NovelToon NovelToon
Dikhianati Guru, Dicintai Pengusaha

Dikhianati Guru, Dicintai Pengusaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Satu pria menghancurkannya hingga tak bersisa. Pria lain datang untuk memungut kepingannya.

Hati Alina Oktavia remuk redam ketika kekasihnya memilih perjodohan demi harta. Ia merasa dunianya kiamat di usia 25 tahun. Namun, semesta bekerja dengan cara yang misterius. Di puncak keputusasaannya, takdir mempertemukannya dengan Wisnu Abraham duda dingin pengusaha tekstil yang telah lama menutup hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama terluka ini menjadi awal penyembuhan, atau justru bencana baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangkar Emas Yang Dingin

Jam dinding digital di kamar tidur utama menunjukkan pukul 02.00 dini hari.

Di atas ranjang king size beralaskan seprai sutra impor, Sisca tertidur pulas. Napasnya teratur, sesekali mendengkur halus. Di meja nakas di sampingnya, tumpukan majalah fashion dan tablet yang menyala redup menampilkan grafik penjualan restoran menjadi teman tidurnya.

Rendy Angkasa tidak bisa tidur.

Pria itu perlahan menyibakkan selimut, turun dari ranjang dengan hati-hati agar tidak membangunkan istrinya. Jika Sisca bangun, wanita itu pasti akan meminta dipijat kakinya yang bengkak atau meminta dibuatkan susu hamil dengan suhu yang harus pas tidak boleh terlalu panas, tidak boleh terlalu dingin. Rendy sedang tidak punya energi untuk melayani itu semua.

Ia melangkah keluar menuju balkon kamar di lantai dua.

Angin malam Surabaya berhembus pelan, membawa hawa dingin yang menusuk kulit. Rendy menyalakan rokok, menghisapnya dalam-dalam, lalu menghembuskan asap putih itu ke udara. Asap itu meliuk-liuk, menghilang ditelan kegelapan, sama seperti kebahagiaannya.

Rendy menatap halaman rumah mertuanya yang luas. Ada kolam renang, ada taman yang terawat, ada garasi berisi mobil mewah. Ini adalah pemandangan yang dulu ia impikan setiap malam saat masih tinggal di kosan sempit. Ini adalah definisi "sukses" yang ia kejar dengan mengorbankan segalanya.

Tapi malam ini, rumah mewah ini terasa seperti kuburan marmer. Dingin. Kaku. Tanpa jiwa.

Pikiran Rendy melayang mundur. Jauh ke belakang. Ke sebuah kamar kos petak berukuran 3x4 meter di Wonokromo.

Ia ingat aroma kamar itu. Bukan aroma pewangi ruangan otomatis beraroma Lavender Vanilla mahal seperti di kamar Sisca, tapi aroma pewangi pakaian sachet murah dan aroma masakan sederhana.

Ia ingat rutinitasnya dulu.

Setiap kali ia pulang mengajar dengan tubuh lelah dan kemeja bau keringat, Alina selalu ada di sana. Gadis itu akan menyambutnya dengan senyum tulus yang membuat matanya menyipit membentuk bulan sabit.

"Mas sudah pulang? Capek ya? Sini tasnya aku taruh."

Kalimat sederhana itu. Kalimat yang tidak pernah ia dengar lagi selama enam bulan terakhir.

Alina akan sigap mengambilkan air dingin, lalu duduk di belakangnya, memijat bahunya yang kaku tanpa diminta. Tidak ada tuntutan. Tidak ada pertanyaan "Gimana omzet hari ini?" atau "Kapan kita beli mobil baru?".

Alina hanya akan bertanya, "Murid-murid Mas nakal nggak hari ini?" lalu mendengarkan celotehan Rendy tentang sekolah dengan antusias, seolah cerita Rendy adalah hal paling menarik di dunia.

Makan malam mereka dulu hanyalah nasi goreng gerobak atau pecel lele di pinggir jalan. Mereka makan sambil duduk bersila di karpet lantai, tertawa membahas hal-hal receh, berbagi satu gelas es teh berdua.

Sederhana. Miskin, mungkin. Tapi hangat.

Rendy merasakan matanya memanas. Rokok di jarinya bergetar.

Sekarang?

Sejak menikah dengan Sisca, hidup Rendy berubah menjadi daftar tugas yang tak ada habisnya. Sisca tidak butuh suami; dia butuh manajer, sopir, dan asisten pribadi dalam satu paket.

Setiap obrolan mereka selalu tentang uang. Tentang bisnis. Tentang gengsi. Tentang siapa teman arisan yang tasnya lebih mahal.

"Ren, kamu tuh harusnya lebih tegas sama karyawan!"

"Ren, kamu kok pakai baju itu sih? Malu-maluin aku!"

"Ren, target bulan depan harus naik ya, aku mau ganti interior kamar bayi."

Cinta Sisca adalah cinta bersyarat. Rendy dicintai hanya jika dia berguna. Rendy dihargai hanya jika dia menghasilkan uang.

Rendy menunduk, menatap cincin kawin emas bertahta berlian di jari manisnya. Cincin ini harganya lima puluh juta, tapi rasanya seperti borgol besi yang mencekik aliran darahnya.

"Aku bodoh..." bisik Rendy pada malam yang sunyi.

Ia telah membuang berlian demi memungut batu kali yang dicat emas.

Ia membuang Alina wanita yang mencintainya saat dompetnya kosong demi Sisca, wanita yang hanya mencintainya saat ia bisa memenuhi standar gaya hidupnya.

Rendy membayangkan wajah Alina sekarang. Alina yang dingin di kantor Abraham Tower. Alina yang tertawa meremehkannya di lobi.

Apakah Alina masih ingat masa-masa indah itu? Apakah Alina pernah merindukannya barang sedetik saja? VAtau hati gadis itu benar-benar sudah membeku karena perbuatannya?

"Maafin aku, Al," gumam Rendy, air mata penyesalan menetes jatuh ke lantai balkon. "Aku kangen kamu. Aku kangen kita yang dulu."

Rendy sadar, ia merindukan rasa "cukup". Bersama Alina, ia merasa cukup. Bersama Sisca, ia selalu merasa kurang. Kurang kaya, kurang pintar, kurang bergengsi.

"RENDY!"

Teriakan cempreng dari dalam kamar memecah lamunan Rendy seketika, menghancurkan bayangan wajah Alina di kepalanya.

Rendy terlonjak kaget, buru-buru mematikan rokoknya dan menginjak puntungnya. Ia menghapus air matanya kasar.

"I-iya, Sayang?" sahut Rendy, bergegas masuk kembali ke kamar.

Sisca sudah duduk di ranjang dengan wajah masam, rambutnya berantakan.

"Kamu ngapain sih di luar? Bau rokok lagi!" omel Sisca sambil mengibaskan tangan di depan hidungnya. "Aku haus! Ambilin air dingin, terus pijitin kaki aku. Kram nih!"

"Iya, sebentar aku ambilkan," jawab Rendy patuh.

Ia berjalan menuju dapur dengan langkah gontai. Realitas kembali menamparnya. Tidak ada Alina. Tidak ada teh hangat buatan penuh cinta. Yang ada hanya Sisca dan segala tuntutannya.

Malam itu, saat memijat kaki istrinya yang terus mengomel tentang AC yang kurang dingin, Rendy menyadari satu hal yang mengerikan:

Pernikahan yang seharusnya bisa saling melengkapi, rupanya hanyalah penjara untuknya.

1
kalea rizuky
lanjut banyak donk
kalea rizuky
lanjut thor
kalea rizuky
hahaha kapok di jadiin babu kan lu
kalea rizuky
murahan baru pcrn uda nganu
Dede Dedeh
lanjuttttt.. .
Dede Dedeh
lanjuttt....
Evi Lusiana
klo aku jd alina skalian aj pindah tmpat kos,
Evi Lusiana
bnyk d kehidupan nyata ny thor,cinta org² tulus hny berbalas kesakitan krn penghianatan
PENULIS ISTIMEWA: iya ya kak, miris sekali 🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!