Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Es Krim Kosmik dan Tirai Dimensi yang Menipis
Sinar matahari pagi di Lembah Mirakel selalu datang dengan cara yang paling estetis. Cahaya fajar menembus tirai kabut perak pelindung, membiaskan warna merah muda dan ungu lembut di atas permukaan Sungai Lingkar Luar yang kini mengalir begitu jernih. Burung-burung roh berkicau sahut-menyahut, sementara kelopak bunga persik keabadian yang jatuh di atas tanah menyebarkan keharuman yang segar dan membangkitkan selera.
Di dalam dapur pondok kayu yang bernuansa hangat, Zhu Xuan sudah berdiri di depan meja dapur kayu ek kuno. Ia mengenakan jubah putih polosnya yang bersih, dengan lengan baju yang digulung rapi hingga ke siku, menampilkan lengan bawahnya yang kokoh namun memiliki garis kulit yang halus tanpa cacat.
Di atas meja dapur, telah tersedia semangkuk besar daging buah persik keabadian yang telah dihaluskan hingga bertekstur lembut seperti selai emas, ditemani oleh sebotol besar susu murni dari sapi roh kosmik yang memancarkan aroma gurih yang sangat pekat.
TAP... TAP... TAP...
Langkah kaki kecil yang teratur dan riang terdengar dari arah tangga. Zhu Ling'er berlari kecil memasuki dapur dengan gaun pelangi kosmiknya yang melambai lincah. Rambut kuncir kudanya bergoyang ke kiri dan ke kanan, dan di atas kepalanya, jepit rambut bunga melati es memancarkan pendaran hawa dingin yang tipis, menciptakan kabut sejuk berbentuk lingkaran kecil di sekeliling wajah gembilnya yang menggemaskan.
"Ayah! Ling'er sudah mandi dan siap membuat es krim persik!" seru Ling'er dengan mata bulatnya yang berbinar-binar penuh semangat. Ia langsung melompat kecil, mencoba mengintip ke atas meja dapur yang tingginya hampir menyamai dadanya.
Zhu Xuan terkekeh pelan. Dengan satu gerakan tangan yang anggun, ia memanggil sebuah kursi kayu kecil berlapis busa empuk dari sudut ruangan agar putrinya bisa berdiri sejajar dengan meja dapur.
"Naiklah, Sayang. Hari ini Ling'er yang akan menjadi koki utamanya, dan Ayah yang akan menjadi asistenmu," ucap Zhu Xuan lembut, mengusap puncak kepala Ling'er dengan kehangatan seorang ayah yang tak terbatas.
"Siap, Kapten Ayah!" Ling'er naik ke atas kursi dengan lincah, mengambil sendok kayu kecil yang telah disiapkan. "Langkah pertama apa, Ayah?"
"Masukkan susu roh ini ke dalam mangkuk selai persik, lalu aduk perlahan dengan sirkulasi energi nagamu agar molekulnya menyatu dengan sempurna," bimbing Zhu Xuan, membantu menuangkan botol susu ke dalam mangkuk besar di hadapan putrinya.
Ling'er mengangguk mantap. Ia memegang sendok kayunya, lalu mulai mengaduk campuran tersebut. Secara otomatis, seberkas pendaran cahaya hijau zamrud yang murni—energi kehidupan dari naga kosmiknya—mengalir dari ujung jari mungilnya, meresap ke dalam adonan es krim. Di bawah pengaruh energi suci tersebut, selai persik dan susu murni berpadu dengan kecepatan yang tidak masuk akal, menciptakan tekstur krim kental yang sangat lembut dan memancarkan kilauan emas platinum yang samar.
"Wah, Ayah! Warnanya berubah menjadi seperti awan sore hari saat matahari terbenam!" ucap Ling'er takjub.
"Benar. Sekarang, saatnya menggunakan keajaiban dari jepit rambut es milikmu," Zhu Xuan tersenyum misterius. Ia menyentuh jepit rambut bunga melati es di kepala Ling'er dengan ujung telunjuknya, menyalurkan sedikit niat pedang kosmiknya untuk mengaktifkan fungsi pendinginan transendental dari item tersebut secara maksimal tanpa menyakiti putrinya.
DING————
Sebuah riak es berwarna biru muda melesat keluar dari jepit rambut es, melayang jatuh tepat di atas permukaan mangkuk adonan. Seketika itu juga, hawa dingin yang sangat murni namun tidak membekukan tangan merambat ke seluruh mangkuk. Dalam hitungan lima detik, adonan krim kental tersebut mengkristal dengan sempurna, berubah menjadi es krim buah persik kosmik bertekstur selembut sutra yang memancarkan aroma manis yang luar biasa pekat.
[Ding! Putri Anda telah berhasil menciptakan 'Es Krim Buah Persik Kosmik Suci' dengan kontrol energi kehidupan tingkat Setengah Dewa.]
[Evaluasi Pembuatan: Sempurna Tanpa Cacat!]
[Hadiah Dikirimkan: Poin Daddy +9.000.]
[Status Poin Daddy saat ini: Infinity (Tak Terbatas).]
"Kakek Dugu! Ayo masuk! Es krimnya sudah jadi!" Ling'er berteriak riang ke arah pintu luar, memanggil Dugu Bo yang sejak tadi berdiri berjaga di halaman dengan setia.
Dugu Bo melangkah masuk dengan senyuman tua yang penuh kehangatan. "Wah, Tuan Kecil Ling'er benar-benar koki yang hebat. Orang tua ini bahkan bisa merasakan sirkulasi kekuatan jiwa saya bergerak aktif hanya dengan menghirup aroma es krim ini dari luar."
Zhu Xuan mengambil tiga mangkuk kaca kecil, menyendokkan es krim persik emas tersebut dengan rapi, lalu membagikannya kepada Ling'er dan Dugu Bo. Mereka bertiga duduk di meja makan kayu dapur, menikmati suapan pertama es krim yang langsung meleleh di lidah dengan rasa manis, gurih, dan kesegaran es yang mampu membersihkan seluruh kepenatan jiwa.
"Enak sekali, Ayah! Ini es krim paling enak di seluruh dunia semesta!" Ling'er memekik senang, pipi gembilnya bergerak-gerak lucu karena mulutnya penuh dengan es krim.
Namun, tepat di tengah suasana sarapan sore yang penuh kehangatan keluarga tersebut, pandangan mata Zhu Xuan tiba-tiba bergerak sedikit ke arah langit langit pondok kayu.
Di balik lapisan realitas fana Daratan Douluo, batas tirai dimensi ruang-waktu yang menghubungkan dunia ini dengan Ranah Asal—dunia tempat Zhu Xuan dan Ling'er terlempar delapan tahun lalu—mendadak menipis secara drastis. Sisa fluktuasi energi dari segel akhir Pedang Langit Abadi yang terbuka kemarin rupanya bertindak sebagai suar raksasa yang menembus kehampaan kosmik.
BOOM...
Sebuah guncangan tak kasat mata yang hanya bisa dirasakan oleh entitas tingkat transendental bergema di dalam lautan kesadaran Zhu Xuan. Melalui penglihatan absolutnya, ia melihat sebuah retakan dimensi berbentuk pusaran perak kuno mulai terbentuk di ujung utara Lembah Mirakel, tepat di atas puncak Gunung Es Abadi yang terisolasi.
Dari dalam pusaran tersebut, samar-samar tercium aroma energi kedewaan yang sangat akrab—Energi Permaisuri Kosmik. Itu adalah tanda tanda kehidupan yang ditinggalkan oleh ibu kandung Ling'er sebelum kehancuran garis waktu masa lalu mereka.
[Ding! Peringatan Sistem: Tirai Dimensi antara Daratan Douluo dan Ranah Asal kini telah menipis hingga mencapai angka critical 15%!]
[Misi Skenario Baru Aktif: Amankan gerbang dimensi di Gunung Es Abadi tanpa memicu kepanikan pada putri Anda. Anda dapat memilih untuk menstabilkan gerbang tersebut demi mempersiapkan perjalanan pulang di masa depan.]
[Hadiah Skenario: Pembukaan Fitur 'Kendaraan Angkasa Kosmik Surgawi' (Satu set kereta kencana bintang yang aman untuk perjalanan antar-dimensi bersama anak Anda).]
Zhu Xuan meletakkan sendok es krimnya dengan tenang. Ekspresi wajahnya tidak berubah sedikit pun, tetap dipenuhi kehangatan seorang ayah, namun di dalam jiwanya, sebuah rencana perlindungan mutlak telah disusun dalam sekejap mata.
"Dugu Bo," ucap Zhu Xuan santai, suaranya mengalir seperti desiran angin malam. "Setelah Ling'er menghabiskan es krimnya, ajak dia bermain di taman komidi putar selatan sebentar. Aku ada sedikit urusan administrasi lembah yang harus diselesaikan di paviliun utara."
Dugu Bo yang memiliki insting tajam sebagai Titled Douluo segera menangkap kilatan otoritas tersembunyi di mata Zhu Xuan. Ia tahu bahwa apa yang disebut "urusan administrasi" oleh sang penguasa tertinggi pastilah sesuatu yang melibatkan stabilitas hukum dunia ini.
"Baik, Yang Mulia Tuan Agung. Saya akan memastikan Tuan Kecil Ling'er bersenang-senang dan tidak kekurangan camilan sedikit pun," jawab Dugu Bo dengan sikap hormat yang mendalam.
"Ayah mau pergi sebentar ya? Jangan lama-lama ya, Ayah! Nanti malam kita harus membaca buku cerita tentang naga bintang lagi!" Ling'er mendongak, menatap Zhu Xuan dengan mata bulatnya yang jernih dan penuh ketergantungan yang murni.
Zhu Xuan berjongkok, mengecup kening putrinya dengan kelembutan yang mampu mencairkan seluruh hukum es abadi semesta. "Iya, Sayang. Ayah hanya pergi sebentar. Begitu matahari menyentuh pucuk pohon persik, Ayah sudah akan berdiri di sampingmu lagi."
"Janji ya, Ayah!" Ling'er mengacungkan jari kelingking mungilnya yang menggemaskan.
"Janji," Zhu Xuan menautkan jari kelingking besarnya pada kelingking Ling'er dengan senyuman paling tampan yang ia miliki seumur hidupnya.
Zhu Xuan berdiri tegak kembali, membalikkan badannya, dan dalam satu langkah kaki yang tenang, tubuhnya membaur dengan partikel cahaya perak kosmik, menghilang dari area dapur tanpa meninggalkan riak spasial fana sedikit pun, melesat langsung menuju puncak Gunung Es Abadi di utara di mana rahasia masa lalu putrinya sedang menunggu untuk diurai seutuhnya.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???