NovelToon NovelToon
Cinta Sesuai Takdir

Cinta Sesuai Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:468
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Amelia hanya gadis desa biasa yang hidup dalam kekurangan dan percaya bahwa kerja keras cukup untuk bertahan hidup.

Sampai suatu malam…

orang yang paling dia percaya menjualnya untuk melunasi hutang.

Dibawa ke kota asing dan dijadikan barang di tempat pelelangan ilegal, Amelia mengira hidupnya sudah berakhir.

Namun di malam yang sama—

dia bertemu pria yang seharusnya tidak pernah masuk ke dunianya.

Lorenzo Moretti.

Pria dingin, berbahaya, dan ditakuti seluruh dunia bawah tanah.

Awalnya Lorenzo hanya berniat memburu pengkhianat.

Tapi satu keputusan kecil membuat semuanya berubah—

dia membawa pulang gadis desa yang bahkan tidak mengenal namanya.

Amelia pikir mansion megah itu akan menjadi tempat perlindungan.

Dia salah.

Karena sejak malam itu, dia justru masuk lebih dalam ke dunia penuh darah, pengkhianatan, dan perang kekuasaan.

Dan ketika organisasi misterius mulai mengincarnya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 — Wanita dari Masa Lalu Lorenzo

Bab 22 — Wanita dari Masa Lalu Lorenzo

Suasana ruang makan mansion keluarga Moretti berubah aneh sejak kedatangan Sofia Bellini.

Wanita itu duduk dengan tenang di dekat Lorenzo sambil memainkan cangkir kopinya perlahan. Wajah cantiknya terlihat santai, tetapi tatapannya sesekali terus mengarah pada Amelia.

Dan Amelia benar-benar tidak nyaman dibuatnya.

Marco yang berdiri di dekat pintu hanya bisa menghela napas kecil.

Ia sudah mengenal Sofia cukup lama.

Wanita itu cantik, pintar, dan berasal dari keluarga mafia berpengaruh di Italia. Namun satu hal yang paling berbahaya dari Sofia adalah—

ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.

Dan sejak dulu…

Sofia menginginkan Lorenzo Moretti.

“Sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu,” ucap Sofia sambil menatap Lorenzo penuh arti.

“Dua bulan,” jawab Lorenzo singkat.

Sofia tersenyum kecil.

“Kau masih mengingatnya.”

“Aku hanya tidak pelupa.”

Marco hampir tertawa kecil mendengar jawaban datar itu.

Namun Sofia tampaknya sudah terbiasa.

Tatapan wanita itu kembali mengarah pada Amelia.

“Jadi… Amelia tinggal di sini?”

Amelia sedikit gugup.

“I-iya…”

“Sebagai apa?”

Pertanyaan itu langsung membuat suasana hening.

Amelia sendiri tidak tahu harus menjawab apa.

Karena dirinya memang tidak punya hubungan jelas dengan Lorenzo.

Ia bukan keluarga.

Bukan pacar.

Bahkan bukan bagian dari dunia mafia.

Namun sebelum Amelia sempat menjawab—

“Dia tamuku.”

Suara Lorenzo terdengar dingin namun tegas.

Tatapan Sofia sedikit berubah.

“Tamumu?” ulangnya pelan.

Lorenzo tidak menjawab lagi.

Namun justru sikap itu membuat Sofia semakin curiga.

Karena Lorenzo bukan tipe pria yang membiarkan seseorang tinggal di mansion tanpa alasan penting.

Dan Amelia jelas berbeda.

Wanita desa sederhana itu mungkin terlihat polos…

tetapi Lorenzo terlalu memperhatikannya.

Hal itu membuat Sofia tidak menyukainya.

“Aku tidak tahu kau sekarang suka membawa wanita ke mansion,” ucap Sofia sambil tersenyum tipis.

Marco langsung menatap langit-langit ruangan.

Ia bisa merasakan badai akan datang.

Namun Lorenzo tetap tenang.

“Aku tidak meminta pendapatmu.”

Jawaban dingin itu biasanya cukup membuat siapa pun diam.

Namun Sofia justru tersenyum kecil.

“Aku hanya penasaran.”

Tatapan wanita itu kembali tertuju pada Amelia.

Dan Amelia makin merasa canggung.

“Amelia berasal dari mana?” tanya Sofia.

“Indonesia…”

“Oh?”

Sofia mengangguk kecil.

“Lorenzo biasanya tidak menyukai wanita polos.”

Amelia langsung tersedak kecil mendengar itu.

Sementara Lorenzo perlahan menaruh cangkir kopinya.

“Sofia.”

Nada suara pria itu rendah.

Peringatan yang jelas.

Namun Sofia tetap tersenyum santai.

“Baiklah, aku berhenti.”

Meski begitu…

tatapan matanya masih tajam saat memandang Amelia.

Tak lama kemudian, Lorenzo berdiri dari kursinya.

“Aku ada rapat.”

Sofia langsung ikut berdiri.

“Aku ikut.”

“Kau tidak perlu.”

“Aku bosan kalau sendirian.”

Lorenzo tampak malas menanggapi, tetapi akhirnya tetap berjalan keluar ruangan bersama Marco.

Sebelum pergi, tatapannya sempat berhenti beberapa detik pada Amelia.

“Kalau kau merasa tidak enak badan, istirahat.”

Amelia mengangguk kecil.

Namun tanpa sadar…

ucapan perhatian kecil itu justru membuat Sofia memperhatikan semuanya semakin jelas.

Begitu Lorenzo pergi, suasana ruang makan mendadak terasa lebih sunyi.

Sofia masih berdiri sambil memperhatikan Amelia.

Kemudian wanita itu perlahan duduk kembali.

“Kau takut padaku?” tanyanya santai.

Amelia langsung gugup.

“Tidak…”

“Kau buruk dalam berbohong.”

Amelia menunduk pelan.

Sofia tersenyum tipis lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.

“Sudah berapa lama kau mengenal Lorenzo?”

“Tidak terlalu lama…”

“Dan kau tinggal di mansion pria paling berbahaya di Palermo.”

Kalimat itu membuat Amelia sedikit terdiam.

Sofia memperhatikan reaksi gadis itu sebelum melanjutkan,

“Apa kau tahu siapa Lorenzo sebenarnya?”

“Aku tahu dia mafia.”

Sofia tertawa kecil.

“Kalau hanya itu, berarti kau belum tahu apa-apa.”

Jantung Amelia langsung terasa tidak nyaman.

Wanita itu bicara seolah sangat mengenal Lorenzo.

Dan entah kenapa…

itu membuat Amelia merasa sedikit kalah.

“Aku mengenal Lorenzo sejak kecil,” lanjut Sofia sambil memainkan rambutnya pelan. “Keluarga kami dekat.”

Amelia diam mendengarkan.

“Semua orang dulu berpikir kami akan menikah.”

Deg.

Entah kenapa dada Amelia terasa sedikit sesak mendengar itu.

Padahal ia sendiri tidak punya hubungan apa pun dengan Lorenzo.

Lalu kenapa dirinya merasa aneh?

“Tapi Lorenzo terlalu dingin,” lanjut Sofia sambil tersenyum kecil pahit. “Dia tidak pernah membuka hati untuk siapa pun.”

Tatapan Sofia kemudian berubah lebih tajam.

“Sampai sekarang.”

Amelia perlahan mengangkat wajah.

“Maksudmu?”

Sofia tersenyum tipis.

“Dia memperlakukanmu berbeda.”

Jantung Amelia langsung berdetak kacau.

“Itu tidak benar…”

“Benarkah?”

Sofia tertawa kecil.

“Aku sudah mengenal Lorenzo lebih dari sepuluh tahun. Dia tidak pernah memedulikan wanita lain seperti caranya memedulikanmu.”

Amelia langsung mengingat banyak hal.

Lorenzo melindunginya.

Membawanya ke desa.

Mengkhawatirkan keadaannya.

Bahkan duduk menemaninya semalaman.

Pipinya mulai terasa panas.

Namun Amelia cepat-cepat menggeleng.

“Tidak… dia hanya merasa bertanggung jawab.”

Tatapan Sofia perlahan melembut sedikit.

Dan untuk pertama kalinya…

ia benar-benar melihat kepolosan Amelia.

Gadis ini tampaknya memang belum sadar.

Namun justru itu yang berbahaya.

Karena Lorenzo bukan pria yang bisa mencintai dengan cara normal.

Sementara itu, di ruang kerja lantai atas…

Marco menatap Lorenzo sambil menggeleng pelan.

“Kau benar-benar meninggalkan Sofia dan Amelia berdua?”

Lorenzo menandatangani dokumen tanpa ekspresi.

“Sofia tidak akan melakukan apa pun.”

“Kau yakin?”

Tatapan Marco penuh arti.

Lorenzo akhirnya berhenti menulis.

“Apa maksudmu?”

Marco menyandarkan tubuhnya ke sofa.

“Sofia menyukaimu sejak lama. Dan sekarang ada Amelia di mansion.”

Suasana mendadak sedikit lebih dingin.

Lorenzo menatap jendela beberapa detik sebelum berkata,

“Itu bukan urusanku.”

Marco mendengus kecil.

“Kau terlalu tenang untuk pria yang jelas-jelas cemburu.”

Tatapan Lorenzo langsung tajam.

“Aku tidak cemburu.”

“Benarkah?”

Marco tersenyum kecil penuh godaan.

“Lalu kenapa wajahmu berubah saat Amelia dekat dengan Raka?”

Lorenzo terdiam.

Dan diamnya itu sudah cukup menjadi jawaban.

Marco tertawa kecil.

“Ya Tuhan… Bos besar Moretti benar-benar jatuh cinta.”

“Aku bisa membunuhmu sekarang.”

“Tapi kau tidak akan melakukannya.”

Marco berdiri sambil tersenyum lebar.

“Karena aku satu-satunya orang yang cukup berani mengatakan kebenaran padamu.”

Lorenzo menghela napas pelan.

Namun jauh di dalam dirinya…

ia mulai menyadari sesuatu yang sejak lama berusaha ia abaikan.

Amelia perlahan menjadi lebih dari sekadar tanggung jawab.

Dan itu…

adalah masalah besar.

Sementara di lantai bawah, Amelia berdiri di balkon mansion sendirian sambil memandangi taman.

Pikirannya penuh dengan ucapan Sofia tadi.

“Kami akan menikah.”

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Dan tanpa Amelia sadari…

hati kecilnya mulai merasa tidak nyaman membayangkan Lorenzo bersama wanita lain.

apakah dia sedang cemburu, dia sendiri tidak tau apa sebenarnya yang terjadi, tapi yang Amelia rasakan ini bukan...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!