NovelToon NovelToon
Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.

Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?

Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.

Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Pelukan Yang Dibutuhkan

Tanpa buang waktu Bi Martha segera meninggalkan rumah itu untuk menyusul Raelynn. Edwin, Emma dan Risha tidak begitu memperdulikan kepergiannya. Bagi mereka kehilangan satu pelayan, bukan masalah besar dan masalah terbesarnya sekarang adalah perusahaan yang sudah berada diambang kebangkrutan.

Kejadian pengusiran itu, jelas tertangkap di mata orang suruhan Logan sebelumnya. Mreka pun segera memberikan laporan kepada Tuannya seperti yang diperintahkan. Logan yang saat itu sedang melakukan pemeriksaan terhadap cabang baru perusahaannya yang diberi nama J-Dominic Ect Group bersama dengan Gavin. Sontak segera memberikan perintah agar Gavin menjauh darinya agar dia bisa menerima panggilan masuk dari orang suruhannya itu.

“Secepat ini? Mereka memang benar-benar bisa diandalkan tidak seperti asistenku yang bodoh ini yang sayangnya sahabatku sendiri.” batin Logan saat melihat ponselnya yang bergetar karena panggilan dari orang suruhannya.

“Vin, coba kau pastikan tentang kedatangannya dan sampai kapan kita akan menunda pelantikannya,” perintah Logan, dimana Gavin tanpa curiga sedikitpun langsung pergi untuk melaksanakannya.

Begitu Gavin sudah menjauh darinya, Logan langsung saja menerima panggilan itu dengan berkata, “Ada apa?”

“Tuan, Nona Raelynn baru saja di usir oleh keluarga sendiri. Sekarang dia tidak memiliki tujuan, bahkan sepertinya dia tidak memiliki uang sepeser pun,” jelas Mahen Serrano, salah satu pengawal yang diutus Logan.

“Apakah sampai separah itu? Haruskah aku menjemputnya sekarang?” gumam Logan yang tidak mengiran Raelynn akan langsung diusir karena kegagalan rencana keluarga itu.

“Tuan akan datang menjemputnya sendiri?” tanya Mahen memastikan, dia memang mendengarnya tapi dia ragu bahwa perkataan itu tertuju padanya.

“Tidak, pastikan saja dia bisa mendapatkan rumah yang lain. Gunakan berbagai cara agar dia tidak mengetahui bahwa kalian tengah membantunya secara diam-diam,” ujar Logan merasa belum saatnya untuk berhenti menghukum Gavin.

Jika dia menjemput Raelynn sekarang, maka Gavin akan berhenti menyalahkan dirinya sendiri. Bahkan Logan belum merealisasikan untuk memotong penuh gajinya selama beberapa bulan ke depan.

Setidaknya dia sudah menempatkan beberapa orang kepercayaannya untuk mengawasi dan membantunya secara diam-diam, sehingga Logan tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.

“Baik, Tuan! Kalau begitu saya akan menjalankan sesuai dengan yang anda perintahkan. Lalu tentang informasi yang anda inginkan, Rafael sudah mengirimkannya ke Email anda,” ujar Mahen.

“Mmm, aku akan memeriksanya nanti!” Logan lantas segera memutuskan sambungan telepon itu saat melihat Gavin yang sedang berjalan kembali menuju ke arahnya.

...****************...

Beralih kembali pada Bi Martha yang mengambil langkah seribu untuk bisa mengejar kepergian Raelynn yang mungkin sudah berjalan terlalu jauh. Usahanya sungguh tidak sia-sia ketika Bi Martha melihat keberadaan Raelynn yang tengah duduk termenung di salah satu bangku taman dengan tatapan kosongnya.

“Nona, akhirnya Bibi menemukanmu juga!” seru Bi Martha dengan deru nafas yang tidak beraturan, karena sedikit berlari sembari menenteng tas besar untuk menghampirinya.

“Bi Martha?” gumam Raelynn dengan tatapan penuh tanya, melihat Bi Martha yang membawa tas besar seperti baru saja di usir seperti dirinya.

“Kenapa Bibi bisa berada di sini?” Akhirnya Raelynn menanyakan secara langsung apa yang ada di dalam pikirannya.

“Tentu saja untuk menemani Nona kecilku yang sedang sedih dan kesulitan ini. Bagaimana? Apa Nona masih membutuhkan pelukan dari wanita tua ini?” jawab Bi Martha sembari merentangkan kedua tangannya, menunggu Nona kecilnya itu berlari dalam dekapannya seperti dulu.

Dengan air mata yang sudah berada dipelupuk matanya, Raelynn tersenyum dan berlari menghamburkan tubuhnya dalam pelukan hangat Bi Martha. Dia menangis sesenggukkan dalam pelukan itu, tanpa memperdulikan tatapan orang lain yang berlalu lalang di sana.

Sungguh, sebuah pelukan hangat dan juga belaian lembut seperti ini yang Raelynn butuhkan selama ini. Pelukan dan kasih sayang yang tidak mungkin dia dapatkan lagi dari kedua orang tuanya.

“Hiks … Bi, Papah dan Mamah tidak menginginkan aku lagi! Sekarang aku benar-benar sendirian dan aku … aku tidak tahu harus berbuat apalagi sekarang? Hidupku sudah hancur tanpa tersisa sedikitpun.”

Raelynn mengutarakan semua ketakutannya, keputusasaan dirinya untuk tetap bertahan hidup di dunia yang begitu kejam kepadanya itu. Tidak ada jawaban ataupun balasan apapun dari Bi Martha. Wanita paruh baya itu hanya memeluknya semakin erat, membelai rambut panjang Raelynn. Membiarkan Nona kecilnya yang malang itu mengeluarkan semua kesedihan dan beban di hatinya.

Dan benar saja, Raelynn semakin meraung mengungkap segalanya ketakutan dan ketidakberdayaannya. Dia menumpahkan segala beban di hatinya, bersama dengan Bi Martha yang menjadi pendengar terbaik sekaligus orang ikut menangisi nasibnya.

Cukup lama Raelynn menangis dalam pelukannya, bahkan meski tangisan itu sudah sedikit mereda Bi Martha sama sekali tidak berniat melepaskan pelukannya.

Baru setelah Nona kecilnya benar-benar sudah tenang, Bi Martha mulai berkata, “Nona tidak akan pernah sendirian. Bukankah ada saya di sini? Selain itu, Nona adalah wanita yang sangat baik pasti di luar sana masih banyak tangan yang akan menarik Nona dalam pelukannya, baik saat Nona sedih maupun senang. Percaya ‘lah, Nona bukan seperti yang mereka tuduhkan.”

“Bi …”

Sungguh kalimat dan kata-kata seperti itulah yang ingin Raelynn dengan seperti ini. Bukan penolakan, cacian dan kata-kata yang semakin menjatuhkan semangat hidupnya. Kenapa harus Raelynn dapatkan dari orang lain? Kenapa bukan dari keluarganya sendiri? Bahkan keluarganya sendiri yang menjadi penyebab penderitaannya selama ini.

“Jangan menangis lagi, Nona! Jika mereka tidak menginginkan Nona menjadi bagian keluarga mereka lagi, maka Nona bisa menjadi bagian dari keluarga Bibi. Mulai sekarang Bibi akan selalu berada kemana pun Nona kecilku ini pergi, karena bibi sudah tidak bekerja di sana lagi,” ujar Bi Martha seraya menghapus air mata yang tersisa di wajah cantik Raelynn.

“Kenapa, Bi? Apakah semua ini gara-gara—”

“Apa yang sedang Nona bicarakan,” potong Bi Martha dengan cepat, lantas dia tersenyum lembut sembari membelai wajah Raelynn yang kembali mendung, “Selama ini Bibi bertahan berkerja di rumah itu, karena Nona Raelynn. Jika Nona pergi, lalu untuk apa saya tetap di sana.” sambungnya.

“Terima kasih banyak, Bi!” ucap Raelynn begitu terharu dengan ketulusan kasih Bi Martha untuk dirinya.

“Sama-sama, Nona! Berkat kehadiran Nona, Bibi selalu merasa tetap menjadi seorang ibu. Seharusnya Bibi yang berterima kasih kepada Nona, karena jika waktu itu Nona tidak menghampiri Bibi. Maka Bibi mungkin sudah berada di rumah sakit jiwa karena kehilangan anak sekaligus suami Bibi saat itu,” ujar Bi Martha teringat akan masa kelamnya dulu.

Raelynn memang tidak mengingatkan pertemuan pertama mereka saat itu, karena usianya yang masih sangat kecil. Namun, Raelynn bisa merasakan betapa tulusnya Bi Martha merawatnya selama ini seperti anak kandungnya sendiri.

Bahkan disaat keluarganya sendiri menyalahkan, mencaci dan menyiksanya bahkan membuangnya seperti sampah. Hanya Bi Martha yang rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mendampinginya seperti ini. dan Raelynn sangat mensyukuri hal itu, setidaknya masih ada satu orang di dunia ini yang mau tetap tinggal di sisinya.

Bersambung ….

1
Mbak Rin
☕☕☕meluncur
Yena
The Best
Mbak Rin
wah Suho knp kamu JD salah paham awas Bae keno semprot tuan Gavin 😁
Mbak Rin
dah Vin sabar biarkanlah tuanmu dngn pemikirannya sendiri
Mbak Rin
dah Vin ngikut rencana bosmu az drpd kena marah
Mbak Rin
ku tunggu bucinnya logan dngn rael nih
eny agustina
❤❤❤❤
Desyi Alawiyah
Lah... Suho malah salah paham deh...

Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...

Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
Desyi Alawiyah
Bener-bener deh si Gavin ini...🤭
Desyi Alawiyah
Aku padamu Logan... Ayo desak terus si Frans dan babi tua itu...☺
nyaks 💜
bantu jawab Suho: Bukan..tpi kakak dari wanita itu 😅😅
nyaks 💜
gavinn 😅😅😅
nyaks 💜
dan kedepannya kau akan sangat menyesali keputusanmu ini Logan...
nyaks 💜
ngegas si Abang 🤣🤣🤣
nyaks 💜
gavin d lawan 🤣🤣🤣
nyaks 💜
mulaiii,,mulai gavin 😅
nyaks 💜
bingung ya Vin 🤭🤣🤣
Dwi Rustiana
Gavin jawab dong jangan diem2 bae ntar suho salah paham kan bisa berabe urusannya. apalagi kalo sampe kedengaran keluarga dajal bisa PD gila mereka
Dwi Rustiana
wes pokoke kamu diem2 bae ya Gavin jangan bkin bosmu tambah emosi jiwa terima beres ae kamu 🤭🤭🤭
@pry😛
bukn suho... ni setan..
next kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!