NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ocehan Altezza

Nana ikut di mobil Alvaro dan Ayzel, dia duduk di kursi penumpang tengah bersama dengan Ayzel yang sedang memberikan nutrisi pada putra ke duanya. Bermain diarena perosotan nampaknya membuat bocah satu tahun itu kelelahan, dia langsung meraup dengan rakus nutrisi dari sang mama.

Sedangkan sang abang, Altezza duduk di samping kursi penumpang di samping papanya. Car set di pindahkan ke depan agar bocah tiga tahun tersebut bisa duduk dengan nyaman, bocah tiga tahun tersebut antusias melihat jalanan.

“Papa! Choco,” tunjuk Altezza pada gerai cake coklat, bocah itu sampai menoleh kebelakang saat mobil sang papa terus melaju.

Alvaro melihat yang di tunjuk putranya dari rear vision. “Abang mau itu?” tanya sang papa.

Altezza mengangguk. “Ezza mau cokelat papa,” ucapnya. “Kita tanya mama, Ezza boleh makan coklat atau tidak. Oke, nak?” Alvaro mengusak rambut putranya.

Altezza lantas menengok ke belakang, di mana aunty dan mamanya duduk di kursi penumpang. Ayzel sudah selesai memberi nutrisi Haziel, dia sedang menimang-nimang putranya ke duanya yang tidur.

“Ezza mau sesuatu?” tanya Nana saat melihat keponakannya memiringkan kepala dan setengah tubuhnya ke samping agar dapat melihat sang mama.

Altezza mengangguk. “Mama, Ezza boleh mam coklat? Ezza mau yang itu, papa bilang halus tana mama dulu.” Ucapnya sambil menunjuk sebuah gerai coklat yang sudah hampir tak terlihat. Nana menoleh ke belakang, dia mencari yang di tunjuk sang keponakan.

“Boleh, sayang. Tapi tidak boleh makan banyak,” jawab Ayzel, senyum cerah langsung terbit dari sudut bibir bocah tiga tahun tersebut.

“Mamamu bisa buat yang lebih enak dari yang itu!” Nana memberitahu keponakannya, dia sudah pernah merasakan coklat buatan mama Altezza tersebut. Selain itu Ayzel juga memiliki cafe bernama Hazzelnut Latte di Jakarta dan mereka sempat mampir di sana sebelum pulang ke Bandung.

“Benalkah? Mama bica buat choco enak?”

“Iya, sayang. Nanti mama buatkan coklat buat abang,” jawab Ayzel.

“Holee! Abang mau coklat na mama,” ucapnya dengan girang, Alvaro terkekeh dan menepuk lembut kepala putranya. “Abang duduknya yang baik, yuk!” lanjut Alvaro diangguki sang putra.

Altezza kembali duduk dengan tenang di car setnya, bocah itu kembali melihat pemandangan jalanan yang ada di hadapannya. Sesekali dia bertanya pada sang papa yang fokus menyetir, hingga netra bocah itu menemukan sesuatu yang membuat Altezza menatap tajam kearah rear vision luar.

“Papa!” panggil Altezza.

“Ada apa abang?”

“Dali tadi olang itu ikutin kita telus. Ezza ndak cuka, papa. Meleka pacti olang jahat mau culik Ezza,” celoteh Altezza membuat mereka yang ada di mobil terkekeh.

“Yang ada mereka stress kalau culik kamu, boy. Nanti kamu minta ini itu,” sahut Nana.

“Ehee…Ezza yang cetles kalau cama onty,” balas Altezaa. “Culuh meleka pelgi! Ezza ndak mau di culik,” ulang Altezza.

Alvaro lantas melihat dari rear vision, Nana dan Ayzel sampai menoleh ke belakang. Mereka semua memastikan ucapan Altezza, dan memang benar ada mobil di belakang mereka. Jalanan siang menjelang sore itu cukup lengang, tapi anehnya mobil yang ada di  belakangnya tidak kunjung mendahului. Padahal Alvaro sudah memberi kode untuk mereka jakan lebih dulu. Meskipun terkesan menjaga jarak, namun insting Altezza cukup peka.

“Pelan sedikit, hubby!” pinta Ayzel pada suaminya agar mengurangi kecepatan. “Sepertinya aku tahu siapa mereka,” Ayzel kembali menoleh, dia mengamati mobil yang mengikuti mereka.

“Eheek…” Haziel sedikit terusik saat sang mama bergerak, Ayzel lantas menepuk-nepuk pelan vantat putranya dan Haziel kembali terlelap. “Itu mobil pengawal keluarga Zekai,” lanjutnya memperhatikan logo yang hanya di pahami oleh Azyel atau keturunan keluarga Zekai.

Ekspresi Nana langsung berubah, dia berusaha terlihat tenang. Namun dalam hatinya dia gelisah, overthinking mulai menyerang Nana. Ayzel langsung meraih tangan adik sepupunya tersebut, mama dua anak itu mengenggam tangan Nana.

“Tidak perlu khawatir. Semua baik-baik saja,” ucap Ayzel, Nana mengangguk. Dia membalas genggaman kakak iparnya tersebut. Alvaro melihat ke duanya dari rear vision yang ada di dalam mobil, lantas kembali melihat rear vision luar untuk melihat mobil yang mengikuti mereka.

“Tapi kenapa mereka mengikuti kita, sayang? Kita tidak ada urusan dengan tuan Zekai, pun kamu sudah tidak memakai nama belakangnya. Kita tidak ada masalah dengan mereka juga,” heran Alvaro.

“Mungkin karena aku, kak. Mereka jadi mengikuti mobil kakak,” ucap Nana. “Maaf,” dia menunduk sendu.

“Mendekatlah ke sini!” pinta Ayzel agar Nana menggeser tubuhnya mendekat pada Ayzel, dia tidak bisa bergeser mendekat karena takut Haziel bangun.

Nana menggeser tubuhnya mendekat pada Ayzel, mama Altezza dan Haziel tersebut merangkul pundak Nana. “Kenapa minta maaf, hmm? Tidak ada yang salah denganmu, Nana.”

“Mereka mengira aku dan bang Alvin memang sepasang kekasih, mbak. Bang Alvin tadi sempat bilang kalau kami diawasi orang-orang tuan Zekai saat di playground,” jawab Nana.

“Bukankah kalian memang calon pasangan? Kamu lupa kalau sudah menerima lamaran Alvin?” Ayzel tersenyum lembut pada Nana.

Nana mengangguk. “Tapi mungkin kami hanya pasangan pura-pura,” ucapnya hanya dalam hati.

“Alvin tidak mungkin diam saja, Na. Mungkin saat ini dia belum bertindak, aku rasa karena dia ingin melihat apa yang akan kakeknya lakukan. Sejauh apa keluarga Zekai ingin ikut campur urusan pribadi Alvin,” sahut Alvaro.

Altezza tiba-tiba berlonjak dengan girang di car setnya, hal itu membuat Alvaro dan yang lain terkejut. Bahkan Haziel terbangun karena suara abangnya yang begitu heboh.

“Uwow! Ihihihi, hebat. Mobil uncle calip penjahat na. Wuc…wuc,” ocehnya girang, Haziel sampai terkejut mendengar suara abangnya.

“Coba hubungi bunda atau ayah, sayang!” pinta Alvaro pada sang istri, setahu Alvaro tadi mobil adik iparnya tersebut sudah jalan mendahuluinya. Entah kenapa mobil yang di kendarai Alvin malah ada di belakangnya saat ini.

“Iya hubby,” Ayzel mengambil ponselnya dari tas. “Adek ikut aunty Nana dulu, ya!” Ayzel memindahkan putranya ke pangkuan Nana, baru setelah itu dia menghubungi bunda Anara.

“Iya, nak. Ada apa?”

“Mobil di belakang mobil Alvin, bun?”

“Iya, nak. Sejak keluar dari parkiran, adikmu sudah tahu kalau kita diikuti. Alvin sengaja mengecoh mobil satunya, nak. Bilang pada suamimu untuk langsung pulang, biar Alvin dan ayah yang mengatasi orang-orang kakek Zekai. Katakan pada Nana untuk tidak banyak berpikir,”

“Bunda yakin?”

“Iya, sayang. Di sini ada anak dan suami bunda, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kalian cepat pulang! Kasihan cucu-cucu bunda pasti sudah lelah,”

“Iya, bun. Hubungi Zeze segera kalau ada apa-apa,”

Ayzel dan bunda Anara memutus sambungan telepon, dia mengambil Haziel dari pangkuan Nana karena bayi satu tahunnya tersebut merengek mau ikut sang mama.

“Bunda bilang apa, sayang?”

“Kita di suruh pulang ke rumah saja, Alvin sama ayah yang akan mengurus mereka. Ternyata memang sudah sejak tadi kita semua diikuti,” jawab Ayzel diangguki Alvaro.

Suami Azyel langsung tancap gas, melajukan mobil dengan kecepatan sedikit tinggi. Alvaro tidak hanya memikirkan ke dua putranya yang sudah lelah, dia juga melihat adik sepupunya yang sedikit pucat. Karena itu Alvaro setuju dengan ucapan sang bunda, kalau mereka lebih baik melanjutkan perjalanan agar segera sampai di rumah.

“Papa, Ezza boleh duduk cama mama di belakang?” ucapnya.

“Ezza takut?”

“No…Ezza ndak takut, Ezza cuma wolly aunty nangis. Mau puk-puk onty Nana bial ndak cly,” ocehnya setengah meledek sang aunty.

“Siapa yang mau nangis? Aunty baik-baik saja,” protes Nana. “Siapa tadi yang takut di culik, ya?” balas Nana.

“Ndak ada yang takut. Penjahat na cudah di jewel uncle Alvin,” sahut Altezza, bocah itu melepaskan pengaman car set, dengan hati-hati dia melangkah turun dari car setnya. Nana memegangi Altezza yang mau pindah ke belakang, bocah itu duduk di tengah antara mama dan auntynya.

Atezza menepuk-nepuk lengan Nana. “Onty ndak ucah takut. Ada abang Ezza di cini jagain onty,” celetuknya. "Uncel pacti jaga onty," imbuhnya.

Nana hanya bisa melongo mendengar ucapan random sang keponakan. Tadi yang bilang tidak mau di culik dia, tapi sekarang seolah auntynya yang takut di culik. Walaupun ada benarnya, Nana memang takut. Dia takut membuat orang-orang yang di sayanginya terluka karena dirinya, dia tidak mau mengecewakan ke dua kakaknya tersebut.

“Abang memang yang terbaik. Onty ndak takut lagi sekarang,” ucap Nana sambil memeluk Altezza. Ketegangan yang sempat terjadi menjadi cair karena Alteza.

 

 

 

 

 

 

 

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!