NovelToon NovelToon
Sandra Abyasya

Sandra Abyasya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:184
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

" Baiklah kalau begitu, Nak tolong ajak Afif ke taman belakang agar kalian bisa mengobrol dan saling memahami agar segera memberikan keputusan." ucap pria paruh baya itu.

" Baik ayah." ucapnya dan keduanya pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan menuju taman belakang.

Saat ini hanya ada mereka berdua saja di taman belakang, Afif menatap ke arah Fazira. Tentunya ia merasa jatuh hati dengan rupa dan tutur kata Fazira, menurutnya tidak ada wanita seperti Fazira yang pernah ia kenal. Dan kini ia merasa bersyukur karena di beri kesempatan untuk mengenal Fazira, dan tentunya ia berharap bisa melanjutkan ke tahap berikutnya dengan Fazira.

" Kamu sedang melihat apa?" tanya Fazira yang merasa Afif sejak tadi terus menatapnya.

" Aku menatap mu." ucapnya yang tanpa sadar dan ia pun segera menutup mulutnya. Dan hal itu justru membuat Fazira tersipu malu. " Maaf ya, tidak seharusnya aku begitu."

" Tidak masalah."

" Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu Fazira, sudah sejak lama aku ingin bertemu dengan mu."

" Kau sudah lama mengenal ku?"

" Sebenarnya aku pertama kali melihat mu di pernikahan Fahira, saudara kembar mu. Walaupun kalian kembar, tapi entah kenapa aku merasa kalau kalian berdua itu berbeda dan aku sudah jatuh hati sejak itu."

" Itu sudah lumayan lama, kalau boleh tau apa yang membuat mu tertarik pada ku?"

" Senyumanmu yang indah dan tutur katamu yang lembut."

" Itu semua kan bisa saja hanya karena settingan, apalagi itu adalah hari pernikahan saudara kembarku sendiri."

" Tapi aku yakin kalau itu adalah karakter aslimu bukan hanya settingan saja."

" Apa yang membuatmu yakin kalau itu memang adalah karakter asliku dan bukan hanya sekedar settingan?"

" Dari sorot matamu itu semua bisa terlihat kalau itu adalah kenyataan atau asli bukan sekedar settingan."

" Ternyata kau melihat dari sorot mataku, selain itu apalagi yang membuatmu tertarik?"

" Aku tidak tahu, tapi ketika melihatmu tersenyum rasanya aku merasa bahagia."

" Bagaimana jika aku memutuskan untuk tidak bersama denganmu?"

" Aku juga tidak bisa memaksamu untuk mau bersama denganku, tetapi yang kuharapkan kau akan bahagia dengan siapapun sosok nantinya yang akan menjadi pendamping."

" Bagaimana jika suatu hari nanti orang yang bertanding dengan justru adalah orang yang paling dekat denganmu?"

" Aku juga tidak mengetahui siapapun nantinya akan menjadi jodohku dan juga jodohmu, tetapi jika memang nantinya yang bersama denganmu adalah orang yang aku kenal maka aku akan berharap kalau dia bisa membahagiakanmu. Tetapi jika dia tidak membahagiakanmu maka Aku adalah orang pertama yang akan menghajarnya."

" Baiklah kalau itu memang adalah jawabanmu Afif, tetapi apakah hal ini akan berdampak pada perusahaan ayahku nantinya?"

" Mengapa tiba-tiba saja kau mengatakan mengenai perusahaan, padahal pada saat ini kita sedang membahas mengenai diri kita masing-masing?"

" Aku bukanlah seseorang yang suka terlibat dalam urusan bisnis, tetapi aku hanya tidak mau karena diriku bisnis ayahku menjadi hancur."

" Kalau begitu Kau lebih mengutamakan hatimu daripada bisnis?"

" Tentu saja itu adalah yang paling utama Afif, Karena bagiku bisnis tidak ada gunanya tetapi aku hanya tidak ingin nantinya ayahku semakin membenciku hanya karena bisnis."

" Ayahmu membencimu?"

" Aku rasa ayahku tidak membenciku tetapi ibuku sangat membenciku."

" Mengapa ibumu bisa membencimu, bukankah kau dan juga Fahira lahir dari rahimnya?"

" Ada sebuah tragedi di masa lalu yang membuat Ibu lebih berpihak pada Fahira dan selalu membenciku, dan aku juga tidak bisa menyangkal kejadian itu karena semua orang berpihak pada Fahira."

" Lalu apa Kakak Adam tidak ada berniat untuk membelamu?"

" Tentu saja Kak Adam selalu berusaha untuk membelaku, hingga akhirnya Ibu juga membenci kak Adam."

" Berarti orang yang paling berharga dalam hidupmu adalah Kak Adam?"

" Yang kau katakan itu memang sangat benar, tidak ada satu kata pun yang bisa aku tentang dari Kak Adam. Karena bagiku tak Adam adalah yang paling utama, Dia adalah satu-satunya orang yang selalu memikirkan kebahagiaanku."

" Hal itu bisa terlihat sejak tadi keadaan yang selalu berusaha untuk memastikan kebahagiaanmu, sangat berbeda dengan orang-orang di ruang tamu tadi yang tampak tidak peduli dengan kebahagiaanmu nantinya."

" Dia memang selalu berusaha agar aku bahagia, tetapi sejauh ini aku masih belum bisa membahagiakannya."

" Perlu bantuan untuk membuat kak Adam bahagia?"

" Untuk soal itu aku juga tidak mengetahui membutuhkan bantuan apa, karena Kak Adam selalu diam dan tidak banyak berbicara."

" Setelah kita menikah nantinya aku akan membawamu untuk tinggal di Indonesia, dan mungkin setelah itu kau akan jauh dari Kak Adam. Tapi aku akan berusaha untuk membantumu membuat keadaan bahagia, aku akan membantumu untuk mencarikan pendamping bukan Adam."

" Kau yakin ingin membantuku untuk mencarikan pasangan untuk Adam?"

" Tentu saja aku yakin akan membantumu untuk mencarikan pasangan untuk kak Adam, Karena aku tahu kebahagiaan keadaan adalah kebahagiaanmu juga."

" Ternyata kata memahami aku ya, tetapi jika nantinya kita memang tinggal di Indonesia apakah kita tidak akan pernah kembali ke negara ini?"

" Untuk kembali tinggal di negara ini itu sangatlah sulit karena memang pada dasarnya aku berbisnis di sana, tetapi jika kau ingin datang kemari dan berlibur maka aku tidak akan masalah."

" Kau tidak akan melarang ku untuk pergi berlibur walaupun nantinya aku akan berlibur sendirian tanpamu?"

" Aku tidak akan merasa masalah jika nantinya kau akan pergi berlibur atau pulang ke rumah orang tuamu di sini, tapi yang terpenting kau harus selalu memberi kabar kepadaku mengenai di mana keberadaan mu agar aku tidak merasa khawatir."

" Kau yakin dengan jawabanmu ini, karena nantinya aku pasti akan melakukannya sesuai dengan apa yang kau katakan jika aku memang bersama denganmu."

" Aku tidak merasa masalah dengan hal tersebut, yang terpenting kau memberi kabar kepadaku di mana keberadaan mu. jika memang nantinya kau berada di sini bersama dengan orang tuamu, justru aku merasa semakin tenang karena ada yang menjagamu."

Keduanya terus saja memperbincangkan hal itu, tentunya mereka sudah membicarakan mengenai kehidupannya masing-masing. Dan bagaimana nantinya jika mereka akan melanjutkan hubungan berikutnya, Sebab mereka tidak ingin nantinya ada salah paham dalam kehidupan mereka. Dan pada akhirnya mereka harus berpisah di tengah jalan, dan mereka tidak ingin hubungan rumah tangganya hancur.

Keduanya terus saja memperbincangkan hal tersebut, hingga akhirnya mereka telah mendapatkan sebuah keputusan yang mutlak. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam ruangan, dan kemudian menyampaikan keputusan mereka itu kepada pihak anggota keluarga. Terutama Adam memang selalu mengkhawatirkan kalau adiknya itu akan tidak bahagia, Iya hanya ingin adiknya selalu bahagia bersama dengan siapapun pilihannya nantinya. Sebab dia tidak akan selalu bisa bersama dengan adikmu, dan ia berharap pendamping adiknya nanti bisa membahagiakan adiknya.

1
Naim
bingung sama alur ceritanya
Nafras(Ig:nafras03): silakan lihat buku pertamanya ya kak
judulnya "Naura abyasya"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!