melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lawan ku harus nya bukan dia
Dimensi hutan malam bagian Utara.
Setelah pertarungan Alven melawan Raviel sekarang giliran Toma menemui lawan nya:
Zareth umbraal
Toma berjalan setelah ia lepas dari kutukan ular milik seim.
Kepala ku, kunang kunang tapi sudah tak apa apa
Apa jangan jangan kami di pisahkan dan masing masing dari kami melawan setidak nya 1 atau 2 musuh
Tapi siapa musuh ku?
Tanya Toma dalam pikir nya.
Toma langsung mendengar suara langkah dari semak semak yang bergoyang.
KRASEEK KRASEEK
Semak itu di depan Toma bergetar pelan.
Toma langsung mengubah tongkat sihir nya menjadi sepuluh pedang matahari yang membara dan menyala.
Seseorang keluar dengan pakaian akademi odler dengan pakaian hitam dan celana hitam dan sebuah sepuluh shard terbang berwarna biru muda melingkar di tangan kanan nya.
Dia adalah Zareth umbraal.
Sihir: manipulasi shard terbang yang mampu melumpuhkan saraf lawan bahkan aliran darah dan juga mampu menusuk lawan kecuali di perlukan.
Toma langsung mengeluarkan tongkat sihir nya dan mengeluarkan sebuah portal sihir 10 pedang matahari.
"sihir manipulasi pedang matahari:10 pedang suci."kata Toma merapal mantra sihir matahari nya
Zareth langsung menghela nafas pelan.
"hahhh."suara Hela nafas zareth yang pelan
"Kau, Toma Ansel bukan?"tanya Zareth
Toma tidak menurunkan tongkat sihir nya sementara itu 10 pedang matahari nya tak turun perhatiannya.
"aku adalah Zareth umbraal,salam kenal."kata nya menyapa Toma dengan sopan tapi nada nya dingin
Toma langsung tertegun, ia tak menyangka lawan nya agak sopan sampai berkenalan seperti ini.
"kau, sampai perkenalkan diri mu, itu sangat bagus dan sopan,"
"Tapi aku tak akan percaya, tujuan mu mengalahkan ku bukan?"tanya Toma dengan wajah serius tapi nada tetap sopan
Zareth mengangguk kecil.
"baiklah siapa namu mu barusan,"lanjut Toma
"Anu Zareth,"
"Ayo bertarung kalau begitu."
Zareth berlari dan shard terbang itu langsung melesat ke Toma.
Toma langsung berlari dan 10 pedang matahari itu juga mencoba menghalangi shard terbang itu.
Tiba–tiba
Jari kelingking Toma tertusuk shard itu, bukan untuk menyerang tapi melumpuhkan syaraf jari kelingking Toma.
Salah satu pedang matahari Toma langsung kehilangan kendali dan terjatuh ke tanah.
Gawat jari kelingking ku tertusuk, tapi ntah kenapa jari ku tak dapat ku gerakkan sama sekali
Ohhh begitu ya tujuan nya melumpuhkan ku bukan mengalahkan ku, dia nampak nya tahu kelemahan ku
Toma langsung menatap Zareth di mana shard terbang itu tersisa sembilan.
"aku tahu kelemahan mu,"kata nya melanjutkan ucapan nya
"sihir mu itu, terhubung dari otak mu lalu di salurkan melalui jari mu,"
"jadi kalau ku simpulkan otak mu seperti bilah pedang yang tajam dan jari mu adalah gagang pedang."
Toma langsung membersihkan shard terbang itu dari jari nya dan akhirnya bisa lepas dan jari Toma langsung kembali seperti semula.
Zareth dan Toma pelan pelan berjalan santai.
Kemudian langkah mulai sedikit cepat.
kemudian langkah kedua nya makin cepat dan berlari.
Zareth menerbangkan shard terbang nya dan shard terbang itu melewati pepohonan.
Toma juga demikian sepuluh pedang matahari nya terbang melewati pepohonan.
Pedang matahari itu langsung mengepung Zareth dari semua sisi.
Namun—
Shard terbang Zareth langsung menuju ke jari Toma hendak menghancurkan kendali Toma atas pedang pedang matahari itu.
Toma mau tak mau mundur dahulu dan mundur dari pertarungan.
Ia menaiki salah satu pedang matahari nya dan melesat pergi dengan sembilan pedang yang di belakang Toma.
Ahh sial, aku tak bisa asal melawan Zareth, kalau aku masih dalam jangkauan pandangan Zareth
Apa yang harus aku lakukan
Pikir Toma, ia ingin cepat menemukan solusi melawan Zareth.
"heiii anak muda."kata seseorang di samping Toma
Toma langsung menoleh dan sedikit kaget atas penampakan leluhur nya yang tiba tiba muncul dengan tubuh yang mengeluarkan asap.
Gharn Ansel pemilik sihir matahari yang mengajarkan Toma sihir matahari secara penuh.
"aaah aku kaget,"ucap Toma yang sedikit terkejut
"Apa yang anda inginkan tuan Gharn, kenapa anda bisa di sisi ku?"tanya Toma
Gharn langsung tersenyum lebar.
"tentu saja aku akan melihat mu terus bukan?"jawab gharn dengan senyum lebar
Toma agak kaget tapi tidak mempedulikan bagaimana gharn bisa sampai muncul yang Toma inginkan bagaimana solusi nya supaya bisa menang melawan Zareth.
"tuan Gharn, apa anda tahu cara supaya aku tak dapat dalam jangkauan seseorang?"tanya Toma
Gharn langsung meletakkan jari di dagu nya seperti berfikir.
"hmm harus nya ada,"kata gharn yang mengetahui solusi Toma ini
"yaitu dengan mengubah ukuran pedang matahari ini."
Gharn langsung memberi tahu konsekuensi dari pedang matahari nya ini.
"tapi ingat kontrol mu pun akan semakin melemah karena semakin besar ukuran pedang matahari maka butuh fisik yang kuat dan semakin kecil ukuran pedang maka butuh yang nama nya keseimbangan seingat ku sih begitu."ucap gharn yang menggaruk kepalanya
Toma mendengarkan kata gharn tapi ada satu yang tidak Toma ketahui yaitu bagaimana cara memanipulasi ukuran pedang nya.
"maaf tuan Gharn, tapi aku kurang tahu cara memanipulasi ukuran pedang matahari nya."kata Toma bertanya ke gharn
Gharn pun menggaruk kepala nya dan meletakkan tangan di dagu nya seperti seolah olah berfikir.
"Hmm itu yang aku tak tahu, maaf nak Toma aku tak bisa bantu soal ini, karena aku lupa."ucap gharn yang menunduk
Lalu gharn pelan pelan menghilang dan Toma sendiri harus memikirkan bagaimana cara mengecilkan pedang matahari ini.
"tak akan ku biarkan kau kabur Toma Ansel."suara Zareth mengendarai sebuah sapu terbang
Toma kini di hadapkan oleh dua pilihan sulit.
Lawan Zareth secara langsung dalam jangkauan pandangan Zareth yang tajam
Atau—
mengulur waktu sampai Toma berhasil menemukan cara memanipulasi ukuran pedang matahari nya.
Zareth mulai mengejar Toma namun Toma menoleh ke arah Zareth dan sembilan pedang matahari Toma mengarah ke Zareth.
Tapi sebelum pedang itu ke arah Zareth—
Zareth terlebih dahulu terjun ke salah satu pepohonan.
Tiba tiba—
Sepuluh shard terbang mematikan itu melumpuhkan sembilan jari Toma dan hanya menyisakan jari telunjuk bagian kanan yang berhasil tak mengenai shard terbang itu.
Sembilan pedang matahari mulai kehilangan kendali.
Tubuh Toma terjatuh dan tergeletak di tanah.
Tubuh Toma rasa nya sangat sakit karena terjatuh, pandangan nya menjadi buram.
Zareth berjalan di depan Toma dengan langkah pelan namun penuh percaya diri
"Tak buruk Toma,"
"Kau adalah lawan yang tangguh dan punya banyak akal,"
"aku akui itu, tapi mau secerdik apapun kau tetap kalah dengan orang yang memiliki sihir seperti ku."ucap Zareth yang respect pada Toma
Tatapan tajam Zareth nampak menilai Toma bukan seorang yang lemah dan tak cerdik tapi kebalikan nya.
Tapi mau sehebat apapun ide Toma dia tak pernah bisa memanipulasi ukuran pedang matahari nya.
Toma kini kalah melawan Zareth dan itu fakta yang tak dapat di bantah.
mungkin untuk sementara waktu.