Cakrawala Dirga Samudra adalah seorang Pangeran kerjaan Nirlata yang dibuang kedalam jurang saat umurnya baru menginjak 6 tahun. namun bukannya mati, di dalam sana ia justru bertemu sosok misterius yang membuat dirinnya menjadi penyihir gila. 7 tahun berlalu ia kembali dengan kekuatan baru untuk menuntut balas, merebut takhta yang seharusnya menjadi miliknya, dan mengungkap rahasia di balik tembok istana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AbdulRizqi60, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cakra Buana
Teriakan gadis itu sambil menunjuk Samudra membuat Semua gadis yang sedang mandi itu menoleh ke arah Samudra..
"Aaaakkkhhh...!!" Mereka berteriak spontan dan menutupi tubuh mereka.
Samudra malu dan panik, ia langsung terbang masuk kedalam hutan.
Sialnya gadis yang tadi berteriak bukan gadis biasa, ia juga seorang penyihir, dengan gerakan cepat ia memakai pakaiannya dan terbang mengejar Samudra.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi...
"Berhenti kau penyihir mesum!!" Teriak Gadis itu dari kejauhan.
Samudra tak menghiraukannya, ia berpikir ketika jaraknya sudah jauh gadis itu akan berhenti mengikuti dengan sendirinya.
Sebenarnya Samudra mampu lolos dari kejaran gadis itu dengan mudah, cukup mempercepat kecepatan terbangnya namun Samudra tidak melakukannya untuk menghindari kecurigaan. Umur Samudra baru 13 tahun artinya ia masih pangkat penyihir junior, penyihir junior tidak akan mampu terbang cepat kecuali Samudra yang sudah berlatih sangat keras sedari umur 6 tahun.
"Kembali kesini kau bocah mesum, akan aku pukul kepalamu!!!" Teriak Gadis itu dari kejauhan.
Samudra tidak memperdulikannya dan terus terbang.
Hingga jaraknya 2 km dan sudah sangat jauh dari perbatasan Negara Garuda gadis itu masih mengejar Samudra. Tak ingin membawa terbang gadis itu terlalu jauh Samudra pun akhirnya berpura-pura tertabrak pohon agar berhenti.
Braakk..!!!
"Awwww..!!" Ucap Samudra yang langsung jatuh.
"Hahaha... sukurin! Sepertinya alam sudah memberikan bocah mesum sepertimu hukuman." Ucap Gadis itu yang langsung mendarat dan mendekati Samudra.
Samudra bangkit seraya meringis kesakitan dan mengelus ngelus kepalanya sendiri, "untuk apa kau mengejarku??!!"
Tukk..!!!
Gadis itu menjitak kepala Samudra, "untuk melakukan ini, bocah mesum..."
"Awww... apa yang kau lakukan?!! Kenapa kau memukulku? Dan siapa yang kau panggil bocah mesum nenek lampir!!"
"Ne.. ne.. nenek lampir?!!" Gadis itu terlihat marah, menatap tajam Samudra dan mengepalkan tangannya erat-erat.
Baaamm...!!!
Ia memukul pipi kanan Samudra hingga Samudra terjengkak dan masuk kedalam tanah.
Samudra duduk dan mengelus pipinya, "walaupun perempuan tenaganya sangat mengerikan. Hmm dia juga menguasai sihir penyembuhan, gadis yang berbakat." Batin Samudra, kebanyakan penyihir medis memang tidak bisa bertarung namun gadis ini berbeda.
"Jangan panggil aku dengan sebutan nenek lampir! Kau sungguh masih bertanya apa salahmu setelah mengintipku dan teman temanku?! Hah?! Bocah sesat.."
"Aku tidak sengaja, aku hanya ingin menuju danau dan ketika aku baru keluar dari balik pohon tanpa sengaja aku melihat kalian, aku sudah berusaha mengabaikan kalian namun kau malah mengejarku....
Aku tidak berniat mengintip kalian, secara umum aku tidak sengaja. Kau tidak bisa mengatakan jika aku sedang mengintip, kecuali jika aku berniat mengintip dan melakukannya secara sembunyi-sembunyi baru itu masuk kedalam kategori mengintip. kau pernah melihat seseorang yang tewas karena tenggelam? Apakah bisa dikatakan jika air yang membunuhnya? Air tidaklah salah... seperti itulah posisiku..
Orang yang tewas karena tenggelam karena kelalaian orang itu sendiri, mungkin ia tidak bisa berenang namun memaksa masuk kedalam air.. dan itulah posisi kalian!"
"Ehhh.... kenapa kau menyamakannya dengan air bodoh?!! Aku tidak percaya dengan ucapanmu, itu hanya alasan dari bocah sesat sepertimu.."
"Berhentilah memanggilku bocah sesat!!"
"Bo--cah se--saattt..."
Samudra memasang wajah marah, "baiklah kau yang memaksaku nenek lampir!"
Wus...
Samudra berlari kearah Gadis itu dan memajukan tinjunya.
Plak!
Gadis itu menampar Samudra, hingga membuat tubuh Samudra berputar bagaikan gangsing kemudian jatuh ditanah.
"Bodoh! Sebenarnya siapa dirimu? Kenapa aku tidak pernah melihat penyihir sepertimu berada dinegara Garuda."
"Tenagamu sungguh mengerikan, nenek lampir. Hmm... aku bukan berasal dari Negara Garuda, aku penyihir pengelana... ingat namaku baik-baik aku adalah Cakra Buana penyihir muda calon pahlawan dimasa depan murid dari Eyang Gendeng Petapa Gila dari Jurang Hantu.." ucap Samudra sambil berdiri penuh percaya diri dan berpose bagaikan Jiraiya ketika pertama kali bertemu Naruto.
Tangan kirinya terangkat keatas dan tangan kanannya maju kedepan dengan kedua telapak tangan terbuka lebar.
Gadis itu mengedutkan matanya menatap aneh Samudra dengan alis sedikit terangkat.
"Hah??!! Nama konyol macam apa itu? Eyang Gendeng? Petapa Gila? Aku rasa semua sifat gurumu yang bernama Eyang Gendeng itu sudah menurun kedirimu... bocah sesat.. ah tidak bocah mesum.. apakah Gurumu juga mesum sama sepertimu?"
"Diam! Jangan menghina guruku, dia sudah tewas. Sebelum ia tewas dia menitipkan pesan kepadaku untuk mendaftar menjadi penyihir junior diNegara Garuda, oleh karena itu aku ada didanau itu dan melihat kalian, aku benar benar tidak sengaja."
"Sudah tewas? ma.. maafkan aku, aku tidak tau.."
Grr...!!!!
Di tengah tengah perbincangan mereka suara erangan binatang buas terdengar.
Sontak Samudra dan Gadis itu menoleh kesemak semak sumber suara. Tampak burung-burung beterbang seiring dengan dahan pepohonan yang bergoyang, tidak lama kemudian muncul 2 ekor serigala hitam sepanjang tiga meter (termasuk ekornya) bertaring panjang hingga mencuat keluar dari rahangnya, matanya merah menyala, dan terdapat kumis hitam panjang mirip kumis ikan lele.
"Grr...!!!" Kedua serigala tersebut tampak menggeram marah menatap Samudra dan gadis itu secara bergantian.
Lendir-lendir hitam tampak menetes dari mulut kedua serigala tersebut.
"Itu Monster Serigala Hitam..!!!" Ucap Gadis itu.
"Cakra, hentikan pedebatan kita dahulu ayo kita bekerja sama menghadapi mereka.. berhati hatilah lendir hitamnya beracun."
"Ak.. aku.. aku tau.. aku akan membantumu..." Samudra terlihat bergetar panik.
Ia memasang kuda kuda, dengan kaki gemetar.
Swussshh...
Satu serigala paling depan melesat sambil membuka mulutnya kearah Samudra.
"Aakkkhhh...!!!" Samudra berteriak dan menutup matanya.
Baaamm...!!!
Dari samping gadis itu memukul serigala besar itu hingga serigala itu terpental sangat jauh hingga bemeter meter.
"Apa yang kau lakukan bodoh!!! Penyihir macam apa kau? Kenapa begitu penakut?!!"
"Diam!! Aku tidak takut, hanya saja waspada."
Gadis itu menatap jengkel Samudra.
Satu serigala kembali melesat sambil memajukan cakarnya ke arah Gadis itu.
"Dibelakangmu..!!" Ucap Samudra.
Gadis itu berbalik dan langsung meninju serigala itu, kecepatan tinjunya lebih cepat dari cakaran serigala itu.
Swusssshhh...
Serigala itu langsung terpental dan terbaring ditanah. Kedua serigala tumbang hanya dengan dua pukulan.
"Ka.. kau.. kau hebat.." ucap Samudra kagum.
Gadis itu tampak memasang wajah sombong, ia mencolek hidungnya sendiri dengan jempol tangannya kemudian melipat tangannya.
"Tentu saja aku hebat.. aku adalah Punjungsari, murid dari Nyai Serunting.. salah satu penyihir yang kekuatannya setara dengan Raja Kala Dewangga..." ucap Punjungsari dengan mata tertutup dan berlagak sombong.
"Aaarrgghh..." erangan lirih Samudra terdengar, membuat mata Punjungsari terbuka seketika. Ia langsung panik dan melebarkan matanya melihat kepala Samudra yang sudah masuk kedalam mulut serigala yang tergelatak ditanah. tampak tubuh Samudra kejang-kejang.
"Bodoooohh...!!! Apa yang kau lakukan..??!!!" Teriak Punjungsari. Ia langsung melesat dan menarik keluar tubuh Samudra dari mulut serigala itu.
Punjungsari kemudian menyembuhkan Samudra dengan sihir penyembuhannya.