NovelToon NovelToon
Ugh ... My Aggressive Bos!

Ugh ... My Aggressive Bos!

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

"Hangatkan tubuhku. Only one night."

Sebuah kalimat yang mengubah seluruh kehidupan Leon dan Bianca yang bertemu di Paris secara kebetulan.

Pertemuan singkat yang awalnya sebatas di Paris saja, siapa sangka berlanjut hingga saat keduanya kembali ke Indonesia.

Keduanya dipersatukan dengan status yang berbeda. Atasan dan bawahan. Hal tersebut membuat Leon memanfaatkan wewenangnya untuk bertindak dan bertingkah agresif kepada Bianca yang diam-diam telah mencuri ciuman pertamanya di Paris.

🫧🫧🫧

Halo semua! Ini novel terbaru Kak Shen. Yuk kepoin! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Anak Magang

...“Itu … si anak magang. Dia emang ramah ya? Tapi gue ngerasa nggak nyaman. Kayak munafik gitu loh.” – Ivan...

“Take care, hmm? Jangan nakal selama aku di Amerika,” lirih Leon pelan sembari mengecup lembut dahi Bianca.

Gadis yang seharusnya mengikuti Leon karena sekretaris pribadi pria itu, ia tak bisa pergi karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan berhubungan dengan Leon.

Sementara Leon di Amerika, Bianca bekerja seperti biasa. Hanya saja, Cindy yang kelakuannya munafik, terus mendekati Bianca dengan memasang wajah polos dan manja seperti tak punya dosa sama sekali.

“Kak!”

Cindy berlari dengan gaya centilnya ke arah Bianca yang baru saja kembali dari bandara sehabis mengantarkan Leon yang harus berangkat ke Amerika pada penerbangan pagi hari. Gadis yang kini magang di Salvatore Group Indonesia dan posisinya berada di bawah pengawasan langsung oleh Alfred, ia bisa dengan leluasa mencari tahu semua tentang Bianca yang duduk bersebelahan dengan Alfred.

“Kak Leon kapan pulang?”

“Belum pasti sih. Soalnya musibah yang di sana—”

“Kakak kok nggak ngikutin Kak Leon sih? Kan Kakak sekretaris pribadinya sekaligus pac— … eh maksud ku sekretaris pribadi. Hehehe.” Cindy menutup mulutnya dengan mata yang ia buat melotot seolah-olah tak sengaja keceplosan.

Akibat dari ucapan Cindy tadi yang cukup keras, membuat beberapa karyawan yang sedang fokus kerja melihat ke arah Cindy dan Bianca secara serentak. Bianca mendadak menggigit bibirnya karena khawatir bahwa karyawan yang di sana mencurigai apa yang diucapkan oleh Cindy.

“Jangan percaya dengan Cindy.”

Ucapan Leon tersebut terus menerus melintasi pikiran Bianca. Hatinya bergejolak dengan perasaan yang tak karuan karena bimbang. Satu sisi, Cindy adalah adik ipar CEO-nya sekaligus keluarga dari pacarnya. Namun, di sisi lain, Leon juga sudah menunjukkan sisi tidak sukanya secara terang-terangan pada gadis itu.

“Leon lebih tau, sebaiknya aku mengikuti apa yang dia katakan,” batin Bianca. Ia mulai bersikap santai namun tetap waspada terhadap tingkah polos Cindy yang cukup mencurigakan.

“Oh iya, nanti kita lanjut ngobrol ya,” ucap Bianca sambil melepaskan tangannya dari rangkulan Cindy secara perlahan, “ada beberapa email urgent yang harus aku balas.”

Cindy memberikan senyuman palsu ke arah Bianca yang secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak nyaman dan enggan di dekati. Hal tersebut membuat Cindy semakin gregetan dan ingin segera memberikan pelajaran kepada Bianca.

“Ck! Baru juga pacaran, udah belagu banget!” sungut Cindy dalam hati.

Cindy bergegas menuju pantry dan berniat ingin mengambil minum. Di saat yang sama, Ivan juga sedang berada di sana menyeduh coklat panas.

“Ganteng nih,” pikir Cindy sambil menggigit bibirnya dan menatap postur tubuh Ivan dari atas hingga ke bawah. Matanya menatap nakal dengan gejolak nafsu yang membara di dada.

Leon benar. Cindy bukanlah gadis polos seperti citra yang sudah ia buat di depan umum. Mereka yang tahu betul seperti apa kelakuan Cindy, ia pasti akan merasa jijik dengan piala bergilir yang merupakan hypersexxx tak kenal tempat itu!

“Halo, Kak!” Cindy mendekat ke arah Ivan sambil tersenyum malu-malu. Kemudian ia membawa rambut pirangnya ke belakang daun telinga.

Ivan hanya tersenyum sambil mengangguk tanpa berkata apa-apa.

“Lagi bikin apa?”

Ivan mengangkat cangkir yang berisikan coklat panas ke arah Cindy sembari mengangkat kedua alisnya. Lagi-lagi ia tak bersuara.

“Ughhh ... eskpresinya,” gumam Cindy dalam hati.

“Saya duluan ya,” ucap Ivan ramah dengan suara yang cool. Ia benar-benar tak menunjukkan sisi gemulainya pada Cindy. Andai gadis itu tau bahwa ia adalah pria yang memiliki sisi kewanitaan, pasti gadis itu akan bungkam seribu bahasa.

Ivan melengos meninggalkan Cindy di pantry. Ia bergegas menuju meja kerjanya melewati meja Bianca. Namun, ia mengambil langkah mundur untuk kembali ke arah meja Bianca.

“Bi,” panggil Ivan dengan gaya khasnya yang gemulai sembari tangan kanannya menepuk pelan bahu Bianca.

Saat itu Bianca sedang fokus menatap layar monitor dengan jemari yang tak henti mengetik keyboard. “Hmm?”

“Berenti bentar ih! Ada sesuatu nih,” bisik Ivan.

Bianca menoleh ke arah Ivan. Kemudian menunggu apa yang akan Ivan katakan.

“Itu … si anak magang,” ucap Ivan mulai menjelaskan, “dia emang ramah ya? Tapi gue ngerasa nggak nyaman. Kayak munafik gitu loh.”

“Ekspresinya aja—”

“Ssttt ….” Bianca menghentikan ucapan Ivan karena sadar di sebelahnya sedang ada Alfred.

Padahal, Alfred sama sekali tak tertarik dengan gosip apapun itu. Pasalnya, sebagai seorang sekretaris CEO, pekerjaannya lebih banyak ketimbang Bianca. Bahkan, ia sering lembur jika ia meninggalkan pekerjaannya sebentar saja. Jadi … apapun yang terjadi di sekelilingnya ‘kecuali hal penting’, ia tak akan peduli.

“Dinding bertelinga loh,” bisik Bianca pelan sembari matanya berkeliling menatap sekitar, “gitu-gitu dia adik iparnya Pak Rein.”

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

1
Sofie Ariyani
semoga Bianca hamil juga anak Leon ya, jgn pake pil kontrasepsi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bianca Naif ngapain suka ngambil sikap yang menye², itu kan Singa sudah terbuka pada karyawannya jaga² agar ga ada gosip murahan lagi tapi kamu sok²an ngelarang segala... ujung²nya kalau kamu ada masalah baru lagi pasti Singa juga yang turun tangan... mending ikutin saja Singa selama dia bersikap tegas buat kebaikan hubungan kalian
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jelasin apanya Rein, kamu sudah salah datangin Anya ke tempatnya bukannya inisiatif buat hindari masalah baru malah ga berpikir ajuin ketemuan di Caffe atau restoran tempat terbuka kalau bener kamu serius sama Bella.. laaahh ini iyain saja kayak kerbau di cocok hidungnya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aku suka gaya mu Singa...👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ga usah berAlibi ga ada cinta buat Anya, Rein... buktinya kamu sempat kasih setengah hati buat dia sebelum kamu tau kalau Bella juga cinta kamu sekarang
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ooooo... bulaatt, ternyata alasan Rein menunda² perceraiannya karna Singa yang trauma perceraian ortunya.🤭🤭🤭

salahnya kalian kurang terbuka dan komukasi harus lebih intens lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Singa the best meskipun belum lama kenal sudah bisa ambil sikap buat melamar Bianca.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bagus Bi, aku dukung tar aku bantuin bawa cabe Setan sekalian buat Lulurin tuh siluman Cindy.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bella Bella kamu nuduh si Singa yang bocorin kalau kamu suka Rein padahal mulutmu sendiri yang mengakuinya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngga Tein, Ngga Singa kok aneh ya padahal sudah tau kalau Anya toxic, hampir membunuhnya di tambah selingkuh terus kok telat urus cerai padahal bukti sudah ada.. oke lah kalau bukti kecelakaan belum lengkap tapi setidaknya bukti perselingkuhan sudah lengkap jadi uruslah dulu perceraian kalau masalau tuntutan hukum percobaan pembunuhan bisa sambil nunggu lengkap kaan bisa... malah nambahin keb0d0han sendiri masukin Cindy lagi.

terus Singa juga sudah tau keluarga Anya kayak gimana kok masih terima kerja sama dengan bapaknya Anya, harusnya kalau beneran pintar pasti nolak karna alasannya jelas banget tanpa perlu ketemu langsung ambil sikap tegas...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Preeett... telat bertindaknya kamu Rein.. sok tegass sekarang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ga ada cinta antara kamu dengan Anya gimana Rein, di awal kamu sendiri yang bilang kalau kamubsudah mulai ada cinta buat dia terus sekarang bilang gitu..

ini gimana konsepnya Thor.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaah aneh kamu Rein kenapa ga dari sebelum tau pengakuan dari Bella cerainya, aneehh... ga tegas ambil sikap padahl sudah punya bukti perselingkuhan Anya terus perlakuan dia selama ini sebagai istri buruk tapi masih bertahan... segitu bilang cuma sedikit cinta sama Anya bahkan kamu sampe nerima Cindy masuk perusahaan dengan mudah.

kalau baru seekarang kamu punya inisiatif buat cerai bukan berarti kamu cinta Bella tapi karna pelarian saja.. kasihan Bella yang setia dan tulus malah harus dapat laki² plinplan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Rein kok kayak orang B0d0h ya sudah tau istrimu saja sikapnya buruk, sekarang malah dengan mudahnya masukin adik ipar buat jadi aspri di kantormu tanpa tau Cindy kayak gimana pribadi dan kerjanya... ga masuk di AkIL🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
salah paham, jadi salin tebak²an di pikiran masing².. mungkin Bella terlalu dekatbdengan si Singa jadi Rein mengira kedekatan mereka adalah orang yang saling mencintai dan sayangnya Rein bukannya mencoba utarakan dulu dan urusan di tolak/di terima mah akan tau jawabannya setelah denger dari Bella sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh Bi makanya jangan asal cepat nyimpulin Orang yang baru di lihat... tau belum berarti kenal buktinya kamu salah menilai Cindy.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Halalin dulu Singa, jangan maen sosor dan suruh nginep terus diihh.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya begitu lah Bell.. orang kaku antibsosial pun kalau sudah nemu pawangnya bakal lemah lembut, beda lagi kalau dibdepan orang lain
🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Makanya kalau beneran cinta kenapa ga coba terbuka sama Bianca jangan semua yang kamu lakuin anggap biasa Leon, pahami kalau Bianca punya trauma karna pers3lingkuh4n tapi kamu ga sadar sudah tiba² tiap dapat telpon dari Bella kamu no. duakan dia jadi tanggungbresikonya karna kamu ga Peka.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
salah paham karena masih belum mengenal karakter masing², Leon yang ga Peka salah mengambil sikap di saat Bianca mulai luluh dan percaya malah pergi ninggalin dia di saat dapat telpon dari Bella jadi wajar dengan Traumanya Bianca yang pernah di selingkuhi Over thinking sulit percaya lagi dengan laki²..

dan Bianca dengan pikiran buruknya menyimpulkan bahwa semua Laki² buruk ga setia... butuh komunikasi lagi biar sejalan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!