NovelToon NovelToon
Menangis Tanpa Airmata

Menangis Tanpa Airmata

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:169k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Mikhaila Danya Bimantara, 28 tahun, wanita mandiri pemilik toko bunga istri dari Rain Bagaspati harus menerima kenyataan pahit saat suami yang di cintainya harus menikah dengan sahabatnya yang telah hamil.

Fabyan Alkandra Sadewa, 30 tahun pria lajang tampan, dingin seorang CEO, memilih melajang di usianya yang sudah matang, wanita baginya hanya sosok yang membuat hidupnya tidak fokus mencapai tujuannya menjadi pebisnis nomor satu.

Pertemuan tak di sengaja antara Mikha dan Alka di sebuah cafe membuat hal yang tak pernah mereka bayangkan terjadi.

Sebuah kisah percintaan antara wanita yang pernah kecewa dengan pria yang menganggap wanita terlalu banyak dramanya, akankah membuat mereka bersatu?

Yuk, ikuti kisah cinta antara Mikha, Rain, Alka, pastinya seru dan bikin terharu.

Salam hangat,
ariista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sore Menuju ke Mikha's Florist

Tanpa terasa Alka berada di rumah Mikha sampai sore menjelang. Dikarenakan Alka akan mengambil pesanan buket bunga di toko Mikha, Alka mengajak Mikha untuk ke tokonya sekalian.

Alka dan Mikha sudah berpamitan ke mami dan Rain.

Alka membukakan pintu mobil belakang miliknya saat Mikha mau meletakkan buket bunga pesanannya ke kursi penumpang di belakang.

Mikha meletakkan buket bunga di kursi penumpang belakang, ia juga akan masuk ke dalam tetapi di tolak oleh Alka.

"Eits nona Mikha, duduknya di depan bukan di belakang okey," ucap Alka.

Mikha nyengir kuda.

"Baiklah pak Alka," Mikha menurut saja.

Alka masuk ke dalam mobil setelah Mikha duduk di kursi depan samping pengemudi mobil.

Alka memperhatikan Mikha yang belum mengenakan seatbeltnya. Alka segera menunduk di depan Mikha. Mikha kaget.

"Ehh, mau apa?!" teriak Mikha kaget.

Alka meneruskan gerakannya meraih tali seatbelt di kursi Mikha. Mikha menahan napasnya posisi merekan sangat dekat. Alka mencium harum lembut parfum Mikha. Alka berhasil menarik tali seatbelt disamping Mikha dan memasangkannya.

Klik..

Bunyi seatbelt terpasang.

Kepala Alka sangat dekat dengan dada dan kepala Mikha tentu saja darah Mikha mengalir dengan laju. Jantungnya deg-degan mau copot, napasnya tercekat. Mikha masih saja memejamkan matanya.

Alka memandangi wajah Mikha lamat-lamat. Sampai Mikha membuka matanya. Mata mereka bersirobok. Wajah Mikha merona merah seperti tomat matang.

Alka tersenyum simpul, ia ingin sekali mencium bibir merah menggoda wanita di depannya ini, tapi Alka menahannya. Mereka masih baru berkenalan gak mungkin Alka langsung nyosor aja.

Alka mendudukkan kembali tubuhnya di depan kemudi. Menghidupkan mesin dan mulai melajukan mobilnya.

"Ikut ke rumah yuk nanti ketemu mami," ajak Alka.

"Hah? Segan ah, tante gak minta juga,"

"Kalo aku yang minta gimana?" ujar Alka sambil melirik ke samping.

"Barusan juga kita ngobrol lama di rumah Alka, liat nanti ya,"

"Okay,"

Suasana kembali hening hanya terdengar musik slow yang di pasang Alka di mobilnya.

"Mikha," panggil Alka pelan.

"Iya," jawab Mikha.

"Kenapa gak mau mencoba terjun di dunia bisnis? Menurutku kamu pasti bisa,"

"Belum sekarang Alka,"

"Kenapa? Mulailah dari sekarang aku akan membantumu Mikha,"

"Benarkah?"

"Benar gak mungkin aku bohong, kapanpun kalo kamu mau aku siap nona Mikha,"

Mikha tersenyum, keduanya kembali saling menatap.

"Terimakasih Alka, kamu baik sekali,"

Alka tersenyum pandangannya kembali fokus lurus ke jalanan.

"Bukankah kita hidup harus selalu berbuat baik, Mikha,"

"Ya kamu benar, Alka,"

"Sudah mau sampai ke tokomu, Mikha,"

"Iya,"

Mobil Alka sudah sampai di halaman toko bunga Mikha. Alka memarkirkan mobilnya. Setelah mematikan mesin mobil Alka membuka pintu mobil ia keluar dari mobil dan agak berjalan cepat membukakan pintu mobil wanita di sebelahnya.

Mikha keluar dari mobil, Alka menutup pintu mobil. Mikha menunggu Alka mengunci mobilnya.

Keduanya berjalan menuju ke toko bunga milik Mikha yang tampak sangat ramai.

Tampak Dewinta dan Vivi sedang sibuk melayani pelanggan.

"Alka duduk dulu ya di sofa, aku bantu mereka dulu gak buru-buru kan?"

"Oh oke, gak gak buru-buru kok tapi nanti ikut ke rumah ya, sekalian pulangnya aku antar nanti," pinta Alka yang menginginkan Mikha ikut ke rumahnya menemui maminya.

"Baiklah, tunggu ya, aku bantu mereka sebentar,"

Mikha berjalan ke arah Dewinta dan Vivi yang sedang kewalahan menghadapi customer yang ramai.

"Winta, Vivi biar aku bantu," ucap Mikha ke sahabatnya dan stafnya.

"Oh iya kebetulan Mikha, itu tolong handle ibu yang sedang menunggu itu mau minta 2 buket bunga ready," Dewinta menunjuk ke ibu yang sedang memilih-milih buket bunga yang ready.

"Selamat sore Ibu, apa ada yang bisa saya bantu?"

Seorang wanita paruh baya dengan dandanan yang agak menor menoleh ke Mikha. Ia mengernyitkan alisnya.

"Mbanya pegawai di sini?"

"Iya saya staf disini Nyonya,"

Wanita paruh baya tersebut menganggukkan kepalanya.

"Tolong yang ini sama yang ini ya, saya mau," nyonya tersebut menunjuk buket cantik dengan bunga mawar merah dan putih.

"Tolong bungkusnya yang rapi dan harus tampak elegan, saya akan memberikan ke calon besan saya," ucap wanita paruh baya tersebut dengan angkuhnya.

"Baik nyonya di tunggu sebentar,"

Mikha membawa buket bunga tersebut dan akan di bungkus dengan rapi sesuai permintaan customer.

Wanita paruh baya tersebut masih berkeliling melihat-lihat.

Mikha sudah selesai membungkus buket bunganya ia mendatangi wanita cantik tersebut dan memberikan nota pembayaran ke wanita tersebut, bunga bisa diambil di bagian kasir.

"Baiklah terimakasih, apa nona tidak bisa membantu membayarkannya sekalian saya tidak mau antri, saya terburu-buru ini," pinta wanita paruh baya tersebut ke Mikha.

"Baiklah Nyonya akan saya bantu," Mikha mengambil beberapa lembar uang merah dari wanita yang masih tampak cantik tersebut meski umurnya udah paruh baya.

Mikha berjalan ke kasir dan membayarkan pesanan buket bunga mawar. Tentu saja Mikha tidak perlu antri seperti customer lainnya.

Selesai membayarnya Mikha kembali ke wanita paruh baya tersebut.

"Nyonya ini nota pembeliannya dan ini buket bunganya," Mikha memberikan kembalian uang dan buket bunganya ke wanita tersebut.

"Terimakasih, kok cepat kamu gak pake antri ya?"

"Pakai sebentar tadi bu,"

"Ohh, kembaliannya kamu ambil saja,"

"Ehh, gak usah Nyonya,"

"Gak apa-apa buat kamu aja, tambahan jajanmu," ucap wanita tersebut dengan angkuhnya.

"Saya gak biasa simpan uang receh begitu di dalam dompet saya," ucapnya dengan angkuh.

Wanita tersebut mengambil buket bunganya dan berjalan keluar toko bunga milik Mikha.

Mikha menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah wanita angkuh tersebut.

Mikha kemudian mengambil pesanan mami Maura, maminya Alka. Lelaki tampan tersebut tampak sangat santai tidak ada rasa gelisah menunggu kedatangan Mikha ke sofanya.

Mikha datang dengan membawa buket bunga mawar pesanan mami Maura berjumlah 4 buket.

"Apa ada acara Alka di rumah kamu?"

Mikha duduk di seberang Alka.

"Aku gak tau juga Ka, mami gak kasih tau, ikut ke rumah juga nanti ya,"

"Baiklah Alka, aku akan menemui mami Maura sore ini,"

"Sip Mikha, terimakasih," Alka memandangi buket bunga yang dibikin rapi dan tampak kereen.

"Kita pergi sekarang, apa masih sibuk?" tanya Alka.

"Gak kok udah ter-handle semuanya, kerja mereka sangat bagus,"

"Ohh baguslah kalau begitu, kita pergi sekarang?"

'Boleh, bentar aku pamit ke Winta dan Vivi dulu,"

Setelah berpamitan ke Dewinta dan Vivi, juga mengambil pesanan buket mawar mami Maura, Alka bersama Mikha sudah berada di dalam mobil mereka akan ke rumah papi Alka.

Di dalam mobil keduanya terdiam, larut dengan pikiran masing-masing.

"Kok diam aja?" tanya Alka.

Keduanya sama-sama menoleh mereka saling bertatapan. Keduanya sama-sama saling terpesona. Mikha tersenyum dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke depan. Sorot mata Alka yang teduh seakan menarik Mikha masuk ke dalamnya dan bikin Mikha terlena.

"Tadi ada ibu pesan buket Alka, tapi ibu tersebut kesannya sedikit angkuh, dikiranya aku tadi pegawai di sana, ya aku iyakan aja,"

"Oh ya? Kok aku gak lihat ya?"

"Keknya kamu tadi gak di sofa ya?"

"Oh iya tadi aku ke toilet sebentar sih, sama terima telpon tadi dari mami di lorong toilet,"

"Ohh, makanya kamu gak ngelihat tadi ya,"

"Sepertinya begitu sih,"

"Katanya sih buket bunganya itu buat calon besannya," tambah Mikha lagi.

"Oh ya?" Alka kembali menoleh ke Mikha.

"Hum," Mikha menjawab dan menoleh juga ke Alka.

Mereka tiba di rumah Alka, tampak ada dua mobil tamu parkir si di halaman luas mansion papinya Alka, papi Sadewa.

Siapakah tamu yang datang? Alka bertanya-tanya di dalam hatinya, tadi maminya menelpon dirinya tak ada memberitahu kepadanya jika ada tamu yang datang.

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ᴡɪɴɴᴀ
YARA engga tau malu, dasar pelakoorrr !!!
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ᴡɪɴɴᴀ
tega banget Rain /Frown/
Rismawati Damhoeri
belum di sentuh juga, tidak apa2 Ndak pakai Iddah, apalagi cuma nikah siri
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih ibu komennya dan mampirnya 🤗
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
Udah gak jamanlah perjodohan gitu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
idiiihhh orang sombong nilai orang lain cuma dari cover nya doang🙄🙄
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
ibuu yg sombong angkuh ituu pastii bertamu ke rumah Alka /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
saat udah pisah rain mulai sadar mungkin rasa sayang nya ke mika udah naik level dari kakak adek/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
siapapun maulah sama jendes yg masih bersegel /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
semoga Alka Mikha berjodoh dehhh
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
yah kok kayaknya Yara belum kapok deh
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
bukan Mikha aja yang senyum senyum sendiri,, yg baca pun ikutan senyum senyum sendiri kaya orgil/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: yg nulis juga kak bila.. /Facepalm//Drool/terimakasih kaka 🤗🥰
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
wahhhh Mikha,, amannn kann jantung mu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
sampai sini kenapa jadi ikut senyum senyum sendiri seperti Alka🤭🤭
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: hahaha.. iya kak nabila aku yg nulis juga ikutan senyum kok bukan kakak aja hehee.. terimakasih kaka nabila sdh mampir 🤗🥰🙏
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
baru baca seru juga ternyata kariss,, nanti tak lanjut baca kalo waktu luang, soalnya jadwal makul padat
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: owhh.. oke kak Nabila, semangat ya, terimakasih udh mampir kak🤗🥰
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
happy ending twins lahir dengan selamat
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak Anne lanjut ke novel baruku ya kak Falling, cerita anaknya Alka & Mikha kak Diandra hehe🤗🙏
total 1 replies
Jade Meamoure
nyesek kan Rain, saat ada malah d sia"kan giliran dah jadi istri orang baru tuh rasa kehilangan
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Selamat atas kelahiran baby twins 🥰😘😍
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я: oke, siap 👍
total 2 replies
Jade Meamoure
apa kabar dgn Rain pasti tuh nyesel dy
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kakak sdh mengikuti perjalanan kisah cinta Alka & Mikha, novel selanjutnya akan tayang ya kak🤗🙏☺
total 1 replies
『Meyyra™』
Klau nggak suka gk usah di paksa, Hadehh Bikin aku mau ngomong kasar aja
『Meyyra™』
Parah si, Hamil Tapi nggak ada status nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!