NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:891
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: SIAPA PAPA BESAR?

Bab 23: Siapa Papa Besar?

Malam semakin larut, namun ruang kerja di kediaman Aruna masih terang benderang. Aroma kopi hitam yang tajam bercampur dengan bau minyak angin yang dioleskan Bambang ke pelipisnya. Di atas meja, berserakan bungkus camilan dan kabel-kabel yang melintang tidak beraturan. Aruna duduk di sofa panjang, menatap layar monitor besar yang menampilkan diagram jaringan yang rumit.

"Oke, Mbak Bos. Tolong jangan emosi dulu ya," Bambang memulai presentasinya sambil membetulkan letak kacamata tebalnya. "Saya sudah berhasil membedah file 'Black Box' itu. Ternyata, Bimo itu aslinya cuma 'anak bawang'. Dia itu semacam manajer cabang dari sebuah korporasi bayangan yang namanya Adhigana Nusantara. Dan tebak siapa komisaris utamanya?"

Aruna mencondongkan tubuhnya. "Siapa?"

Bambang menekan tombol Enter dengan dramatis. Sebuah foto hitam putih muncul di layar. Foto seorang pria tua berwibawa dengan tatapan mata yang sangat mirip dengan... Aruna.

"Loh? Ini... ini kakekku?" suara Aruna bergetar. "Kakek yang katanya meninggal dalam kecelakaan pesawat dua puluh tahun lalu?"

"Secara data administrasi, iya, beliau sudah almarhum," jawab Adrian yang berdiri di dekat jendela. "Tapi menurut data keuangan yang ditemukan Bambang, rekening pribadi kakekmu masih melakukan transaksi rutin. Dan transaksi terakhir adalah untuk membayar uang pangkal sekolah Kenzo dengan nominal yang cukup buat beli satu pulau kecil di Kepulauan Seribu."

Aruna merasa dunianya berputar. "Jadi, selama ini Bimo bukan cuma mau hartaku? Dia sedang menjalankan misi dari kakekku sendiri untuk 'menjaga' Kenzo?"

"Atau mungkin lebih tepatnya 'mempersiapkan' Kenzo," sela Bambang sambil mengunyah kerupuk yang entah sejak kapan sudah ada lagi di tangannya. "Masalahnya, Mbak, si 'Papa Besar' ini punya musuh banyak. Di rekaman suara itu, dia bilang ke Bimo: 'Kalau Aruna tidak bisa mengendalikan aset keluarga, maka Kenzo harus diambil paksa sebelum pihak Lawan menemukannya'. Nah, 'pihak Lawan' ini yang belum saya dapet namanya. Mungkin namanya Team Rocket atau semacamnya, saya belum tahu."

Aruna memijat keningnya. "Ini gila. Aku pikir aku sedang berjuang melawan mantan suami yang jahat, ternyata aku terjebak di tengah perang keluarga yang sudah berlangsung puluhan tahun."

Tiba-tiba, suara alarm dari laptop Bambang berbunyi nyaring.

Tit! Tit! Tit!

"Waduh! Gawat, Mbak! Ada serangan balik!" Bambang langsung menari-narikan jarinya di atas keyboard dengan kecepatan yang tidak masuk akal. "Seseorang mencoba melacak lokasi IP kita! Wah, ini mah bukan hacker amatir, ini levelnya sudah pake satelit militer!"

"Matikan semuanya, Bambang!" perintah Adrian tegas.

"Sabar, Mas Adrian! Saya lagi pasang jebakan Honey Pot dulu biar mereka nyasar ke server kantor kelurahan di ujung Jawa Timur," Bambang berkeringat dingin, tapi wajahnya justru terlihat sangat bersemangat. "Dikit lagi... dikit lagi... HAP! Kena!"

Bambang menghela napas lega dan menyandarkan punggungnya. "Aman. Mereka sekarang lagi pusing nyari data kita di antara tumpukan laporan pengajuan bantuan sosial rakyat jelata."

Aruna hampir saja tertawa melihat kelakuan Bambang, namun peringatan tadi adalah bukti nyata bahwa mereka sedang diawasi. "Bambang, apa yang terjadi kalau 'Papa Besar' itu tahu aku masih hidup dan sudah mengalahkan Bimo?"

Bambang terdiam sejenak, wajah konyolnya menghilang berganti dengan ekspresi serius yang jarang terlihat. "Jujur ya, Mbak. Kalau saya jadi 'Papa Besar', saya bakal bangga punya cucu kayak Mbak. Tapi sebagai bos organisasi gelap, dia kemungkinan besar bakal ngirim 'ujian' selanjutnya. Dan ujian itu biasanya lebih berat daripada cuma sekadar menghadapi psikopat kayak Siska."

"Ujian apa maksudmu?"

"Lihat ini," Bambang membuka satu folder lagi yang baru saja terdekripsi. Isinya adalah daftar nama anak-anak berusia di bawah 10 tahun yang memiliki garis keturunan Adhigana. Di samping nama Kenzo, ada status bertuliskan: ELIMINASI JIKA GAGAL TAHAP 1.

Aruna merasa jantungnya berhenti berdetak. "Gagal Tahap 1? Tahap 1 itu apa?"

"Tahap 1 itu adalah... bertahan hidup dari Bimo," bisik Adrian pelan. "Aruna, Bimo sengaja diberikan kebebasan untuk menyiksamu dan Kenzo untuk melihat seberapa tangguh kalian. Itu semua adalah seleksi alam yang kejam."

Aruna berdiri, matanya berkilat penuh amarah yang kini tidak lagi ditujukan pada Bimo, melainkan pada sosok misterius "Papa Besar".

"Jadi anakku dijadikan tikus percobaan oleh keluarganya sendiri?" Aruna mengepalkan tinju hingga kuku-kukunya memutih. "Aku tidak peduli dia kakekku, dewa, atau apa pun. Jika dia menyentuh Kenzo lagi, aku akan meruntuhkan seluruh gedung Adhigana itu sampai ke akar-akarnya."

"Nah, itu baru Mbak Bos idola saya!" seru Bambang sambil memberikan jempol. "Tapi sebelum itu, boleh nggak saya pesen martabak telor? Otak saya butuh asupan protein buat bobol firewall tahap dua besok pagi."

Aruna menatap Bambang, lalu menatap Adrian. Di tengah pusaran konspirasi yang mengerikan ini, dia sadar dia punya tim yang unik. Perjalanan menuju Bab 100 masih jauh, dan musuh selanjutnya bukan lagi sekadar mantan suami, melainkan sejarah keluarganya sendiri.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bab 24: Undangan Makan Malam yang Terlambat.

...**Author Note:**...

...Plot twist besar! Ternyata penderitaan Aruna selama ini adalah bagian dari "tes" dari kakeknya sendiri. Gimana reaksi Aruna pas dapet undangan resmi dari organisasi Adhigana? Dan apakah martabak telor Bambang bakal beneran dateng? ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!