NovelToon NovelToon
PEWARIS NAGA EMAS

PEWARIS NAGA EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: suryadharma

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Altar Terlarang Papua dan Segel Terakhir

Kembali ke markas Paviliun Naga Emas di Jakarta Selatan terasa seperti pulang ke pelukan rumah yang hangat setelah badai panjang. Arkan Wijaya melangkah turun dari kapal udara utama dengan langkah mantap, jubah hitam keemasannya masih berbau asin laut Flores. Nascent Soul Tingkat 2 awal-nya memancarkan aura yang begitu kuat hingga seluruh anggota Paviliun yang menyambutnya berlutut secara bersamaan, kepala tertunduk penuh hormat.

“Raja Naga! Ratu Naga!” sorak sorai membahana di seluruh kompleks.

Sela Juanda berjalan di samping Arkan, tangan mereka saling genggam erat. Tubuh seksi dan cantiknya masih terlihat lelah setelah pertempuran bawah laut, tapi matanya penuh kebanggaan dan cinta. Di belakang mereka, Juanda Hartono dan para elder membawa harta karun dari Istana Bawah Laut — kristal-kristal Darah Naga Kuno yang berkilau gelap.

Malam itu, Paviliun menggelar pesta besar untuk merayakan kemenangan. Ribuan lentera emas dinyalakan, musik tradisional Nusantara mengalun, dan aroma makanan mewah memenuhi udara. Arkan duduk di singgasana utama bersama Sela, tangannya tak pernah lepas dari pinggang gadis itu.

Setelah pesta mereda, Arkan menarik Sela pergi ke kamar kerajaan pribadi mereka di puncak menara. Begitu pintu tertutup, Arkan langsung menekan Sela ke dinding dengan penuh dominasi. Ciumannya ganas, penuh hasrat yang tertahan selama perjalanan panjang.

“Aku butuh kamu malam ini,” bisik Arkan dengan suara serak di telinga Sela. Tangan kekarnya merobek gaun gadis itu dengan mudah, memperlihatkan kulit mulus yang sudah banyak meninggalkan bekas cinta darinya.

Sela mendesah, tangannya memeluk leher Arkan. “Ambil aku… seluruhnya.”

Malam itu menjadi malam paling intens yang pernah mereka lewati. Arkan mencintai Sela di setiap sudut kamar — di ranjang, di balkon di bawah bulan, bahkan di kolam air panas pribadi. Gerakan mereka liar, penuh kepemilikan, seolah takut kehilangan satu sama lain di Altar Terlarang nanti. Naga Qi mereka bercampur begitu kuat hingga membentuk pusaran emas kecil di atas menara. Arkan naik ke Nascent Soul Tingkat 2 pertengahan, sementara Sela breakthrough ke Nascent Soul Tingkat 1 penuh.

Di akhir malam, mereka berbaring telanjang saling peluk di ranjang besar. Sela menyusuri dada kekar Arkan dengan jari lentiknya.

“Segel ketiga… aku takut itu akan meminta pengorbanan darimu,” bisik Sela pelan.

Arkan mencium keningnya dalam-dalam. “Apapun pengorbanannya, aku akan bayar. Tapi aku janji… aku akan kembali padamu.”

Keesokan harinya, rapat strategi besar digelar. Arkan berdiri di depan peta Nusantara raksasa.

“Altar Terlarang di Papua adalah titik terakhir. Di sana tersimpan inti asli Raja Kegelapan. Jika kita gagal, kegelapan akan bangkit kembali dan menelan seluruh Nusantara. Kita akan berangkat dengan seluruh kekuatan penuh.”

Persiapan memakan waktu dua minggu. Paviliun memproduksi puluhan ribu pil, senjata spiritual, dan formasi perang besar. Arkan sendiri menghabiskan waktu setiap malam untuk mengajari Sela teknik baru dari warisan cincin.

Akhirnya, armada raksasa berangkat menuju Papua. Kali ini bukan hanya kapal laut, tapi juga 12 kapal udara spiritual. Total 620 elit Paviliun ikut serta — kekuatan terbesar yang pernah dikerahkan.

Perjalanan menuju Papua penuh rintangan. Di Laut Banda, mereka dihadang badai spiritual raksasa yang dikendalikan kegelapan. Ombak setinggi 50 meter menghantam kapal. Arkan berdiri di haluan kapal utama, melepaskan **Mahkota Naga Abadi** untuk membelah badai tersebut. Cahaya emasnya menyinari seluruh armada, memberi semangat kepada semua pasukan.

Di tengah badai, Sela berdiri di samping Arkan, tangan mereka saling genggam. Qi mereka menyatu, menciptakan perisai emas raksasa yang melindungi seluruh armada. Badai itu akhirnya berhasil dilewati, tapi dengan harga yang mahal — 18 orang gugur sebagai pahlawan.

Sesampainya di pantai Papua, hutan lebat dan gunung-gunung tinggi menyambut mereka dengan aura misterius. Mereka mendirikan perkemahan besar dan beristirahat satu hari sebelum mendaki ke Altar Terlarang yang tersembunyi di puncak gunung tertinggi.

Malam itu, di tenda utama, Arkan dan Sela duduk berdua di luar, memandang bintang.

“Aku merasakan panggilan dari cincin semakin kuat,” kata Arkan pelan. “Segel ketiga akan terbuka di altar itu. Tapi… ada harga yang harus dibayar.”

Sela memeluk lengannya. “Apapun harganya, aku ikut bayar bersamamu.”

Keesokan paginya, tim inti mendaki gunung. Perjalanan penuh bahaya — makhluk kegelapan purba, jebakan jiwa, dan ilusi yang hampir membuat beberapa elder gila. Arkan memimpin di depan, menebas segala rintangan dengan Pedang Raja Naga. Sela di belakangnya selalu siap mendukung.

Setelah tiga hari mendaki penuh pertempuran, mereka akhirnya tiba di Altar Terlarang. Altar itu berupa sebuah platform batu hitam raksasa di puncak gunung, dikelilingi kabut merah darah. Di tengah altar berdiri sebuah patung Raja Kegelapan yang utuh, matanya mulai menyala merah.

Begitu Arkan melangkah ke altar, seluruh kabut berputar ganas. Patung itu bergerak, berubah menjadi sosok hidup — manifestasi terakhir Raja Kegelapan, setara Nascent Soul Tingkat 7.

“Pewaris… kau akhirnya datang untuk mati,” suaranya mengguncang gunung.

Pertempuran pamungkas meledak.

Arkan berubah sepenuhnya menjadi Transformasi Naga Emas Sejati. Tubuhnya menjadi raksasa emas setinggi 10 meter. Pedang Raja Naga di tangannya berubah menjadi pedang raksasa. Ia bertarung habis-habisan melawan Raja Kegelapan.

Sela dan seluruh pasukan bertarung melawan ribuan bayangan kegelapan yang muncul dari tanah. Pertempuran itu begitu epik hingga langit Papua berubah warna — separuh emas, separuh hitam.

Arkan terluka parah berkali-kali. Dada, lengan, dan punggungnya penuh luka dalam. Tapi setiap kali jatuh, ia bangkit lagi melihat Sela yang bertarung di bawah sana.

Di saat kritis, Arkan memanggil segel ketiga cincin dengan seluruh jiwanya.

“Cincin Naga Emas… buka segel terakhirmu!”

Cincin menyala terang seperti matahari. Jiwa Naga Emas Agung muncul sepenuhnya, menyatu dengan Arkan. Kekuatannya melonjak ke level yang belum pernah ada — setara Nascent Soul Tingkat 9.

Dengan satu serangan pamungkas Jiwa Naga Keabadian, Arkan menghancurkan manifestasi Raja Kegelapan menjadi abu. Altar Terlarang runtuh. Kegelapan yang tersisa di Nusantara lenyap selamanya.

Arkan jatuh dari langit, tubuhnya kembali normal. Sela berlari memeluknya di tengah reruntuhan altar, menangis keras.

“Kamu selamat… kamu selamat…” isak Sela berulang kali.

Arkan tersenyum lemah, tangannya menyentuh wajah Sela. “Aku kembali… seperti yang kujanjikan.”

Dengan kemenangan ini, segel ketiga terbuka sepenuhnya. Arkan mendapat warisan lengkap — teknik keabadian, kemampuan memanggil Naga Emas Agung kapan saja, dan pemahaman penuh tentang asal-usul cincin.

Pasukan Paviliun bersorak kemenangan di puncak gunung Papua. Arkan, dengan tubuh penuh luka, berdiri bersama Sela di bawah langit yang mulai cerah.

Rahasia cincin akhirnya terkuak sepenuhnya.

Dan Raja Naga Nusantara telah menjadi legenda yang abadi.

1
Manusia Ikan 🫪
pembukaan yang menarik/Chuckle/
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak
total 1 replies
T28J
aku suka 👍
T28J: jangan lupa mampir ketempat syaa juga kak👍
total 2 replies
Tarmin Dono
bagus sih ni,smngat yaa thor nulisnya,,,,💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak, siap🙏🏻😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!