Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Cuaca sudah mulai redup, cahaya mentaati yang yadi gerbang perlahan sedikit demi sedikit hilang kembali merangkak ke peraduannya.
Di sebuah warung makan nampak kesibukan, itu adalah warung makan milik Ana. Hari ini semuanya sibuk dengan bagian maisng - masing untuk menyelesaikan pesanan catering yang harus di antar siang ini.
"Apa semunya sudah beres bu?" tanya Ana pada salah seorang karyawannya.
"Sudah, bu. Tinggal masukin mobil aja."
"Ya sudah, habis itu jangan lupa berasih - bersih dan nanti kalau sudah kelar kalian semuanya boleh istirahat. Jika masih ada sisa lauk yang mau makan silahkan atau di bawa pulang juga boleh." ujar Lina.
"Ben3ran boleh bawa pulang, bu?" tanya salah seorang ibu - ibu yang bertugas di bagian pencucian peralatan di hari biasa.
"Boleh, bu. Lagian di sini juga ga ada yang makan, kan sayang. Mubazir di buang - buang." Luna tersenyum manis pada wanita itu.
"Alhamdulillah, hari ini anak saya bisa makan enak." ucap itu itu dengan mata berkaca - kaca. Luna ikut terharu mendegar kata yang ibu itu ucapkan. Dulu Luna juga pernah berada di posisi ibu tersebut.
Walau di meja banyak makanan lezat tapi ia tak bisa memakanya. Mertua, suami dan adik iparnya melarang dirinya makan bersama mereka, nanti setelah mereka selesai baru ia bisa makan dan tak jarang hanya nasi pakai kuah saja yang tersisa.
"Di rumah masih ada beras ga?" tanya Luna.
"Ada sedikit cukup untuk hari ini." jawab ibu itu jujur.
"Nanti bawa ini pulang ya, baut anak - anak." Luna memberikan sekantong sembako dan sebuah amplop membuat ibu itu terharu.
"Makasih banyak, bu. Saya diakan moga ibu makin bertambah rezekinya."
"Aamiin." Luna merasa bahagia melihat senyum bahagi di bibir ibu itu. Senyum kelulusan.
Luna memang tidak bisa melihat orang dalam kesusahan. Selagi ia mampu untuk menolong pasti ia akan mengulurkan tangan membantu sebisa dirinya.
Setelah semua pesana masuk kedalam mobil dan semunya juga sudah rapi. Luna berangkat menuju alamat yang sudah dikirim Roby bersama tiga orang karyawannya terdiri dari dua lelaki dan satu wanita.
Tak butuh waktu lama, mobil yang membawa Luna telah memasuki sebuah gedung bertingkat menjulang. Itu adalah kantornya Roby.
"Permisi pak, numpang tanya pak. Kalau mau nganterin makanan untuk pak Robby kemana ya pak?" tanya Luna pada salah seorang satpam di pintu masuk.
"Ibu sudah hubungin roby belum?" tanya satpam itu.
"Sudah pak, tapi ga diangkat. Mungkin beliau lagi sibuk. Tapi ini saja sudah ada janji dengan pak Robby sebelumnya." Luna memperlihatkan obrolannya dengan Roby pada satpam agar satpam itu yakin bahwa ia tidak bohong.
"Ibu dan yang lain ayo ikut saya, saya akan anter ke atas." Luna mengikuti satpam beserta ketiga karyawannya yang tengah membawa barang.
Luna merasa kagum saat menginjak Lobby kantor. Udara terasa sangat nyaman di banding di luar yang tengah panas terik.
"Luna." panggil seseorang saat Luna tengah menunggu lift yang akan membawa mereka ke atas. Sontak membuat Luna menoleh ke sumber suara dan betapa terkejut dirinya saat tau siapa gerangan yang memanggil dirinya.
Kira - kira siapa yang memanggil Lina sehingga wanita itu terkejut?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘👍🙏
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat