NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arkara Novel

Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 020 —Pelelangan

Setelah mendapatkan kode dari pembawa acara, wanita pelayan itu membuka kain merah yang menutup talang besi. Dan terpampang lah sebuah Lentera bercahaya berwarna oranye terang, menyilaukan mata. Terbuat dari bahan baja dan berbagai kristal sebagai sinergi dari cahaya yang lentera itu miliki.

"Lentera Mawar api... Merupakan artefak kelas raja dengan kekuatan regenerasi Dan juga kekuatan destruktif yang begitu besar... Berasal dari negri selatan, dan dibuka dengan harga empat puluh lima koin emas... Peningkatan harga minimal lima koin emas!" Suara pembawa acara kembali terdengar meriah, menarik banyak kesimpulan dari para pengunjung.

Zabarin dan Enki tidak tertarik dengan benda itu, mereka hanya ingin menjual dan tidak bermaksud untuk membeli. Namun, melihat orang-orang kaya menawar harga tinggi merupakan tontonan yang lumayan seru bagi nya.

"Lima Puluh koin emas!" Teriak salah satu pengunjung, sembari mengangkat tangan nya.

"Tuan disana menawar lima puluh koin emas... Apakah ada yang bisa lebih tinggi lagi?" Pancing pembawa acara, mencoba menggiring pengunjung untuk menaikkan harga lebih tinggi.

"Lima puluh lima koin emas!"

"Enam puluh koin emas!"

"Tujuh puluh koin emas!" Segera para pengunjung menaikkan harga dengan gila, bahkan sampai itu menyentuh harga seratus empat puluh koin emas. Namun harga tidak berhenti di situ, masih banyak orang kaya yang ingin membeli. Jadi harga terus melambung tinggi.

"Lima ratus koin emas!" Sebuah suara terdengar dari atas balkon, membuat ruangan lelang terdiam karena terkejut. Zabarin melihat kearah suara itu berasal, dimana seorang pemuda tampan bangsawan muncul dari balik gorden dihadapan semua orang.

Pengunjung langsung heboh, harga yang sebelumnya tiga ratus koin emas melambung sampai lima ratus?. Para bangsawan memang beda soal kekayaan dibandingkan mereka, yang hanya warga biasa.

"Lima ratus koin emas dari pengunjung kamar VIP nomor delapan... Apakah ada yang lebih tinggi lagi?" Pancing pembawa acara, namun ruangan lelang hanya senyap. Tidak ada yang bisa menawar setinggi itu, jikapun bisa. Mereka akan menghabiskan semua uang yang mereka punya.

Pembawa acara mulai hitung mundur, sembari menunggu jeda. Kalau ada penawar lain... Namun tidak ada sama sekali, sampai hitungan terakhir. Ia mengetuk palu keatas meja sembari berkata. "Lentera Mawar api terjual diharga lima ratus koin emas!" Seru nya, membuat pengunjung kembali heboh. Dan kemudian wanita pelayan itu, mengambil kembali lentera diatas meja dan membawanya kebelakang panggung.

Sementara Zabarin, ia melihat kearah kamar VIP nomor delapan, dimana pemuda itu hanya berdiri angkuh sembari tersenyum sinis. Tipis, namun membawa kesombongan tiada Tara. Mata dingin nya memandang kebawah, dimana semua pengunjung berada. Sebelum akhirnya menghilang dari balik gorden.

Dan penilaian nya, pemuda itu. Hanya karena memiliki harta dan kekuasaan, memiliki sikap yang begitu sombong. Bahkan sebelum mereka bertatap muka, ia sudah bisa menyimpulkan itu.

"Barang selanjutnya..." Pembawa acara kembali bersuara, melanjutkan pelelangan ke barang selanjutnya. Dimana sama seperti sebelumnya, perang harga semakin panas dan intens. Sampai tidak terasa, waktunya berlalu begitu cepat. Tengah malam telah hadir, dimana barang tersisa sedikit. Sampai waktu yang mereka tunggu telah tiba.

"Barang selanjutnya... Apel Kristal Ruby yang masih segar dari perkebunan, berasal dari negri timur dengan kualitas yang tinggi... Berjumlah dua ratus empat buah, dibuka dengan harga lima ribu koin emas!" Sontak setelah itu, pengunjung langsung heboh dari sebelumnya. Bahkan wajah-wajah yang tersembunyi dibalik gorden kamar VIP muncul dengan kejutan.

Sekarung apel kristal Ruby terlihat didepan mereka, berwarna merah cerah dan sedikit embun menghiasi kulit apel. Tidak ada goresan ataupun bekas kupasan, begitu halus seperti porselen. Menunjukkan tingkat kemewahan yang begitu tinggi.

"Apel kristal Ruby? Benarkah?"

"Tidak mungkin... Apel itu begitu langka!"

"Aku tidak menyangka apel yang dimiliki kerajaan timur bisa terjual di lelang ini!"

"Kita tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan nya... Para bangsawan pasti akan menawarkan harga yang sangat tinggi!" Berbagai argumen bermunculan dari para pengunjung, barang kali ini. Mereka tidak ada kesempatan untuk menaikkan harga.

Sementara Enki dan Zabarin juga terkejut, tidak disangka harga yang mereka kira empat ribu koin emas diakhir. Kini muncul dengan harga lima ribu koin emas diawal, bayangkan berapa kekayaan mereka kalau apel itu akan naik lebih tinggi di akhir penawaran?.

"Haha... Enki, kita kaya!" Seru Zabarin senang, Enki pun begitu. Dan berpikir, keberuntungan masih berpihak pada mereka.

"Lima ribu lima ratus koin emas!" Suara dari kamar VIP nomor empat muncul, membawa kejutan dan kehebohan yang semakin gila daripada barang-barang sebelumnya.

"Lima ribu lima ratus koin emas... Apa ada yang bisa lebih tinggi lagi?" Pancing pembawa acara tersenyum lebar, malam ini keuntungan mereka akan semakin banyak.

"Enam ribu koin emas!" Harga kembali dinaikkan dari kamar VIP nomor tujuh, sebelum akhirnya dinaikin lebih tinggi lagi. Waktu berlanjut dengan ketegangan dan perang harga yang intens. Sampai, harga itu berhenti di harga delapan ribu koin emas. Dan tidak ada yang menaikkan lagi.

"Delapan ribu koin emas... Apa ada yang bisa lebih tinggi lagi?" Suara nya kembali terdengar meriah, namun pesaing di kamar VIP semakin sedikit. Karena harga yang sudah tidak masuk akal, bahkan dengan perbekalan yang mereka bawa hanya sedikit.

"Jika tidak ada lagi... Barang kali ini dijual dengan harga--" Namun, sebelum pembawa acara menyelesaikan kalimatnya. Seseorang memotong dengan kenaikan harga sangat tinggi!.

"Sepuluh ribu koin emas!" Seru seseorang dari kamar VIP nomor delapan, dan wajah pemuda penuh kesombongan itu kembali muncul. "Sepuluh ribu koin emas... Harga yang sangat fantastis, apa ada yang bisa lebih tinggi lagi?" Seru pembuka acara, semakin semangat memancing tangkapan besar dibarang kali ini.

Namun, seluruh ruangan lelang senyap tanpa suara... Dan pembuka acara mengumumkan, pemenang tarung harga kali ini adalah bangsawan dari kamar VIP nomor delapan, "Barang ini terjual diharga sepuluh ribu koin emas!"

Prang! Suara pria itu semangat sembari memukul palu nya ke meja, hingga terdengar suara berpadu diruangan tertutup itu. Sampai beberapa menit kemudian, lelang berakhir di harga sepuluh ribu koin emas dengan barang, Apel Kristal Ruby.

Hati Zabarin dan Enki dipenuhi bunga dan debaran yang terus berbunyi, sangking senang nya ia seperti bisa meledak kapan saja, sepuluh ribu koin emas begitu banyak. Mereka akan menjadi super kaya dengan harta sebanyak itu, namun sebelum pergi. Mereka menuju ruangan administrasi, untuk menebus harga mereka.

Terlihat banyak pengunjung dan bahkan orang-orang dari kamar VIP berada disana, membuat Zabarin hanya diam dan membiarkan Enki bekerja. Ia tidak ingin mengacau, apalagi dihadapan orang-orang penting dari berbagai daerah.

"Silahkan tuan... Ini bayaran yang ada terima, sudah dipotong oleh pajak nya juga!" Seru pekerja wanita tersenyum ramah, sembari memberikan beberapa kantung koin dengan berat yang sama, didalam nya tersimpan ribuan koin emas yang begitu berharga.

Enki mengangguk, tanpa mengantri lebih lama. Kebetulan mereka langsung mendapatkan giliran setelah tiba ditempat itu, dan Enki kemudian mengajak Zabarin untuk kembali. Karena hari sudah mulai larut.

Sepanjang perjalanan itu, sampai tiba dihalaman pelelangan. Zabarin terus bertanya pada Enki. Sampai ia mengatakan, "Harta itu akan kita bagi dua, kau lima ribu dan aku lima ribu!" Jelas nya begitu antusias. Namun Enki menggeleng.

"Tidak akan cukup... Koin ini hanya sembilan ribu enam ratus empat puluh, bukan sepuluh ribu!" Seru nya membuat Zabarin heran, "Dimana sisa nya? Apa pekerja itu mengambil sebagian dari bayaran kita?... Kenapa kau tidak mencegah, bukannya itu pencurian?" Suara Zabarin terdengar tidak terima.

"Kau ini... Pihak lelang juga ingin untung, semakin mahal harga yang ditawar maka semakin besar juga pajak yang dikenakan... Bayaran kita diambil lima ratus empat puluh, sebagai pajak untuk pelelangan nya... Jadi itu tidak termasuk dari pencurian, lebih tepat nya marketing bisnis!" Jelas Enki, membuat Zabarin berpikir itu ada benar nya. Ia hanya cengengesan karena tidak tahu, namun Enki maklum karena pemuda itu berasal dari Zaman purba. Mengingat ia tidak mengetahui semua nya sebelum mempelajari ulang.

Walaupun begitu, hari ini mereka mendapatkan untung besar. Perjalanan pergi dan pulang serasa berbeda, mungkin karena mereka membawa harta begitu banyak. Jadi merasa paling kaya.

Perjalanan pulang itu begitu tenang, dengan kota yang mulai sepi. Hanya sedikit pedangan dan juga pekerja yang masih terjaga, bermain sebuah permainan keberuntungan. Yang biasa disebut judi, dan meminum bir atau sekedar bergoyang gembira bersama wanita bayaran.

Setelah beberapa menit mereka tiba di penginapan, dan kemudian beristirahat diatas kasur empuk itu. Dengan lingkungan yang terasa hidup dan nyaman, mereka juga langsung tidur dengan hati yang gembira. Zabarin bersyukur bisa melewati hari ini, walaupun ada sedikit kejadian emosional. Biarlah itu berlalu, yang pasti mereka sudah menjadi kaya. Dan besok, keberuntungan apa lagi yang sekiranya akan menanti mereka?.

1
Anggi
😍
Beliau
mampir kak
Assai Saga
Ceritanya cukup asiik...
HNP_FansSNSD/Army
Yuk baca, like, komen dan follow nya saling 💪. bab baru sdh up, yang suka cerita alur time traveling. soal kaper nanti di perbaiki, baca aja dulu isinya.

judul : Professor & Student: Love Through Time.

ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.
HNP_FansSNSD/Army
Yuk follback balik.
elica
aku udah like nih kak, jangan lupa like back cerita aku ya kak🙏🥺
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞
aku mampir, ceritanya keren 🫶
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞: siap 😊
total 2 replies
Drezzlle
di tunggu kelanjutannya
Arkara Novel: siap bg, awal rilis 3 bab... baru konsisten seminggu 3x —selasa,kamis, sabtu/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!