Lima tahun telah berlalu sejak Edeline putus dengan kekasihnya. Namun wanita itu masih belum mampu melupakan mantan kekasihnya itu. Setelah sekian lama kehilangan kontak dengan mantan kekasih, waktu akhirnya mempertemukan mereka kembali. Takdir keduanya pun telah berubah. Edeline kehilangan harapannya. Namun tanpa dirinya sadari ada seseorang yang selama ini diam-diam mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26 Nasehat Henoch Kepada Ny. Martha
...Bab. 26...
...NASEHAT HENOCH KEPADA NYONYA MARTHA...
Diam-diam Henoch pergi menemui Ny. Martha. Meski sudah sangat lama waktu berlalu, Henoch masih ingat betul jalan menuju rumah mantan mertuanya itu. Tidak sulit menemukannya karena selama bertahun-tahun jalanan kota ini tidak banyak berubah.
Henoch sedang menunggu di depan pintu rumah. Kebetulan sekali Ny. Martha yang membukakan pintu.
"Selamat sore, Nyonya Martha. Apa anda masih ingat denganku?" sapa Henoch dengan sopan.
Ny. Martha mengerutkan dahinya sambil mencoba mengingat lalu kemudian menunjuk Henoch.
"Kamu ... Henoch! Aku tidak mungkin lupa! Untuk apa kamu kemari?" tanyanya dengan ketus.
"Ingatan anda masih kuat. Aku ke sini bukan untuk bertengkar dengan anda. Jadi, anda tidak perlu ketus seperti itu," ujar Henoch.
"Jangan banyak bicara! Katakan saja tujuanmu kemari kemudian pergi!" sergah Ny. Martha dengan keras.
"Memang seperti itu tujuanku. Aku datang ke sini karena anakku, Keith. Aku akan sangat menghargai anda, bila anda berhenti mengganggu kehidupan Keith."
"Aku tidak mengganggu kehidupan siapa-siapa. Keith itu cucuku! CUCUKU! Aku berhak memberikan kehidupan yang layak dan pantas baginya. Kehidupan yang tidak pernah dia dapatkan darimu!" serobot Ny. Martha menegaskan dengan lantang.
"Maaf, Nyonya. Anda mungkin berhak atas Vanesa seperti yang dulu anda lakukan karena dia putri anda. Keith memang cucu anda, ya secara teknis masih memiliki hubungan darah. Tapi, Keith juga anakku! Aku orang tuanya, Henoch Milano dan Vanesa Neil. Anda mungkin lupa, orang tua anak itulah yang lebih berhak menentukan jalan hidup anaknya. Keith adalah anakku, Keith Milano bukan Keith Neil! Dan sampai kapanpun itu tidak akan bisa diubah. Jika anda cukup bijak anda pasti mengerti maksudku!" jelas ayah Keith. Dia melanjutkan, "Aku akui ... aku memang bukan ayah yang baik. Tapi, apa anda pernah menjadi nenek yang baik?! Aku lihat kehidupan Keith justru menjadi sulit setelah dia bertemu dengan anda."
Bibir Ny. Martha tercekat. Dia tidak bisa membalas ucapan Henoch. Kata-kata itu seolah menamparnya mengingat perlakuannya kepada Ariana selama ini.
"Aku tidak tahu berapa banyak cucu yang anda miliki. Tapi, apa anda memperlakukannya sama seperti yang anda lakukan kepada anakku Keith? Dulu anda yang melarang Vanesa membawa Keith, menjauhkan Keith dari ibunya. Sekarang apa pantas anda mengatur kehidupan Keith dengan gelar 'nenek' atau mungkin dengan alasan menebus kesalahan masa lalu?! Aku juga bersalah dan ingin menebus kesalahanku padanya tapi bukan dengan menghancurkan kebahagian dan mimpinya. Meskipun aku punya hak merencanakan masa depannya, aku tetap tidak bisa melakukannya. Dia sendirilah yang harus menentukan jalan hidupnya. Mengapa aku mengatakan seperti itu? Karena aku tidak mungkin menemaninya seumur hidup. Meskipun akhirnya dia salah memilih jalan hidup, setidaknya dia tidak akan menyesal. Apa anda pernah berpikir sampai sejauh ini?" jelas Henoch dengan tenang. Ny. Martha masih diam saja.
"Sebagai orang tua, kita hanya bisa membimbingnya dari jauh dan menasehati bila dia salah. Tetap didekatnya sebagai pendukung dan pendengar setia. Maka dia akan menghargai dan mempercayai kita sebagai keluarganya. Jika keluarganya sendiri ingin menghancurkan kebahagiannya, lantas siapa yang harus dia percaya? Dia akan kembali menjadi anak yang tersesat dan sulit menemukan jalan pulang. Nyonya Martha, aku menghormati anda karena anda juga orang tua bagi anak-anak anda dan anda dulu pernah menjadi mertuaku meski anda tidak pernah menyukaiku. Aku tidak meminta apapun dari anda. Aku hanya ingin anda memahami Keith jika memang anda menyayanginya sebagai cucu. Tolong, jangan hancurkan kebahagiannya. Tolong hargai pilihannya. Anda memang terpandang dan kaya tapi tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, seperti cinta dan ketulusan. Tidak semuanya bisa dikontrol dengan kekayaan. Jika anda terus berpikir bahwa dengan kekayaan anda bisa mengatur orang untuk tunduk, maka pada akhirnya anda akan sendirian bila kekayaan itu habis. Anda akan ditinggalkan oleh keluarga dan orang terdekat karena anda tidak memiliki apa-apa lagi. Tapi, jika anda memperlakukan mereka dengan cinta kasih serta ketulusan, selamanya anda akan dicintai. Tidak ada yang lebih indah dari pada cinta yang tulus. Maaf, aku bicara terlalu banyak. Aku akan pergi. Terima kasih untuk waktu anda," kata Henoch. Kemudian dia langsung berbalik pergi meninggalkan Ny. Martha yang masih mematung di depan pintu.
...💕💕💕...
Ronan baru selesai membersihkan sampah dedaunan di lantai. Aku menyuruhnya pulang lebih dulu setelah dia membalikkan tulisan Open ke Closed yang menempel di depan pintu. Aku sedang membereskan meja mengemasi barangku sebelum toko ditutup. Gemerincing lonceng pintu berbunyi yang berarti ada pelanggan yang datang. Tanpa menoleh ke arah pintu aku berteriak.
"Maaf, sudah tutup! Kembali besok pagi saja, ya!"
"Edeline!" panggil suara itu. Suara yang sangat kukenal.
Aku berhenti dan langsung menoleh. Keith mengembangkan senyumnya. Tanpa berbasa-basi aku langsung berlari memeluknya. Dia juga memelukku dengan erat.
"Aku ...."
"Aku tahu. Aku juga merindukanmu!" Keith menyela ucapanku yang belum selesai terucap.
Kami berbicara di toko. Keith menggenggam erat tanganku sambil terus meyakinkanku kalau semuanya baik-baik saja. Aku tidak yakin karena wajah Keith sendiri nampak kurang meyakinkan. Namun aku harus tetap memberinya semangat dan percaya padanya. Dia juga memberitahuku kalau selama ini ia berada di desa. Bercerita tentang apa yang dilakukannya selama di sana, ia juga bilang ayahnya datang bersamanya ke kota dan tinggal bersamanya sementara ini.
Kami tidak pulang terlalu malam sebab Keith tak mau meninggalkan ayahnya terlalu lama sendirian di rumah. Keith langsung pergi setelah mengantarku sampai di rumah.
...💕💕💕...
Saat Keith tiba di rumahnya. Henoch sedang membaca buku di ruang tamu.
"Aku pulang, Ayah! Aku bawakan makan malam," kata Keith sembari menaruh dua bungkus makanan ke atas meja.
"Apa kamu sudah bertemu dengan wanitamu?" tanya Henoch.
"Iya. Kami berbicara sebentar. Aku lega dia baik-baik saja. Melihatnya sebentar seolah membangkitkan kembali semangatku," jawab Keith.
Henoch tersenyum. "Bagus. Begitulah cinta!" ujarnya.
Keduanya kemudian makan bersama sambil mengobrol ringan.
"Ayah mau pergi jalan-jalan ke luar? Aku akan menemani Ayah. Pasti sudah lama Ayah tidak ke sini." Keith menawari.
"Tidak. Lain kali saja," tolak Henoch.
"Tapi, besok aku kerja dan sore baru pulang. Ayah tidak keberatan sendiri di rumah?" tanya Keith lagi.
"Tidak masalah. Orang tua sepertiku lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Aku bisa jalan sendiri kalau mau. Lagi pula aku lihat tidak ada perubahan yang berarti dari kota ini," jawab Henoch.
"Baiklah kalau begitu. Asal tidak pergi terlalu jauh. Jangan sampai tersesat!" pesan Keith.
"Tidak. Kamu tenang saja, Nak! Ingatan ayah masih bagus," jawab Henoch pasti.
Di dalam kamar, Ny. Martha masih terus memikirkan ucapan Henoch. Jika ucapan Keith tidak mampu menggoyahkannya, perkataan Henoch kali ini justru bagaikan tamparan keras di wajahnya. Ny. Martha mulai merasa cemas.
"Mungkin Henoch benar, aku bukanlah ibu dan nenek yang baik. Maafkan ibu, nak!" desahnya sambil mendekap foto Albey bersama Vanesa di dada.
...💕💕💕...
"Selamat pagi, Sayang! Apa sekarang toko buka lebih cepat? Padahal aku sudah berangkat lebih awal. Tetap saja telat menjemputmu," sapa Keith setibanya di toko.
"Tidak. Mungkin jam di rumahmu terlalu lamban jadi selalu kesiangan. Atau memang kamu yang bangun kesiangan?" ejekku.
"Ah, tidak mungkin. Ronan saja belum datang, bukan?!" sanggah Keith sambil menatap sekeliling toko yang masih sepi.
"Hei, kemari!" Keith menarikku ke dalam pelukannya.
"Mm ... Kenapa?" tanyaku wajahku hanya tinggal beberapa inch dari wajahnya.
"Lihat, ada sesuatu di pipimu," kata Keith. Ia mengusap pipiku kemudian tiba-tiba sebuah ciuman hangat namun singkat mendarat di bibirku.
Aku tertegun sesaat. Keith membisikkan kalimat 'I love you' di telingaku. Aku tersadar. Keith sudah melepaskan pelukannya, dia tersenyum sumringah.
"Pipimu memerah," goda Keith.
Aku memegang kedua pipiku. Dan berbalik. Keith malah tertawa.
"Aku bercanda," katanya. Aku balas dengan tatapan sinis padanya. Namun kemudian tersenyum.
Seperti kebiasannya menyajikan segelas teh hangat untukku. Ia meletakkan cangkir teh ke atas mejaku. Lalu duduk di depanku yang sibuk dengan layar laptop. Mata Keith menangkap sakura plastik di samping meja. Ia menyentuh Omamori pemberiannya dulu yang tersemat di sana. Lalu beralih ke Omamori satunya.
"Ini punyamu?" tanya Keith sambil menunjukkan Omamori lain.
"Ya. En-musubi. Untuk hubungan yang baik bagi pasangan. Aku mendapatkannya saat iseng-iseng jalan ke kuil," jawabku malu-malu. Keith tertawa merasa lucu.
"Kenapa?" tanyaku.
"Tidak, hanya merasa lucu saja kamu menggantungnya di tangkai sakura ini. Tapi dari sekian banyak bunga segar di sini, kenapa kamu memilih sakura plastik?" tanya Keith penasaran.
Aku menatapnya dari balik layar laptop. Kemudian berbicara dengannya.
"Karena aku suka Sakura. Sakura disebut bunga kehidupan. Ia melambangkan sebuah kehidupan baru yang penuh harapan dan masa depan cerah. Bunga sakura juga berarti kebahagiaan, keheningan, dan ketenangan. Ia seolah membawa kebahagiaan kepada semua orang ketika mekar. Aku berharap aku juga akan memiliki masa depan yang cerah. Secerah warna bunga sakura yang mekar ini."
"Bukan masa depanmu, tapi masa depan kita." Keith menimpali. Ia meremas tanganku.
"Ya, kita!" balasku sambil mengangguk.
^^^bersambung...^^^
karna buka kisah baru itu perlu tenaga jga hirup udara yg pas😌 utk qm edeline semangat ya buat kisah baru nya lgi😌
ga segampang itu menjalani kisah baru dan melupakan yg lama
cari kerjaan baru mngkn akan berubah kehidupan baru dan pastinya akan bertemu dgn org yg baru
semangat
masih nyangkut masa lalu jgn mulai buka halaman baru
bisa aja qm yg selanjutnya menyakiti perasaan nya 🙄 pahamkan itu jgn asal hdup aja🙄
basa basi