"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESAN MENYENTUH
"Niar terlihat perhatian sama kamu, gitu!" komen mama sembari mengelus rambut putra satu-satunya. Keduanya memutuskan untuk tinggal di klinik, enggan saja setelah 7 hari papa tetap tinggal di rumah itu. Apalagi Dion dan Wilona masih tinggal di situ.
Gesta tersenyum, mendengar penilaian sang mama. Memang sejak di rumah sakit, Niar yang membantu Gesta mempersiapkan bahkan membantu menyalami tamu, mama dan Gesta hanya diam dengan tatapan kosong, Dion entah ke mana saat kerumunan tamu datang silih berganti. Begitu juga soal makan, Niar sengaja mengajak Gesta makan, karena menurut dia tak seharusnya Gesta bengong begini, tamu masih banyak setelah pemakaman, sampai-sampai yang mengatur jalannya pengajian malam, Niar, dan mama hanya mengiyakan saja meski Niar meminta pendapat beliau. "Tapi dia masih belum mau diajak balikan, Ma!" curhat Gesta mendadak sendu.
"Karena Angel?" tebak mama dan Gesta mengangguk. Mama tersenyum.
"Mama gak menyalahkan Niar sejak dulu. Perempuan dalam hidup laki-laki hanya meminta kesetiaan, Ges. Apalagi Angel tak punya hubungan darah sama kamu, sangat bisa memunculkan cinta di antara kamu dan Angel, meski kamu tidak merasakan itu. Tapi Angel, ya belum tentu. Lihatlah mama, Ges. Seberapa setia mama pada papa, pada akhirnya mama dikhianati, karena apa, karena terlalu percaya sama . Mama menganggap papa ayah dan suami yang baik, tiap hari selalu so sweet sama mama, tapi tetap saja terselip pengkhianatan. Mama sangat sakit, meski papa kamu sempat minta maaf dan sampai meninggal begini, rasanya mama belum ikhlas, berbagi untuk perempuan lain."
Gesta menatap sang mama, terdapat urat kesedihan di pelupuk mata. "Meski tidak melihat langsung bagaimana pengkhianatan itu terjadi. Tapi tetap saja, seorang istri bisa membayangkan bagaimana sikap suami pada perempuan yang ia sayangi. Mama cemburu akan hal itu, apalagi Niar yang melihat secara langsung bagaimana sikap perhatian kamu pada Angel, jelas itu menancap kuat dalam memorinya. Usaha lagi deh kalau memang Niar tujuan hidup kamu."
"Ya selama di luar mama tahu kan, aku sangat menghindari perempuan lain, karena memang aku masih ada rasa dengan Niar, dan bertekad untuk balikan sama dia, jadi hanya dia tujuanku, Ma!"
"Kamu pernah membayangkan gak, gimana reaksi kamu kalau Angel datang menemui kamu?" sebuah pertanyaan yang tak pernah dibayangkan oleh Gesta. Menurut Gesta, Angel pasti malu telah hamil di luar nikah dan tak punya keberanian menemui Gesta.
"Emang dia punya keberanian buat ketemu aku, Ma?"
"Siapa tahu. Anaknya juga pasti sudah besar, bisa saja muncul!"
"Mama jangan nakutin aku!"
"Kok nakutin gitu loh, ya kamu harus siap kalau tiba-tiba dia mau menemui kamu. Kalau masih menganggap sebagai sahabat kecil, kamu bakal menyambutnya, tapi kehilangan kepercayaan Niar. Mau cuek, tapi hati kamu merindukannya, ya kan?"
"Ma, please jangan membuat aku kepikiran gitu!" protes Gesta yang sepertinya masih labil bila berurusan dengan Angel.
"Ck, plin-plan, pantas saja Niar enggan balikan. Dia lebih tahu dirimu daripada kamu sendiri, Ges. Dan ingat, mama tidak akan membela kamu bila kamu tak bisa membatasi kedekatan kamu dengan Angel, karena mama sadar pengkhianatan bermula dari hal sepele yang diremehkan. Papamu mungkin juga tidak langsung meniduri perempuan itu, tapi bisa saja menanggapi perhatian perempuan itu yang bentuk perhatiannya berbeda dengan yang mama berikan."
"Aku sayang sama Niar, Ma!"
"Sayang kalau gak bisa jaga hati ya buat apa, Niar perempuan mandiri dan bisa sangat cepat beradaptasi dengan situasi yang tidak ideal, lihat saja. Mama dan kamu shock, tapi dia sangat cekatan juga kan menghandle tamu, menghandle acara pengajian, meskipun masih sempat tanya ke mama sebagai bentuk izin karena mama tuan rumahnya. Dia akan muncul menjadi pribadi yang perhatian, tapi dia akan bisa muncul juga menjadi pribadi yang tak peduli bila dirinya tak dihargai, jadi kalau memang kamu balikan sama dia, kenali hati kamu, raba diri sendiri bisa gak jaga batasan pada perempuan lain, setelah mendapatkan Niar, terutama bila Angel datang. Kedua, bisa gak kamu terbuka apapun itu masalahnya pada Niar, jangan pernah menganggap masalah kecil dan tak melibatkan Niar sehingga dia tahu dari orang lain, itu justru sangat mengecewakannya."
"Ribet banget hubungan pada usia dewasa, gak kayak SMA sekedar makan dan kencan doang, kalau gak kencan ngambek gitu doang!"
"Semakin tua, semakin sering menghadapi masalah pastinya. Nah kamu sudah siap belum berada di situasi itu," ucap mama.
"Urusan pekerjaan saja sudah ribet, ditambah urusan hati, beratnya jadi laki, Ma!" mama tersenyum mendengar keluhan Gesta yang memang sejak dulu tak mau ribet. Hanya saja, dirinya semakin dewasa, tentu tak bisa menghindari suatu masalah.
Gesta pun merenung, apa mungkin Niar enggan diajak balikan, meski perempuan itu juga tak canggung membalas perhatian Gesta, karena dia sudah tahu sikapnya yang masih labil. Iseng Gesta pun mengirimkan pesan pada gadis itu.
Cay. Mau tanya nih. Seandainya Angel datang reaksi kamu gimana? Tak perlu basa-basi, karena Niar paling gak suka orang yang bertele-tele.
Ya gak gimana-gimana, pergi aja. Gak perlu menyapa. Kenapa? Angel datang? balas Niar.
Enggak, cuma seandainya saja. Aku lagi mikir, kamu begitu perhatian sama aku saat papa meninggal kemarin, tapi tak kunjung memberi balasan kalau aku ajal balikan. Aku baper 😝😝.
🤣🤣🤣🤣, kan aku udah bilang, aku biasa aja sama kamu. Aku menganggap kamu teman lama, masa' teman lama lagi kesusahan aku cuek. Kan enggak. Kalau kamu sendiri ketemu Angel reaksi kamu gimana? Gesta mati kutu, tak berniat membalas, tapi yakin sih Niar bakal mengejar jawaban itu.
Kok lama balasnya? Lagi mikir ya atau bingung mau ramah sama Angel tapi takut aku? Nah kan, Niar sangat bisa menebak apa yang dalam pikirannya. Benar kata mama, Niar lebih mengenal diri Gesta, daripada Gesta sendiri.
Santai aja sih, kalau mau bertemu ya bertemu saja. Aku yakin kalian saling menyimpan rindu. Gak usah gak enak sama aku. Aku kan orang luar bagi kamu dan Angel.
Cay. Kok kamu ngomong gitu.
Lah kenyataannya kan begitu. Aku gak ada hak mengatur bersama siapa kamu bertemu, Ges. Kamu bebas.
Gesta mengakhiri obrolan malam itu tanpa membalas chat terakhir Niar. Sang mantan memberikan benteng begitu kokoh hingga Gesta sempat meyakini, Niar hanya menganggapnya sebagai teman lama saja.
Saat di kantor pun, Niar sangat profesional, Gesta sampai sungkan bila mau menjahilinya. Ditambah karena Niar handle project Zifa dan Arkan, Gesta jarang sekali melihat Niar nganggur, kadang di set pemotretan kadang ikut promosi dengan Zifa dan Arkan di luar, mana sempat berdekatan dengan Gesta lagi.
Pulang jam berapa? Aku jemput ya. Aku kangen sama kamu, udah lama kita gak ngobrol, kamu sibuk sama model baru itu. Begitu pesan Gesta yang terkirim pada Niar.
lanjut pasti nya..
lanjotkan kak🤭
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭