NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BELATI DI BALIK DINDING KACA

Denting pintu lift yang terbuka memicu adrenalin Melati hingga ke puncaknya. Dengan gerakan secepat kilat, ia merapikan tumpukan kertas itu kembali ke dalam map biru, lalu merosot ke lantai, memasang kembali topeng rasa sakit yang meyakinkan.

Tepat saat itu, Jane muncul dengan napas tersengal, menyodorkan sebutir permen cokelat. "Ini! Kamu berkeringat parah, Melati. Ayo, aku antar ke rumah sakit saja, ini kelihatan serius!"

Melati menggeleng lemah, menyeka keringat dingin di dahinya yang kali ini asli—bukan karena sakit, tapi karena ngeri membayangkan risiko perbuatannya. "Tidak usah... sudah agak mendingan. Terima kasih, Jane." Ia memasukkan permen itu ke mulut, mencoba menenangkan debar jantungnya yang menggila. "Tadinya aku ingin ke kafe di bawah, tapi sepertinya aku harus istirahat di meja saja."

Jane, dengan kepolosan yang hampir menyedihkan, mengangguk cepat. "Jangan dipaksakan. Biar aku yang selesaikan urusan dokumen ini, nanti aku bawakan makanan untukmu."

"Terima kasih, Jane. Kamu baik sekali," bisik Melati.

Begitu pintu lift tertutup dan Jane menghilang, rasa bersalah sempat menyengat ulu hati Melati. Ia menatap punggung gadis muda itu dengan getir. Maafkan aku, Jane. Gadis sepertimu memang terlalu mudah untuk dijadikan tumbal. Namun, bayangan rumah mewah dan tumpukan uang dari Kenny segera membakar habis nuraninya. Dengan tangan gemetar, ia menekan tombol send. Puluhan foto dokumen rahasia itu melesat menembus jaringan internet, mendarat di ponsel Kenny.

Pengkhianatan itu telah tuntas.

Malam itu, jagat teknologi robotik Nordigo meledak.

UME baru saja mengumumkan konferensi peluncuran produk baru mereka dalam tujuh hari ke depan. Namun, belum sempat publik mencerna berita itu, sebuah bom informasi dijatuhkan oleh raksasa industri: Grup Laksmana.

Situs resmi Grup Laksmana merilis pengumuman tandingan secara mendadak. Mereka akan meluncurkan produk robotika terbaru satu jam lebih awal dari UME, bahkan merilis detail fiturnya tiga hari lebih cepat. Dunia maya geger. Gambar-gambar yang dirilis Grup Laksmana menampilkan struktur, logika gerak, dan desain yang identik dengan apa yang selama ini dikerjakan tim Scarlett di laboratorium bawah tanah UME.

Kekacauan pecah di kantor UME. Divisi teknis berubah menjadi medan perang penuh kepanikan. Scarlett, yang saat itu sedang menyempurnakan naskah pidatonya, tidak diberi waktu untuk bernapas. Pintu kantornya didobrak kasar oleh keamanan.

"Ikut kami sekarang! Pak Henry menunggumu!" bentak salah satu staf dengan wajah pucat.

Di kantor Henry, suasana terasa mencekam seperti di dalam ruang eksekusi. Begitu Scarlett melangkah masuk, setumpuk dokumen melayang di udara, menghantam wajahnya. Srak! Ujung kertas yang tajam menggores sudut mata Scarlett, meninggalkan garis merah yang mengeluarkan tetes darah kecil.

"Jelaskan ini, Scarlett!" raung Henry. Wajah pria itu merah padam, urat-urat di lehernya menonjol seperti akan pecah. "Kenapa produk baru Grup Laksmana adalah model yang sama persis dengan yang kita kembangkan? Mereka mencuri jantung kita, dan mereka akan merilisnya sebelum kita sempat naik panggung!"

Scarlett mengabaikan perih di matanya. Ia memungut dokumen-dokumen yang berserakan di lantai dengan tangan yang tenang. Matanya menyapu spesifikasi teknis milik Grup Laksmana. Logikanya, algoritmanya... ini bukan sekadar kemiripan. Ini adalah salinan mentah.

Darah di sudut matanya terasa hangat, namun hatinya sedingin es. Ia tahu, data inti penelitian selalu ia kunci rapat dengan enkripsi ganda. Hanya satu dokumen yang mengandung celah teknis paling krusial: berkas fisik yang kemarin ia titipkan pada Jane untuk divisi promosi.

Jane? Tidak, Jane terlalu bodoh untuk bermain spionase tingkat tinggi. Ada tangan lain di balik ini.

"Aku akan mencari tahu siapa pengkhianatnya," ucap Scarlett, suaranya tetap stabil di tengah badai amarah Henry.

"Mencari tahu?!" Henry tertawa histeris, tawa yang penuh keputusasaan. "Tujuh hari lagi kita harus peluncuran! Jika kita tampil dengan robot yang sama, UME akan dicap sebagai pencuri! Grup Laksmana punya segalanya—uang, kekuasaan, hukum. Mereka akan menghancurkan kita dalam satu malam! Kamu ingin tampil di panggung tanpa robot? Atau kamu ingin melihat UME mati?"

Henry ambruk di kursinya, keringat dingin membasahi kemejanya. Ia tahu benar, di Nordigo, melawan Grup Laksmana adalah bunuh diri. Reputasi UME berada di ujung tanduk. Jika dunia melihat produk yang sama, raksasa itu akan mengklaim sebagai pemilik asli, dan Scarlett... Scarlett akan menjadi kambing hitam paling hina dalam sejarah teknologi.

Scarlett menatap noda darah di jarinya, lalu menatap Henry dengan tatapan yang tajam dan tak tergoyahkan.

"Mereka mungkin mencuri dokumennya, Pak Henry. Tapi mereka tidak mencuri otak di balik dokumen itu. Jika mereka ingin perang, akan saya berikan perang yang tidak akan pernah mereka lupakan."

1
Sweet Girl
Klo kalian saling mendukung, Khan keren ya...
Sweet Girl
Telat...
Sweet Girl
Menyayat hati.
Sweet Girl
Hhaaaa Gantle kali kau Mavin...👍
Sweet Girl
Sak bahagiane persepsi mu terhadap Aulia, Van...
Sweet Girl
Semoga kamu bisa menyelesaikan semua proyek mu dan bisa operasi, Aulia.
Sweet Girl
Bwahahaha kapok Lu.... ngerasa Ndak kamu...
Sweet Girl
Mantap...👍
Sweet Girl
Sengkuni mulai beraksi.
Sweet Girl
Harus menyadari lho Tor...
Sweet Girl
Enak aja Hak Melati di klaim Aulia.
emang apa prestasinya Melati, Ken...
Sweet Girl
Bwahahaha tau Ndak pintunya... klo Ndak tau tak anter... tak gandeng sampai pintu.
Sweet Girl
Tor... bikin mereka yg akan menghancurkan Aulia, gagal semua ya...
kasihan tau Aulia... udah capek capek mikir, mau di sabotase.
Sweet Girl
Jangan percaya sama mereka Aulia, kamu harus tetep pantau tuuu pergerakan Jin iprit sama Henry.
Sweet Girl
Oooaaalah baru mudeng ini si Jin iprit Khan adik tiri nya Aulia ya...
weeeesss angel... angel...
Sweet Girl
Semoga kopinya ada Sianidanya🤣
Sweet Girl
Yo mbok wes toh Tor... penderitaannya Aulia...
Sampek kurang turu lhooo sangking mau menunjukkan keberhasilan dr tantangan Henry.
Sweet Girl
semangat aja dalam memperbaiki SDM, Aulia.
Ndak usah mikirin hal hal yg bikin kita jatuh.
Sweet Girl
Buruk Hatinya.
Sweet Girl
Bagaimana ceritanya Tor... kok Violetta sampai Ndak tau klo Pamela habis minum obat perangsang.
padahal tadi yang jemput Pamela di rumah Rizki Khan Violetta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!