Sarah, seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun yang kini masih menduduki bangku kelas 12 SMK harus rela menerima tawaran untuk mengandung benih dari seorang CEO yang sudah lama menikah namun tidak memiliki anak.
Awalnya Sarah menolak namun waktu semakin berjalan sang ayah ahrus segera di Opresi dan ia membutuhkan biaya yang cukup besar.
....
Penasaran kan? Ayo ikuti terus kisah dari setiap bab novel "Rahim Bayaran"
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 27
"Mas,aku masuk dulu ya."Ucap Sarah yang tidak ingin menjadi orang ketiga dalam perdebatan Sarah dan Aksa yabg akan terjadi sebentar lagi.
"Iya,bi Asih bawa Sarah ke kamar."Ucap Aksa kepada bi Asih.
Bi asih yang paham pun dengan cepat membantu Sarah untuk ke kamar nya.
"Liza,bukan kah kau sendiri yang tidak mau pergi bersama ku?"Ucap aksa kepada Liza.
"Jadi karena itu kau mengajak nya? Mengapa mas? Mengapa kau mengantikan posisi ku dengan dia?"Ucap Liza berpura-pura sedih.
"Sayang aku sama sekali tidak mengantikan posisi mu dengan nya? Tolong jangan salah paham."Ucap Aksa memegang pundak Liza.
"Sudah lah mas, semuanya karena aku tidak bisa hamil dan perlahan kau mulai mengucilkan aku dan menyayangi Sarah,iya kan!"Ucap Liza sambil menangis.
Aksa yang melihat itu pun menjadi tidak tega dan merasa sangat bersalah kepada Liza, perempuan yang sangat di cintai nya.
"Tidak,aku sama sekali tidak seperti itu,bukan kah kita sudah sepakat sayang? Hanya tinggal empat bulan lagi setelah itu kita akan kembali seperti biasanya."Ucap Aksa membujuk Liza.
"Tidak mas,aku membenci mu hiksss aku membenci mu!"Jerit Liza memberontak.
Aksa pun memegang tangan Liza yabg memukul-mukul dirinya.
"Tenang lah,kau sedang emosi jangan seperti ini."Ucap Aksa berusaha menenangkan Liza.
Namun tiba-tiba Liza jatuh pingsan di pelukan Aksa dan itu membuat Aksa panik.
"Liza!Liza, sayang apa yabg terjadi?!"Ucap Aksa panik dan berusaha menepuk-nepuk pipi Liza pelan berharap dia sadar.
Aksa pun akhirnya membawa Liza masuk ke dalam Fila dengan menggendong nya.
Sarah yabg melihat hal itu ikut kaget karena Liza yang tiba-tiba pingsan.
Dia yang awal nya turun untuk mengambil minuman jadi ikut menghampiri Aksa yang membawa Liza ke kamar lain di Fila tersebut.
"Mas, ada apa dengan mbak Liza?"Tanya Sarah khawatir.
"Entah lah, setelah bertengkar dengan ku dia jatuh pingsan."Ucap Aksa terlihat khawatir dan merasa sangat bersalah kepada Liza.
"Bagaimana jika telpon dokter saja mas?"Ucap Sarah kepada Aksa.
"Ambil kan saja minyak angin terlebih dahulu."Ucap Aksa kepada Sarah.
"Baik lah mas."Ucap Sarah yang kemudian keluar dari kamar dan meminta minta angin kepada bi Asih.
Aksa mengoleskan minyak angin itu ke hidung Liza.
Selang beberapa menit kemudian Liza pun akhirnya sadar.
"Sayang,apa kau baik-baik saja?"Tanya Aksa kepada Liza yabg baru sadar dari pingsan nya.
"Entah lah mas, akhir-akhir ini aku sering mual dan pusing."Ucap Liza sambil memegang kepala nya.
"Apa? Apa kau sudah pergi ke dokter?"Tanya Aksa.
"Emmm."Ucap Liza terlihat malu-malu.
"Ada apa sayang ayo katakan?"Ucap Aksa kepada Liza.
Liza pun meraih tas yang yang berada di atas nakas sampaing tempat tidur tersebut dan mengeluarkan sesuatu dan memberi kan kepada Aksa.
"Apa ini?"Tanya Aksa kepada Liza.
"Itu tes kehamilan ku mas."Ucap Liza sambil tersenyum.
Mendengar itu Aksa pun bergegas membuka tes kehamilan tersebut dan melihat ada dua garis merah di tes kehamilan milik Liza itu.
Itu terlihat sama seperti milik Sarah saat pertama kehamilan Sarah dulu.
Sarah yang menyaksikan itu terlihat sedih dan kaget.
"Sayang,apa ini benar?"Ucap Aksa menatap wajah Liza dengan kaget.
"Iya mas,benar aku akhirnya hamil."Ucap Liza kepada Aksa.
Sontak mendengar hal itu Aksa pun berhamburan dari kasur dan melompat memeluk Liza.
Kali ini Aksa benar-benar menujuk kan rasa bahagia nya.
"Terima kasih banyak sayang, terima kasih Tuhan akhirnya kau memberikan kami keturunan."Ucap Aksa sambil memeluk dan mencium Liza.
Sarah yang tidak sanggup melihat pemandangan itu pun berjalan cepat keluar dari kamar itu dan menuju kamar nya.
"Bagaimana mungkin?"Batin Sarah terduduk di kasur nya.
Sementara itu Aksa tidak ada henti-hentinya berterima kasih kepada Liza dan memeluk nya.
"Kena kau."Batin Liza sambil tersenyum licik.
"Sayang sudah ku bilang seharusnya kau tidak bersedih karena aku yakin suatu saat kau bisa hamil dan ini bukti nya."Ucap Aksa terlihat sangat bahagia bahkan lebih bahagia dari sebelumnya.
"Iya mas, aku sangat senang akhirnya kita bisa memiliki anak kandung."Ucap Liza kepada Aksa.
"Apa mama sudah mengetahui ini?"Tanya Aksa kepada Liza.
"Belum mas,aku belum memberi tahu mama."Ucap Liza kepada Aksa.
"Baik lah bagaimana jika nanti kita memberitahu mama sama-sama."Ucap Aksa.
"Iya mas aku juga berfikir seperti itu, dan ada satu hal lagi yang aku ingin bicarakan mas."Ucap Liza.
Bersambung ....
kalo 4 thn itu baru lulus sarjana kedokteran aja. blm koas...