NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 26

"Sial-an! Benar-benar tidak tahu diuntung si Fathur itu!" geram Fajar sembari berkacak pinggang.

"Dia pikir dia siapa sekarang? Baru jadi Wakil Manajer saja sudah berani mengajari kita soal cara berbakti!"

"Ini semua gara-gara perempuan itu, Mas. Aku berani sumpah, Rumi yang sudah membisikkan ra-cun ke telinga Fathur seperti yang di katakan oleh Ibu. Mana mungkin Fathur yang penurut itu tiba-tiba punya nyali membantah kita kalau bukan karena ha-sutan dari wanita yang bahka tak jelas asal-usulnya itu!" Fikri tak kalah geram.

"Ya, kamu benar. Rumi sengaja menggunakan kehamilannya untuk mengi-kat Fathur dan memisahkan dia dari kita," sahut Fajar ketus.

"Dia tahu kalau dia punya anak, posisi dia akan kuat. Licik sekali!"

Fikri kemudian teringat pada lembaran kertas kontrak cicilan motor yang tadi dilemparkan Fathur. Ia merogoh saku dan meremas kertas itu hingga lecek.

"Sekarang bagaimana soal cicilan Elisa? Dan uang bulanan Ibu? Intan tidak akan mungkin mau membagi uang belanja untuk cicilan motor orang lain. Bisa-bisa rumah tanggaku yang hancur kalau aku mendadak minta uang tambahan untuk Ibu."

"Sama! Kamu pikir aku berani bilang kepada Hana kalau jatah bulanan dari Fathur diputus? Yang ada dia akan mengamuk karena rencana liburan kami bisa batal!" Fajar mondar-mandir dengan gelisah.

"Kita tidak bisa membiarkan ini, Fikri. Kita harus kasih pelajaran pada Rumi. Dia harus tahu posisinya. Kalau dia terus ada di sisi Fathur, kenyamanan kita akan terganggu."

"Kita harus ke rumah Ibu sekarang," usul Fikri dengan tatapan tajam.

"kita cari jalan keluarnya bersama-sama. Mungkin dengan kembali membaut dia kehilangan calon anaknya? Atau bisa lebih dari itu!" tambah Fikri.

Fajar menyeringai tipis, sebuah ide jahat mulai terbentuk di kepalanya.

"Benar. Biar Ibu yang menangis di depan Fathur. Fathur paling tidak tahan melihat Ibu menangis. Dan untuk Rumi, kita pastikan hidupnya tidak akan tenang setelah ini. Dia sudah berani mengusik kantong kita, maka dia harus bayar harganya."

Keduanya masuk ke dalam mobil masing-masing. Melaju meninggalkan pelataran kantor Fathur. Dengan kecepatan tinggi, menuju rumah Ibu mereka untuk menyulut api kemarahan yang lebih besar lagi kepada Rumi. Namun di balik itu semua intinya adalah mereka tak mau mengambil alih untuk memenuhi kebutuhan ibu dan adiknya. Istri merasa tak akan pernah mengizinkannya.

"Dona, bapak dengar si Fathur itu naik jabatan menjadi wakil manager, apa benar?" tanya Pak Bono, ayah Dona.

"Iya ayah, dan dia bersama dengan istri kampungannya itu baru saja pindah ke rumah dinas yang sangat besar dan bagus! Di salah satu perumahan elit!" kesal Dona.

"Lalu bagaimana? Apa kamu belum bisa kembali membuat Fathur kembali kepada kamu?" tanya Bu Siti sambil menggendong anak Dona yang baru saja terlelap. Wajah Dona di tekuk.

"Fathur itu keras kepala, Bu! Dia seolah bu-ta karena perempuan kampung itu. Padahal jelas-jelas aku jauh lebih berkelas dan punya masa depan untuk mendampingi seorang Wakil Manajer," ksal Dona.

Dia memperlihatkan ponselnya yang menampilkan foto rumah dinas Fathur yang dia ambil saat ke rumahnya bersama dengan Bu Tari. Pak Bono mengelus dagunya, matanya menyipit penuh siasat.

"Dona, jabatan Wakil Manajer itu bukan main-main. Gajinya besar, tunjangannya melimpah. Sayang sekali kalau semua itu hanya dinikmati oleh perempuan kampung seperti itu! Bukankah dulu dia sangat mencintai Kamu? Dan sampai frustasi saat di tinggal nikah? Seharusnya tak sulit bagi kamu untuk mendapatkan dia kembali! Hidup kita akan terjamin dengan gaji Fathur. Apalagi mantan suamimu itu tak mau lagi menanggung hidup kita!" Pak Bonk bicara panjang lebar.

"Tapi Ayah! Masalahnya sekarang istri kampungannya dia itu sedang ha-mil! Dan karena itulah dia menolak aku mentah-mentah! Kenapa dia malah ha-mil di saat aku datang! Menyebalkan sekali!" emosi Dona.

Mereka terdiam.

"Bagaimana kalau kita lebih memanfaatkan ibunya saja. Bukankah Bu Sri dan juga anak menantunya itu bisa kita manfaatkan? Sifat mereka yang suka di sanjung, dan apalagi di beri so-go-kan sedikit saja akan membuat mereka berpihak padamu. Kita harus mendapatkan dukungan mereka agar Fathur mau menikah dengan kamu! Tak masalah nikah siri dulu! Nanti kamu singkirkan dia perlahan!" pikiran Bu Siti ternyata jauh lebih Li-cik.

Berikut adalah langkah-langkah yang mulai mereka susun untuk meruntuhkan rumah tangga Fathur:

"Iya, Fathur tak akan bisa menilai kalau seluruh keluarga mendukung penuh agar kamu dan Fathur bersama. Namun harus ada alasan pasti mereka memaksa kamu menikah dengan Fathur!" Pak Bonk kembali bicara membaut kedua wanita di depannya saling tatap.

Sementara itu, di kediaman sang Ibu Sri.

"Ibu sudah bilang, kan? Kalau Fathi berubah karena pengaruh dari si wanita kampung itu! Dia bahkan tak lagi menaruh hormat kepada ibu yang sudah melahirkannya. Fathur semakin berubah semenjak Rumi hamil," ucap Bu Sri sambil menangis dengan koyo di kedua pelipisnya.

Fajar yang sudah gelap mata karena bayangan cicilan motor Elisa dan rencana liburannya terancam batal, memukul meja dengan keras.

"Kita tidak bisa menunggu lama, Bu. Kalau Rumi sampai melahirkan, Fathur akan makin sulit dikendalikan. Dan lama kelamaan wanita itu akan menguasai Fathur!"

"Kita harus memikirkan cara agar Fathur kembali lagi peduli kepada ibu! kita harus buat Fathur kembali menjadi Fathur yang penurut!" ucap Fikri.

"Tapi bagaimana caranya? Fathur saja tak peduli saat ibu di usir dari rumah dinasnya oleh Wanita kampung itu!"

"Kalau bisa ibu tinggal di sana. Dengan begitu akan mudah mengendalikan keadaan. Dan buat wanita itu menyerah lalu pergi meninggalkan Fathur!" ide fajar.

"Tapi tak mudah meminta Fathur untuk membawa ibu tinggal di sana. Apalagi Fathur tahu dulu ibu pernah membuat wanita itu kegu-guran!"

Mereka terdiam, kembali menemukan titik buntu untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah yang sedang mereka hadapi saat ini. mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Kedua anak laki-lakinya tentu saja akan berusaha keras membuat Fathur kembali memberikan biaya kepada ibunya. Karena mereka tak mau kalau harus menanggung kebutuhan ibu dan adiknya selamanya. Taruhannya adalah rumah tangga mereka.

1
mama
dasar suami brebgsek,rumi juga knp gk minta cerai secara tegas..klu km keguguran baru nyesel km rum.percuma mempertahankan suami lemah kyk fathur..greget bgt dah
Yunita Sophi
woy pada sadar woy... otak kalian udah di penuhi setan yah... tuh bu Sri pakai hijab tp percuma gak ngerti agama
Yunita Sophi
Rumi lagi Rumi lagi... knp sih yg sll disalah kan Rumi... knp istri kalian tdk di salahkan.. knp pelit sama orang tua
Yunita Sophi
semoga Elisa sadar terus jgn kena pengaruh ibu nya lagi...
Yunita Sophi
ya Allah bu Sri kapan mau sadar nya... semoga aja bu Sri di kasih hidayah
putri
rumi,minta cerai aja please,kalau fathur ga bisa jagain kamu lepasin dia,ga pantas kamu diginiin
Yunita Sophi
ibu Sri kok begitu cuma sama Fathur dan Rumi aja sih... gimana dgn kakak nya Fathur keenakan dong istri nya..
Diana Dwiari
tunggulah kehancuranmu Bu Sri dan Fathur
Yunita Sophi
apa ada yg percaya selain bu Sri klo Dona wanita karier... tp kok nongkrong terus di rumah bu Sri
Yunita Sophi
semoga Fathur berubah dan ibunya juga.
Yunita Sophi
gak bakal bener sampai kapan pun bu Sri itu... hati nya udah penuh kebencian
Chelsea Aulia
lanjut up nya KK author
Yunita Sophi
mereka itu gak akan menyerah Rumi..
mama
donaaaabangsaaaaaattt km.. jelang tak tau diri.. aq sumpah i pulang dri rmh mak Lampir km kecelakaan dan berakhir sekarat. sumpah gruegeeet aq..🤣
Muft Smoker
kak author boleh nyumpahin bu ny fathur sakit beneran gx ,,
heran gx da sadar2 ny ,, harus ny dy gx usah serakah toh fathur sebagai anak juga pasti menjalan kan kewajiban ny ,, mudah2an sakit beneran ,, baru tau rasa ,, biar tu si dona2 yg ngerawat bu Tari ,, yg katany menantu idaman ,, sedangakn Rumi udh pergi jauh ,, Dan punya pendamping yg baru yg lebih berkelas dr fathur ,, 😏😏😏😏😏
nely_48
boleh ga sih ak kirim santet buat bu Sri 🤣🤣🤣
Lovita BM
ya wes terusno sg gk nok ujunge,
gk da ontran² sbg penggerak sg ngegep otak busuk keluarga Rumi sg menjamur 3th lamanya, ditambah kedatangan lampir dona tmbh beehhh💩
Yam_zhie: aku gak paham. bahasa jowo..aku sundanise mbak 😭
total 1 replies
Yunita Sophi
udahlah sementara pun sama suami... klo perlakuan mertua sejahat itu dan suami tdk membela dan tetap tdk mau jauh dari ibu nya lebih baik pergi lah...
Yunita Sophi
mungkin menghadapi si Dona kamu bisa nolak Fathur... tp menghadapi ibu mu aq gak yakin tuh kamu bisa nolak...😄
Yunita Sophi
gak mungkin suami mu berani membela mu di depan ibu nya Rumi...
lebih baik kamu pergi menyerah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!