Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 - Dungeon: Rumah Hantu (7)
'Aku tidak tau apa bisa mengubah tragedi disini.'
Tapi dia bisa mencoba.
Dia tidak akan berdiam diri hingga kematian Emma. Entah apa yang terjadi pada dunia yang sebenarnya. Di dunia ini, Clae bisa bergerak di sekitar mansion. Dia bisa mencoba mengubah akhir tragedi.
Setelah memikirkannya, Clae menunggu hingga malam hari.
Malam pun datang, Clae menjadi kejam terhadap tubuhnya. Dia tidak takut akan rasa sakit. Dia menarik tangannya ke depan, melepas tubuhnya dari dinding. Meski akhirnya dia menjadi berdarah di seluruh tubuh, Clae tidak peduli.
Dengan tubuh kecil Emma, Clae pergi ke perpustakaan setelah mengingat secarik kertas itu. Dia mencari buku di rak ketiga berjudul Human Anatomy.
Dia membutuhkan banyak waktu lebih dari yang dipikirkan karena ternyata buku itu ada di rak paling atas. Ketika dia mengambil buku itu, dia melihat di belakang buku ada sebuah kacamata hitam.
Clae mengambil kacamata hitam dan melihat sebuah tombol merah tersembunyi di belakangnya.
Dia tidak segera menekan tombol itu, sebagai gantinya dia mencari tuas yang seharusnya ada di atasnya.
Tuas itu berjarak lebih jauh dari yang dia kira, tapi Clae berhasil menemukannya. Setelah dia menggeser dia merasa sesuatu seperti bebatuan bergesekan terdengar.
Seperti yang tertulis, Clae melihat patung seekor kucing dengan salah satu tangan terangkat duduk di dekat jendela. Clae mendekatinya dan mengangkat salah satu tangannya sehingga kedua tangan kucing itu terangkat.
Ruangan utama, Clae dengan tergesa-gesa berlari menuju tempat pertama dia dibawa setelah masuk ke lantai ini. Saat Clae baru saja masuk, dibalik sebuah lukisan besar ada sebuah pintu dengan tangga ke bawah terbuka.
'Benar saja.'
Seperti yang Clae duga, ruang utama adalah tempat pertama dia membuka mata di rumah ini.
Saat Clae melewati langit-langit bersama Pinky dia sudah menggambar susunan denah rumah ini di kepalanya. Memikirkan bagaimana ventilasi berkelok-kelok hanya untuk menjauh dari ruangannya. Clae sudah menduga bahwa ruangannya cukup rumit.
Dia hanya tidak menyangka, ruangan itu merupakan ruangan tersembunyi.
Clae melihat ruangan itu dengan jijik. Bak mandi darah, potongan tubuh manusia, dan banyak hal lain.
Ini harus bisa menjadi bukti.
Clae tidak membuang waktu, dia pergi menemukan Joseph. Meski Joseph ketakutan karena tubuh Emma yang berdarah-darah, dia masih mengikuti Clae karena permintaannya yang keras kepala.
Karena Joseph masih sakit, dia memerintahkan beberapa ksatria mengikuti. Namun, ketika mereka mencapai pintu ruang rahasia, para ksatria tiba-tiba jatuh oleh racun. Joseph juga sama, matanya melebar tidak percaya
"Wah, wah. Lihat siapa yang datang."
Stephanie dengan Kiesha di gendongannya melihat Emma dengan cibiran di sudut bibirnya.
'Oh, tidak!!'
Percobaan yang dilakukan Stephanie pada Emma membuat tubuhnya kebal terhadap racun. Jadi hanya Clae satu-satunya yang bisa berdiri. Dia melangkah ke depan mencoba menggapai Kiesha.
"Lepaskan dia."
Tapi, jelas ini bukan tindakan Clae. Clae lebih suka melakukan negosiasi daripada maju tanpa berpikir. Jadi, tubuhnya bergerak sesuai keinginan Emma, bukan Clae.
"Hah, kalau aku tidak mau?"
Emma melihat Stephanie dengan kebencian. Emma yang sudah sering disiksa oleh rasa sakit tidak lagi takut menghadapi Stephanie. Saat ini yang ada dipikirannya, dia hanya ingin menyelamatkan Kiesha.
"Ah, aku mungkin bisa melepaskannya. Jika kamu mau membantu percobaan ku untuk terakhir kalinya."
Emma melirik Joseph yang berusaha berteriak, menghentikan, tapi tidak ada suara yang muncul. Dia hanya bisa melihat Emma dan Stephanie dengan mata merah. Namun Stephanie tidak menyadari ini.
Joseph sendiri tidak tau apa yang akan dilakukan Stephanie pada anak-anaknya.
Disisi lain, Emma tidak melawan. Untuk melindungi Kiesha, dia melakukan yang diminta Stephanie. Dia tidak menyadari tatapan merendahkan Stephanie.
Sebelum mereka memulainya, Emma meminta Stephanie melekatkan Kiesha di kamarnya. Kemudian percobaan itu dimulai. Ternyata, Stephanie ingin memindahkan jiwa Emma ke boneka. Ketika boneka itu tidak bergerak, dia mengira telah gagal.
Stephanie melarikan diri membawa Joseph yang lumpuh ke ibukota karena berpikir tempatnya yang sekarang akan segera diketahui.
Sebelum pergi, dia membakar mansion dan mengarang cerita sedih untuk perjalanan. Namun, ada juga orang teliti dan adil yang menghentikan perilakunya.
Akhirnya Stephanie memenggal seorang kesatria yang menanyakan tentang Emma dan Kiesha. Kesatria itu juga adalah orang yang sama yang menyelamatkan dua anak kecil itu.
Stephanie tidak menyadari bahwa saat mereka pergi ke ibukota, Joseph sudah membencinya. Dia ingat apa yang terjadi pada ada anaknya dan ksatria paling setia miliknya.
Diam-diam dia membayar orang, melakukan investigasi dan menemukan bahwa istrinya ini memiliki lebih banyak kejahatan dari yang dia pikirkan.
Joseph akhirnya meminta bantuan pada orang yang lebih tinggi darinya, orang yang bisa dia percaya. Duke Constantine.
Dan begitu saja, Duke Constantine tidak mengecewakannya. Mereka berhasil membuat Stephanie dihukum mati.
Ketika Josep kembali untuk hidup dengan Kiesha, dia terlambat. Rumah yang sudah rusak terbakar. Bahkan tidak ada yang tersisa.
Ketika dia sedang putus asa sebuah boneka ruang raksasa dengan banyak kerusakan muncul seorang gadis kecil yang memiliki luka bakar di seluruh tubuhnya. Bahkan tulang di tubuh gadis itu terlihat. Dipikirkan bagaimana tersiksanya gadis itu saat meninggal.
Joseph menangis. Dia menangis sangat memilukan. Kemudian dia bisa mendengar boneka beruang yang tadi membawa gadis itu bicara.
"Ayah, Emma gagal melindungi adik. Emma tidak menepati janji pada ibu."
"..E-Emma? Emma, Emma.…."
Joseph menjadi gila. Melihat boneka yang memiliki jiwa Emma, dia memikirkan peluang anaknya menjadi hidup.
Untuk membangkitkan anaknya kembali, Joseph membuat boneka dan memasukkan Jiwa padanya. Kiesha berhasil hidup kembali dalam tubuh boneka. Namun kepribadiannya menjadi mengerikan karena hanya unsur negatif yang masuk ke dalam tubuhnya.
Dampak dari penelitian itu Emma kehilangan kesadarannya dan menjadi boneka yang tidak memiliki akal. Dia hanya punya satu pikiran, melindungi Kiesha.
Sementara itu, Joseph yang kehilangan kewarasannya sadar kembali setelah bertemu Burnout, sepupu istrinya, ksatria paling setia keluarganya.
Kesetiaan Burnout tetap sampai kematian. Bahkan setelah menjadi Dullahan, dia masih menghampiri Joseph. Dengan sisa kewarasannya, Burnout meminta Joseph memindahkan dirinya ke boneka Kiesha, Pinky.
Joseph berhasil, jiwanya sepenuhnya menyatu dan dia kembali berfikir normal.
Dia berencana memperbaiki segalanya namun sudah terlambat. Saat Joseph sadar, hanya dia yang memiliki kendaraan lengkap. Burnout juga seperti dikendalikan sesuatu.
Akhirnya, Joseph hanya bisa bermain bersama sisa kesadaran Kiesha. Menemaninya, selalu, sepanjang waktu.
Saat Clae membuka matanya lagi, dia ada di sebuah taman bunga. Ini harus menjadi halaman belakang Villa kediamannya. Namun tempatnya sekarang lebih rimbun.
Dalam ingatan Emma, ini tempat ini ibu kandung Emma dan Kiesha menanam bunga.
Dibawah pohon rindang, seorang wanita dengan perut buncit dan seorang gadis 4 tahun sedang duduk bersama. Wanita itu membawa jarum dan gadis itu membantunya. Mereka membuat boneka, sebuah boneka merah muda lucu dengan telinga kelinci.
Boneka itu hampir jadi. Saat itu, gadis kecil itu melihat boneka dengan mata cerah.
"Bu, boneka ini untuk adik ku saja. Aku juga akan memberikan semua permainanku padanya."
"Benarkah? Itu bagus. Tapi jangan terlalu memanjakannya. Atau itu akan buruk."
"Um, Emma mengerti."
"Emma..."
"Ya, bu?"
"… Sebagai kakak, kamu tidak hanya melindunginya, kamu harus menasehatinya. Bahkan jika dia perempuan jangan selalu bersaing, oke."
"Ya, aku tidak akan bersaing. Lalu aku akan memarahinya kalau dia nakal, hum!"
Wanita itu tersenyum lembut dan membelai kepala Emma dengan kasih sayang.
Tidak lama Joseph datang membawa keranjang makanan. Mereka, empat orang dengan satu yang belum hadir di dunia menjalani kehidupan bahagia.
'Bisakah kamu membantu ku.'
"Aku tidak cukup kuat untuk itu."
'Tolong bantu mereka, mereka bertiga, mereka bertiga adalah hartaku yang paling berharga.'
"Bahkan jika aku mau, aku tidak bisa."
'Kamu bisa, Tuanku...'
Clae mengerutkan kening. Dia bukan....
Wanita itu tersenyum. Dia mendekati Clae dan berbisik. Clae berkedip sesaat.
"Tsk."
Dia melirik wanita itu sebelum akhirnya berbalik.
Clae keluar dari cahaya dan mengambil boneka yang tergeletak penuh darah.
"Hhaah.. Mari kembali."