Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 BULAN BERLALU
#Tidak seorangpun paham bagaimana perjuangan seorang wanita ,yang mempertahakan kewarasan selain wanita itu sendiri.
Terik mentari menyengat kulit seorang gadis berusia 10 tahun, rambutnya yang tebal dan lurus di kuncir kuda, berjalan santai di pinggir trotoar mengenakan sepatu hitam dan berseragam putih merah. Sesekali anak itu berlari kecil membuat rambut dan tas sekolahnya bergoyang.
Dari jauh sang mama sudah menunggu di depan warung makan, sesekali melihat ke arah anaknya yang semakin mendekat. Jarak sekolah dan warung tidak begitu jauh, tetapi mama gadis kecil itu mengajarkan kemandirian pada putri sulungnya.
" Assalamualaikum mama, assalamualaikum adik" gadis kecil itu memberi salam pada mama dan adiknya yang masih di dalam kandungan.
"walaikumsalam kakak... " jawab sang mama yang langsung menggandeng putri sulungnya.
" Mbak... Tolong warungnya kamu jaga dulu ya, saya mau ke bawah melihat pembangunan kamar kos" ucap wanita itu kepada ke dua karyawannya.
" siap bu..." jawab kedua karyawannya.
"kakak ikut mama ke bawah apa tidak?" tanya sang mama
" ikut ma, perut mama sudah besar, aku harus jaga mama dan adik bayi" jawab gadis kecil itu dengan semangat dan ceria.
Wanita yang sedang mengandung 9 bulan itu tersenyum, dia sangat bersyukur memiliki anak yang mandiri dan penyayang. Tidak ada yang membuat dia kuat selain putrinya dan calon putranya yang masih di dalam kandungan.
Selesai makan, gadis kecil itu mencuci piring sendiri, lalu menghampiri ibunya yang sudah menunggu di ruang tamu.
Wilayah tempat tinggal wanita itu adalah pegunungan dan lembah, rumah wanita itu berada di atas pegunungan di mana memiliki view yang indah, karena saat membuka pintu belakang dan jendela samping, terpampang perkebunan sayur dan buah milik nya dan milik warga sekitar. Dan di depan rumah... terlihat kampus yang berdiri dengan megah, kampus yang menampung puluhan ribu mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah
Mereka berdua berjalan menyusuri jalan menurun menuju pembangunan kost, letak bangunan itu tidak jauh dari rumah tempat dia tinggal.
Gadis kecil itu menggandeng ibunya, memastikan ibu dan calon adiknya aman. Saat sampai di area pembangunan, dengan cekatan dia membantu ibunya mengumpulkan gelas dan piring sisa makanan para kuli bangunan, meletakkan di atas nampan lalu pamit pada ibunya.
" mama... ini semua di bawa ke atas ya "
"iya sayang, hati hati jatuh. Atau tidak usah kembali kesini, mama cuma sebentar" jawab ibunya.
" tidak ma, tunggu sampai aku datang kemari, jangan naik dulu" gadis kecil itu berkata dengan tegas, cerminan anak pertama yang harus tahan banting.
Lalu dia membawa nampan naik ke atas menuju rumahnya.
"silahkan duduk bu" ucap tukang yang membangun kost nya, sambil membawakan kursi.
" Terimakasih pak" jawab ibu hamil itu dengan singkat.
" Maaf bu, hari ini sudah finishing. PAM sudah mengalir, dan listrik sudah menyala. Kamar kost 10 pintu sudah selesai semua dan siap huni. untuk halamannya, ibu ingin konsep yang seperti apa?? Kita tetap bisa mengerjakan meskipun nanti kamar kos sudah di huni" tukang tersebut memberikan penjelasan.
"huffft Alhamdulillah.... dari tanah kembali ke tanah" wanita yang hamil besar tersebut bergumam yang masih bisa di dengar oleh pak tukang.
" sisa kerikil dari ayakan pasir bisa di buat jalan pak? Kalau bisa sisa kerikil tersebut di buat menutup semua halaman, di tengahnya di tanami palem kuning dan pucuk merah yang di selang seling, di setiap teras di beri pot berisi tanaman lidah mertua" setiap ucapannya mengandung makna dalam kenangan, entah apa yang di kenang wanita hamil tersebut.
" di amplop ini ada uang gaji bapak dan teman teman yang lain, mohon diterima ya pak... terimakasih sudah bekerja dengan sangat baik" lanjut nya sambil menyerahkan sejumlah uang dalam amplop.
Setelah menerima uang, tukang itu memerintahkan teman temannya untuk melanjutkan pekerjaan merapikan halaman kost.
" ma... Ini cemilan untuk bapak bapak" tiba tiba gadis kecil itu sudah datang sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan.
" letakkan di tempat yang tadi kak... " perintah sang ibu.
Tanpa di perintah dua kali, gadis kecil itu meletakkan semua yang dia bawa ke tempat semua. Lalu berjalan menuju tempat ibunya duduk.
"ma... adik bayi belum gerak gerak ya, kapan aku bisa melihat adik bayi" kata dia membuat sang ibu sedikit malu karena di sana masih ada pak tukang.
" kami permisi dulu pak, silahkan di lanjutkan " bumil tersebut berdiri dan menggandeng anak sulungnya meninggalkan area pembangunan.
Kembali berjalan naik dengan nafas sedikit terengah engah.
" mama masih kuat? Duduk dulu ya ma, makanya mama tidak usah turun, minta tolong saja sama mbak asih kalau mau ke mengganti cemilan di sana" gadis kecil itu mengomeli ibunya.
Ibunya tersenyum sambil mengacak rambut putrinya.
" mama baik baik saja sayang, adek bayi kan semakin besar, wajar kalau mama sedikit mengambil nafas panjang" jawab ibunya.
Setelah di rasa cukup beristirahat, mereka berdua berjalan kembali menuju rumah tempat mereka tinggal selama 9 bulan ini, rumah yang ibunya beli saat pertama kali menginjakkan kaki di kota dingin ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saling support sabi kali ya😉