NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Dewi di Tengah Neraka

Debu abu-abu yang beterbangan di udara Dunia Antara mendadak membeku, tertahan oleh tekanan energi suci yang begitu murni hingga terasa asing di tempat pembuangan ini. Xiao Yuan, yang saat ini dibalut oleh zirah tulang putih hasil resonansinya dengan energi Long Chi, menahan napas. Di hadapannya, Yue Er sosok yang dikenal di seluruh Alam Atas sebagai simbol keadilan dan belas kasih berdiri dengan kaki yang seolah tidak menyentuh tanah yang kotor.

Wajah Yue Er sangat mirip dengan Ling’er, namun tatapannya jauh berbeda. Jika mata Ling’er dipenuhi oleh ambisi yang busuk dan haus kekuasaan, mata Yue Er jernih seperti telaga di puncak gunung, menyimpan kesedihan yang mendalam.

"Kau..." Xiao Yuan menggeram, suaranya terdengar berat dari balik pelindung wajah tulangnya. "Wajah itu... kau memiliki darah yang sama dengan wanita ular itu."

Yue Er tidak langsung menyerang. Ia menatap ratusan bangkai elang mekanis yang hancur di sekitar Xiao Yuan, lalu beralih ke Tanda Buruan Merah yang menyala di dada Xiao Yuan. "Aku adalah Yue Er. Ling’er adalah kakak tiriku, itu benar. Tapi aku tidak datang ke sini untuk menyelesaikan tugas yang gagal ia lakukan."

"Lalu untuk apa kau di sini? Menonton bagaimana aku mati perlahan di neraka ini?" Xiao Yuan mengangkat Pedang Keruntuhan Abadi, ujungnya menunjuk tepat ke tenggorokan sang dewi.

Yue Er mengangkat tangan kanannya yang halus, dan rantai suci yang tadinya meluncur tiba-tiba berhenti, melayang di udara seperti ular yang sedang tertidur. "Aku datang untuk memperingatkanmu. Xiao Tian telah melepaskan 'Pasukan Pembasmi Tanpa Bayangan'. Mereka bukan lagi prajurit biasa seperti komandan tadi. Mereka adalah pembunuh yang tidak memiliki raga, diciptakan hanya untuk menghapus keberadaanmu dan siapa pun yang bersamamu."

"Kenapa kau membantuku?" tanya Xiao Yuan curiga. "Bukankah keluargamu akan sangat senang jika kepalaku dipajang di gerbang langit?"

Yue Er melangkah maju, mengabaikan ujung pedang Xiao Yuan yang hanya berjarak beberapa senti dari kulit lehernya. "Karena ibumu, Ye Ling, pernah menyelamatkan nyawaku saat aku masih kecil. Dia tidak pernah menjadi pengkhianat seperti yang dikatakan ayahku. Dia adalah korban dari ketakutan para Dewa akan bangkitnya kekuatan Naga Sejati."

Mendengar nama ibunya disebut dengan nada hormat, pertahanan mental Xiao Yuan sedikit goyah. Ia bisa merasakan melalui ikatan jiwanya bahwa Yun’er yang berada jauh di depan juga merasakan ketulusan dari wanita ini.

"Kau ingin aku mempercayaimu?" desis Xiao Yuan. "Berikan aku alasan kenapa aku tidak harus memenggal kepalamu sekarang dan mengirimnya sebagai pesan untuk Xiao Tian."

Yue Er mengeluarkan sebuah permata berwarna biru pucat dari balik jubahnya. "Ini adalah Kristal Penutup Jiwa. Jika kau menggunakannya, Tanda Buruan di dadamu akan padam selama dua belas jam. Itu cukup waktu bagi kalian untuk mencapai Lembah Kesunyian tanpa terdeteksi oleh radar langit."

Tiba-tiba, suara kepakan sayap yang tidak bersuara namun menggetarkan ruang terdengar dari kegelapan langit. Yue Er menoleh dengan wajah pucat. "Mereka sudah sampai. Pasukan Tanpa Bayangan..."

Dari balik kabut abu-abu, muncul belasan bayangan hitam yang tidak memiliki bentuk tetap. Mereka melayang seperti asap, namun membawa sabit raksasa yang memancarkan aura dingin yang bisa membekukan jiwa. Mereka tidak memiliki mata, namun Xiao Yuan bisa merasakan tatapan haus darah mereka tertuju padanya.

"Ambil ini dan lari!" Yue Er melemparkan kristal itu kepada Xiao Yuan.

"Bagaimana denganmu?" Xiao Yuan menangkap kristal itu.

"Aku akan menahan mereka di sini sebagai dalih bahwa aku sedang bertarung denganmu. Jika mereka tahu aku membantumu, keluargaku akan menghancurkan klan ibuku juga," Yue Er menghunus pedang cahayanya sendiri, namun ia mengarahkannya ke arah para pembunuh bayangan itu.

Xiao Yuan ragu sejenak. Namun, teriakan batin Yun’er yang memintanya untuk segera kembali membuatnya harus mengambil keputusan cepat. "Jika ini adalah jebakan, Yue Er... aku bersumpah aku akan merobek sayapmu sendiri."

Xiao Yuan berbalik dan melesat menggunakan Langkah Bayangan Naga, menghilang ke dalam celah gunung tempat Long Chi dan yang lainnya menunggu.

Di belakangnya, ia mendengar dentingan logam yang luar biasa dahsyat. Cahaya suci Yue Er bertabrakan dengan kegelapan Pasukan Tanpa Bayangan. Xiao Yuan tidak menoleh. Ia harus mencapai Lembah Kesunyian.

Setelah beberapa menit berlari, ia sampai di depan sebuah lembah yang tertutup oleh kabut putih yang sangat tebal. Long Chi, Baraka, dan Yun’er sudah menunggu di sana dengan cemas.

"Yuan!" Yun’er berlari dan memeluknya. "Siapa wanita itu? Aku merasakan kesedihan yang luar biasa darinya."

"Seorang teman... atau mungkin musuh yang terjebak dalam posisi yang salah," jawab Xiao Yuan pendek. Ia segera menekan kristal biru itu ke dadanya.

Seketika, rasa sakit yang membakar dari Tanda Buruan menghilang. Cahaya merah di dadanya padam, digantikan oleh rasa sejuk yang menenangkan. Aura naga hitamnya pun menjadi tersembunyi sepenuhnya.

"Luar biasa," Long Chi bergumam, matanya yang tua menatap kristal itu dengan kagum. "Benda itu berasal dari gudang harta karun pribadi Kaisar Langit. Bagaimana kau bisa mendapatkannya?"

"Ceritanya panjang. Sekarang, tunjukkan jalan ke dalam lembah ini," perintah Xiao Yuan.

Long Chi mengangguk dan mulai membacakan mantra kuno. Kabut putih di depan mereka perlahan terbelah, menampakkan sebuah jalan setapak yang terbuat dari tulang-tulang naga yang sudah membatu. Di dalam lembah itu, suasana sangat sunyi tidak ada angin, tidak ada suara binatang, bahkan suara napas mereka sendiri terdengar sangat keras.

Namun, di tengah kesunyian itu, Xiao Yuan merasakan sebuah tarikan yang sangat kuat dari arah dasar lembah. Di sana, sebuah danau yang airnya berwarna hitam pekat memantulkan cahaya kristal-kristal yang menggantung di langit-langit lembah.

"Danau Sumsum Naga," Long Chi menunjuk ke arah danau itu. "Di dasarnya tersimpan jantung dari Naga Leluhur yang jatuh. Jika kau bisa menahan tekanan airnya, kau bisa menyerap energi yang akan membuat Sumsum Naga Suci-mu berevolusi ke tahap berikutnya."

Xiao Yuan menatap danau itu. Ia tahu ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa menandingi kekuatan Xiao Tian. Namun, ia juga merasakan bahaya yang sangat besar di dalam air hitam itu.

"Yun'er, tetaplah bersama Baraka di sini. Long Chi, jaga mereka," ucap Xiao Yuan sambil melepaskan jubah dan zirahnya.

"Yuan, hati-hati... aku merasakan ada sesuatu yang hidup di dasar danau itu," bisik Yun’er, tangannya menggenggam tangan Xiao Yuan erat.

Xiao Yuan tersenyum tipis, lalu mencium kening Yun’er. "Jangan khawatir. Aku sudah pernah merangkak keluar dari neraka. Danau ini tidak akan bisa menahanku."

Xiao Yuan melompat ke dalam danau hitam tersebut.

Byur!

Begitu tubuhnya menyentuh air, Xiao Yuan merasa seolah-olah ia dilempar ke dalam cairan timah yang sangat berat. Air itu mulai masuk ke dalam telinga, hidung, dan mulutnya. Namun, air itu tidak menenggelamkannya; air itu seolah-olah mencoba menyatu dengan darahnya.

Di dasar danau, Xiao Yuan melihat sesuatu yang membuatnya membelalak. Bukan hanya sebuah jantung, tapi sesosok pria yang duduk bersila di dasar danau. Pria itu tampak sangat mirip dengan ayahnya yang ia temui di klan Xiao, namun pria ini memiliki sisik emas yang menutupi seluruh wajahnya dan empat lengan yang memegang berbagai senjata pusaka.

Sosok itu membuka matanya. Mata naga yang murni.

"Setelah ribuan tahun... akhirnya, darahku kembali padaku," suara pria itu menggetarkan air di sekeliling Xiao Yuan.

Siapakah pria bersisik emas di dasar danau itu? Apakah benar dia adalah ayah kandung Xiao Yuan yang asli dari garis keturunan naga, sementara pria di klan Xiao hanyalah wali yang ditunjuk Ye Ling? Di atas tanah, dua belas jam hampir habis, dan Pasukan Tanpa Bayangan mulai menemukan jalan masuk ke Lembah Kesunyian setelah berhasil mengalahkan Yue Er. Jika Xiao Yuan tidak segera bangkit dari danau dengan kekuatan baru, mereka semua akan dibantai tanpa sisa. Namun, pria di dasar danau itu justru mengarahkan senjatanya ke arah Xiao Yuan. "Tunjukkan padaku... apakah kau layak mewarisi dendam naga, atau kau hanyalah sampah lain yang akan membusuk di danau ini.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!