Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Valerius
Tanpa menunggu jawaban lagi, Kaelen melesat maju. Dia tidak berlari, dia melayang rendah di atas tanah didorong oleh elemen Angin dan Petir yang berpadu. Kecepatannya melebihi apa pun yang pernah dilihat Lira dan Dimas.
Naga Tanah Purba itu meraung marah melihat makhluk kecil berani mendekat. Dia menghentakkan kaki depannya ke tanah. Seketika itu juga, puluhan duri batu setajam pedang melesat keluar dari permukaan tanah, menyambar ke arah Kaelen dari segala penjuru.
Namun Kaelen tidak menghindar. Dia mengerahkan elemen Tanah di dalam tubuhnya. Kulitnya berubah menjadi berwarna cokelat keemasan. Keras dan kokoh seperti logam tempaan terbaik. Duri-duri batu itu menghantam tubuhnya namun pecah berantakan tanpa meninggalkan sedikit pun goresan.
"Kulit Batu, tingkat Mahir saja sudah sekuat ini?" batin Kaelen kagum sekaligus makin bersemangat. "Kalau aku menyerap kekuatan makhluk ini, seberapa kuat aku nanti?"
Saat Kaelen mendekati tubuh raksasa itu, ekor naga yang berujung duri berayun deras ke arahnya seperti cambuk raksasa yang bisa meratakan hutan. Kaelen melompat tinggi ke udara. Menghindari ayunan itu, lalu mendarat tepat di punggung makhluk itu.
Naga itu menggelinjang marah. Bergulingan ke tanah berusaha meremukkan serangan kecil di punggungnya. Namun Kaelen menancapkan kakinya, menyatu dengan kulit keras makhluk itu berkat kendali elemen Tanah sehingga dia tidak terlempar sedikit pun.
"SEKARANG!" teriak Kaelen dalam hati.
Kaelen menempelkan kedua telapak tangannya ke kulit keras punggung naga itu. Kali ini, dia tidak menahan diri lagi. Dia mengerahkan kemampuan penyerapannya hingga batas maksimal. Di dalam benaknya, perintah sistem bergema keras.
[MULAI PENYERAPAN SKALA BESAR. TARGET: INTI ELEMEN NAGA TANAH PURBA.]
Cahaya berwarna Cokelat dan Biru yang sangat terang mulai mengalir deras dari seluruh tubuh makhluk purba itu masuk ke dalam tubuh Kaelen bagaikan air terjun yang tak terbendung. Naga itu meraung-raung kesakitan, bergulingan, memukul-mukulkan tubuhnya ke pohon dan batu.
Namun dia tidak bisa melepaskan diri. Kekuatan hidupnya, kekuatan elemen murni yang telah dia kumpulkan selama ratusan tahun hidup di hutan ini, dicabut paksa dan dipindahkan sepenuhnya ke dalam tubuh pemuda manusia itu.
Proses itu berlangsung selama beberapa menit yang terasa seperti keabadian. Suara raungan makhluk itu perlahan melemah hingga akhirnya tubuhnya yang besar dan kokoh menjadi layu. Kulitnya retak dan berubah menjadi tanah biasa serta air yang menguap. Makhluk perkasa yang ditakuti seisi hutan itu akhirnya ambruk diam tak bergerak lagi. Meninggalkan sebutir Inti Elemen sebesar kepalan tangan yang bersinar cahaya keemasan bercampur biru.
Kaelen berdiri di atas sisa tubuh makhluk itu. Napasnya terengah-engah namun matanya bersinar dengan kilauan kekuatan yang luar biasa. Tubuhnya memancarkan aura yang begitu dahsyat hingga Lira dan Dimas yang berada agak jauh harus bersembunyi di balik perisai tanah yang dibuat Dimas agar tidak tertekan.
Aliran energi memenuhi setiap pembuluh darah, setiap otot, dan setiap tulang di tubuh Kaelen. Pengetahuan yang jauh lebih dalam, lebih lengkap, dan lebih murni tentang elemen Tanah dan Air masuk ke dalam ingatannya. Dia tidak lagi sekadar mengerti cara menggunakannya. Dia kini mengerti hakikat dari kedua elemen itu yaitu Tanah adalah ketahanan, fondasi, dan keabadian. Air adalah kelenturan, kehidupan, dan kekuatan yang bisa menghancurkan atau menciptakan segalanya.
[PENYERAPAN SELESAI SEMPURNA.]
[ELEMEN TANAH: TINGKAT MAHIR 100% — MENINGKAT KE TINGKAT MURNI.]
[ELEMEN AIR: TINGKAT MAHIR 100% — MENINGKAT KE TINGKAT MURNI.]
[STATUS: PENGUASAAN EMPAT ELEMEN UTAMA TELAH MENCAPAI STANDAR DI ATAS SISWA AKADEMI. KEKUATAN PENGGUNA SETARA PENYIHIR TINGKAT TINGGI.]
Kaelen menunduk menatap kedua tangannya. Dia bisa merasakan kekuatan yang meluap-luap, seolah dia bisa membelah gunung atau memindahkan sungai hanya dengan satu gerakan tangan. Perbedaannya dengan saat dia masuk ke hutan ini sungguh bagaikan langit dan bumi.
Lira dan Dimas berlari mendekat dengan napas terengah-engah. Mata mereka masih tak percaya melihat pemandangan di hadapan mereka. Makhluk yang dianggap mustahil dikalahkan oleh siswa tingkat atas. Kini mati di tangan teman mereka yang dulunya disebut sampah.
"Kaelen, kau... kau benar-benar." Dimas tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.
Rasa kagum dan hormat memenuhi seluruh hatinya. Dia sadar, sejak awal dia sama sekali tidak memahami siapa sosok teman yang dia lindungi itu. Dialah yang sebenarnya melindungi mereka berdua.
Lira menatap Kaelen dengan mata berbinar, campuran antara kekaguman dan rasa haru. "Kau menyelamatkan kami lagi. Kau luar biasa, Kaelen."
Kaelen tersenyum. Kali ini senyumnya lebih lebar dan lebih berwibawa. Dia memungut Inti Elemen murni itu, lalu menyimpannya dengan aman.
"Ini belum apa-apa," jawab Kaelen pelan namun tegas. "Ayo kita kembali. Tiga hari sudah lewat, dan aku sudah membawa bukti yang lebih dari cukup. Saatnya kita pulang dan memberi kejutan besar bagi semua orang yang menunggu kegagalan kita."
***
Di atas menara pengawas, Guru Besar Valerius dan para guru lainnya terpaku diam. Mulut mereka terbuka lebar tak mampu mengeluarkan suara. Mereka melihat sendiri bagaimana lonjakan energi dahsyat itu terjadi, lalu menghilang dan terserap ke satu titik. Mereka melihat makhluk legendaris yang menjadi penjaga wilayah dalam itu binasa begitu saja di tangan pemuda desa itu.
Kristal pengintai di tangan Valerius bergetar hebat. Hampir retak karena tekanan aura yang dipancarkan Kaelen saat dia mengakhiri pertarungan.
"Mustahil. Ini benar-benar mustahil," bisik Valerius gemetar.
Keringat dingin membasahi punggungnya. Keraguan yang sempat ada di benaknya kini berubah menjadi keyakinan yang mengerikan sekaligus menakjubkan.
"Cara dia menyerap energi. Kecepatan pertumbuhannya. Penguasaan semua elemen tanpa hambatan. Tidak ada keraguan lagi. Dia bukan anak desa biasa. Dia... dia adalah apa yang kami takutkan selama ini. Dia adalah pewaris dari kekuatan yang hilang itu."
Valerius perlahan menutup kristal itu, wajahnya berubah serius dan penuh pertimbangan berat.
"Siapkan laporan khusus," perintahnya dengan suara berat kepada rekan-rekannya yang masih terpaku. "Anak ini, dia bukan lagi sekadar siswa akademi. Dia adalah sosok yang akan mengubah segalanya. Entah dia akan menjadi penyelamat dunia atau malapetaka terbesar. Semoga saja dia memiliki hati yang benar. Karena mulai hari ini, mata seluruh kerajaan dan bahkan kekuatan-kekuatan gelap akan tertuju padanya."
Saat matahari terbenam menyorot punggung Kaelen yang berjalan keluar dari hutan lebat itu bersama kedua temannya. Bayangannya terlihat panjang, menjulang gagah dan penuh kekuatan. Ujian bertahan hidup ini bukan hanya sekadar ujian kelulusan. Ini adalah pijakan pertama yang mengukuhkan posisinya sebagai sosok yang luar biasa, dan awal dari terungkapnya kembali rahasia besar yang telah terkubur ribuan tahun lamanya.
Kaelen Voss telah kembali dari kuan hutan itu, bukan lagi sebagai pemuda yang datang, melainkan sebagai penguasa sejati elemen alam.
seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/