Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
"Kamu pelet anak ku pakai apa ha!"
Angga langsung berdiri dan menarik kerah baju Danu. Danu sudah menebak akan begini jadinya, jadi dia hanya bisa pasrah. Bahkan jika Angga meninjunya dia juga pasti terima, dia sudah beberapa kali khilaf, mungkin tonjokan dari Angga bisa menyadarkannya dan lebih berhati-hati untuk tidak melakukan khilaf yang sama lagi.
"Papa...!"
Lila langsung melindungi calon suaminya, dia gantian yang menunjukkan wajah marahnya ke Angga.
"Kamu bela dia? Kamu tahu papa dan dia hanya selisih beberapa tahun kan?"
"Lila tahu"
"Kamu tahu kamu masih muda kan? Kamu baru lulus SMA Lila!"
"Lila tahu pa"
"Apa tidak ada lelaki lain di luar sana yang masih muda?"
"Banyak, tapi Lila cuma cinta sama mas Danu"
"Kamu masih muda nak, pacaran saja dulu dengan lelaki seusia kamu, Jangan menikah sekarang?"
"Papa mau lihat Lila kejebolan dan punya anak di luar nikah?"
Kata-kata itu benar-benar membuat Angga pusing tujuh keliling, dari mana Lila punya kosa kata seperti itu? Pasti ini ajaran dari Danu. Astaga anak gadisnya menyukai lelaki yang kurang tepat.
Rasanya Angga ingin menonjok saja wajah lelaki itu, dia meminta Danu untuk menjaga putrinya, bukan untuk di jadikan istri, ayolah Lila masih sangat muda untuk menikah.
Bu Marni pun menceritakan apa yang dia tahu, mulai dari saat Lila menelfon dan meminta jadi menantunya. Sampai dia sendiri yang melihat kebucinan Lila pada putranya. Menurut Bu Marni usia Lila sudah bisa masuk di KUA, jadi tidak masalah jika mereka menikah. Dari pada kejadian tadi pagi terulang lagi? untung saja Bu Marni memergoki mereka. Kalau tidak, mungkin mereka bisa kebablasan.
"Kamu yakin Lila mau nikah sama Danu?"
"Seratus juta kali yakin Ma..."
Lila nampak bergelayut manja di tangan mamanya, berharap mamanya bisa segera menikahkan mereka.
"Tapi kamu masih kuliah sayang, kamu nggak mau lulus dan kerja cari pengalaman? Katanya mau jadi desainer hebat"
Lisa bukannya tidak setuju, tapi putrinya masih terlalu muda untuk memikirkan tentang pernikahan. Pernikahan tidaklah semudah dan seindah yang di bayangkan gadis seusianya. Pernikahan itu pengabdian seumur hidup seorang wanita untuk keluarga nya. Menurutnya Lila belum sematang dan sedewasa itu untuk menikah.
"Lila!"
Teriak Lisa, yang melihat Lila justru menunjukkan tanda merah yang di buat Danu kepala mereka, Lisa buru-buru meminta Lila untuk berhenti melakukan hal itu.
Danu benar-benar malu, sedangkan Angga rasanya ingin melahap Danu hidup-hidup. Bisa-bisanya dia berbuat sejauh itu pada putrinya.
"Maa Lila sudah siap lahir dan batin untuk menjadi istri mas Danu"
Lisa jadi ikut pusing, bukan masalah dia tidak boleh, tapi waktunya belum tepat.
"Kamu bisa keluar dulu sayang? Mama sama papa mau bicara dengan Danu dan Bu Marni"
Lila mengagguk setuju. Dia berharap keluarganya akan merestui hubungan mereka.
*****
Wajah Angga sudah merah padam menahan amarah, begitu Lila keluar dia langsung menghampiri Danu hendak memukul nya.
"Mas sudah, jangan pakai kekerasan"
Lisa menghalangi Angga yang ingin memukul Danu.
"Dia sudah dewasa, sudah berumur tapi tidak bisa berfikir jernih. Kamu tadi lihat kan apa yang dia lakukan ke Lila?"
Angga tidak akan merasa puas sebelum menyadarkan Danu. Dia hendak maju lagi, tapi di hentikan Lisa lagi.
"Mas..duduk!"
Angga masih menatap jengkel, matanya begitu sinis menatap Danu.
Begitu mereka semua duduk dengan tenang, Lisa mulai bicara.
"Kamu mencintai Lila Danu?" Tanya Lisa pada adik sahabatnya ini.
Danu hanya menunduk, dia tidak tahu mau menjawab apa, dia sendiri tidak tahu yang sebenarnya di inginkan hatinya. Danu selalu menghindari, dia juga menyayangi Lila, dia sudah menganggap Lila seperti adiknya sendiri. Danu ingin selalu menjaganya, melihat dia tersenyum. Tapi Lila begitu agresif. Sebagai lelaki dewasa dia sulit sekali mengendalikan diri. Danu sendiri tidak yakin apa yang dia lakukan ke Lila itu sebuah cinta atau nafsu belaka.
"Lila yang terus menggodaku mbak" Jawab Danu pada akhirnya.
"Bohong! pasti dia bohong sayang"
Danu tidak bisa membela diri, di lihat dari sisi manapun Danu yang lebih pantas menjadi tersangka. Lila sangat cantik, muda dan lincah, banyak lelaki tampan dan muda mengejarnya. Untuk apa Lila menggoda Perjaka tua seperti dirinya? Itu pasti yang di pikirkan Angga. Tapi dia memang jujur, dia mengatakan apa adanya pada mereka.
Lisa nampak menghembuskan nafas berat, dia tidak terkejut jika Lila menyukai Danu, anak itu sejak kecil hanya menurut pada Danu, kemana pun Danu pergi Lila selalu ingin ikut.
Danu memberi rasa aman dan nyaman pada Lila sejak dia kecil, mungkin Lila mengira itu cinta.
"Mbak Lisa boleh tidak percaya padaku, tapi aku mengatakan apa yang sebenarnya. Aku tidak bisa mengendalikan Lila yang terus mendekat mbak. Kalau memang kalian tidak percaya, Aku akan pindah kampus. Itu sepertinya solusi yang terbaik" Ucap Danu.
Bu Marni sebenarnya sangat setuju Lila menikah dengan Danu. Tapi jika dia jadi Lisa, Bu Marni juga akan melakukan hal yang sama.
Bu Marni ikut saja apa keputusan Lisa nanti.
"Meski kamu pindah ke luar negeri pun, Lila akan tetap mengejar kamu Dan, aku tahu persis bagaimana sifat Lila, dia tidak akan melepaskan sesuatu yang dia sukai, dia akan terus memperjuangkan itu sampai dapat. Tapi Mbak masih tidak yakin kalau Lila benar-benar jatuh cinta sama kamu, dia masih sangat muda untuk tahu apa itu cinta, apalagi untuk sebuah hubungan pernikahan"
"Lalu apa yang sebaiknya harus kita lakukan nak Lisa? Ibu tidak bisa selalu di sini mengawasi mereka"
"Jika kita mau Lila berhenti, kita harus menuruti keinginannya"
"Aku tidak setuju sayang! Lila masih sangat muda untuk menikah" Tolak Angga mentah-mentah.
"Benar kata mas Angga Mbak, Lila masih sangat muda, dia masih punya banyak waktu untuk mengejar cita-citanya"
"Hanya nikah pura-pura, nikah kontrak. Kamu mau?"
Danu berpikir sejenak,nikah kontrak? apa itu solusi yang tepat?
"Ide bagus. Aku yang akan buat perjanjian pra kontrak nya" Sahut Angga. Jika sang raja dan ratu sudah mengatakan begitu. Apa Danu bisa menolak?
"Apa Bu Marni setuju?" tanya Lisa pada Bu Marni.
"Apa baiknya menurut kalian saja. Tapi bisakah mereka benar-benar menjadi pasangan hidup jika kedua pihak benar-benar saling mencintai?"
"Lisa tidak akan menghalangi mereka Bu, kalau mereka sama-sama cinta silahkan, mereka bisa menikah sungguhan.Hanya saja Lisa ingin Danu sedikit bersabar, tunggu sampai Lila lulus kuliah. Danu pasti bisa mendidik Lila dengan baik"
"Danu tidak yakin mbak..."
"Tenang saja Dan, ini tidak akan berlangsung selamanya, hanya sampai Lila lulus kuliah. Jika kamu menemukan wanita yang benar-benar kamu cintai, mbak akan menasehati Lila untuk melepaskan kamu. Mbak akan pastikan Lila tidak akan menghalangi kamu menikah dengan wanita itu"
"Iya mbak, terserah mbak Lisa saja"
"Satu lagi, jangan sampai Lila mengetahui tentang kontrak nikah ini"
Kesepakatan itu di buat, baik Danu, Bu Marni serta Angga setuju dengan ide perjodohan kontrak ini. Namun mendadak pintu di buka dengan kasar.
"Lila tidak setuju!"
Semua orang tercengang, ternyata Lila mendengar semua percakapan mereka.