NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24: Racun Asing!

***

Malam turun dengan tenang di dalam hutan pegunungan itu.

Api unggun kecil menyala ditengah kemah, memantulkan cahaya dibatang-batang pohon tua yang menjulang tinggi.

Di dalam sebuah tenda sederhana, pria yang di duga sebagai 'Pangeran' itu masih terbaring tidak sadarkan diri.

Tubuhnya dipenuhi luka menganga, namun yang paling mengkhawatirkan adalah luka yang terdapat dibagian perutnya.

Kulit di daerah sekitar luka itu berubah menjadi kehitaman, dan urat-urat tipis berwarna ungu menjalar perlahan seperti akar tanaman yang hidup di dalam kulitnya.

Du Anxi melihatnya sambil mengerutkan keningnya.

"Racun ini terlihat sangat ... aneh," ujar Du Anxi.

Mo Yuyan yang berdiri disampingnya, melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah bingung.

"Apanya yang terlihat aneh, Du Anxi?" tanya Mo Yuyan.

Du Anxi menunjuk luka itu dengan ujung bawah tongkatnya.

"Racun yang kita kenal biasanya akan menyerang darah atau organ dalam," jawab Du Anxi.

"Lalu?"

"Racun yang ada di dalam tubuhnya sekarang, hanya menyerang dan memakan energi spiritualnya sampai habis," lanjut Du Anxi menjelaskan.

Li Shen yang berdiri dibelakang mereka langsung mengangkat alisnya, saat mendengar penuturan Du Anxi.

"Racun yang menyerang energi spiritualnya?" beo Li Shen.

"Ya. Jika jalur energi spiritualnya rusak, bukankah artinya dia tidak dapat berkultivasi lagi seumur hidupnya?" sahut Duan Xue sambil bersandar di salah satu tiang tenda.

Du Anxi menganggukkan kepalanya pelan sambil menghela napas panjang.

"Haaaah! Racun ini bahkan lebih buruk! Jika terus menyebar, maka meridian miliknya akan hancur tanpa bisa diperbaiki lagi," ujar Du Anxi dengan nada miris.

"Sadis sekali orang yang menanam racun itu ditubuhnya ..." ujar Li Shen.

Mo Yuyan tidak berkomentar apa-apa, tatapan matanya hanya tertuju pada luka dibagian perut pria itu.

"Nona, ini adalah salah satu racun kuno yang sudah dipunahkan puluhan ribu tahun lalu ..." ujar Ryd dibenak Mo Yuyan.

"Apakah kamu mengenalinya?" tanya Mo Yuyan.

"Auranya hampir mirip dengan racun kuno itu, tapi aku tidak mengenali racun yang sepertinya sudah dimodifikasi ini," jawab Ryd.

Mata Mo Yuyan yang tertutup sebelumnya langsung terbuka, dan dia memerintahkan Li Shen untuk membuka pakaian pria itu.

"Lepaskan pakaiannya!" perintahnya dengan nada tegas.

Li Shen langsung tersentak, saat mendengar perintah itu.

" ... Hah??!!"

Mo Yuyan menatap Li SHen dengan wajah datar.

"Apakah kamu ingin dia mati, ya?" tanya Mo Yuyan sambil menyipitkan matanya.

"A-Ah~bukan begitu maksudku!" sahut Li Shen dengan suara tergagap.

Duan Xue langsung tertawa, saat melihat Li Shen gelagapan dengan wajah memerah.

"Hahahaha! Bocah ini ternyata terlalu polos!" ujar Duan Xue.

"Hmmp! Diam kamu!" bentak Li Shen sambil mendengus kesal.

Du Anxi menghela napas lelah, saat melihat mereka berdebat lagi.

"Cepat, lakukan apa yang diperintahkan oleh Ratu! Jangan sampai racunnya menyebar, jika menyebar, akan semakin sulit untuk menyembuhkan dirinya!" perintah Du Anxi denagn nada ketus.

Akhirnya, Li Shen bergerak membantu melepaskan pakaian pria itu.

Ketika bagian dadanya terlihat, semua orang terdiam dengan mata terbeliak lebar.

Tubuh pria itu dipenuhi oleh bekas luka.

"Pria ini pasti sering bertarung di luar sana," gumam Duan Xue.

Mo Yuyan tidak tertarik untuk membahas semua itu, tatapan matanya terfokus pada jalur energi yang di bagian dada pria itu.

Urat-urat darah berwarna hitam mulai menyebar dari luka perut, menuju ke arah jantungnya.

"Jika racun itu sampai menyentuh jantungnya, maka tugasnya sudah selesai sebagai manusia di dunia ini ..." ujar Du Anxi dengan nada lirih.

Mo Yuyan mengulurkan tangannya ke arah Li Shen.

"Pinjam belatimu ..." ujar Mo Yuyan.

Li Shen dengan cepat menyerahkan belati tipis nan tajam mliknya.

"Kakak mau ngapain?" tanya Li Shen.

"Mengeluarkan racunnya," jawab Mo Yuyan, singkat.

Sret!

Mo Yuyan membuat sayatan kecil di dekat luka beracunnya, dan~

Cuuur!

Da-rah berwarna hitam langsung keluar dari sayatan tersebut, dengan bau yang sangat busuk.

"Hoeeek!" Li Shen memundurkan langkahnya menjauh dari sisi Mo Yuyan.

"Ugh! Bau sekali, Kak!" protes Li Shen.

"Tentu saja bau, karena itu bukanlah da-rah biasa! Itu adalah da-rah yang sudah tercampur dengan racun!" sahut Duan Xue menjelaskan.

Mo Yuyan mengabaikan perdebatan mereka, dia fokus dengan pria yang ada di depannya.

"Ryd ..." panggil Mo Yuyan.

Kelima kepala Ryd langsung siaga,tanda dia siap menerima perintah Tuannya.

"Aku membutuhkan racunmu .."

"Ssssss ..."

Li Shen langsung tersentak, saat dia mendengar ucapan Mo Yuyan.

"Tunggu sebentar, Kak! Kamu ingin menambahkan racun Ryd ke dalam tubuh pria itu?! Apakah kamu sudah gila?!" seru Li Shen.

Mo Yuyan hanya menatap datar adik sepupunya itu.

"Apakah kamu tidak pernah dengar 'Teori' dalam bidang pengobatan? Jika ingin menetralkan racun aneh di dalam tubuh seseorang, maka kita harus memberikan orang itu racun yang lebih kuat agar netral!" sahut Mo Yuyan menjelaskan.

"Benar sekali! Itu adalah sebuah teori menyembuhkan racun yang terkenal .... Hahahaha!" sambung Duan Xue sambil tertawa.

Salah satu kepala Ryd membuka mulutnya, lalu meneteskan setetes cairan hijau pekat ke dalam luka itu.

Tes!

Srrreeessh!

Cairan racun Ryd bereaksi dengan darah hitam yang ada di sana, sampai sebuah asap tipis muncul ke permukaan.

Pria itu langsung mengerang pelan.

"Arrrghhh ..."

"Eh, dia sadar?!" ujar Li Shen terkejut.

Mo Yuyan langsung menekan titik akupuntur di bagian dada pria itu, agar jantungnya terlindungi.

"Belum sadar," sahut Mo Yuyan.

"Kamu mencoba untuk menetralkan racunnya?" tanya Du Anxi dengan wajah serius.

"Bukan itu tujuanku ..." jawab Mo Yuyan sambil menggelengkan kepalanya.

"Lalu?"

"Aku akan memancing keluar racunnya ..." jawab Mo Yuyan.

Mo Yuyan menyalurkan energi miliknya, agar racun Ryd tidak sia-sia masuk ke dalam sana.

Semua mata melihatnya dengan wajah tegang, karena itu adalah tahap yang paling sulit untuk dilakukan.

Tidak lama kemudian, urat kecil berwarna hitam di dada pria itu mulai bergetar pelan, lalu bergerak mundur kembali perlahan ke arah luka yang dibuat Mo Yuyan sebelumnya.

"Hah?! Racun itu bisa bergerak mundur begitu?!" seru Li Shen dengan wajah terkejut.

"Ya, racun Ryd lebih kuat dan dominan, sehingga bisa 'memukul' mundur semua racun lama di dalam tubuhnya ..." jawab Mo Yuyan sambil mengangguk samar.

Tidak lama kemudian, darah hitam menyembur keluar dari arah luka tersebut, membuat genangan bau busuk yang sangat menyengat.

Splash!

Du Anxi bergerak cepat dengan melemparkan bubuk herbal ke arah luka tersebut.

Cesssss!

Reaksi kimia itu langsung menghentikan aliran da-rah yang keluar, setelah semua racun berhasil dikeluarkan.

Setelah itu, Mo Yuyan kembali menekan beberapa titik meridian pria itu kembali.

Tuk! Tuk! Tuk!

Aliran energi spiritual pria itu, akhirnya stabil dengan perlahan.

--

Setelah melalui keadaan yang menegangkan selama beberapa menit, warna kulit pria itu kembali normal.

"Haaaah! Syukurlah ..." ujar Li Shen sambil menghela napasnya.

"Kamu benar-benar gila, Ratu! Berani sekali mengambil tindakan berbahaya seperti itu!" seru Duan Xue dengan nada kagum.

"Apa maksudmu, Duan?" tanya Mo Yuyan.

"Kamu berani mengobati 'racun' yang dilawan denagn 'racun' kembali seperti itu. Itu adalah tindakan yang penuh dengan resiko ..." jawab Duan Xue.

Mo Yuyan mengerutkan keningnya, saat mendengar jawaban Duan Xue.

"Dia mengobati seseorang dengan racun, sesuai dengan julukan dirinya yaitu 'Ratu Racun', Duan Xue ..." sela Du Anxi.

"Jika dia menobati dengan cara yang biasa saja, namanya 'Tabib'!" lanjut Du Anxi.

Mo Yuyan tidak menanggapi perdebatan mereka, dia membersihkan tangannya dengan sehelai kain.

Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara pria itu mengerang pelan.

"Uggh ...!"

Semua mata menatap kearahnya, menanti sadarnya pria asing itu.

Slap!

Matanya perlahan terbuka ...

Tatapan tajam dan dingin terlihat di pupil matanya yang hitam.

Begitu matanya menatap Mo Yuyan yang cantik dan dingin, dia mencoba untuk bangkit.

"A-Aku dimana ...?" tanya pria itu.

Mo Yuyan langsung menekan bahunya, agar dia kembali berbaring.

"Jangan bangun!" ujar Mo Yuyan.

Pria asing itu menatap Mo Yuyan dengan tatapan mata yang dingin.

"Kalian ini siapa?" tanyanya kembali.

"Orang-orang yang telah menyelamatkan hidupmu!" sahut Li Shen, tidak kalah dingin.

"Dari puluhan pembunuh bayaran ..." sahut Duan Xue menambahkan.

Pria asing itu terdiam selama beberapa detik, lalu dia menghela napasnya pelan.

" ... Aku ingat sekarang ..."

Dia menatap ke arah Mo Yuyan.

"Kamu yang telah menghentikan tombak itu, kan?" tanya pria itu.

"Ya," jawab Mo Yuyan singkat.

Lalu pria itu menatap ke arah luka di perutnya, dan wajahnya terlihat terkejut.

"Racun itu ..."

"Sudah bersih," sahut Mo Yuyan.

Pria asing terdiam sejenak, tidak lama kemudian, tatapannya perlahan menjadi sangat serius.

"Aku berhutang nyawa dengan kalian ..." ujar pria itu dengan wajah serius.

Duan Xue langsung tertawa saat mendengarnya.

"Hahahahaha! Ternyata dia adalah seorang pria yang tahu terima kasih juga ..."

"Benar! Biasanya orang tidak mau mengakui penyelamatnya dan langsung kabur begitu saja ..." sahut Li Shen sambil menganggukkan kepalanya.

Pria asing itu mengabaikan ocehan mereka, tatapannya lurus ke arah Mo Yuyan.

"Kamu siapa?" tanya pria itu.

"Namaku Mo Yuyan ..." jawabnya santai.

"Mo Yuyan ..." beo pria asing itu pelan.

Pria itu mengulang nama itu pelan.

"Mo Yuyan..."

"Dan namaku adalah Xiao Tianming ..." lanjut pria itu memperkenalkan diri.

Mendengar nama itu, Du Anxi langsung terpaku.

Namun tidak ada yang menyadarinya.

"Yo, nama yang sangat bagus!" ujar Li Shen.

Akan tetapi, Du Anxi menatap Xiao Tianming dengan tajam.

Mo Yuyan menyadari, jika tatapan Du Anxi berbeda kepada pria itu, saat dia menyebutkan namanya.

"Anxi ... Apakah kamu mengenal nama itu?" tanya Mo Yuyan.

"Jika aku tidak salah ingat ..."

"Dia adalah Putra Mahkota Kerajaan Langit Utara ..." jawab Du Anxi dengan nada rendah.

Li Shen langsung melompat dari duduknya karena terkejut.

"Apaaa?! Putra Mahkota?!"

"Hahahaha! Ternyata benar, pria ini bukanlah pria dengan status 'biasa saja' ..." ujar Duan Xue sambil tertawa.

Xiao Tianming hanya tersenyum tipis, namun tatapannya kepada Mo Yuyan menjadi jauh lebih dalam.

"Aku benar-benar tidak menyangka, jika di wilayah selatan ini ..."

Xiao Tianming menjeda ucapannya sesaat, lalu dia kembali berkata:

" ... Ada seseorang yang mampu menetralkan racun 'Ular Hitam Kaisar'."

"Racun 'Ular Hitam Kaisar' ?" beo Mo Yuyan dengan mata meyipit.

"Ya, dan itu adalah racun yang hanya dimiliki oleh Kerajaan-Kerajaan besar di benua ini," sahut Xiao Tianming sambil menganggukkan kepalanya.

Suasana di dalam tenda itu menjadi semakin berat, saat mendengar jawaban Xiao Tianming.

Namun, Mo Yuyan tiba-tiba menyeringai tipis.

"Menarik!"

--

Di luar tenda mereka, angin malam bertiup sedkit kencang dan terasa lebih dingin.

Sebuah pertanda, bahwa pertemuan mereka bukanlah kebetulan belaka.

Perjalanan mereka menuju Lembah Emerald Hitam akan menjadi jauh lebih rumit, dari yang sudah mereka bayangkan.

"Ternyata perjalanan ini menjadi semakin ... Menarik!"

☣☣☣

Note:

Selamat hari raya Idul Fitri 1446 H, Minal Aidin Wal Faidzin ... Mohon maaf lahir dan bathin untuk kalian pembaca setia novel ini.

Maaf jika Author tidak UP lama, karena author pikir, novel ini tidak akan lolos kontrak kemarin, karena peninjauan sangat lama, membuat Author buat cerita baru jadinya ... 😁😁😁.

Eh, ternyata lolos kontrak ...

Jadi akan dilanjutkan kembali ...

Salam hangat online,

Aurora79.

1
Travel Diaryska
lanjuttt thorrr semangaattt 💪😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasinya Kak Ryska ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 5 replies
Maria Lina
ok siap thor😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Maria ... 🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
jgn lh putus"thor ya😍
Maria Lina: ok thor ditunggu lanjutannya ya😍😍
total 2 replies
Mydar Diamond
🤔 upnya mana
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Sama2,KakMydar ... Maaf lahir dan bathin juga, doa yang sama untuk kk disana. Maaf baru sempat balas, baru bisa online soalnya ... 🙏🏻🤗😊😊😊
total 3 replies
Rina Yuli
Hadir✋✋✋✋
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: InsyaAllah, ya kak ... karena kelamaan nunggu kontrak turun, akhirnya bikin novel baru kemarin, dan lagi semangat up di novel itu ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!