NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Membasuh Sang Iblis

Sesuai perintah suaminya, Aletta telah meninggalkan Ruang Komando dan kembali ke kamar utama mansion yang kini dijaga ketat lapis ganda. Di dalam kamar mandi marmer yang luas, uap hangat mengepul ke udara, membawa aroma kayu cendana dan chamomile yang sengaja Aletta tuangkan ke dalam bathtub berukuran raksasa.

​Ia berdiri di depan cermin, masih mengenakan setelan hitamnya, menatap pantulan dirinya sendiri. Beberapa jam yang lalu, ia hanyalah seorang gadis yang terpaksa menikahi monster. Namun malam ini, tangannya telah mencabut nyawa, dan suaranya telah memandu sang iblis memenangkan peperangan. Aletta tidak mengenali gadis di cermin itu lagi, namun anehnya, ia menyukai siapa dirinya yang sekarang.

​Terdengar suara deru mesin mobil yang berat dari halaman bawah, disusul oleh derap langkah kaki yang tergesa-gesa di lorong, dan akhirnya... pintu kamar utama terbuka.

​Aletta segera keluar dari kamar mandi. Langkahnya terhenti di ambang pintu saat ia melihat suaminya.

​Xavier berdiri di tengah ruangan. Pria itu tampak seperti dewa perang yang baru saja merangkak keluar dari dasar neraka. Kemeja dan rompi kevlar-nya robek di beberapa bagian, basah kuyup oleh campuran air hujan dan darah segar. Wajahnya dipenuhi noda cipratan darah, memar di sudut bibir, dan napasnya masih memburu kasar.

​Namun, saat mata kelabu yang setajam badai itu menemukan sosok Aletta, seluruh aura mematikan Xavier seolah menguap begitu saja. Pria itu menjatuhkan senapan HK416 dan sabuk senjatanya ke atas karpet mahal dengan bunyi berdebum yang berat.

​"Aku pulang, Ratuku," suara Xavier terdengar sangat serak dan parau, sarat akan kelelahan yang luar biasa.

​Tanpa ragu sedetik pun, Aletta berlari kecil menghampiri suaminya. Ia tidak peduli pada bau anyir darah atau sisa mesiu yang menguar kuat dari tubuh pria itu. Aletta menabrakkan dirinya ke dada bidang Xavier, melingkarkan lengannya erat-erat di pinggang sang mafia.

​Xavier mengerang pelan—bukan karena sakit, melainkan karena kelegaan yang luar biasa. Ia balas merengkuh tubuh mungil Aletta dengan kedua lengannya yang kotor, membenamkan wajahnya di perpotongan leher istrinya, menghirup aroma manis Aletta bagaikan orang yang baru saja menemukan oksigen setelah tenggelam.

​"Kau menepati janjimu untuk kembali padaku bernapas," bisik Aletta, suaranya bergetar menahan luapan emosi.

​"Tidak ada satu peluru pun yang kuizinkan menembus jantungku, karena jantung ini milikmu," gumam Xavier posesif, mengecup leher Aletta berkali-kali.

​Aletta mengurai pelukan mereka, lalu menatap wajah suaminya lekat-lekat. Ia mengangkat tangannya, jemari lentiknya menyusuri rahang Xavier yang kaku, mengusap noda darah Ivan Volkov yang telah mengering di sana.

​"Air hangatnya sudah siap. Biarkan aku membersihkanmu," ucap Aletta lembut.

​Xavier hanya mengangguk patuh, membiarkan Aletta menuntunnya masuk ke dalam kamar mandi. Di bawah cahaya lampu yang temaram, Aletta bertindak dengan ketelitian penuh. Ia melepaskan sisa-sisa perlengkapan taktis Xavier, membuang rompi kevlar yang berat itu ke lantai. Ia membuka kancing kemeja hitam suaminya yang robek, menyingkap dada bidang dan perut berotot yang dipenuhi luka goresan baru dan puluhan bekas luka lama yang memudar.

​Xavier menatap lekat setiap pergerakan Aletta. Istrinya itu tidak memalingkan wajah, tidak meringis, dan tidak menunjukkan sedikit pun ketakutan saat melihat kengerian di tubuhnya.

​"Kau tidak takut padaku, Aletta?" tanya Xavier tiba-tiba, menahan pergelangan tangan Aletta saat gadis itu hendak melepaskan sabuk celananya. "Malam ini kau melihat monster di dalam diriku yang sesungguhnya. Aku menyembelih Ivan Volkov dan membantai seratus anak buahnya."

​Aletta menatap lurus ke dalam mata kelabu yang dipenuhi badai obsesi itu. "Monster itu membunuh untuk melindungiku dan mempertahankan rumah kita. Mengapa aku harus takut pada iblis yang rela membakar dunia demi memastikan aku tetap aman?"

​Jawaban itu meruntuhkan sisa-sisa kewarasan Xavier.

​Seketika, Xavier menarik pinggang Aletta, mengangkat tubuh gadis itu dengan mudahnya, dan melangkah masuk ke dalam bathtub raksasa tanpa melepaskan celananya, membawa serta Aletta yang masih berpakaian lengkap ke dalam genangan air hangat.

​Air beriak tumpah ke lantai marmer. Pakaian Aletta basah kuyup seketika, melekat transparan menutupi lekuk tubuh indahnya, berbaur dengan air yang perlahan berubah warna menjadi merah pudar akibat sisa darah di tubuh Xavier.

​"Xavier—" Aletta tersiap saat punggungnya bersandar di tepi bathtub yang dingin, sementara tubuh kokoh suaminya mengungkungnya dari depan.

​"Kau mengikat jiwaku, Aletta. Sepenuhnya," geram Xavier, matanya menggelap oleh gairah dan adrenalin pertempuran yang kini berubah menjadi hasrat murni yang membakar. "Aku menginginkanmu. Sekarang."

​Aletta mengalungkan kedua lengannya di leher suaminya, menyingkirkan rambut Xavier yang basah ke belakang. "Maka ambil apa yang menjadi milikmu, Rajaku."

​Ucapan itu adalah pelatuk yang melepaskan seluruh kendali Xavier. Pria itu meraup bibir Aletta dengan kebrutalan yang memabukkan. Ciuman itu terasa liar, putus asa, dan sarat akan dominasi. Gigi Xavier menggigit pelan bibir bawah Aletta, memaksa mulut gadis itu terbuka lebih lebar untuk menyambut invasi lidahnya.

​Tangan besar Xavier yang kasar dan dipenuhi kapalan karena menggenggam senjata, kini menyusup ke balik pakaian Aletta yang basah. Sentuhannya membakar kulit Aletta, meninggalkan jejak panas yang membuat gadis itu melenguh tertahan di sela-sela ciuman mereka.

​Aletta membalas ciuman itu dengan intensitas yang sama. Ia membiarkan suaminya melucuti setiap helai pakaiannya di dalam air, membiarkan Xavier memujanya seolah ia adalah satu-satunya dewi di dunia mafianya yang kejam.

​Di tengah genangan air hangat yang berbau cendana dan samar-samar tercium sisa darah, Xavier menyatukan tubuh mereka. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi rahasia. Malam itu, di bawah guyuran sisa badai yang mereda di luar jendela, Aletta membuktikan bahwa ia bukan sekadar istri di atas kertas, melainkan separuh jiwa sang Raja Mafia yang tak tergantikan.

​Raja dan Ratu klan Vassiliev telah melewati ujian darah pertama mereka. Dan mulai detik ini, tidak akan ada satu pun musuh yang berani menatap mata mereka.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!