NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lanjutkan!

"Dia bekerja di rumahku, lalu kabur setelah mencuri milikku."

Suara Dominic seperti sambaran petir di telinga Ella, kepalanya yang mendongak menatap Dominic langsung tertunduk ketakutan.

Ella kira setelah dia kabur masalahnya selesai, tapi rupanya Dominic menemukannya.

Ella yakin Dominic sengaja menjebaknya agar dia benar-benar tak bisa lari lagi nanti.

Licik!

Polisi mendorong pelan kalung yang terletak di atas meja ke arah Dominic. "Apakah ini kalung anda?"

Dominic menoleh, lalu mengangguk. "Ya. Terimakasih atas kerja keras anda Pak Polisi." Dominic menatap tenang pria berseragam polisi di depannya. Ucapannya lebih seperti ejekan di telinga polisi sebab tatapan Dominic yang meremehkan.

"Senang jika bisa membantu anda. Tenang saja karena Nona Ella terbukti bersalah, jadi kami akan segera melakukan proses hukum—" Polisi menghentikan ucapannya saat Dominic mengangkat tangannya.

"Aku akan menangani ini dengan kekeluargaan..." Dominic menatap Ella lalu tersenyum. Senyum palsu yang menyebalkan. "... tentu saja jika Nona Ella mau," lanjutnya.

Polisi nampak mengerutkan keningnya. Siapa yang tak tahu pria di depannya adalah pria kejam tanpa ampun, yang tidak akan mengampuni kesalahan sekecil apapun. Namun kali ini dia bilang akan menangangi dengan kekeluargaan?

Tidak masuk akal!

"Tapi laporan anda sebelumnya—"

"Aku menarik laporanku. Tentu saja dengan beberapa syarat yang harus Nona Ella penuhi."

Polisi terdiam sebentar, lalu mengangguk. "Baiklah, seperti keinginan anda." Polisi tersebut beranjak meninggalkan Dominic dan Ella yang masih gemetar ketakutan.

"Kau pikir setelah lari, hidupmu akan tenang?" Dominic menyandarkan bokongnya di meja introgasi, tangannya dia lipat di dada dan menatap angkuh.

Ella mendongak menatap Dominic dengan wajah kesal. "Kamu sengaja menjebakku?"

Dominic hanya diam. Mata tajamnya menatap Ella, tepat ke arah bibir Ella yang bergetar menahan marah. Bibir yang terlihat menggoda untuk dia cium. Entah kenapa saat melihat Ella pikiran Dominic langsung berkeliaran ke hal- hal mesum. Hal yang tak pernah dia bayangkan bahkan saat melihat wanita telanjang sekalipun. Namun sebisa mungkin Dominic menahannya. Belum waktunya.

Diamnya Dominic membuat Ella semakin kesal. Tapi seberapa kesalnya Ella, dia tak mungkin melampiaskan kemarahannya pada Dominic. Salah- salah nyawanya akan melayang di tangan pria itu.

"Kenapa kau melakukan ini padaku, Tuan?" Mata Ella berlinang, campuran sedih, marah, namun takut. Pria ini benar-benar menjijikan, menyebalkan, dan juga menakutkan. "Apa salahku? Aku bahkan tak mengenalmu."

"Tidak ada alasan." Dominic menyeringai. "Aku hanya tak suka kau lari begitu saja."

"Lalu, apa maumu sekarang?"

Dominic mengulurkan tangannya ke arah Bobby, yang dengan sigap mengeluarkan sebuah berkas.

"Ingat ini?" Dominic meletakan berkas di atas meja. "Perjanjian kerjasama kita."

Ella menatap lembaran kertas tersebut. Tentu saja dia ingat. Perjanjian yang lebih banyak merugikannya. Ella bahkan tak mendapatkan 100 juta perbab seperti yang Dominic janjikan.

"Apa gunanya itu? Kau bahkan tak memberikan uang yang kau janjikan."

"Tapi persyaratannya adalah 'Bab yang memuaskan aku'. Dan kamu justru lari—"

"Tetap saja siang malam aku bekerja aku tak mendapat apapun!" teriaknya. Ella kehilangan kendali saking kesalnya dia. Namun saat menyadari tatapan Dominic menjadi lebih dingin Ella kembali kembali menciut. "... kecuali makanan."

"Ah, iya... kamu juga berjanji akan melepaskan aku kalau praktek 'itu' berhasil." Wajah Ella yang menciut segera bersemangat saat mengingat kesepakatan mereka tempo hari.

"Apa aku mengatakannya?"

Tidak!

Dominic tak mengatakannya.

"Lagipula, apa itu berhasil?"

Wajah Ella kembali layu dan pucat.

"Jadi, praktek 'itu'... haruskah kita lanjutkan sekarang? Atau kita bahas perjanjian sebelumnya?" Dominic menekan jarinya di atas lembaran kertas di atas meja.

Dominic mencondongkan tubuhnya. "Ini mudah, Ella. Kita di kantor polisi, kamu di penjara, dan selesai. Atau ikut bersamaku dan lanjutkan perjanjian kita?"

Ella menelan ludahnya kasar. Tak ada yang baik dari pilihan Dominic, itu sama saja.

"Setidaknya, kau masih mendapat makanan, dan tidur yang layak jika ikut bersamaku." Dominic melihat sekitarnya. "Dan juga, setidaknya ... masa depan yang tetap bersih."

"Tidak ada jaminan hidupku akan berakhir di tanganmu, Tuan. Tetap saja aku jadi tawanan. Bahkan lebih parahnya aku mati."

Dominic mengangguk. "Baiklah, itu pilihanmu." Dominic menarik diri dan menegakkan tubuhnya hendak pergi.

Ella menelan ludahnya kasar melihat ruangan sempit tempat orang-orang jahat di interogasi. Entah itu di dalam sel, atau di rumah Dominic, dia tetap tahanan.

Benar kata Dominic, dia masih bisa makan enak jika bersamanya. Lagi pula dia tetap tak bisa melawan. Bahkan jika Vivian benar-benar membawa pengacara untuknya dia tidak akan menang melawan Dominic.

"Baiklah, Tuan. Aku ikut!" putusnya. Setidaknya dia bisa mencoba lari lagi nanti. Dan jika kesempatan itu muncul dia harus lari lebih jauh.

Dominic baru akan menyentuh pintu saat suara Ella terdengar. Pria itu berbalik dengan senyum menyeringai.

"Keputusan yang bagus."

....

Dominic benar-benar menyelesaikan semua proses termasuk menarik kembali laporan kehilangannya, hingga polisi pun membebaskan Ella.

"Ella."

Baru keluar dari pintu kantor polisi Ella melihat Vivian bersama seorang pria berjas rapi di sebelahnya. Wanita paruh baya itu nampak khawatir dan segera menghampirinya.

"Kamu bebas? Aku datang dengan pengacara." Saat bicara Vivian menoleh sebentar pada Dominic yang berada di belakang Ella. Tatapan penasaran tak bisa dia tutupi saat melihat ada pria tampan di belakang Ella itu.

"Semuanya sudah selesai, Bibi. Ini hanya kesalahpahaman." Tidak mungkin Ella mengatakan ini ulah Dominic yang menjebaknya dan memaksanya untuk kembali.

"Syukurlah, aku sangat khawatir."

"Maaf merepotkanmu, Bibi."

"Tidak apa, aku lega jika ini sudah selesai." Vivian kembali menatap Dominic yang masih menampakan wajah dinginnya. "Ella ini?"

Melihat tatapan Vivian, Ella menoleh pada Dominic, "Ini bosku, Bibi."

"Oh, dia pasti yang membantumu." Ella menatap Dominic dengan wajah kesal. "Kurang lebih seperti itu." Ella tak ingin basa- basi.

Vivian menghampiri Dominic. "Terimakasih kau mau membantu, Ella, Tuan."

Dominic hanya mengangguk.

Melihat Dominic si wajah dingin tak bereaksi apapun, Ella menarik Vivian. "Masalahnya sudah selesai, Bibi. Pulanglah dulu." Ella mendorong Vivian agar segera pergi, lalu melambaikan tangannya. Tidak bagus bagi Vivian terlalu dekat dengan orang berbahaya macam Dominic.

"Baiklah, Ella. Pulanglah kalau semuanya sudah selesai."

Ella mengangguk dan melambaikan tangannya, "Sampaikan salamku untuk Jack, Bibi."

Setelah Vivian benar-benar pergi Ella menoleh kembali pada Dominic, namun pria itu justru menariknya kasar dan dengan cepat berjalan ke arah mobilnya.

"Tunggu, Tuan! Sakit!" Ella melihat pergelangan tangannya yang di cengkram kuat, hingga dia merasakan tubuhnya terlempar ke dalam mobil.

"Sudah cukup basa- basinya." Dominic menekan tangannya di badan mobil menatap tajam Ella yang baru saja dia lempar masuk.

"Brengsek!" Ella menatap tak kalah tajam dengan meremas pergelangan tangannya yang terasa perih akibat cengkraman Dominic.

Apa pria itu gila? Apalagi salahnya sekarang.

Saat keduanya bertatapan tak kalah tajam terdengar ledakan di sebuah gedung tepat di sebelah kantor polisi. Hal yang membuat Ella berjengit dan refleks menutup telinganya. Gedung itu meledak membuat puluhan, bahkan ratusan orang berhamburan keluar. Getarannya bahkan terasa hingga ke tempat Ella berada.

Namun saat Ella akan menoleh hendak melihat apa yang terjadi dagunya di tarik kembali ke arah Dominic.

"Lihat aku saat aku bicara, Ella!"

Mata Ella terbelalak saat bibirnya terasa basah akibat sentuhan bibir Dominic yang tiba-tiba.

Pria itu menciumnya.

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!