 ,,

next kak
Muft Smoker
waaaah Elina hany tinggal nama ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak bnr ,, cerita ny seruuu ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
total 2 replies
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny yx kak ,,
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
kak ni revisi yx???
Muft Smoker
kak knp bab baru ny jdi 1 lgi ?
gx lanjuut 21 ,, 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!