NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat baru yang asing

Arumi menatap sekelilingnya, tempat yang baru dan juga asing baginya. Akhirnya ia sampai juga di kota J. Nama kota yang hanya pernah ia dengar dari cerita orang-orang saja. Sekarang ia menginjakkan kaki di sini.

Gedung-gedung tinggi menjulang ke atas langit menjadi pemandangan pertama yang Arumi lihat. Sungguh jauh dari pemandangan desa tempat tinggalnya. Di tempat tinggalnya pemandangan alam yang menyejukkan mata.

Udara disini juga berbeda dengan tempat tinggalnya. Disini udaranya sangat panas. Padahal sudah sore, tapi udaranya masih terasa panas.

" Ayo nak Rumi"

" Iya tuan "

Arumi masuk ke dalam mobil mewah milik tuan Kusuma. Sekarang mereka akan menuju rumah tuan Kusuma. Arumi tidak tau orang seperti apa istrinya tuan Kusuma. Apakah dia akan menyambut dirinya dengan baik.

Ingatan Arumi teringat akan ucapan ibunya kalau Ia akan menjadi istri tuan Kusuma. Jadi mana ada istri yang rela di madu. Apakah Arumi akan di bawa ke rumah istri pertamanya.

Kepala Arumi tiba-tiba terasa sakit. Ia tidak menyangka akan menjadi madu di pernikahan orang lain. Apa dia memang tidak pantas untuk bahagia. Apa hidupnya akan selalu menderita.

Sepanjang perjalanan tuan Kusuma memang tidak banyak bicara padanya. Arumi juga tidak bisa membuka pembicaraan. Ia tidak bisa memulai pembicaraan dengan orang lain.

Mobil mewah milik Kusuma memasuki jalan komplek perumahan mewah dan juga elite. Lagi-lagi mata Arumi di manjakan dengan bangunan yang mewah-mewah.

Di sini Arumi tidak ada melihat satupun rumah yang dibangun dengan sederhana. Semua rumah disini terlihat sangat mewah. Mungkin inilah yang disebut dengan komplek perumahan mewah.

Akhirnya mobil berhenti di depan pintu gerbang tinggi berwarna abu-abu. Arumi tidak tau rumah seperti apa yang ada dibalik pintu gerbang yang tinggi itu.

Setelah pintu gerbang terbuka, perlahan mobil melaju masuk ke dalam. Sampai di dalam Arumi belum melihat rumah tuan Kusuma. Ia tidak tau akan sejauh apa lagi mobil melaju.

Mata Arumi dimanjakan dengan berbagai macam bunga yang indah. Udara di sini berbeda dengan yang diluar tadi. Apakah ia sedang berada di dunia lain.

Perlahan Arumi melihat bangunan berwarna putih. Makin lama bangunan itu terlihat dengan jelas. Bangunan mewah bergaya eropa terpampang jelas di depan matanya.

Arumi takjub melihat bangunan yang ada di depan matanya. Bangunan itu tidak cocok disebut dengan rumah. Tapi lebih cocok dibilang istana.

Mata Arumi tertuju pada sosok wanita cantik yang berdiri di depan pintu. Wanita itu perlahan turun dan menghampiri mobil milik tuan Kusuma. Arumi sudah bisa menebak siapa wanita cantik itu.

" Papa pulang"

Kusuma memeluk suaminya. Belum ada satu hari ia meninggalkan sang istri, tapi dia sudah kangen.

" Papa kangen"

" Baru juga beberapa jam nggak ketemu"

" Tetap aja papa kangen"

" Papa bilang mau mengenalkan seseorang sama mama"

" Oh iya, hampir saja papa lupa. Arumi, ayo turun"

Arumi tidak tau harus bersikap seperti apa. Apakah wanita itu akan memakinya, karena sudah berani menjadi madunya. Apa wanita itu akan menerima dirinya.

" Selamat datang di kediaman Kusuma"

Ternyata semua yang Arumi bayangkan tadi tidak terbukti. Wanita cantik didepannya itu justru menyambut kedatangannya dengan hangat. Bahkan wanita cantik itu juga tidak jijik untuk memeluknya. Pelukan wanita itu terasa sangat hangat. Arumi seperti merasakan pelukan seorang ibu. Pelukan yang tidak pernah Arumi dapat dari ibu kandungnya.

" Ayo kita masuk "

Wanita itu membawa Arumi masuk ke dalam rumah mewah itu. Tangan wanita itu terus menggandeng tangan Arumi. Tangan yang terasa hangat.

Arumi kaget melihat ruang tamu di rumah itu. Ruang tamunya sangat luas dan juga rapi. Mungkin ruang tamunya seluas rumahnya di kampung.

" Bik tolong buatkan jus ya"

" Baik Nyah"

Kehidupan yang dibayangkan sahabatnya sekarang bisa ia lihat sendiri. Kemarin sahabatnya pernah bercerita kalau dia jadi orang kaya, dia ingin punya pelayan.

" Siapa nama gadis cantik ini, Pa"

" Arumi, Ma"

" Nama yang cantik seperti orangnya" ucap istri Kusuma sambil membelai kepala Arumi.

Kusuma bahagia melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Seperti harapannya, kalau istrinya akan menyukai Arumi.

" Semoga kedepannya kamu betah tinggal di rumah ini"

" Terima kasih nyonya"

" Nyonya?"

Istri Kusuma terlihat tidak senang dengan panggilan Arumi padanya.

" Mama, bukan nyonya"

" Ma..mama"

" Iya mama, bukan nyonya. Kamu dibawa suaminya saya kesini bukan untuk jadi pembantu. Tapi untuk jadi menantu dan putri saya"

Arumi kaget mendengar ucapan istri tuan Kusuma. Bukankah dia akan menjadi istrinya tuan Kusuma. Tapi kenapa sekarang dia jadi menantu dan juga anak.

" Maaf ya kalau suami mama membuat kamu kaget. Sebenarnya mama yang menyuruh papa untuk mencarikan calon istri untuk putra kami. Tapi sudah lama kami tidak menemukan wanita yang cocok untuknya. Tadi siang papa menelpon mama kalau dia akan mengenalkan seseorang pada mama. Ternyata dia membawa gadis cantik"

Arumi masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Ia benar-benar bingung dengan situasi saat ini.

" Kenapa sayang, kamu tidak mau jadi menantu mama"

" Maaf sebelumnya nyonya"

" Mama, bukan nyonya"

" Maaf sebelumnya, ma...mama. Saya tidak mengerti dengan apa yang mama katakan. Bukankah saya dibawa kesini mau menjadi istri tuan Kusuma"

" Benar itu Pa?"

" Nggak Ma, Arumi salah paham. Mungkin dia mendengar saat orang tuanya bilang seperti itu. Padahal papa belum selesai bicara, tapi orang tua Arumi sudah memotongnya. Kamu akan saya jodohkan dengan anak saya, bukan dengan saya"

" Kamu dengar kan sayang. Kamu itu akan kami jodohkan dengan putra kami. Kamu tidak akan langsung menikah, kamu berkenalan dulu dengan anak mama"

Sekarang Arumi baru mengerti. Ternyata tuan Kusuma mencari calon untuk putranya. Tapi dia belum melihat anaknya tuan Kusuma. Apakah dia mau dijodohkan dengan gadis desa.

" Besok anak mama pulang. Sekarang kamu istirahat dulu ya, nanti kita makan malam bersama. Mama sudah masak makanan enak untuk kamu "

" U... untuk saya"

" Iya, untuk menyambut kedatangan kamu di rumah ini"

Baru kali ini ada yang menyambut kedatangannya. Bahkan sampai di masakin makanan. Apa dia layak mendapatkan perlakuan baik seperti ini.

" Untuk sementara kamu tidur di kamar tamu dulu ya. Nanti mama akan siapkan kamar untuk kamu"

" Iya Ma"

Istri Kusuma mengantarkan Arumi ke kamar tamu. Besok ia akan menyuruh bibik untuk membersihkan kamar yang ada di lantai tiga. Jadi kamar Arumi bersebelahan dengan kamar putranya.

Arumi takjub dengan kamar yang akan ia tempati sementara. Kamar itu sangat bagus dan juga luas. Mungkin ada tiga kali lipat luas kamarnya yang dulu. Dan kamarnya juga jauh berkali-kali lipat bagusnya di bandingkan kamarnya.

" Selamat istirahat sayang, nanti jusnya diantarkan ke kamar kamu sama bibik"

" Terima kasih Ma"

" Sama-sama sayang"

Arumi tidak pernah membayangkan akan tidur dikamar sebagus ini. Tapi sekarang ia akan tidur di kamar yang bagus dan juga luas.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak 💞 💞

Happy reading guys 🤗 🤗.

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!