NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pilihan Hati

Bukan Pengantin Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Bukan Pengantin Pilihan Hati

"Dua hati yang terikat wasiat, dua masa lalu yang belum usai. Sanggupkah pernikahan tanpa cinta ini bertahan?"

Dunia Naura runtuh seketika. Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa sang ayah memaksanya mengubur mimpi indah bersama Rama, kekasihnya. Demi wasiat terakhir, Naura terpaksa menikah dengan Arka,pria asing pilihan sang ayah.

Luka Naura kian menganga saat mengetahui Arka pun sebenarnya sudah memiliki kekasih. Mereka hanyalah dua orang asing yang terjebak dalam sangkar pernikahan tanpa cinta.

Namun, hari-hari di bawah satu atap perlahan mengubah segalanya. Di balik ketampanannya, Arka ternyata sosok suami yang sangat sopan, bertanggung jawab, dan penuh perhatian. Kelembutan dan sikap penyayang Arka pelan-pelan mulai meruntuhkan dinding pertahanan hati Naura.

Saat benih-benih cinta tulus mulai tumbuh di antara mereka, akankah masa lalu merelakan mereka bahagia? Ataukah mereka akan selamanya menjadi pengantin yang salah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Pembuktian dan Masa Depan

Tiga bulan berlalu sejak momentum Rapat Umum Pemegang Saham yang bersejarah itu. Efek domino dari kemeja batik sutra hitam yang dikenakan Arka hari itu ternyata jauh lebih masif daripada yang pernah dibayangkan oleh tim manajemen Pratama Group sekalipun.

Foto-foto Arka dan Naura yang berjalan beriringan di lobi gedung pusat sempat menjadi viral di berbagai media sosial dan platform berita digital. Publik tidak hanya mengagumi keserasian visual pasangan muda tersebut, melainkan juga menaruh rasa penasaran yang sangat tinggi pada lini pakaian pria eksklusif dari merek dagang "NAURA"

Gedung berarsitektur modern di pusat kota yang dulunya hanya berfungsi sebagai ruang pameran temporer, kini telah bertransformasi sepenuhnya menjadi butik utama berlabel “NAURA House of Fashion”.

Lantai satu didedikasikan untuk koleksi pakaian wanita siap pakai (ready-to-wear) yang terus mempertahankan karakter earth tone yang anggun, minimalis, dan berkelas.

Sementara itu, lantai dua diubah menjadi studio eksklusif bernuansa maskulin industrial dengan dinding kayu jati dan sofa kulit premium sebuah ruang khusus untuk lini “NAURA Homme” yang melayani pembuatan pakaian pria dengan sistem janji temu personal.

Kesibukan Naura kini berpindah dari studio kecil di lantai dua rumah mereka ke butik utama ini. Sebagai direktur kreatif, ia kini membawahi dua puluh penjahit lokal berbakat dan lima asisten desainer muda yang ia seleksi secara ketat bersama Evan.

Walaupun skalanya sudah membesar menjadi korporasi mode yang diperhitungkan, Naura tetap mempertahankan idealisme jahitannya; setiap detail potongan pola utama dan pemilihan kain harus melalui persetujuan dan sentuhan akhir dari tangannya sendiri.

Sore itu, rintik hujan bulan November mulai membasahi jalanan ibu kota, menciptakan suasana syahdu di luar dinding kaca besar butik “NAURA House of Fashion”. Naura sedang berdiri di lantai dua, mengawasi salah satu asisten jahitnya yang sedang memasangkan jas wol abu-abu pada manekin kayu.

Ia mengenakan gaun midi rajut berwarna cokelat moka yang dipadukan dengan selendang tenun sutra kecil di bahunya penampilan seorang wanita karier yang matang namun tetap memancarkan kelembutan seorang istri.

"Mbak Naura, semua berkas laporan penjualan untuk kuartal ini dan kontrak kerja sama dengan departemen stor mewah di Singapura sudah saya rapikan di meja kerja," ujar Evan yang tiba-tiba melangkah menaiki tangga besi lantai dua.

Pemuda itu kini menjabat sebagai manajer operasional utama butik, tampak rapi dengan kemeja kasualnya.

Naura menoleh, lalu mengulas senyuman tipis yang hangat. "Terima kasih banyak, Mas Evan. Kalau tidak ada kendala lagi, jadwal janji temu dengan klien VIP malam ini adalah yang terakhir untuk minggu ini, kan?"

"Betul sekali, Mbak. Setelah pukul tujuh malam nanti, Mbak Naura resmi bebas tugas dan bisa menikmati akhir pekan yang panjang bersama Pak Bos Besar," goda Evan dengan kerlingan jenaka khasnya yang tidak pernah berubah sejak dulu.

"Omong-omong, Pak Arka tadi mengirim pesan melalui sekretarisnya. Beliau bilang akan menjemput Mbak Naura tepat waktu malam ini."

Mendengar nama suaminya disebut, binar kebahagiaan yang konstan langsung terpancar dari sepasang mata indah Naura.

Pernikahan mereka yang kini berjalan hampir satu tahun telah melewati berbagai macam fase; mulai dari kecanggungan sebuah wasiat paksaan, teror masa lalu, hingga kini berada di puncak keselarasan hidup. Arka tidak pernah sekalipun ingkar pada janjinya untuk menjadi pelindung dan pendukung terbesar dalam setiap jengkal langkah karier Naura.

Tepat pukul tujuh malam, lampu-lampu utama di area luar butik mulai menyala, memantulkan pendar cahaya keemasan di atas permukaan aspal yang basah oleh sisa air hujan. Sebuah mobil sedan hitam mewah yang sangat akrab di mata Naura perlahan memasuki area lobi depan butik.

Arka Pratama melangkah keluar dari dalam mobil.

Pria tegap itu mengenakan setelan jas kasual tanpa dasi, dengan kemeja bagian dalam yang sengaja dibuka kancing teratasnya, menampilkan kesan maskulin yang sangat berwibawa namun santai.

Ia berjalan melewati pintu kaca ganda butik dengan langkahnya yang lebar dan penuh percaya diri.

Beberapa karyawan butik yang masih merapikan gantungan baju langsung membungkuk hormat menyapa sang komisaris utama mereka.

Arka tidak berhenti di lantai satu. Ia langsung melangkah menaiki anak tangga menuju lantai dua, di mana Naura sudah berdiri menantinya di dekat meja konsol kayu.

"Sudah selesai semua urusanmu hari ini, hm?" tanya Arka, suara baritonnya yang berat terdengar begitu menenangkan di tengah kesunyian studio lantai dua yang mulai sepi. Ia berjalan mendekat, mengabaikan keberadaan Evan yang sengaja memalingkan wajah pura-pura sibuk dengan tabletnya, lalu langsung melingkarkan lengan kekarnya di sekeliling pinggang ramping Naura.

Naura mendongak, menyambut tatapan mata elang suaminya dengan senyuman termanis yang ia miliki. Ia mengangkat kedua tangannya untuk merapikan sedikit kerah jas Arka yang agak terlipat karena embusan angin luar. "Sudah selesai, Kak. Semua berkas dan janji temu untuk minggu ini sudah beres. Kita bisa pulang sekarang."

"Bagus. Karena malam ini, aku sudah meminta Bi Minah untuk menyiapkan makan malam khusus di rumah. Ibu dan Ayah juga akan datang bergabung dengan kita," ujar Arka seraya mengecup dahi Naura dengan lembut dan lama sebuah rutinitas penuh kasih sayang yang tidak pernah ia lewatkan setiap kali menjemput istrinya.

Suasana di ruang makan rumah minimalis mereka malam itu terasa sangat hangat dan dipenuhi oleh riuh rendah obrolan kekeluargaan.

Pak Baskoro dan Ibu Sofia duduk berdampingan di satu sisi meja, sementara Arka dan Naura duduk berhadapan dengan mereka. Di atas meja makan, tersaji berbagai macam hidangan rumahan tradisional favorit mereka, mulai dari sup iga hangat, ayam goreng lengkuas, hingga sambal bajak buatan Naura yang kini menjadi kegemaran baru Pak Baskoro.

"Mas Baskoro, kamu harus melihat bagaimana butik Naura di pusat kota sore tadi," ujar Sofia dengan nada suara yang dipenuhi kebanggaan seorang ibu mertua kepada lingkaran sosialnya. "Hampir seluruh koleksi wanita siap pakai miliknya habis dipesan. Bahkan beberapa teman arisanku dari kalangan pejabat harus rela masuk daftar tunggu selama satu bulan hanya untuk mendapatkan satu setel blazer linen bermerek "NAURA."

Pak Baskoro tertawa rendah, sebuah tawa yang sarat akan kepuasan mendalam. Pria paruh baya yang dulu dikenal sangat kaku dan berorientasi pada bisnis murni itu kini menatap Naura dengan pandangan mata seorang ayah yang penuh kasih sayang.

"Aku sudah menduganya sejak awal, Sofia. Darah seni mendiang Raharjo mengalir sempurna di dalam diri Naura. Raharjo pasti akan sangat bangga melihat putrinya dari atas sana malam ini."

Mendengar nama mendiang ayahnya disebut dalam suasana yang begitu terhormat dan penuh penerimaan, dada Naura mendadak bergemuruh hebat oleh rasa haru yang luar biasa. Air mata kebahagiaan yang hangat sempat menggenang di sudut mata indahnya, namun ia dengan cepat mengulas senyuman tipis seraya menggenggam erat tangan Arka yang berada di bawah meja makan. Arka memberikan remasan lembut yang konstan di jemari istrinya, seolah menyalurkan kekuatan emosional yang tak terbatas.

"Terima kasih banyak, Ayah, Ibu," lirih Naura tulus. "Semua keberhasilan ini tidak akan pernah ada tanpa bimbingan dari Ibu dan kepercayaan yang sudah Ayah berikan kepada kami sejak awal."

"Kamu layak mendapatkannya, Naura," potong Arka tegas, menoleh menatap wajah cantik istrinya dengan binar kepemilikan yang mutlak. "Kamu telah membuktikan kepada dunia bahwa martabat, bakat, dan ketulusan hati jauh lebih berharga daripada sekadar label status sosial yang kosong."

Setelah makan malam selesai dan kedua orang tua Arka berpamitan pulang menjelang pukul sepuluh malam, keheningan yang damai kembali menyelimuti rumah minimalis berlantai dua tersebut. Udara malam yang sejuk sisa hujan sore tadi berembus perlahan melewati celah jendela ruang tengah yang sengaja dibuka sedikit.

Arka dan Naura memutuskan untuk beristirahat di kamar utama mereka di lantai dua.

1
Mutia Kim🍑
Gimana hancurnya Rama melihat kekasih hatinya menikah dengan pria lain. Padahal dia udah mau ngelamar lho😭
MayAyunda: ya ..namanya jodoh kita nggk tahu kak 😄
total 1 replies
Mutia Kim🍑
Dilema banget jadi Naura. Kalau berat, jangan pilih dua-duanya aja😭
MayAyunda: pilih salah satu aja kak😁
total 1 replies
falea sezi
kenapa g jujur
MayAyunda: belum waktunya kak 😁🫢
total 1 replies
~SasMaya ✧
suami idaman
MayAyunda: jadi pengen ya kak 😁😁
total 1 replies
~SasMaya ✧
sekalian nyindir ga sih 😂
MayAyunda: ha..ha ..bisa jadi
total 1 replies
~SasMaya ✧
apa keinget Rama 🫣
MayAyunda: he ..he
total 1 replies
~SasMaya ✧
berbunga-bunga pasti Naura 🤭
MayAyunda: sampai berkembang kak 😁😁
total 1 replies
~SasMaya ✧
ah.. kan manis banget arka ini
MayAyunda: semanis yang baca 😍😁😁
total 1 replies
~SasMaya ✧
frustasi kah Rama? sampe g sempet cukuran
MayAyunda: iya kak😁
total 1 replies
~SasMaya ✧
Araka sama Rama, sama-sama baik...
MayAyunda: terimkasih kak
total 1 replies
~SasMaya ✧
secara ga langsung Arka menghargai Naura
MayAyunda: betul kak
total 1 replies
~SasMaya ✧
lah... jadi kaya nikah kontrak ya
MayAyunda: iya 😁
total 1 replies
~SasMaya ✧
ahh... kasiannya Rama.
MayAyunda: he he
total 1 replies
~SasMaya ✧
lah... gimana sama Rama, kasian... keknya Rama juga baik.
MayAyunda: iya kak 😄
total 1 replies
~SasMaya ✧
sabar ya Naura, aku tahu rasanya /Whimper/
~SasMaya ✧
Naura udah ga punya ibu juga kah?
MayAyunda: iya sudah meninggal
total 1 replies
~SasMaya ✧
keknya papahnya tau sesuatu yang Naura ga tau, makanya di jodohin sama Arka.
MayAyunda: iya kak
total 1 replies
~SasMaya ✧
Naura pasti dilema banget ini
~SasMaya ✧
keluarga pasti ikut syok banget /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!