NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:443
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Panas

Di dapur, Rara bersandar sembari memperhatikan Rani mencuci semua buah sesaat setelah memindahkan air kelapa ke dalam kulkas agar tetap segar.

"Ngapain liatin terus?" tanya Rani. Lewat ekor matanya, gadis itu tahu kalau Rara terus saja menatapnya. Suara air yang keluar dari kran, terjatuh ke sink sedikit meredam suara percakapan keduanya.

Rara bersedekap, matanya melirik ekor mata Rani sesaat, kemudian paham. "Gimana perasannya saat tau Kak Laras ternyata udah nikah sama Aditya?" nadanya terkontrol, orang yang melihatnya mungkin mengira Rara adalah gadis paling tenang dan bijaksana.

Mengingat hal itu, debaran jantung Rani meningkat, terjadi lonjakan emosi disana. "Kaget lah woi, kok bisa? sulit dipercaya!" bayangan saat Laras bercerita semalam, mengalir begitu saja. Sahabatnya ternyata memiliki masalah seberat itu namun tetap bersikap santai dan tidak ada cerita yang dilebih-lebihkan. Tidak ada tangisan, tidak pula merasa seperti korban, seakan yang dihadapi saat ini hanya masalah sepele, seperti masalah pertengkaran antara dua anak kecil yang berebut mainan kesukaan, mungkin.

Rara tertawa."Bisalah."

"Tambah kaget lagi karena Aditya sekarang kembali viral tapi dengan orang bule itu. Sialan betul playboy itu, udah maksa Laras tapi sekarang dianggurin gitu aja!" sengit Rani saat mengingat sepak terjang Aditya. Gadis itu seketika menarik kalimatnya untuk berbuat baik pada Aditya.

"Benar-benar bocah itu belum dewasa! Dia nikah sama Laras karena ego remajanya! Sekarang apa? Dia lupa sama Laras terus kegatelan sama cewek lain, cihh, murahan." sambungnya. Entah apa yang akan terjadi jika Rani berada diposisi Laras, mungkin dirinya akan membuat viral kasus rumah tangganya dengan video berjilid-jilid supaya Aditya mendapat sanksi sosial.

"Kak Laras biasa aja sih kak, dia kayaknya emang enggak pernah cinta sama Aditya. Aku berharapnya sih gitu, biar kak Laras enggak usah sakit hati." Harapan kecil muncul disana. Beberapa tahun belakang ini gadis itu seperti merasa bersalah pada Laras, pikirannya juga semakin berkembang.

"Tapi tetep aja mereka udah nikah, Aditya harusnya lebih menjaga batasan." Rani tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti udara hampa, tidak terlihat, tidak pula dianggap. Aditya tidak pantas mendapatkan Laras. Cowok itu murahan bagi Laras yang ekslusif.

Rara mengedikkan bahu, tidak tahu lagi harus berkata apa. Gadis itu pergi menuju ke ruang tengah, tapi diurungkan saat melihat Kakaknya Laras yang terlihat dekat dengan Raihan, beberapa kali mereka tertangkap tengah mengobrol walaupun Rara sangat yakin pasti Raihan yang selalu mencari topik dan kakaknya hanya akan menjawab sekenanya. Sebuah ide konyol muncul, gadis itu mengambil foto Laras dan Raihan secara diam-diam. Mengambil foto paling serius seakan-akan keduanya begitu dekat.

Saat berhasil menangkap foto paling bagus, Laras meneruskan langkah dengan percaya diri. Gadis itu membuka kamera depan untuk mengambil video.

"Kalian tau enggak? Setelah sekian lama, akhirnya kak Laras punya temen cowok, huhuhuu." Sebuah kalimat penuh drama keluar dari mulut manis Rara. Gadis itu tanpa dosa merekam Laras dan Raihan bergantian, dengan cepat mengunggahnya di story.

Pengikut Rara yang tahu Laras sebagai pribadi yang jutek dan introvert ikut memberikan komen positif. 'Akhirnya ada cowok yang tahu kak Laras hidup di dunia ini'. Komentar yang rata-rata berisi candaan itu sukses membuat Rara senang, sukses juga membuat Aditya terganggu saat melihatnya.

Di hari yang sama, tepatnya pukul 8 malam di Boston, Aditya yang sedang bergelung dengan selimut tiba-tiba kepanasan saat melihat postingan Rara. Cowok itu memaki. Wajah Laras yang tiba-tiba dirindukannya, tidak sedikitpun ada ekspresi risih saat berdekatan dengan cowok sialan yang entah darimana datangnya itu. Yang membuat Aditya bertambah emosi karena mereka ada di dalam apartemennya. "Kau lupa jika memiliki suami, Laras?" sebuah pertanyaan yang tidak memiliki jawaban.

Aditya tidak tinggal diam, cowok itu jelas terganggu. Dirinya yang melakukan berbagai cara untuk di terima Laras, tapi malah orang lain yang dapat hasilnya.

Mengingat nomornya diblokir Laras, Aditya langsung menghubungi Tommy, meminta pria itu untuk datang ke apartemennya detik ini juga.

"Gue kira lu udah lupa sama istri." Tommy terkekeh di sebrang telepon. Aditya mendengus kesal.

"Cepet ke sana sekarang Tom, gue gak mau tau pokoknya lu harus ngawasin mereka. Jangan sampe musang itu deket-deket sama Laras!" Aditya langsung mematikan sambungan telepon.

"Sialan!" Aditya menendang ranjang untuk menyalurkan emosinya.

Walaupun Laras tidak hanya berdua dengan musang yang dimaksud Aditya, tetap saja dirinya tidak ikhlas. Cowok itu tidak berkaca, Aditya tidak tahu kalau Rara sengaja memanas-manasi dirinya untuk mengetes ombak, apakah ada rasa cemburu atau tidak. Rara menganggap story itu sebagai balasan karena Aditya telah berani dekat-dekat dengan gadis selain kakaknya. Jika kakaknya tidak bisa bertindak, biarlah Rara sebagai adik yang bertindak, membalas semua perilaku buruk Aditya.

Aditya langsung mengemas sebagian baju, kemudian memesan tiket penerbangan tercepat. Setelah ini cowok itu tidak mungkin bisa hidup tenang sebelum bertemu dengan Laras langsung. Ada banyak hal yang harus dibahas nantinya. Bahkan Aditya mengabaikan panggilan dari Elena karena sangking kesalnya.

Kembali lagi di Indonesia, tepatnya dikediaman Tommy. Pria berumur 30 tahun itu, terkekeh setelah mendapat telepon dari Aditya. Gelengan kecil menandakan dirinya sangat terhibur dengan drama konyol kehidupan Aditya. Siapa yang punya masalah? Siapa yang repot!

Pria itu mengambil jaket di kamar sebelum berpamitan dengan anak dan istrinya. "Ada lembur tanpa dibayar, pergi dulu ya sayang." Pria itu mengecup dahi istrinya.

Sepanjang jalan, Tommy melihat-lihat pertokoan yang dilewati sembari berpikir alasan apa yang akan digunakan untuk mengunjungi Laras. Otaknya dengan cepat mendapat ide saat melihat toko bunga di samping lampu merah. Tommy memarkirkan mobilnya, memasuki toko dengan nuansa girly.

"Selamat datang di Cacha Florist." Sambutan hangat dari pegawai menyambut langkah kaki Tommy.

Pria itu mengangguk. "Saya mau buket untuk istri, tapi bingung yang seperti apa. Bisa pilihkan yang paling bagus dan terkesan romantis?"

"Wah romantis sekali bapaknya, tentu saja bisa." Wanita muda yang Tommy yakini sebagai pemilik tolong bunga, mengarahkan dirinya ke sudut toko yang berisi macam-macam bentuk buket dengan Bunga artificial. "Saya akan membuatkan buket serupa dengan bunga segar jika bapak menyukai salah satunya. Atau ada pesanan bunga khusus? Istri bapak suka bunga apa?"

Tommy menggeleng. "Saya tidak tahu, ini kali pertama saya ingin membawakan bunga untuknya. Ah... buatkan saja buket dengan bunga-bunga yang saat ini sedang trend." Pria itu teringat dengan beberapa postingan selebgram dengan hadian bunga mereka.

"Baik kalau begitu."

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!