NovelToon NovelToon
Misi Terlarang Sang Mayor

Misi Terlarang Sang Mayor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Mayor Elara Vanya, seorang agen elit yang terpaksa menggunakan daya tarik dan kecerdasannya sebagai aset, dikirim dalam misi penyusupan ke Unit Komando Khusus yang dipimpin oleh Kolonel Zian Arkana, pria dingin yang dicurigai terlibat dalam jaringan pengkhianatan tingkat tinggi. Elara harus memilih antara menyelesaikan misi dan mengikuti kata hatinya, yang semakin terjerat oleh Kolonel Zian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di Teluk Tokyo

​Dalam manuver yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang tidak takut mati, Elara merangkak ke depan untuk memegang stang motor, sementara Zian berdiri di kursi belakang saat motor masih melaju dalam kecepatan 120 km/jam.

​"Sekarang!" teriak Zian.

​Zian melompat dari motor, tangannya meraih kaki penyangga (skids) helikopter tepat saat burung besi itu mulai mengangkat diri dari geladak kapal. Tubuh Zian berayun di udara, tergantung di atas air teluk yang gelap dan dingin.

​"ZIAN!" Elara membanting rem motornya hingga ban belakangnya mencicit di beton dermaga. Dia segera melompat turun, mencabut senapan serbunya, dan membidik ke arah penembak jitu Yakuza yang mencoba menembak Zian dari pintu helikopter.

​Phut! Phut!

​Dua peluru Elara menemukan sasarannya, menjatuhkan pengawal Madame X ke laut. Namun, Madame X sendiri menarik pistolnya dan mulai menembak ke arah tangan Zian yang memegang penyangga.

​Di udara, Zian berjuang melawan gravitasi. Dia menarik dirinya ke atas dengan kekuatan otot lengan yang luar biasa, menghindari peluru Madame X, dan berhasil menyusup ke kabin belakang. Pertarungan brutal pecah di ruang sempit helikopter yang sedang berguncang hebat.

​Sementara itu di darat, Elara dikepung. Mobil-mobil hitam Yakuza mengepung posisinya. Ketua Tanaka keluar dari limusinnya, memegang katana pusaka yang berkilau di bawah lampu pelabuhan.

​"Kau telah mencampuri urusan yang salah, Mayor," kata Tanaka dengan suara yang dalam dan tenang. "Di Jepang, kehormatan dibayar dengan darah."

​Elara membuang senjatanya yang sudah kehabisan peluru dan mencabut dua pisau taktis dari balik punggungnya. "Aku tidak punya waktu untuk ceramah kehormatanmu, Tanaka. Aku punya teman yang harus kuselamatkan."

​Tanaka menerjang dengan kecepatan yang luar biasa untuk pria seusianya. Pedangnya menyambar udara, hanya berjarak inci dari leher Elara. Elara bergerak seperti penari balet yang mematikan, menghindar, memutar, dan melakukan serangan balik dengan pisau-pisaunya. Dentingan baja katana melawan pisau taktis bergema di antara sunyinya kontainer.

​Di atas mereka, helikopter itu mulai terbang tidak stabil. Pilotnya tertembak dalam pergulatan antara Zian dan sisa pengawal.

​"Zian! Helikopternya akan jatuh!" teriak Kael melalui radio. "Sistem stabilisasinya rusak!"

​Zian berhasil melumpuhkan pengawal terakhir dan kini berhadapan langsung dengan Madame X. Namun, wanita itu memegang drive data di satu tangan dan sebuah granat aktif di tangan lainnya.

​"Jika aku tidak bisa memilikinya, tidak ada yang bisa!" teriak Madame X dengan mata gila.

​Zian menerjang, mencoba merebut granat tersebut. Mereka bergulat di tepi pintu yang terbuka. Di detik terakhir, Zian berhasil menendang Madame X keluar dari helikopter tepat sebelum granat itu meledak di udara.

​BOOOMM!

​Ledakan di udara menghancurkan bagian belakang helikopter. Helikopter itu mulai berputar jatuh menuju teluk.

​"ZIAN! LONCAT!" Elara berteriak, menghentikan pertarungannya dengan Tanaka sesaat karena terkejut melihat ledakan itu.

​Zian melompat dari helikopter yang terbakar, jatuh bebas ke arah air. Di saat yang sama, helikopter itu meledak total menjadi bola api raksasa di atas permukaan air.

​Tanaka memanfaatkan kelengahan Elara. Dia mengayunkan katananya, namun Elara berhasil menangkap pergelangan tangan Tanaka, memutarnya dengan teknik kuncian mematikan, dan menghujamkan sikunya ke wajah pria tua itu hingga tersungkur.

​"Permainan selesai, Tanaka," desis Elara. Dia tidak membunuh pria itu, melainkan segera berlari menuju tepi dermaga dan melompat ke dalam air untuk mencari Zian.

​Air laut Tokyo terasa sangat dingin dan menyesakkan. Elara menyelam menembus kegelapan, mencari siluet Zian di antara puing-puing helikopter yang tenggelam. Dia melihatnya—Zian tidak bergerak, perlahan tenggelam lebih dalam.

​Elara berenang sekuat tenaga, meraih kerah baju taktis Zian, dan membawanya ke permukaan. Dia menarik Zian ke tangga darurat dermaga, memompa dadanya dengan napas tersengal.

​"Zian! Bangun! Jangan tinggalkan aku sekarang!" Elara berteriak, air mata bercampur air laut membasahi wajahnya.

​Zian terbatuk, mengeluarkan air laut dari paru-parunya. Matanya terbuka perlahan, menatap wajah Elara yang dipenuhi kecemasan. Dia tersenyum lemah, lalu membuka telapak tangannya. Di sana, tergeletak drive perak milik Madame X.

​"Aku... mendapatkannya..." bisik Zian.

​Elara tertawa di tengah tangisnya, memeluk Zian erat. "Kau orang gila paling berani yang pernah kukenal."

​Kael muncul dengan kapal kargo mereka beberapa menit kemudian, mengevakuasi mereka tepat sebelum polisi Tokyo memenuhi pelabuhan. Madame X dinyatakan hilang di perairan teluk, meskipun Elara yakin wanita itu tidak akan mati semudah itu.

​Di atas kapal kargo yang melaju menjauhi pelabuhan, Elara dan Zian duduk di geladak, dibungkus selimut tebal. Kael sedang sibuk menganalisis data di dalam drive tersebut.

​"Teman-teman, kalian harus lihat ini," kata Kael dengan wajah pucat. "Data ini bukan hanya soal senjata otonom. Ada daftar nama ilmuwan yang diculik ke sebuah fasilitas rahasia di pegunungan Himalaya. Dan salah satu namanya... adalah ibu kandungmu, Zian."

​Zian membeku. Selama ini dia mengira ibunya sudah meninggal dalam kecelakaan belasan tahun lalu.

​"Mereka memalsukan kematiannya untuk menjadikannya otak di balik proyek ini," sambung Kael.

​Zian mengepalkan tangannya. Elara menggenggam tangan Zian, memberikan kekuatan. Pengejaran ini belum berakhir. Dari Tokyo yang gemerlap, misi mereka kini mengarah ke puncak dunia yang dingin dan penuh rahasia.

​"Kita akan menjemputnya, Zian," kata Elara tegas. "Siapa pun yang menghalangi, akan kita hancurkan."

​Matahari terbit sepenuhnya di Teluk Tokyo, menyinari awal dari misi penyelamatan yang paling pribadi bagi Zian Arkana.

Dunia di bawah mereka adalah hamparan putih yang tak berujung, bergerigi, dan mematikan. Pegunungan Himalaya berdiri seperti benteng para dewa yang menolak kehadiran manusia. Di dalam kabin pesawat angkut siluman yang dipinjam dari jaringan informan Kael, suhu udara terasa membeku meskipun pemanas ruangan telah dinyalakan secara maksimal.

​Zian Arkana duduk terdiam di kursi kru, matanya menatap kosong ke sebuah foto tua yang sudah kusam di tangannya—foto seorang wanita dengan senyum lembut yang sedang menggendong anak laki-laki berusia lima tahun. Itu adalah satu-satunya kenangan fisik yang ia miliki tentang ibunya. Selama dua belas tahun, Zian hidup dengan keyakinan bahwa ibunya telah tewas dalam sebuah ledakan laboratorium di London. Namun, data dari drive Madame X menceritakan kisah yang jauh lebih gelap: penculikan sistematis oleh Iron Sight untuk memanfaatkan jenius genetika Dr. Arisya dalam menciptakan prajurit super yang "patuh".

​Elara Vanya mendekat, meletakkan tangannya di bahu Zian. Dia tidak mengenakan pakaian gala kali ini. Dia mengenakan setelan infiltrasi termal khusus yang dirancang untuk suhu minus enam puluh derajat, lengkap dengan perlengkapan pendakian taktis.

​"Kita akan membawanya pulang, Zian," bisik Elara. Suaranya lembut namun penuh keyakinan yang mampu menembus keraguan terdalam pria itu.

​Zian mendongak, matanya yang biasanya sedingin es kini tampak rapuh. "Bagaimana jika dia bukan lagi wanita yang aku kenal, Elara? Madame X menyebutkan tentang 'pencucian otak' dan 'integrasi neural'. Jika mereka telah menghancurkan pikirannya..."

​"Maka kita akan menjadi ingatannya," jawab Elara tegas. "Tapi pertama-tama, kita harus mengeluarkannya dari fasilitas 'Sky-Wall' itu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!