NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGOSONGKAN JADWAL DEMI SANG PUTRA

Matahari sore sudah mulai condong ke barat, memancarkan semburat warna jingga yang hangat di langit. Di dalam kamar, Arkana baru saja menggeliat bangun dari tidur siangnya yang nyenyak. Bocah kecil itu mengerjapkan mata, mendapati kasurnya sudah kosong, namun aroma maskulin khas Samudera masih tertinggal samar di bantalnya.

​Baru saja Alana hendak menyuapi Arka sepotong buah di ruang tengah, suara ketukan pintu terdengar dari depan, disusul suara mobil yang berhenti di pekarangan rumah.

​Alana mengernyit bingung. Ia melangkah untuk membuka pintu, dan pemandangan di teras sukses membuat matanya membelalak.

​Seorang pria bermata elang dengan setelan jas rapi—yang Alana kenali sebagai Randy, asisten pribadi kepercayaan Samudera—berdiri di sana. Di belakang randy, dua orang berbadan tegap tampak kewalahan membawa beberapa kotak besar yang ditumpuk tinggi.

​"Selamat sore, Ibu Alana," sapa Randy dengan senyum profesional dan membungkuk sopan.

​"Sore,. Ini... ada apa, ya?" tanya Alana heran, menatap tumpukan kotak mainan bermerek mahal yang ada di depan matanya. Ada robot besar, lintasan balap mobil elektrik, hingga lego set berukuran raksasa.

​Randy terkekeh sopan sambil merogoh saku jasnya, mengeluarkan ponselnya. "Ini semua perintah langsung dari Pak Samudera, Bu. Beliau mengirim pesan WhatsApp kepada saya sekitar satu jam yang lalu, saat mendampingi tuan Arka tidur siang. Pak Samudera meminta saya mengosongkan satu toko mainan terbesar di mal dan langsung mengantarkannya ke sini sore ini juga."

​Alana hanya bisa menepuk dahinya pelan. Sifat implusif dan dominan Samudera ternyata tidak berubah, terutama jika itu menyangkut putra mereka. Pria itu benar-benar tidak main-main dengan ucapannya untuk memanjakan Arka.

​"Wah! Mainan banyakkk!"

​Seruan riang itu memecah kecanggangan. Arkana tiba-tiba sudah berlari kecil keluar dari dalam rumah. Matanya yang bulat berbinar-binar sempurna melihat kotak-kotak mainan setinggi tubuhnya itu. Rasa kantuknya instan hilang tak berbekas.

​Randy langsung berlutut menyamakan tinggi badan dengan Arka. "Sore, Jagoan. Ini semua hadiah dari Papa Samudera untuk Arka. Papa bilang, Arka harus jadi anak yang kuat dan ceria."

​Arka melompat kegirangan, lalu menoleh ke arah ibunya dengan tatapan memohon yang sangat menggemaskan. "Ibu, boleh Arka buka? Papa Samudera baik sekali!"

​Alana menatap Arka yang begitu bahagia, lalu beralih menatap Randy. Sebuah helaan napas pasrah namun diiringi senyuman tipis akhirnya lolos dari bibir Alana. "Iya, boleh. Bilang apa sama Om Randy?"

​"Terima kasih, Om Randy! Terima kasih, Papa Samudera!" seru Arka lantang, langsung mendekati salah satu kotak lego raksasa dengan tidak sabar.

Setelah memastikan seluruh mainan tersusun rapi di ruang tengah rumah Alana, Randy segera memacu mobilnya kembali menuju gedung perkantoran megah berlantai tiga puluh di pusat kota.

​Meskipun hari ini adalah akhir pekan, atmosfer di lantai teratas gedung itu tetap terasa formal dan sunyi. Randy melangkah tegap menyusuri koridor, lalu mengetuk pintu kayu jati besar berlapis peredam suara sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi atasannya.

​Di balik meja kerja mahoni yang luas, Samudera duduk bersandar. Kemeja putih yang tadi siang sempat kusut akibat pukulan dan remasan Alana kini sudah berganti dengan kemeja hitam baru yang segar, namun gulungan lengannya hingga siku menandakan pria itu masih diselimuti sisa ketegangan. Pandangannya lurus menatap keluar jendela kaca besar yang menampilkan lanskap senja kota Jakarta.

​Mendengar langkah kaki yang familier, Samudera memutar kursinya. Tatapan matanya yang tajam langsung terkunci pada sang asisten.

​"Bagaimana?" tanya Samudera, suaranya berat dan sarat akan tuntutan. Tidak ada basa-basi.

​Randy membungkuk hormat, seulas senyum tipis profesional terbit di wajahnya. "Semua tugas sudah selesai dilaksanakan dengan baik, Pak. Mainannya sudah tiba di rumah Ibu Alana. tuan Arka terlihat sangat senang saat melihat hadiah-hadiah dari Bapak."

​Mendengar kalimat "Dek Arka terlihat sangat senang", kilat ketegangan di wajah Samudera perlahan mengendur. Ada binar kehangatan dan rasa lega yang amat sangat yang tidak bisa ia sembunyikan dari matanya.

​"Apakah Alana memprotesnya?" Samudera kembali bertanya, menyelidiki reaksi wanita itu.

​"Ibu Alana sempat terkejut, Pak. Tapi melihat kegembiraan tuan Arka, beliau akhirnya mengizinkan semuanya masuk dan menitipkan pesan terima kasih," jawab Randy jujur, lalu melangkah maju untuk meletakkan beberapa berkas laporan di atas meja. "Selain itu, sesuai perintah Bapak lewat WhatsApp tadi, saya sudah menjadwalkan ulang seluruh agenda kerja Bapak untuk hari Senin besok. Jam delapan hingga jam sepuluh pagi sudah dikosongkan total."

​Samudera mengangguk puas. Hari Senin besok adalah hari penting baginya—hari di mana ia akan menepati janji pertamanya pada Arkana di kelas online bocah itu.

​"Bagus, Randy. Pastikan tidak ada satu pun urusan bisnis yang mengganggu jadwal itu," tegas Samudera sembari mengetukkan jemarinya di atas meja. Tatapannya kembali beralih pada pemandangan senja di luar, namun kali ini dengan tekad yang jauh lebih kuat. "Empat tahun mereka berjuang sendirian. Sekarang, giliranku untuk memastikan tidak ada satu pun kebutuhan mereka yang terlewat."

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!