NovelToon NovelToon
CINTA YANG TAK SEPADAN

CINTA YANG TAK SEPADAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepergian kekasihnya membuat Naya menyadari akan kehilangan yang begitu mendalam. Luka yang ditawarkannya pun begitu hebat hingga membuat Naya harus benar-benar pulih dari rasa sakit hati.

Dan seiring berjalannya waktu, Zaki datang dan mengubah kehidupannya yang dulu begitu terasa hampa penuh luka tersebut kini penuh kebahagiaan yang tak pernah ia miliki sebelumnya.

Namun sayangnya, kebahagiaan itu harus mereka perjuangkan bersama agar tetap bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI DI BAWAH LANGIT YANG SAMA

​Langit sore itu membentang luas, menyisakan semburat jingga yang membakar cakrawala, namun di pemakaman yang tertata dan tenang ini, suasana terasa jauh lebih dingin. Makam Hana dan Reno terletak di area private, dengan hamparan rumput hijau yang dipotong apik dan batu nisan marmer hitam yang berkilau tertimpa cahaya matahari. Tidak ada kesan kumuh atau angker di sini, yang ada hanyalah keheningan yang menyesakkan, dipercantik oleh deretan kamboja putih yang gugur di atas tanah yang masih basah.

​Naya lalu berlutut di antara dua pusara itu. Seragam guru yang ia kenakan tampak kontras dengan kemewahan tempat peristirahatan terakhir kedua sahabatnya. Dengan tangan yang sedikit bergetar, ia meletakkan dua tangkai bunga krisan putih di atas nisan masing-masing.

​Ia tersenyum getir, sebuah lengkungan bibir yang lebih mirip retakan. "Aku nggak menyangka, kalau hari itu adalah percakapan terakhir kita, Han," gumamnya, suaranya parau, tersapu angin sore yang bertiup pelan. Jemarinya yang pucat mengusap permukaan marmer nisan Hana, merasakan dinginnya batu yang kini menjadi satu-satunya wujud nyata sahabatnya.

​"Nasihat itu... nasihat terakhir yang kamu berikan padaku... tapi aku gak gila, Han," lanjutnya, air mata mulai menggenang di pelupuk. "Aku benar-benar mencintai Zaki. Meski aku selalu jatuh dalam lubang yang sama, meski aku tahu takdir selalu punya cara untuk mengkhianatiku, entah kenapa ada dorongan untuk aku bangun bahkan setiap kali aku melihat matanya yang begitu tulus."

Hening. Tak ada jawaban. Hanya desau angin sore yang membalas bisikannya, membawa serta aroma melati dan rumput basah yang menyesakkan. Angin itu berhembus pelan, menerbangkan helai rambutnya yang tak terikat, seolah alam pun turut membisu, membiarkan kalimat itu menggantung di antara nisan Hana dan Reno.

"Aku gak peduli aku akan hancur lagi, Han." Lanjut Naya. "Aku siap. Karena aku tahu, pada akhirnya, aku akan selalu memiliki pola yang sama... mencintai, dan ditinggalkan."

​"Aku nggak akan biarkan itu terjadi."

​Sebuah suara berat yang tegas memotong keheningan. Naya terlonjak, hatinya mencelos. Ia mengusap kasar air matanya, buru-buru menutupi kerapuhannya sebelum mendongak. Di sana, berdiri bayangan seorang lelaki yang menghalangi cahaya matahari sore.

Ya. Zaki.

Lelaki itu berdiri tegak, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, antara perlindungan yang obsesif dan kepedulian yang mendalam.

​"Za-zaki?" Naya tergagap, suaranya hilang ditelan angin. "Kamu... kenapa bisa ada di sini?"

​Zaki tidak menjawab pertanyaan itu. Ia melangkah maju, membiarkan sepatu kanvasnya menginjak rumput yang terawat, mengabaikan protokol sopan santun di tempat peristirahatan orang mati. Ia berhenti tepat di hadapan Naya, lalu tanpa permisi, meraih kedua jemari Naya yang dingin.

​Zaki menatap nisan Hana dan Reno sejenak dengan sorot mata menantang. "Mereka pasti akan memprotesku sekarang. Beraninya bocah ini mendekati wanita seperti Naya," desisnya, lalu ia tertawa kecil, meski sorot matanya tidak ikut tertawa. Jakunnya bergerak naik turun, menunjukkan betapa sulitnya ia menahan gejolak di dadanya.

​Tiba-tiba, Zaki menunduk, mengunci tatapan Naya dengan intensitas yang membuat wanita itu merasa telanjang secara emosional. ​"Tapi setelah aku mengenalmu, Naya... kamu bukan lagi sekadar guruku atau wanita yang aku kagumi," suaranya merendah, menjadi bisikan puitis yang menyakitkan. "Kamu adalah kristal yang terlalu indah untuk dunia yang kasar ini. Kamu terlalu rapuh, dan dunia... dunia adalah palu yang siap menghancurkanmu kapan saja."

​Zaki mengeratkan genggamannya, menyalurkan kehangatan dari telapak tangannya yang besar ke tangan Naya yang gemetar. ​"Dulu, mungkin kamu terjebak dalam pola yang sama. Dulu, mungkin semua orang yang kamu cintai pergi. Tapi dengarkan aku," lanjut Zaki, matanya berkaca-kaca namun penuh tekad. "Aku adalah pengecualian. Aku akan menjadi dinding yang tak akan roboh, menjadi rumah yang akan selalu membuka pintu, dan menjadi alasan kenapa kamu tidak perlu takut lagi pada kesendirian. Biarkan orang lain pergi, biarkan takdir mencoba merebutmu dariku. Aku tidak akan membiarkan pola itu terulang."

Naya tertegun, "Za-Zaki..."

"Kamu harus percaya, bahwa saat ini, ada seseorang yang rela menukar nyawanya hanya untuk memastikan kamu tetap bisa bernapas dengan tenang di duniaku."

​Naya terdiam, napasnya tertahan di tenggorokan. Di antara nisan yang dingin dan kesunyian makam yang agung, janji Zaki terasa seperti mantra yang membelenggu jiwanya, menariknya lebih dalam ke dalam pusaran cinta yang mungkin, pada akhirnya, akan menjadi penyelamat atau kehancuran terakhirnya. "Zaki, kamu..."

"Jadi, tolong. Percayalah. Biar aku yang memperbaiki semuanya." Sambung Zaki penuh keyakinan. "Untuk semua yang hadir, untuk semua luka yang kamu terima, biarkan semuanya berlalu. Karena sekarang, pola itu akan aku perbaiki."

Naya menatap Zaki dengan senyum yang getir. Ia tidak menyangka, di balik seragam hitam putih yang masih dikenakannya, tersimpan kedewasaan yang melampaui usianya. Zaki hanyalah seorang pemuda yang mungkin belum sepenuhnya memahami kerumitan dunia orang dewasa, belum pernah merasakan asam garam kehidupan yang sebenarnya, namun ketulusan di matanya jauh lebih nyata daripada janji-janji manis pria lain yang pernah mematahkan hatinya. ​Entah karena rasa cintanya yang sudah terlalu dalam hingga membutakan logika, atau karena hatinya memang sudah terlalu lelah untuk terus bertarung sendirian, hingga ia merasa pasrah. Ada semacam daya tarik magis yang membuatnya ingin percaya, meski ia tahu ada risiko besar menanti di depan sana. Namun, Zaki nampak begitu serius, setiap kata yang ia ucapkan seolah adalah sumpah yang ia ukir di atas batu karang.

​Drrrt... Drrrt...

​Getaran panjang dari ponsel di dalam tas Naya memecah keheningan yang menyesakkan itu. Ia mengerjap, menarik napas panjang untuk mengumpulkan kesadaran yang sempat melayang, lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel. Layarnya menyala terang di tengah redupnya cahaya sore yang mulai memerah, sebuah panggilan masuk dari Bi Retno.

​"Halo, Bik? Kenapa?" balas Naya cepat dengan suara bergetar.

​"Non, maaf ganggu. Boleh ke rumah sebentar?"

"Iya, Bik. Sebentar lagi aku kesana."

Tuuut.

"Siapa?" Tanya Zaki penasaran.

"Bik Retno. Kayaknya, Kikan nangis lagi." Jawab Naya sambil menatap ke arah pemakaman Hana dan Reno. "Kasihan Kikan. Aku harus kesana sekarang, Zaki."

Zaki menatap Naya dalam-dalam, lalu beralih menatap pusara Hana dan Reno di hadapan mereka untuk terakhir kalinya, seolah memberikan janji bisu kepada sahabat-sahabat Naya yang telah tiada. Ia tidak butuh jawaban atau izin lebih lanjut. Dengan gerakan yang tegas namun lembut, ia kembali meraih jemari Naya, menggenggamnya erat seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya ke dalam tangan yang dingin itu. ​"Biar aku antar."

****

1
Rahmi Mamimima
Typo ini.. Harusnya aku yg pduli sm kamu
Rahmi Mamimima
Kasian, naya udah g punya sahabat baik lagi

Kinan jug ksian krna uda g punya orang tua
Rahmi Mamimima
Wadduuhh gimana si kecil? Apa dy ikut dlm kcelakaan itu?
Rahmi Mamimima
Ah masa iya stlh obrolan itu tdk ad obrolan lgi ntara nya dan zaki
Mlah nay tu dr grup sekolahan, bkn dr zaki sendiri
Rahmi Mamimima
🤣🤣🤣😄Org lagi jatuh cinta kok malah mau d bw k psikiater
Rahmi Mamimima
Jatuh cinta beneran si naya sm muridnya
Rahmi Mamimima
Ibunya sdh mninggl? Apa krna anaknya g jdi mnikah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!