NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 23

Hujan telah reda, menyisakan aroma tanah basah yang menenangkan di seluruh penjuru istana. Di dalam Istana Chiangnang, Shen Yuhan sedang duduk bersila di atas ranjangnya. Ia baru saja selesai membersihkan diri. Kulitnya yang seputih porselen tampak merona setelah berendam air hangat yang dicampur dengan kelopak bunga mawar dan sedikit tetesan Air Dewa.

Yuhan memejamkan mata, memusatkan pikirannya. Ia mulai melatih energi Qi tingkat ketiga yang baru saja diraihnya. Secara perlahan, ia juga menggerakkan otot-otot tubuhnya dalam pola latihan fisik modern yang dikombinasikan dengan teknik pernapasan kuno. Ia sadar, tenaga dalam yang besar tanpa otot yang kuat hanya akan membuat tubuhnya hancur perlahan.

"Masuk," ucap Yuhan pelan, merasakan kehadiran orang di depan pintu.

Dua orang pelayan masuk dengan kepala tertunduk, membawa nampan berisi beberapa kotak makanan porselen yang indah. "Mohon ampun, Yang Mulia Maharani. Ada kiriman makanan untuk Anda."

Yuhan membuka matanya, kilatan merah redup menghilang dari pupilnya. "Siapa yang mengirimkannya?"

"Tuan Zao Yun, Yang Mulia," jawab pelayan itu.

Yuhan menyunggingkan senyum tipis yang sulit diartikan. Ia memberi isyarat agar pelayan itu mendekat. Di dalam kotak itu, tertata rapi kue beras putih yang kenyal, kue bunga osmanthus yang kuning keemasan, dan sebotol kecil arak apel yang harum.

Yuhan mengambil satu kue beras. Aromanya sungguh menggoda, manis dan wangi bunga. Tidak mungkin gundik hina itu berani meracuniku secara terang-terangan, bukan? batinnya. Yuhan mencicipi satu gigitan kecil. Rasa manisnya pas, teksturnya lembut di lidah. Ia kemudian menyesap sedikit arak apelnya. Rasa asam yang segar mengalir di tenggorokannya, memberikan sensasi hangat yang nyaman.

Namun, pada gigitan kedua kue beras itu, lidah Yuhan merasakan sesuatu yang janggal. Ada rasa getir yang sangat samar, hampir tak terasa jika bukan karena indra perasanya yang telah ditingkatkan oleh kultivasi. Ia meletakkan kembali kue itu di piring. Kemudian, ia mengambil kue osmanthus. Aromanya memang enak, tapi di baliknya, ada bau bahan kimia yang ia kenali.

Yuhan mengeluarkan botol porselen kecil dari balik bantalnya, Air Dewa murni. Ia meneteskan satu tetes ke atas permukaan kue beras tersebut.

Ssssttt...

Bekas tetesan air itu seketika berubah menjadi bercak hitam pekat. Yuhan menyipitkan mata, rahangnya mengeras. "Sialan! Zao Yun gundik hina! Beraninya kau mencoba meracuniku!" umpatnya dalam hati. Kandungan racunnya kecil, jenis racun kronis yang tidak membunuh seketika, tapi akan merusak organ dalam jika dikonsumsi terus-menerus.

"Buang semua makanan ini!" perintah Yuhan tajam.

Pelayan itu tersentak. "T-tapi Yang Mulia... biasanya Anda sangat menyukai kue buatan Tuan Zao Yun..."

"Aku bilang buang!" gertak Yuhan.

"Apakah kue yang diantarkan ke Istana Chengmeniang juga harus dibuang?" tanya pelayan itu dengan hati-hati.

"Kue ini juga dikirim ke sana?" Yuhan terbelalak kaget

Pelayan itu mengangguk pelan. "Benar, Yang Mulia. Tuan Zao Yun selalu mengirimkan set makanan yang sama ke Istana Chengmeniang untuk Pangeran Kelima."

"Apa?!" Mata Yuhan membelalak. "Benar-benar gundik sialan! Dia ingin menghabisi kami berdua sekaligus!"

Tanpa membuang waktu, Yuhan bangkit. Ia memanggil dayang untuk membantunya mengenakan jubah sutra ungu yang lebih ringan, namun tetap elegan. Dengan langkah terburu-buru, ia keluar dari istananya, mengabaikan protokol kerajaan yang biasanya mengharuskannya berjalan perlahan.

Yuhan berlari memasuki gerbang Istana Chengmeniang. "Di mana Pangeran?!" tanyanya pada pengawal yang berjaga.

"Di taman belakang, Yang Mulia, dekat kolam ikan," jawab pengawal itu bingung melihat Maharani yang tampak panik.

Yuhan berlari ke arah taman. Ia melihat Mu Lian duduk tenang di kursi rodanya di tepi kolam, memandangi ikan koi yang berenang. Di tangannya, sudah ada sepotong kue beras yang sama.

"TIDAK! JANGAN PANGERAN!" teriak Yuhan.

Karena langkahnya yang terlalu cepat dan lantai marmer yang masih licin sisa hujan, kaki Yuhan tersangkut ujung gaunnya sendiri. Tubuhnya limbung ke depan, tepat ke arah kolam.

GREP!

Sebuah tangan yang kuat menangkap pinggangnya. Mu Lian, dengan gerakan refleks yang luar biasa cepat meski duduk di kursi roda, berhasil menarik tubuh Yuhan ke pelukannya. Jantung Yuhan berdegup kencang, hidungnya menghirup aroma kayu cendana yang maskulin dari tubuh Mu Lian.

Angin sore bertiup, menerbangkan helai rambut mereka yang bersentuhan. Mata Mu Lian tertuju pada bibir mungil Yuhan yang sedikit terbuka karena terengah-engah. Cantik... batin Mu Lian tanpa sadar.

Yuhan segera bangkit dengan wajah merona, merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Ia segera menepis tangan Mu Lian yang masih memegang kue.

"BUANG! Kue itu beracun, Lian! Zao Yun ingin meracuni kita!" seru Yuhan.

Mu Lian menyipitkan matanya, menatap ubi itu yang terjatuh ke lantai. "Beracun? Bukankah kau selalu menghabiskan makanan pemberiannya dengan lahap selama ini? Padahal aku sudah berkali-kali memperingatkanmu, tapi kau tetap memakannya dengan senang hati. Apalagi arak apel itu... bukankah itu favoritmu, Yang Mulia?"

Yuhan gelagapan. Ia merutuki kebodohan pemilik tubuh aslinya. "I-itu dulu! Sebelum aku pernah mati! Sekarang aku sudah sadar, seleraku sudah berubah. Aku tahu mana makanan yang tulus dan mana yang membawa maut!"

Mu Lian terkekeh melihat wajah Yuhan yang berusaha membela diri. "Benarkah?"

"Sudahlah! Karena aku sudah di sini, aku akan mengobatimu sekarang," ujar Yuhan untuk mengalihkan pembicaraan.

Yuhan mengeluarkan satu set jarum perak dari balik lengan bajunya. Tentu saja jarum -jarum perak akupuntur dengan kualitas terbaik berasal dari ruang dimensi ajaibnya. saat ini Yuhan bisa mengeluarkan benda-benda dari dalam ruang dimensi, seiring dengan peningkatan kultivasinya. tetapi untuk melakukan hal semacam itu, Yuhan perlu mengeluarkan tenaga dalam yang besar. Mu Lian yang melihat kilauan jarum-jarum panjang itu seketika merasa firasatnya tidak enak.

"Yang Mulia... apa yang ingin Anda lakukan dengan benda tajam itu?" Mu Lian mulai menggerakkan kursi rodanya mundur.

"Tentu saja mengobatimu, Suamiku. Ini adalah langkah terakhir untuk menyambung sarafmu yang mati," Yuhan tersenyum manis, namun bagi Mu Lian, senyum itu tampak seperti senyum algojo.

Yuhan menggunakan sedikit tenaga dalamnya untuk menarik kursi roda Mu Lian kembali ke tempatnya. "Pangeran ingin kabur? Kau sudah berjanji akan menurut padaku."

Mu Lian berkeringat dingin. "A-apa tidak ada cara lain? Kenapa harus jarum?"

"Kosongkan istana ini! Jangan biarkan siapapun masuk!" perintah Yuhan kepada para pengawal. Setelah area steril, Yuhan mulai menyingsingkan celana Mu Lian.

"Yang Mulia, ini tidak sopan!" protes Mu Lian, wajahnya memerah.

"Diamlah, Pangeran! Aku istrimu, apa yang tidak sopan?" Yuhan memegang kaki Mu Lian yang terasa dingin. "Mungkin ini akan sedikit sakit, tapi ini demi kebaikanmu."

TUS!

"ARGH!" Mu Lian berteriak, bukan karena sakit, tapi karena kaget.

"Jangan bergerak! Atau kau akan benar-benar lumpuh selamanya!" gertak Yuhan.

Satu per satu jarum perak tertancap pada titik-titik meridian di kaki Mu Lian. Pada jarum ke-sepuluh, Mu Lian mulai merasakan sensasi aneh rasa panas yang menggelitik yang sudah bertahun-tahun tidak ia rasakan. Yuhan mulai memutar-mutar jarum tersebut, menyalurkan energi Qi untuk merangsang sel saraf.

"Sakit?" tanya Yuhan lembut.

Mu Lian mengangguk, namun matanya berbinar. "Sakit... tapi aku bisa merasakannya, Yang Mulia. Aku bisa merasakan ujung jariku!"

Setelah beberapa saat, Yuhan mencabut semua jarumnya. Ia berdiri dan mengulurkan tangannya. "Sekarang, berdirilah."

Mu Lian ragu. Namun, melihat tatapan penuh keyakinan dari Yuhan, ia perlahan-lahan bertumpu pada kakinya. Awalnya ia goyah, rasa sakit menusuk tulang-tulangnya, namun perlahan rasa itu mereda. Ia mengambil satu langkah... lalu dua langkah.

"Aku... aku bisa berjalan?" Mu Lian menatap kakinya dengan takjub.

Yuhan memapahnya perlahan menuju taman. "Pelan-pelan saja, Pangeran. Ototmu masih butuh penyesuaian."

Kegembiraan meluap di hati Mu Lian. Ia mencoba melepaskan pegangan Yuhan untuk berjalan sendiri. Namun, karena otot kakinya masih terlalu lemah untuk menopang berat badannya dalam waktu lama, ia kehilangan keseimbangan.

BUAGH!

Mu Lian jatuh ke depan, menyeret Yuhan bersamanya. Tubuh tegap Mu Lian menindih tubuh mungil Yuhan di atas rumput taman yang lembut. Wajah mereka sangat dekat, napas mereka beradu.

Namun, suasana romantis itu terputus oleh suara gerit gigi di kejauhan. Shen Lan, yang baru saja memaksa masuk karena khawatir pada kakaknya, berdiri mematung di ambang taman. Tangannya mengepal kuat, matanya menyala penuh amarah melihat posisi Maharani dan Mu Lian.

1
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hmmm apa ada racun atau peletnya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!