Kinan Malika, Gadis berusia 23 tahun yang menempuh pendidikan hukum selama 4 tahun, dan setelah lulus dia melamar pekerjaan sebagai notaris dan ingin menjadi pengacara.
Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan kemampuannya. Hingga dia di terima di sebuah perusahaan besar untuk menjadi asisten pribadi seorang bos yang tidak pernah terpikir olehnya.
Baskara Rama Jaya, seorang laki-laki berusia 30 tahun. Bos perusahaan besar yang terkenal dingin dan tidak memiliki belas kasih terhadap karyawannya.
Memiliki trauma masa lalu dan mengindap insomnia akut, menyebabkan dirinya susah tidur ketika malam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah
"Kinan...ke ruangan kerja saya sekarang!" suara Baskara terdengar begituu mengetikan jika di dalam telpon.
Membuat siapapun yang mendapatkan titahnya langsung berangkat saat itu juga.
"Oke, bos. Im coming." jawab Kinan dengan penuh semangat.
Dia datang ke ruangan kerja Baskara dengan iPad di tangannya. Dia tau ada pekerjaan penting yang harus dia lakukan saat ini.
"Ada apa, Bos?" tanya Kinan ketika dia sudah berada di ruangan kerja Baskara.
Laki-laki ituu tidak bicara. Hanya mendorong iPad mini miliknya dan Kinan mengambilnya.
Kedua bola matanya membulat sempurna saat membaca apa yang ada di iPad milik Baskara. "Kenapa? Kamu terkejut?" tanya Baskara saat melihat reaksi Kinan.
"Kenapa bisa?" tanya Kinan balik.
"Apa yang tidak bisa saya lakukan di dunia ini Kinan?" jawabnya penuh kesombongan.
"Hem...cuma gak bisa senyum aja, sih kurangnya Bos."
Deg!
Baskara terkejut, mendengar apa yang Kinan katakan. Tersenyum? Memangnya dia seburuk itu ya?
"Kamu boleh keluar sekarang!" usirnya pada Kinan.
Kesal, entah mengapa tiba-tiba Baskara merasa kesal dengan Kinan.
"Lah, tiba-tiba banget nih bos?" tanya Kinan berusaha meyakinkan.
Apa tidak ada perkejaan yang harus dia kerjakan?
"Keluar sekarang, Kinan..." Baskara sengaja menekan kata-katanya, membuat Kinan langsung keluar dari ruangan kerja laki-laki itu.
Dia merasa aneh, kenapa Baskara tiba-tiba mengusirnya begitu saja?
"Kenapa, dek? Bos marah?" tanya Tiara penasaran.
Kinan menggelengkan kepalanya. "Jadi kenapa?" lanjut Tiara lagi.
"Gak, tau kak. Tadi-"
"Morning guys...." sapa Juno yang baru saja datang membuat kehebohan seperti biasanya.
"Sudah-sudah, jangan menyambut kedatangan Pangeran. Bekerjalah dengan giat, karena akhir bulan adalah acara ulang tahun perusahaan dan kita akan berlibur ke puncak selama 2 hari." ujar Juno dengan mengangkat kedua jarinya berseru heboh membuat para karyawannya juga ikut bersorak-sorai di buatnya.
Mendengar keributan di luar ruangannya membuat Baskara melihat ke luar dari ruangan kaca miliknya. Entah apa lagi yang di buat manusia satu itu.
Kedua tangannya melipat di dada, seolah-olah siap menunggu kedatangan Juno ke ruangan kerjanya.
ponselnya berdering dan itu membuat kehebohan tadi hening seketika. "Hahaha...Baskara..." dia menunjukkan ponselnya yang berdering tertera nama Baskara disana
"Arjuno Dewanta, ke ruangan ku sekarang!" ucapnya dengan dingin membuat Juno langsung buru-buru pergi ke ruangannya.
"I Miss you so much, Bas. Gimana kabar Lo? Sehat? Udah tidur belum?" Baskara tau apa yang akan di lakukan Juno membuatnya langsung mendorong laki-laki itu.
"Jangan berani-berani mendekat!" ucapnya penuh ancaman membuat langkah Juno berhenti disana.
"Duduk!" titahnya membuat Juno juga langsung duduk di depannya.
"Berasa sidang gue. Mana hakimnya ngeri banget. Untung lu gak ngelanjutin kuliah hukum juga. Kalau gak, apa gak pada mati berdiri semua orang di ruangan sidang." gumam Juno berusaha meyakinkan suasana hati Baskara yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Bas? Lu baik-baik aja kan?" tanya Juno khawatir saat Baskara belum juga bicara padanya.
"Bas?" panggilnya lagi.
"Apa aku begitu mengerikan?" tanya Baskara tiba-tiba membuat Juno terkejut.
"Hah?" pekiknya terkejut. Baskara kenapa?
"Ais, aku tanya apa aku mengerikan?" tanya Baskara sekali lagi.
"Bilang sama gue, siapa yang ngomong begitu. Itu bisa di tuntut atas kasus pencemaran nama baik dengan bukti verbal. Bilang siapa orangnya. Gue akan-"
"Bahkan gadis itu berani bilang aku kurang tersenyum."
Uhuk!
Juno tersedak mendengar apa yang Baskara katakan. Walaupun dengan suara yang sangat pelan, Juno masih bisa mendengarnya. Karena pendengarannya berfungsi dengan sangat baik.
"Bas, lu?"
"Keluar sekarang!" usirnya pada Juno yang menurutnya menyebalkan itu.
"Bas-"
"KELUAR SEKARANG ARJUNO DEWANTA!!!" seru Baskara membuat Juno semakin penasaran. Bahkan sangking penasarannya, Juno sampai meluapkan ketakutan dan berusaha mengorek informasi lengkap dari Baskara.
Gadis mana yang di maksud temannya ini? Sungguh, Juno benar-benar penasaran akan hal itu
"Bas, bilang sama gue, siapa perempuan itu Bas. Gue bakalan bantuin elu buat-"
"Bas, tunggu Bas. Jangan usir gue, Bas. Baskara -" Juno panik saat Baskara menyeretnya keluar dan bahkan mengunci ruangan kerjanya begitu saja karena tidak ingin di ganggu oleh ocehan tidak masuk akal Juno lagi.
Dia tidak tahan dengan Juno hingga menyeretnya begitu saja dari ruangan kerjanya.
***