NovelToon NovelToon
Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reenie

Theo Falcon menganggap Zarlin Rahesa tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan dan parasit. Demi ambisi dan pesona Bianca Amsel, Theo memfitnah, mengabaikan, dan bahkan menceraikan Zarlin tanpa memberinya sepeser pun. Dengan sebuah koper dan hati yang hancur, Zarlin pergi. Theo mengira Zarlin akan sangat terpukul. Namun, ia sangat salah. Zarlin menghilang dan kembali sebagai sosok yang sama sekali tidak dikenali, satu-satunya pewaris sebuah konglomerat yang cemerlang.

Situasi menjadi semakin kacau ketika Tristan Avalanka, CEO paling disegani dan dihormati dari perusahaan besar itu, berdiri di garis depan untuk melindungi Zarlin. Ketika bisnis Theo runtuh dan topeng Bianca terbongkar, Theo hanya bisa berlutut di tengah hujan deras, merangkak untuk memohon maaf kepada mantan istrinya. Tetapi bagi Zarlin, pintu pengampunan telah tertutup rapat, dan penyesalan Theo... sudah terlambat.

Follow tiktok : aricia.agestis6

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reenie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Janda dan Duda

Berbeda total dengan kekacauan di perusahaan Falcon, situasi di ruangan Aricia International justru terasa begitu menenangkan.

Zarlin Rahesa duduk di kursi dengan anggun, menyesap teh hangat sambil membaca laporan pertumbuhan saham perusahaannya yang melonjak tajam setelah berhasil memotong jalur investor Falcon Corp.

Pintu diketuk, dan Samuel Vaska masuk bersama Christiana, sekretaris pribadi Zarlin.

"Nona Zarlin, seluruh berkas pemindahan aset pasca-perceraian sudah selesai secara hukum. Hak Anda aman 100 persen, dan pihak pengadilan sudah mengunci rapat dokumen tersebut sesuai perintah," lapor Samuel dengan senyuman formal.

"Kerja bagus, Samuel. Terima kasih banyak. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi jika tidak ada kamu" jawab Zarlin dengan senyum kemenangan.

"Itu sudah menjadi tugas saya, Nona Zarlin. Kenyamanan anda yang paling penting." balasnya.

Christiana kemudian maju memberikan tablet digital.

"Nona Zarlin, Tuan Tristan Avalanka dari Avalanka Group menanyakan kehadiran Anda. Beliau tampaknya mulai curiga karena Anda sering izin. Apakah kita harus memberitahunya?"

Zarlin terdiam sejenak, lalu menggeleng pelan.

"Tidak perlu, Christiana. Biarkan Tristan fokus pada proyek pelabuhan kita. Urusan masa laluku dengan Theo tidak boleh mengganggu bisnis besar ini. Biarlah ini menjadi rahasia kita dulu."

"Maaf Nona, apakah orang tua anda mengetahui ini?" tanya Christiana

"Tidak. Aku tidak ingin memberitahu siapapun tentang ini. Biarlah ini menjadi rahasia kita bertiga. Aku tidak ingin siapapun terlibat lagi." ujar Zarlin.

Christiana mengangguk dan mengerti perasaan atasannya.

"Baik, Nona."

Saat mereka masih berbincang, suara langkah kaki tiba-tiba terdengar. Dari kejauhan, itu adalah ayahnya Zarlin. Mereka bertiga langsung cepat-cepat menyembunyikan berkas perceraian itu di ruang pribadi Zarlin dan disimpan dengan aman.

"Astaga, ayah kok datangnya tiba-tiba." bisik Zarlin

Lima menit kemudian, Bramasta masuk setelah mengetuk pintu.

"Zarlin, kamu sibuk sayang?" panggil Bramasta.

Christiana yang mendengar suara Bramasta langsung keluar dari ruangan pribadi Zarlin serambi dia menyembunyikan berkas perceraian itu.

"Iya, tuan besar. Nona Zarlin masih ada sedikit kerjaan diruangannya. Sebentar lagi, Nona akan keluar." ujar Christiana sedikit gugup.

Bramasta tidak merasakan ada hal yang aneh. Mungkin memang agak sibuk pikirnya.

"Oh, kalau begitu saya tunggu disini saja." ujar Bramasta sambil duduk di sofa.

Untungnya saat itu, Samuel sudah keluar terlebih dahulu. Karena kalau Bramasta melihatnya, Ia akan curiga, kenapa Samuel ada dikantor Zarlin.

Setelah sepuluh menit, Zarlin keluar dari ruang pribadinya dan menemui ayahnya.

"Ada apa ayah?" tanya Zarlin

"Ayah membawakan roti kesukaanmu. Sekalian ini bukti pemasukan terbaru dari Tristan."

Zarlin menerima roti dan berkas itu.

"Iya ayah, makasih banyak." ujar Zarlin tersenyum.

"Ayah hanya mau memberikan itu saja. Sekarang ayah harus pulang dulu, ibumu ada sedikit meminta bantuan." ujar Bramasta lalu memeluk putrinya

"Iya ayah, hati-hati."

Sewaktu Bramasta telah keluar, Zarlin dan Chrisriana menghela nafas lega. Untung saja tidak ketahuan

"Dimana Samuel?" tanya Zarlin

"Oh, tadi Samuel sudah pergi terlebih dahulu saat Nona menyembunyikan berkas itu. Jadi, Tuan Besar tidak melihatnya tadi"

"Syukurlah, setidaknya kita bisa tenang sedikit." ujar Zarlin.

...****************...

Sementara itu, di ruang kerja Theo di kantor Falcon Corp, seperti biasa selalu terasa tegang. Ruangan itu berantakan dengan kertas-kertas yang berserakan.

Theo duduk dengan kancing kemeja atas yang terbuka, memijat pelipisnya yang berdentang pusing.

Siska, sekretarisnya, masuk dengan wajah panik sambil membawa selembar surat bermaterai.

"M-Maaf, Tuan Theo... ini ada surat tagihan kelima dari Bank Nasional. Jika dalam waktu dua minggu kita tidak melunasi cicilan modal sebesar 10 miliar, pihak bank akan mulai membekukan beberapa aset perusahaan kita," ujar Siska dengan suara bergetar.

...Brak!...

Theo memukul meja kerjanya dengan frustrasi.

"Sialan! Dari mana aku bisa dapat 10 miliar dalam dua minggu setelah investor Singapura menarik modalnya?!"

"Dan... Tuan Paulus Falcon, ayah anda tadi menelepon, bertanya kenapa ini belum dikirim ke rekening beliau," tambah Siska, membuat jantung Theo serasa mau copot.

Theo menyandarkan punggungnya dengan lemas. Dia merasa terjepit. Jika ayahnya sampai turun tangan memeriksa pembukuan kantor, rahasia kebangkrutannya dan fakta bahwa dia sudah menceraikan Zarlin akan terbongkar.

Di waktu yang sama, Bianca baru saja keluar dari mall setelah menemani Ratna, ibunya Theo jalan-jalan. Saat mereka berjalan menuju mobil di parkiran, ponselnya bergetar.

"Siapa itu yang menelpon?" tanya Ratna

"Benar tante."

"Oh ya sudah, tante ke kamar mandi dulu, ya."

Bianca mengangguk, dia sudah panik karena Reno menelpon.

Begitu diangkat, suara santai namun menyebalkan terdengar. "Halo, Bianca sayang. Bagaimana rasanya sekarang sudah bebas dari Zarlin? Pasti lagi senang ya menikmati uang CEO?"

Jantung Bianca mencelos. "R-Reno?! Mau apa kamu telepon aku lagi? Bukankah hubungan kita sudah selesai?"

Reno terkekeh di telepon. "Selesai? Enak saja. Jangan lupa kamu masih punya utang budi padaku karena aku sudah membantumu memata-matai Zarlin dulu. Lagipula, tabunganku lagi menipis. Transferlah 10 juta ke rekeningku untuk minggu ini. Kalau tidak, aku main-main ke kantor Theo ah, mau ngobrol santai sama dia."

"Reno, jangan gila ya! Theo lagi pusing urusan kantor! Aku gak ada uang cash sebanyak itu!" bisik Bianca panik sambil celingukan ke sekitar parkiran.

"Ah masa pacar CEO gak punya 20 juta? Pokoknya besok harus sudah masuk ya, atau aku benar-benar datang ke kantor pacarmu. Bye, sayang!"

...Tut... tut... tut......

"Aduh, kok Reno jadi mata duitan gini sih? Gimana ya caranya supaya dia berubah." bisik Bianca panik.

Ratna kembali ke parkiran setelah dari kamar mandi. Tepat saat itu, Reno sudah mematikan teleponnya.

"Kita pulang sekarang ya. Tante udah ga sabar mau cobain baju baru." ujar Ratna dengan senangnya.

Bianca memasukkan semua belanjaan itu ke dalam mobil lalu mengendarai ke rumah Theo.

"Ngomong-ngomong, kenapa Tante Ratna sering ke rumah Theo ya? Bukannya suaminya kesepian disana?" batin Bianca

Uang 20 juta mungkin dulu kecil, tapi sekarang, saat Theo sedang pelit-pelitnya karena perusahaan sekarat, dari mana Bianca bisa meminta uang sebanyak itu tanpa memicu kecurigaan Theo? Bianca mulai merasa terjebak oleh masa lalunya sendiri.

1
Ifana
ayo Tristan kasih pelajaran buat Theo yg tidak tau diri itu
Mingyu gf😘
Cepatlah gugat si theo zar, laki laki gak guna itu emang butuh di beri pelajaran
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
yay🥳 akhirnya zarlin bisa bebas, skrg hanya perlu tunggu pergerakan dari tristan/Slight/
-Thiea-
sepertinya satu keluarga menyimpan rahasia masing-masing ya. kok kayak asing..😅
-Thiea-
ini si ibu, gak di kasih jatah apa sama bapaknya. minta ke anak Mulu .
-Thiea-
bapaknya tahu siapa Zarlin sebenarnya?
Miu.Nuha
dn 20 juta mungkin theo udh gk punya 😜
Miu.Nuha
bianca bisa trauma juga karena kerap diperas reno 😅😅😅
PrettyDuck
iya. dia nempelin theo mulu gak dicariin suaminya apa?
PrettyDuck
bu ratna masih punya duit?
PrettyDuck
mpus! 🤪
selamat datang kemiskinan.
PrettyDuck
coba untuk membagi beban sama orang terdekat zarlin.
kamu terlalu mandiri 🥴
PrettyDuck
harusnya biarin aja tristan tau, biar dia sadar kalo kesempatan untuk serius sama zarlin udah ada 😆
Xlyzy
zarlin sekarang udah janda tan kayak ny udah bisa tuh kamu deketin
Xlyzy
bos mu lagi pusing itu
Xlyzy
udah balik ke keluarga nya udah g usah di cariin lagi
Filan
sampai kapan dirahasiakan? apa alasannya? ga jelas.
Filan
kalau udah beres harus nya kasih tau. gimana mau dapat jodoh lagi ? 😆
Aquarius97 🕊️
bener2 dendamnya zarlin dah diujung tuh,, niat banget ngehancurin Theo 🤭🤭
Mega Siregar
yah tapi orang tuamu dan Tristan kan perlu tahu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!