"Aku menemukanmu, Si Culun pemilik ranjang terhangat."
Dusan Atlemose atau lebih akrab disapa Usan, Usan adalah seorang cassanova yang sangat suka berburu wanita-wanita yang mampu menghangatkan ranjangnya. Namun, dari sekian banyak wanita yang dicobanya, hanya satu yang dia cap sebagai wanita pemilik ranjang terhangat yang benar-benar dapat membuatnya merasa begitu puas. Wanita itu adalah Gadis Culun yang pernah dibelinya di sebuah pelelangan ilegal.
Cukup lama Usan mencari keberadaan wanita langka baginya itu. Tiga tahun berlalu, siapa sangka wanita itu datang dengan sendirinya dan menjadi partner kerjanya. Dengan kelicikannya, Usan ingin menjerat Desainer Seksi bernama Dasha Drace dalam jangka waktu yang lama, Usan akan menjadikan Asha sebagai wanita penghangat ranjangnya.
"Kamu tidak akan mampu menjeratku, Tuan. Akulah yang akan menjeratmu."
Usan tak tahu bahwa gadis culun yang dikenalnya dulu, sudah berubah menjadi rubah betina yang sulit dikalahkan. Ya, Asha kembali setelah berhasil mengubah takdirnya, dia kembali untuk membalaskan dendamnya.
Akankah Usan berhasil menjerat Asha ke ranjangnya? Atau malah Asha yang akan berbalik menjeratnya? Saling menjerat, akankah keduanya saling Terjerat?, dan berhasilkah Asha membalaskan dendam-dendamnya?
***
Harra Atlemose ❤️ Simone Atlemose
"Aku mencintai Kak Simone, titik." Arra.
"Meski bukan Kakak kandungnya, pantaskah aku untuknya?" Simone.
***
Sekuel Terjerat Dendam CEO Impoten❤️
Follow IG Othor di @Oniya_99🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 ~ Rencana licik
"Astaga, Kak Simone," dr. Xean kaget melihat Simone yang berusaha memasang alat bantu napas yang ada di sampingnya, tepatnya dia atas nakas. Xean langsung bergerak cepat dan membantu Simone memasang alat bantu pernapasan yaitu alat nabulizer.
Kecelakaan cukup parah yang Simone alami tak hanya membuatnya menjadi pria lumpuh dalam beberapa bulan terakhir, tapi juga meninggalkan trauma yang cukup dalam baginya. Ketika ada sesuatu yang mengganjal di hatinya atau membuatnya kaget, maka dia akan mengalami sesak napas yang sulit disembuhkan.
Xean langsung memeriksa keadaan Simone, sementara Simone mulai merasa tenang kala napasnya mulai teratur dengan bantuan nabulazer.
"Xean, kamu sudah datang," sapa Mommy Ziva yang masuk ke dalam kamar dengan membawa meja dorong yang di atasnya tertata makan siang sehat untuk Simone Putranya. Di belakang Mommy Ziva, tak ketinggalan juga ada Arra pastinya.
"Iya, Mom. Baru saja sampai?," jawab Xean ramah.
"Astaga Simone kenapa?" Mommy Ziva pun juga kaget dengan keadaan Simone saat ini. Arra yang ada di sampingnya juga terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Sang Kakak. Simone hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban bahwa dirinya tidak apa-apa, karena masker di wajahnya, membuatnya tak bisa bicara.
"Tidak apa-apa, Mom. Kondisi Kak Simone juga sudah membaik, kakinya juga sudah sembuh. Mulai hari ini Kak Simone sudah diperbolehkan berjalan-jalan santai, besok aku akan memastikannya lagi." jelas Xean kepada Mommy Ziva dan juga Arra. Kedua perempuan itu pun tampak bernapas lega sambil mengelus dada masing-masing. "Syukurlah," ucap Keduanya bersamaan.
***
Di Mansion Bredariol.
Tuan Riol, Nyonya Kiya, Laura dan calon Suaminya Cris serta kedua orangtuanya, tengah berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan malam bersama, sekaligus membicarakan pesta pernikahan yang tinggal menghitung hari akan segera dilaksanakan.
"Jadi, hanya gaun pengantin untuk Laura saja yang belum siap?" tanya Ayah dari Cris.
"Benar, Ayah," jawab Laura manja.
"Kamu tidak perlu khawatir, Sayang. Berapa pun harga gaun yang kamu inginkan pasti akan aku belikan," ujar Cris yang tahu kabar tentang Laura yang dikerjai oleh Kakaknya sendiri.
"Terima kasih, Sayang."
Setelah selesai makan malam bersama keluarga calon Suaminya. Laura dan Nyonya Kiya tengah membuka dan menghitung beberapa hadiah dan uang yang diberikan oleh keluarga Cris. Keduanya tampak bahagia kala menerima banyak barang-barang branded.
Tentu barang branded, karena Laura akan menikah dengan seorang pengusaha yang juga tak kalah kaya dari RL grup. Setelah menikah nanti, Laura akan tinggal bersama calon Suaminya.
"Kamu aman, Sayang. Setelah menikah nanti hidup kamu akan aman. Tidak perlu pikir-pikir lagi kalau mau beli sesuatu."
"Iya, Ibu. Tapi, gaunku bagaiamana? Bagaiamana kalau Kak Asha mengerjaiku?, bagaiamana kalau dia tidak membuatkan gaun untukku? Kita tidak punya banyak waktu lagi, Ibu," keluh Laura tak sabar.
"Kamu tenang saja, Sayang. Tadi pagi Ibu sudah dapat kabar tentang gaunmu. Besok kita akan ke Dash Boutique untuk melihat seperti apa hasilnya," balas Nyonya Kiya.
"Kenapa Ibu tidak mengatakannya kepadaku?" kesal Laura.
"Masalah itu tidak penting, Sayang. Lebih baik kita pikirkan apa yang harus kita lakukan nanti saat di acara pernikahanmu."
"Melakukan apa, Ibu?" lanjut Laura tak mengerti.
"Apa lagi kalau bukan balas dendam. Kakakmu Asha pasti akan hadir dan pada saat itulah kita harus balas dendam dan mengerjainya. Kita juga harus membuatnya tinggal di rumah ini."
"Ibu memang cerdas. Sepertinya aku punya ide bagus, ibu."
"Apa itu, Sayang?"
"Ibu tahu kedekatan Kak Asha dengan Dusan Atlemose dari keluarga Talsen Baldev yang super kaya raya itu?"
"Tentu saja Ibu tahu, berita itu sudah menyebar luas. Apa maksudmu, kita harus memisahkan mereka?"
"Iya, Ibu. Jangan sampai Kak Asha punya sokongan dibelakangnya, kalau dia benar-benar menjadi kekasih Dusan Atlemose, maka akan sulit bagi kita untuk melenyapkannya."
"Jadi, apa rencanamu?"
"Bagaimana kalau kita ....
*
*
*
Simone
masih baru mulai baca ini..
mau lanjut baca kisah2 lainnya..
semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berkarya.. 😘😍🤩🥰