NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Harem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Melawan Bai Ling

Di dalam kedalaman hutan, Bai Ling dan ketiga kawannya sedang berjalan sambil memperhatikan keadaan sekitar. "Di mana Han Chuan? Dia sangat susah dicari," ucap Bai Ling dengan nada kesal sambil terus melihat ke sekeliling.

"Tuan muda, apa jangan-jangan dia sudah mati diterkam iblis?" ucap salah satu kawannya yang berada di sampingnya sambil memegang pedangnya.

"Ada benarnya juga, tapi kemungkinan kecil kalau dia mati dilahap ib..." Belum sempat Bai Ling menyelesaikan kalimatnya, sepintas cahaya biru petir melesat di depan mereka dengan kecepatan tinggi. Cahaya itu begitu cepat hingga angin yang ditinggalkannya membuat rambut mereka ikut berkibar.

Bai Ling terbelalak dan langsung menunjuk ke arah yang dilalui kilatan tersebut. "Ce cepat kejar! Yang barusan itu Han Chuan!" ucap Bai Ling terbata-bata. Ketiga kawannya segera melesat, bergerak secepat kemampuan masing-masing, mengejar arah Han Chuan.

Sementara itu, Han Chuan sudah berhenti di tengah hutan bambu. Ia membuka petanya sekilas, melihat arah, kemudian melirik ke langit. "Hari sudah sore dan tempatnya masih jauh ya," ucapnya sambil menggulung kembali petanya dan memasukkannya ke dalam baju.

Ia lalu menoleh ke belakang dengan wajah bingung. "Bentar, yang tadi siapa ya yang aku lewati?" gumamnya pelan. Saat Han Chuan hendak berlari lagi, sebuah tombak melesat dari arah samping dan tertancap kuat di tanah tepat di depannya. Han Chuan yang sudah mengambil ancang-ancang berlari malah menabrak gagang tombak tersebut.

"Aduh, tombak siapa ini?" ucapnya sambil mengusap hidungnya yang terasa perih. Ia cepat melihat ke sekeliling.

Belum sempat ia bergerak, sebuah kilatan dari ayunan pedang melesat ke arahnya dari belakang. Suaranya tajam, seperti angin . Han Chuan melihat serangan itu dan langsung menarik pedangnya, menebas balik ke arah datangnya serangan.

Kilatan pedang Han Chuan memancar kuat, berwarna biru dengan bercak hitam dan garis-garis tipis di sekeliling bilahnya. Tebasan itu melesat maju, menghasilkan percikan petir kecil di udara dan di sekitar tubuhnya. Dan dua energi kekuatan itu bertabrakan keras di antara mereka.

Benturan energi membuat suara ledakan tajam terdengar. Bambu bambu di sekitar mereka terpotong dan berjatuhan satu per satu,bahkan beberapa terpental akibat benturan energi pedang yang menyebar ke segala arah dan serpihan daun bambu berterbangan di sekitar mereka.

Han Chuan melompat ke belakang dan cepat melihat ke sekeliling. "Siapa kalian? Cepat keluar, pengecut sialan!" teriak Han Chuan sambil melepaskan tekanan energi spiritual. Dorongan energi itu membuat bambu-bambu di sekitar bergoyang pelan seolah diterpa angin kuat.

Dari belakangnya terdengar suara langkah kaki, teratur dan perlahan. Seseorang muncul dari balik rumpun bambu dan mengambil tombak yang sebelumnya tertancap akibat benturan tadi. Han Chuan langsung menatapnya dengan tajam.

"Sudah kuduga itu pasti dia. Tapi bodohnya aku malah kembali bertanya," batinnya sambil menertawakan kekonyolannya sendiri.

Orang itu mencabut tombaknya, memutarnya di tangan dengan gerakan cepat, lalu mengarahkannya tepat ke dada Han Chuan. "Han Chuan, kau sudah tidak bisa lari ke mana-mana lagi. Dan kau akan mati di sini. Nantinya orang-orang akan mengira kau dimakan iblis,hehhah" ucap Bai Ling dengan senyum licik dan nada penuh kebencian.

Han Chuan yang mendengar itu hanya memiringkan kepala sambil tersenyum meremehkan. "Wah wah... aku terjebak ya? Tidak bisa lari ke mana-mana? Aku sangat takut,saking takut nya aku bahkan ingin membunuhmu" ucapnya dengan nada bermain-main.

Namun tiba-tiba ekspresinya berubah serius. Ia menatap Bai Ling lurus-lurus. "Kau mau membunuhku dan bahkan mengajak tiga temanmu? Atau bawahanmu? Terserah atau siapapun itu. Tapi dengan kemampuan kalian berempat mau membunuhku itu mustahil."

Saat kalimat itu keluar, aura biru langsung menyelimuti tubuh Han Chuan. Udara di sekitarnya bergetar kecil. Percikan petir halus muncul dari lengannya, punggungnya, dan bilah pedang di tangannya, menimbulkan suara deretan petir petir yang halus namun tajam. Tanah di kaki Han Chuan ikut retak sedikit akibat tekanan energi yang ia keluarkan.

Ketiga teman Bai Ling muncul dari balik hutan bambu, langkah mereka perlahan namun tegang. Namun begitu aura Han Chuan menyambar, dada mereka terasa berat seakan tekanan udara menekan mereka secara tiba-tiba.

Han Chuan menatap mereka bertiga dan kemudian kembali menatap Bai Ling. Matanya dingin, sikap tubuhnya tegap, dan aura petirnya semakin kuat.

Bai Ling yang melihat Han Chuan mulai serius tidak tinggal diam. Ia segera berteriak memerintahkan teman-temannya, "Cepat! Serang dia! Kita habisi dia di sini!"

Tiga temannya langsung maju bersamaan, pedang mereka terangkat dan melesat mengayun dari berbagai arah. Bai Ling sendiri mengangkat tombaknya dan menerjang Han Chuan dengan kecepatan tinggi.

Han Chuan menggenggam pedangnya erat. Saat tiga pedang sekaligus datang, ia memutar tubuh dan menangkis serangan pertama dari belakang dengan kilatan biru dari bilah pedangnya. Bunga api kecil terciprat saat logam bertemu logam. Serangan kedua dan ketiga juga ia tepis berturut-turut, membuat suara benturan besi memenuhi hutan bambu.

"Kalian terlalu lemah," ucap Han Chuan sambil menahan pedang salah satu teman Bai Ling dengan satu tangan.

"Kau terlalu meremehkan kami, sialan!" teriak orang itu.

Dari belakang, tombak Bai Ling kembali melesat dengan kecepatan tinggi. Han Chuan menangkap pergerakannya dari sudut matanya. Ia menendang orang di depannya hingga terpental mundur, lalu memutar tubuh dan mengangkat pedangnya untuk menahan ujung tombak Bai Ling.

"Han Chuan! Kau akan mati di sini! Kalian semua, maju! Serang dia bersama-sama!" teriak Bai Ling yang terus memaksa menusukkan tombaknya ke dada Han Chuan.

Ketiga temannya langsung maju lagi dari belakang, masing-masing mengayunkan pedang dengan brutal.

Han Chuan menggeram pelan. "Tidak bisa dibiarkan seperti ini."

Dalam sekejap, ia memusatkan tenaga pada kakinya lalu menendang dada Bai Ling keras sekali. Tubuh Bai Ling terpental beberapa meter, menghantam beberapa batang bambu sambil memuntahkan darah.

Han Chuan kembali turun ke posisi kuda-kuda, menundukkan sedikit tubuhnya. Aura biru kembali meledak kecil dari permukaan kulitnya, membuat serpihan tanah di bawah kakinya bergerak naik.

Tatapannya berubah tajam, fokus sepenuhnya pada tiga teman Bai Ling yang masih menyerangnya.

1
Nanik S
God Joon
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
Nanik S
Jatah membunuh Binatang Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis lagi... Bantai saja semua Han Chuan
Nanik S
Siapa sebenarnya Long Shen
Nanik S
Bsi Ling ditelan Harimau Iblis
Nanik S
Mantap Poooool 💪💪💪
Nanik S
Joooooooooss 👍👍👍
Nanik S
Para Orang Tua juga ikut tegang
Nanik S
God Job
Nanik S
Lha kenapa Han Chuan tidak ada reaksi di balik tentang Inti Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis
Nanik S
Mengapa mesti ada Kontrak hidup mati
Nanik S
Bsi Ling... Dendam karena kalah dan malu
Nanik S
Apa mereka tdk menyadari adanya kelompok sekte Iblis
Nanik S
Han Chuan... 💪💪💪
FAUZAL aut
kristal?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!